Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Olahraga?


__ADS_3

Tring


Ponsel Andhara berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Julio yang masih duduk bersandar pada headboard ranjang, menoleh ke samping, di mana ponsel Andhara tergeletak.


Julio meraih ponsel itu dan membuka pesan yang masuk ke ponsel sang istri. Sudah biasa bagi Julio juga Andhara membuka ponsel pasangan mereka. Tidak akan ada yang marah karena memang tidak ada yang saling mereka sembunyikan.


Julio mengusap layar ponsel Andhara ke atas, hingga terlihatlah gambar mereka berempat sebagai wallpaper. Julio mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas. Dahinya mengernyit dalam kala membuka pesan yang masuk di ponsel istrinya itu.


“ Pesan dari kak Aldi. Istriku kenapa fans nya cowok semua sih ? “ gumam Julio. Ia lalu mengklik pesan itu, sehingga ia bisa membaca isinya.


“ Assalamu alaikum, Andhara ? Gimana kabar kamu hari ini ? Udah bangun ? Sorry ya, semalam aku nganterin pulang kamu sampai malem banget. “ Julio membaca pesan itu dengan suara pelan. Oh, jadi semalam dia yang nganterin Dhara ? batin Julio.


Tring. Sebuah pesan masuk kembali. Julio kembali melihat. Ternyata masih pengirim yang sama.


“ Jadi kapan Ra ? Kamu main ke rumah ? Nenek kangen sama kamu. “ Julio membaca pesan itu lagi dengan rasa kesal.


“ Loh, abang kok nggak balik tidur lagi ? “ Andhara tiba – tiba sudah berada di dalam kamar lagi.


Julio mengangkat wajahnya menatap sang istri yang makin hari terlihat semakin cantik. Aura seorang Andhara semakin terlihat setelah melahirkan si kembar.


“ Udah nggak ngantuk lagi. “ jawab Julio seadanya. Ia kembali melihat ponsel Andhara yang masih di tangannya.


“ Ada pesan nih. “ ucapnya sambil menyodorkan ponsel itu ke Andhara.


“ Dari siapa ? Penting nggak ? Kalau nggak penting, udah biarin aja. Weekend kan waktunya sama keluarga. “ jawab Andhara sembari menghenyakkan tubuhnya ke atas ranjang di sebelah sang suami.


Ia menempelkan tubuhnya ke Julio dan bergelayut manja di lengannya. Ia tidak berniat menerima ponselnya. Untuk itu, Julio meletakkannya di atas nakas yang berada di sebelahnya.


“ Temen kamu kayaknya yang kirim pesan. Namanya Aldi. Kamu kenal ? “ selidik Julio. Dan Andhara mengangguk.


“ Apa dia yang nganterin kamu pulang semalem ? “ tanyanya kembali.

__ADS_1


“ He em. Kan semalem Dhara udah minta ijin sama abang sebelum menerima tawaran dia. “ Andhara mengangguk, lalu ia menengadahkan kepalanya menatap suaminya.


“ Dia hanya nganterin Dhara sampai depan gerbang. Kita naik mobil, jadi abang nggak perlu khawatir Dhara duduk pepet – petetan sama dia. Dhara Cuma maunya di pepet abang aja. “ lanjutnya sambil mengerlingkan sebelah matanya ke sang suami. Membuat Julio yang sedari tadi kesal, langsung hilang entah kemana rasa kesalnya itu.


Julio mengangkat tangan kirinya, lalu melingkarkannya di leher Andhara. Ia mengecup kening sang istri sesaat. “ Kamu pernah main ke rumahnya ? “ tanya Julio masih dengan nada menyelidik.


Andhara menggeleng masih sambil menatap sang suami yang meskipun baru bangun tidur, masih tetap terlihat sangat tampan.


“ Lalu, bagaimana kamu bisa mengenal neneknya ? “ tanya Julio kembali. Andhara mengernyit sesaat, lalu ia paham arah pembicaraan sang suami.


“ Abang ingat, dulu waktu Dhara masih hamil si kembar, Dhara pernah ngidam ikut abang kerja ? “ tanya Andhara mulai menjelaskan.


Julio mengangguk.


“ Abang dulu pernah lihat juga kan, Dhara ngobrol sama nenek – nenek yang Dhara tolongin ? “ kembali Julio mengangguk. “ Kak Aldi itu ternyata cucu dari nenek itu, bang. Dan kak Aldi cerita sama neneknya kalau ketemu sama Dhara di kampus. Nenek nya terus nyuruh kak Aldi ngajakin Dhara main ke rumah nenek itu. “ jelas Andhara.


