Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Takut jadi janda muda


__ADS_3

“ Nggak nyangka gue Ra, loe udah nikah aja. “ ujar Lila yang duduk di samping Andhara.


“ Hello… Loe yang lihat aja nggak nyangka. Apalagi gue. Yang ngerasain, yang ngejalanin. “ sahut Andhara.


Kini, Andhara sedang berada bersama keempat sahabatnya di kursi – kursi yang berjajar. Tamu undanganpun masih lengkap berada di rumah Andhara. Kecuali sang penghulu yang harus segera pergi karena masih ada tugas yang lain. Andhara berbicara sambil memainkan cincin kawin yang telah Julio sematkan di jari manis tangan kanannya.


“ Loe mau pakai tuh cincin saat sekolah juga, Ra ? “ tanya Eka.


Andhara menoleh, lalu mengendikkan bahunya. “ Nggak tahu gue. “ lirihnya.


“ Ya iyalah mesti di pakai. Kan itu cincin kawin. Kalau nggak di pakai, pak dokter bisa marah. Kan pasti mahal tuh cincin. Kalau nggak di pakai, jatuhnya mubadzir. “ sahut Soni, dan Putra yang ada di sampingnya hanya terdiam sambil sesekali melirik ke arah Andhara.


“ Maksudnya Sonoooo… Kalau tuh cincin di pakai waktu sekolah, bisa – bisa satu sekolahan pada curiga kalau Andhara udah merit. Loe lihat sendiri kan, model tuh cincin, cincin kawin banget! “ jawab Lila.


“ Bener juga loe. Tumben loe pinter. “ ledek Soni yang mendapatkan geplakan di kepalanya.


“ Husss!! Jangan geplak pala gue. Entar kalau otak gue geser, loe mau tanggung jawab ? “ sarkasnya.


“ Iya. Entar gue benerin pakai martil. Atau sekalian gue pinjem tuh palunya si THOR. Biar mantep. “ sahut Lila tak kalah sarkas.


Suasana hening sesaat setelah Soni mencebikkan bibirnya ke Lila.


“ Ra, setelah ini, apa loe bakalan lupain kita – kita ? “ Putra memecah keheningan yang membuat semuanya menoleh ke arahnya.


“ Setelah masa dinas pak dokter habis di sini, dia pasti balik ke kota, dan loe bakalan di bawanya. “ lanjutnya.


“ Nggak !! Never !! Sampai kapanpun, kalian adalah my best friend. My best family in the world. Jadi, sampai kapanpun, gue nggak bakalan lupain kalian berempat. “ jawab Andhara mantap sambil menatap keempat sahabatnya bergantian.


Lila dan Eka yang berada di samping kiri dan kanan Andhara, langsung memeluk Andhara bersamaan.

__ADS_1


“ Meskipun gue nggak tinggal di sini lagi, kalian tetap sahabat – sahabat gue. “ lanjutnya.


“ Jangan pernah lupain kita semua meskipun loe udah nggak tinggal bareng kita – kita lagi. “ ujar Lila.


“ Dan meskipun loe udah jadi milik pak dokter, jangan pernah lupa, kalau sebelumnya loe adalah milik kita. Kalau ada masalah apapun, jangan pernah loe rahasiain dari kita. “ tambah Eka.


Andhara melepas pelukannya ke kedua sahabat perempuannya. “ Bukannya kalian ya yang main rahasia – rahasiaan sama gue ? “ sarkasnya.


“ Iya, sorry… sorry… “ Lila kembali memeluk Andhara erat meskipun Andhara sudah memasang wajah cemberutnya.


“ Gue…. “ ucapan Andhara terpotong. Ia terlihat bimbang.


“ Kenapa Ra ? “ tanya Eka.


“ Gue nggak PD jadi istri pak dokter. “ lirihnya.


Lila, Soni, dan Eka mengernyitkan alisnya. “ Kenapa ? “ tanya mereka bertiga bersamaan.


