Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Bikin ngilu


__ADS_3

Andhara menggeliatkan tubuhnya, meregangkan otot – ototnya yang terasa kaku. Setelah melakukan malam pertama yang terlambat, dan mandi wajib, Andhara dan Julio tertidur dengan saling berpelukan.


Malam yang dingin sangat mendukung keromantisan antara mereka. Julio memeluk erat tubuh ramping sang istri seperti takut kehilangan. Sampai – sampai Andhara harus tertidur dengan posisi yang sama semalaman.


Setelah matanya terbuka, di lihatnya mentari sudah sedikit menyembul di ufuk timur berwarna orange. Andhara melihat ke arah jam di dinding.


“ Ahh, jam 5 lebih. Duh, harus buru – buru nih. Belum Subuhan. “ ucapnya. “ Abang kemana ? Kenapa nggak bangunin gue ? “ Dhara mengedarkan pandangannya ke sekitar kamar dan tidak mendapati suaminya di manapun.


“ Hiss, abang nggak romantis. Habis manis sepah di buang. “ dumelnya sambil turun dari tempat tidur. “ Auhh, kok masih sakit gini ya ? Kan udah semalaman juga. “ ujarnya meringis karena bagian bawahnya masih terasa perih.


“ Mana rasanya masih nggak nyaman gini. Masih bengkak apa ya ? “ gumamnya sambil memegangi bagian bawahnya. Lalu ia berjalan perlahan menuju ke kamar mandi dengan mulut yang tidak berhenti mengoceh tidak jelas.


“ Abang kebangetan ih !! Kalau di film – film, di novel – novel, ceritanya habis malam pertama, suami pasti ada di samping saat sang istri pas buka mata. Pertama buka mata, terus bisa menatap wajah tampan kan jadi seger tuh. Mata kita dapet vitamin. Ini, si abang malah nggak ketahuan rimbanya di mana. “ omelnya.


“ Mana capek banget lagi badan gue. Cuma menggeliat sambil mende_sah aja badan kayak remuk gini. Udah gitu itu gue sakit lagi. Ternyata nggak seperti yang orang – orang bilang. Bercin_ta itu ternyata menyakitkan. Huft !! Kayak habis lari keliling lapangan sepakbola 50 kali putaran. “ lanjutnya masih ngedumel.


Ceklek


Dhara membuka pintu kamar mandi dan segera masuk ke dalam. Mengambil air wudhu, lalu kembali keluar untuk menjalankan kewajibannya sholat Subuh.


Selesai sholat, Dhara segera menyambar handuk dan bathropenya dan segera kembali masuk ke kamar mandi karena hari sudah makin siang.


Ia harus segera berangkat ke sekolah. Kalau tidak, ia akan selalu menjadi warga negara yang sangat mencintai negaranya. Ia akan mendapatkan hukuman menghormat ke bendera di lapangan hingga bel istirahat pertama berbunyi.


Setelah menggantungkan handuk dan bathrope di kapstok, Dhara segera membuka semua bajunya. Dan Andhara membelalakkan matanya lebar kala mendapati leher, dada, lengan, bahu, bahkan sampai selang_kangannya terdapat bercak – bercak keunguan.


Semalam saat mandi besar, ia tidak begitu memperhatikan karena ia sudah mengantuk dan tubuhnya terasa sangat lelah.


“ Abang !! “ giginya menggeretak demi menahan kekesalannya melihat ulah suaminya. “ Sempet – sempetnya abang melukis banyak banget kayak gini. “ kesalnya. Ia lalu meraih gayung, menghidupkan kran untuk mengisi ember di kamar mandinya. Lalu ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Mandi kilat tiap pagi adalah rutinitas Andhara. Ia tidak akan berlama – lama mandi di pagi hari karena air akan sangat kedinginan dan Dhara tidak menyukainya. Setelah memakai bathropenya, Andhara segera keluar dari dalam kamar mandi. Ia lupa untuk membawa dalaman.

__ADS_1


“ Astagfirullahaladzim !! “ pekiknya sambil mundur dan menumbur pintu kamar mandi yang sudah tertutup.


Mengingat dirrinya yang belum mengenakan dalaman, Andhara memegang erat ujung bathropenya bagian dada.


“ Abang selalu aja bikin Dhara sport jantung ! “ omelnya sambil memegangi dadanya.


