Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Cemburu


__ADS_3

Hari berganti. Setelah acara panggung membahana beberapa hari yang lalu, Andhara mendadak jadi artis. Banyak yang memfollow akun sosmednya. Belum lagi ajakan dari ALA KADARNYA band untuk bergabung di sana dan mengisi beberapa acara.


Klunting


Klunting


“ Waaaahhhh, artis kita euy …. “ celetuk Lila dalam grup squad rusuh.


“ Emak kita kondang. “ timpal Soni


“ Jadi kangen nyanyi bareng sama kalian. “ sahut Eka.


“ Apaan sih kalian ini, malam – malam pada rusuh, pada ribut. Anak – anak gue kebangun nih ! “ sahut Andhara pada akhirnya.


“ Cieeee …. Artis kita muncul neh. “ Lila berkomentar.


“ Yang kebangun anak loe, apa laki loe, Ro ? “ kekeh Soni.


“ Asli ya. Loe semua pada gangguin ritual malam gue. “ sahut Andhara.


“ Ritual apaan Ra ? Loe nggak lagi ngikutin aliran Nyi Blorong kan ? “ kepo si Lila.


“ Loe lupa, ini kan malam jumat. Wajib hukumnya bagi pasangan suami istri untuk melakukan ritual bersama. Ibadah namanya. Sunah Rosul. Ah, loe mah mana ngerti. Loe kan belum punya laki. Belum ada yang loe ajakin ritualan bareng. “ jawab Andhara.


“ Wajib buat loe itu mah. “ sahut Putra.


“ Eh, ngomong – ngomong, loe manggung kagak ajak – ajak Ra . “ protes Lila.


“ Hais… Loe semua pada tahu nggak sih kok bisa – bisanya gue jadi manggung ? jadi penyanyi dadakan ? Itu tuh karena hukuman ege. Sumpah ya, gue kangen banget sama kalian pas waktu itu. Jadi keinget, kita selalu dapet hukuman bareng – bareng. Nah, di sana gue sendirian. “


“ Ah, yang penting loe jadi artis kondang sekarang. “


“ Males banget gue, tahu nggak ? Noh loe tanya deh si Putra, gimana nasib gue di kampus sekarang. Mau nye dot asupan makanan si kembar aja hampir nggak bisa. Kemana – mana ada aja yang nguber. Huft ! “ keluh Andhara.


Mereka masih terus saja saling ngobrol lewat chat grup. Si kembar sudah terlelap semenjak tadi.

__ADS_1


Andhara duduk berselonjoran sambil bersandar di headboard ranjang sambil mengawasi si kembar yang sudah terlelap di sebelahnya.


Sebenarnya ia capek hari ini. Ingin segera berselancar di dunia mimpi. Tapi sang suami belum pulang dari rumah sakit. Alhasil, karena Andhara tuh istri yang baik dan sholihah, jadinya ya nungguin sang suami.


“ Asyik amat, sama hp nya. Sampai – sampai abang masuk kamar, salam nggak denger. “ suara yang mampu mengejutkan Andhara. Ia lalu meletakkan ponselnya di atas kasur, dan segera berdiri menghampiri sang suami, lalu mengambil tangannya dan mencium punggung tangannya.


“ Waalaikum salam, abang. “ jawab Andhara sambil nyengir. “ Maaf, nggak ngeh abang datang. “ lanjutnya.


“ Abang mau makan malam dulu, apa mau mandi dulu ? “ tanya Andhara sambil mengambil jas putih milik suaminya dan ia letakkan di gantungan baju.


Julio nampak mengusap dan memijit tengkuknya. “ Makan kamu aja kalau boleh. “ jawab Julio seadanya.


“ Hishh !! Abang mah. Mana kenyang makan Dhara. Kayak Su manto aja. “ sahut Andhara.


“ Capek ya bang ? Maaf ya bang, karena harus menghidupi Dhara sama anak – anak, abang jadi harus kerja membanting tulang memeras keringat gini. “ sendunya. Ia melihat sang suami yang terlihat capek.


“ Tubuh abang nggak capek. Apalagi kalau harus menafkahi kamu sama anak – anak. Itu sudah kewajiban abang. “ Julio menjeda omongannya. “ Tapi hati sama pikiran abang yang capek. “ lanjutnya.


“ Loh, kenapa bang ? Abang nggak lagi kena liver kan ? “ tanya Andhara panik.