Andhara menoleh ke arah Lila dan berucap, “ Pak dokter udah punya cewek. Dia cantik, badannya tinggi, kulitnya perawatan, putih, rambutnya juga indah. Dia juga udah kerja. Usianya lebih matang daripada gue yang masih bocil gini. “ ucapnya lirih. Tapi tetap membuat mereka bertiga terkejut dengan mata membola.


“ Yang bener loe Ra ? Masak pak dokter udah punya cewek sih ? “ tanya Eka seakan tak percaya.


“ Gue pernah lihat ceweknya datang ke puskesmas dan mereka pelukan. “ sahut Andhara.


“ Loe salah lihat kali Ra. Atau mungkin sepupunya pak dokter kali tuh cewek. Jangan su’udzon lah jadi orang. “ ucap Eka so bijak.


“ Lagian Ra, kalau pak dokter udah punya cewek, kenapa dia malah nikahin loe ? Bukan nikahin ceweknya ? “ lanjutnya.


“ Gue juga nggak tahu. “ sendunya. “ Sekarang, gue berasa kayak pelakor tahu nggak ? “ ucapnya sambil menoleh ke arah keempat sahabatnya bergantian.

__ADS_1


“ Gue takut jadi janda muda. “ tambahnya sambil menampilkan ekspresi mau menangis.


“ Amit – amit jabang bayi, Ra. “ sahut Lila sambil menggetok – getok kepala Andhara, lalu kepalanya sendiri. “ Jangan suka bicara sembarangan. Omongan itu bisa jadi doa loh. “ lanjutnya dengan nada suara mengintimidasi.


“ Gue yakin, pak dokter nikahin loe karena mungkin dia emang suka sama loe. Dan cewek yang loe lihat sama pak dokter, itu pasti bukan ceweknya. “ lanjutnya.


“ Kalau sampai pak dokter berani macam – macam sama loe, bilang sama gue. Gue bakalan habisin dia. “ ucap Eka dengan sedikit emosi. Eka adalah pemegang sabuk hitam dalam karate. Sedangkan Putra, Soni, juga Andhara pemegang sabuk coklat. Dan Lila, karena ia yang paling malas jika di ajak latihan, baru memegang sabuk hijau.


“ Ra, jangan pernah sungkan bilang sama gue jika loe nggak bahagia. Gue akan bawa loe pergi dari dia. Jauh, sampai dia nggak akan pernah bisa menuin loe lagi. “ ucap Putra dengan nada suara serius.


Andhara tersenyum, dan entah kenapa hatinya mendadak melow selow kayak gini. Air mata sudah memupuk di kedua sudut matanya. Ia lalu memeluk Lila dan Eka bergantian dengan erat, lalu memandang dan menggenggam tangan Soni dan putra bersamaan.


“ Makasih. Kalian emang ter-the bestnya gue. “ ucap Andhara dengan puppy eyesnya.


“ Maaf, boleh pinjam Dhara sebentar ? “ tanya seseorang dari belakang tempat duduk mereka berlima.


“ Eh.. “ Semuanya berbalik melihat siapa pemilik suara.


“ Pak kades sama bu kades mau berpamitan. Bisa ikut abang dulu sebentar ? “ tanya Julio ke Andhara. Bukannya langsung menjawab, Andhara malah melihat teman – temannya.


“ Udah sana. Nggak sopan juga kalau loe malah mojok sama kita di sini. Mereka tamu loe. “ sahut Putra. Andhara mengangguk, lalu berdiri dari duduknya.


“ Kalian jangan pada pulang dulu sebelum gue ijinin ! “ ancam Andhara sambil menunjuk ke arah keempat sahabatnya.


“ Iya, elah. Kita juga mau minta bekal sama emak. Jadi nunggu semua tamunya pada pulang. “ sahut Soni yang langsung mendapat jitakan dari sahabatnya yang lain.


“ Terima kasih. “ ucap Julio saat hendak mengikuti langkah kaki istrinya.


“ Sama – sama pak dokter. “ jawab ketiga sahabat Andhara. Terlewat Putra, karena ia masih sedikit sesak saat melihat Julio.

__ADS_1


“ Bro, jangan sampai cinta di tolak dukun bertindak. “ bisik Soni.


Bersambung


__ADS_2