“ Abang tenang aja atuh. Dhara teh nggak akan selingkuh. Kak Aldi juga Cuma nganggep Dhara kayak adik aja. “ lanjut Dhara karena ia tahu kegundahan sang suami.


Andhara yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari sang suami, berinisiatif mendekatkan wajahnya, lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibir sang suami. Julio sedikit terkejut mendapati kecupan dari Andhara karena ia masih sibuk dengan pikirannya.


“ Anak – anak di mana ? “ tanya Julio.


“ Ada di bawah sama Putra, sabil, sama Via. Ada Angga juga. “ Andhara menyebutkan nama teman – teman kampusnya. Yang sedikit banyak, sifatnya hampir sama dengan genk rusuhnya.


“ Mau ngapain mereka pagi – pagi kesini ? Ada tugas bareng ? “ tanya Julio mengernyit. Tapi kalau tugas bareng, kenapa ada Putra segala ? Bukankah mereka beda jurusan ? Beda fakultas pula.


“ Bukan. Biasa lah, para biang rusuh. Katanya mau ngajakin si kembar main. Kangen kata mereka. Bentar lagi, si Lila sama Soni juga bakalan sampai sini. Mereka bahkan ambil bus paling pagi yang ke bandung. “ jelas Andhara.


“ Kakak sama adek udah pada sarapan ? “ tanya Julio kembali.


Andhara mengangguk. “ Mereka yang nyuapi si kembar. Abang tahu sendiri kan, kalau udah ada mereka, si kembar pasti di monopoli. Emaknya nggak boleh deket – deket. “

__ADS_1


“ Terus kalau mereka mau menyusu habis makan ? “


“ Setelah anak – anak pakai MAPSI, sehabis makan, mereka minumnya air putih abang. Kan abang sendiri yang nyaranin gitu ? “


“ Oh, iya. Jadi sekarang, ayahnya si kembar aja yang nyu su ke emaknya si kembar. “ ucap Julio sambil mengerlingkan matanya genit.


“ Ish, abang ih ! Nggak usah genit – genit napa ? Geli Dhara liatnya. “ kekeh Andhara.


“ Kamu ini. Suami lagi usaha buat romantis, juga. “ protes Julio.


“ Abisnya geli tahu bang. Muka datar abang mah nggak banget buat genit. “ ledek Andhara sambil membingkai wajah Julio dengan kedua tangannya. Hingga membuat bibir Julio mengerucut lucu. Kalau udah gini, mirip banget sama si Arisa. Julio versi cewek. Saking gemasnya, Andhara mencomot bibir sang suami.


Dan kesempatan itu, tidak di sia- siakan oleh Julio.ia meraih tengkuk Andhara dan memperdalam ciumannya.


“ Mmmmpphhh … Hah. Abang main sosor aja. Dhara jadi gelagepan, kayak habis tenggelam. Huft . “ protes Andhara kala bibirnya terlepas dari bibir sang suami.


Julio terkekeh. “ Kan abang tadi udah bilang, abang mau menyu su pagi – pagi biar sehat kayak si kembar. “ ucapnya sambil dengan tangan yang menelusup masuk ke baju tidur Andhara. Membuat Andhara mende sah pelan ketika tangan suaminya mengelus sumber kehidupan si kembar.


“ Banghh … Dhara mau mandihh … “ ucapnya di sela desa han desa hannya karena bibir sang suami sedang menghisap sumber kehidupan si kembar. Julio sudah mengangkat atasan baju tidur Andhara ke atas. Udah mirip si kembar aja. Eh, bukannya si kembar yang mirip ayahnya ? Kan ayahnya dulu yang suka menghisap hisap seperti itu ?


“ Mandinya entar aja. Habis ini, kita mandi bareng. “ jawab Julio di sela – sela kegiatannya. Mumpung si kembar ada yang ngasuh kan ? Apa salahnya jika ia mengambil momen itu untuk bersenang – senang dan memanjakan sang istri ?


“ Tapi banghhh,,, ada temen – temen Dhara di bawah. “


“ Biarin aja. Mereka kesini buat ketemu si kembar. Bukan kamu. Kita nikmati aja waktu kita berdua sebentar. “ jawab Julio dengan tangan yang sibuk melucuti pakaian sang istri.


Dan selanjutnya, bisa kalian tebak sendiri kan mereka ngapain pagi – pagi ?


Olahraga ?


Tepat sekali. Olahraga pagi yang diiringi dengan kenikmatan duniawi. Eits …. Eits …. Stop buat bocil. Stop juga buat kalian yang belum punya pasangan halal. Jangan baper, jangan bayangin juga….

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2