Julio yang sudah sedari tadi berada di dalam kamar, niatnya mau membangunkan sang istri tercinta yang tadi masih tertidur lelap saat ia meninggalkannya, urung karena ternyata sang istri sudah bangun lebih dulu.


Akhirnya ia memilih menunggu sambil duduk di atas ranjang dan memainkan ponselnya.


Julio beranjak dari duduknya untuk menghampiri istrinya. “ Kamu dari tadi abang denger ngomel terus. Kenapa ? “


“ Banyak yang bikin Dhara ngomel ! “ ketus Dhara.


“ Pertama, abang nggak ada Dhara cariin pas Dhara baru melek. Nggak romantis. Habis manis sepah di buang. “


Julio mengernyit. “ Habis manis sepah di buang ? Siapa itu ? “


Cup


Julio mengecup sekilas bibir Dhara yang hendak berbicara. “ Morning kiss. “ ucapnya sambil tersenyum manis tanpa dosa.


“ Ck ! “ Dhara berdecak, tapi pipinya terasa panas mendapat perlakuan manis sang suami. Meskipun semalam ia sudah merasakan yang lebih manis, tapi tetap saja hal kecil seperti ini membuatnya melayang.


“ Ada yang kedua. “ imbuhnya.


“ Apa ? “ Julio kembali menautkan kedua ujung alisnya.


“ Nih ! “ Dhara memperlihatkan maha karya Julio yang berada di lehernya. Lalu membuka sedikit bathropenya bagian dada untuk memperlihatkan maha karyanya yang lain di bagian yang lain juga.


“ Kulit mulus Dhara jadi kayak dalmation. “

__ADS_1


Julio malah semakin melebarkan senyumannya sambil menatap nakal ke arah dada Andhara. Lalu ia meraih pinggang Dhara, dan menempelkan tubuh mereka. “ Bukan dalmation. Tapi lebih mirip macan tutul. “ candanya.


“ Bagaimana bisa ? “ Kini Dhara yang mengernyitkan dahinya.


“ Karena kamu, galak kayak harimau. “ kekeh Julio. “ Jadi pengen mengulang yang semalam. “ bisiknya menggoda sambil membuka dan mengintip sedikit ke arah dada Andhara. Sontak membuat Dhara menangkup bathropenya yang sedikit terbuka itu.


Julio tersenyum. “ Sayang, kamu harus berangkat sekolah. Gimana kalau bolos hari ini ? Kita habiskan waktu berdua di kamar seharian. “ ucapnya sambil menaik turunkan kedua alisnya.


“ Enak aja ! “ sahut Andhara sambil mendorong dada Julio. “ Abang mau, punya istri nggak lulus SMA ? Cuma punya ijasah SMP ? “ sarkasnya.


“ Nggak masalah. Kan yang penting udah ijab sah. “ jawab Julio dan membuat Andhara menghentikan langkahnya yang menuju almari, lalu menoleh ke belakang ke arah Julio.


“ Dhara sih ogah. Dhara masih punya cita – cita yang belum kesampaian. Dhara masih pengen masuk club sepakbola ternama. Atau masuk tim nasional sepakbola putri. Dan itu syaratnya harus punya ijasah SMA. Ijab sah nggak masuk di syarat. “ ucapnya ketus, lalu berjalan kembali menuju ke almari. Membuka almari, lalu mengambil dalaman, serta seragam sekolahnya.


“ Abang keluar dulu gih. “ pintanya.


“ Kenapa abang di suruh keluar ? “


“ Dhara mau pakai baju. “


“ Mau pakai baju ya tinggal pakai baju. Kenapa abang mesti keluar ? “ ujar Julio santai sambil mendudukkan kembali tubuhnya di atas ranjang.


“ Malu. “ lirih Andhara.


Julio tersenyum penuh makna menatap Andhara. “ Kenapa mesti malu ? Abang juga udah unboxing semuanya tanpa terlewat sedikitpun. Membuka, menyentuh, melihat, sampai merasakan pun sudah. Apa kamu lupa dengan apa yang kita lakukan semalam ? “


“ Ck ! “ Dhara berdecak kesal karena suaminya berubah menjadi pangeran me_sum. “ Dhara takut abang khilaf lagi kalau lihat tubuh toplesnya Dhara. “ lanjutnya kepalang tanggung.


“ Atau parahnya lagi, abang harus nahan diri. Dan itu pasti sangat menyakitkan. Bikin ngilu. “


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2