“ Kok bisa ? Hari ini Dhara nggak nakal loh bang. Andhara hari ini anteng di rumah sama si kembar. “ Andhara mejawab dengan tegas.


Julio mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kemejanya. Lalu membuka sebuah aplikasi, dan memperlihatkannya ke Andhara. Andhara menerima ponsel sang suami dengan wajah penuh tanya.


“ Itu yang buat hati sama pikiran abang capek gila hari ini. “ ucap Julio.


Andhara menunduk dan melihat apa yang ada di ponsel suaminya. Lalu ia mendesah pelan setelahnya.


“ Kenapa sama video ini, bang ? “ tanya Andhara.


“ Kamu kenapa nggak bilang sama abang, kalau kamu nyanyi gini ? Mana jadi viral lagi. “ keluh Julio.


“ Ck ! Ini kan karena abang juga. Coba aja abang waktu itu nggak garap Dhara sampai berkali – kali, Dhara nggak bakalan kesiangan bangunnya. Dhara nggak terlambat sampai kampus, nggak bakalan kena hukuman yang jadiin Dhara viral kek gitu. “ jawab Andhara panjang lebar.


“ Kok jadi abang yang salah ? “

__ADS_1


“ Iya lah. Kalau Dhara nggak di hukum suruh nyanyi, Dhara kan nggak jadi viral gitu. “ kekeh Dhara.


“ Terus, kenapa harus di viralkan gini ? Hampir di seluruh penjuru rumah sakit, membicarakan kamu. Kata mereka kamu cantik lah, suaramu bagus lah, inilah, itulah. “ protes Julio.


“ Kan Dhara juga nggak minta di viralin gitu, abang. Dhara mana tahu kalau waktu Dhara nyanyi teh di rekam. Tahu – tahu. Esok paginya pas Dhara ke kampus, Dhara di gerebek sama fans – fans dadakan. Dhara juga kaget bukan kepalang. “ cerocos Dhara.


“ Kamu pasti seneng kan, duet nyanyi bareng sama cowok bening gitu ? Masih seger lagi. Belum yang lainnya. “ ujar Julio kesal.


“ Oh, jadi….. roman – romannya ada yang cemburu nih ? “ goda Andhara.


Julio memutar bola matanya malas sambil berdecak. Ia juga berkacak pinggang. Andhara tersenyum, lalu ia menelusupkan tangannya ke tangan Julio yang berada di pinggang.


“ jadi makin sayang, kalau abang cemburu kayak gini. Kayak ABG tahu nggak bang. “ goda Dhara kembali.


“ Iya, kan kamu emang masih ABG. Abang aja yang udah tua. “ ketus Julio.


“ Dhara ABG, tapi udah punya anak dua. Tuh. “ Andhara menyahut sambil menunjuk si kembar dengan dagunya. “ Abang kenapa mesti cemburu sih, ah . Dhara kan Cuma milik abang, luar dalem, sedalem – dalemnya. Tuh, buktinya orok dua. Bukti cinta Dhara buat abang. “ rayunya.


Julio tidak menjawab. Ia bukannya marah karena istrinya menjadi terkenal. Ia hanya kesal karena ia merasa kalah saing dengan para pemuda yang mengelu – elukan sang istri.


“ Abang, kenapa abang mesti cemburu ? yang penting kan hati Dhara, semuanya yang ada di diri Andhara Nurmalia, adalah milik abang semua. Terserah kalau ada orang atau laki – laki yang suka atau ngefans sama Dhara. Yang penting kan Dhara nya enggak. “ bujuk Andhara kembali.


“ Tapi mereka lebih muda dari abang. “


“ Mau mereka lebih muda, lebih kece, lebih bening, di mata dan hati Dhara, abang tetap yang paling oke. Paling yahud di ran jang. Paling ganteng, paling the best lah pokoknya. “ jawab Andhara sambil mengelus dada sang suami yang terlapis kemeja dengan kancing terbuka beberapa di bagian atas.


“ Daripada abang pusing mikirin hal yang nggak penting, mending abang mandi, terus makan malam. Terus kita malam jumatan bersama. Melaksanakan sunah Rasul. “ goda Andhara sambil mengerlingkan matanya manja.


“ Abang maunya sekarang aja sunah Rasulnya. “ Julio tiba – tiba mengangkat tubuh sang istri. “ Temenin abang mandi. Kita berendam berdua. Mumpung si kembar sudah tidur. “ ucapnya.


“ Abang mah kalau soal beginian gercep bawaannya. “ gerutu Andhara.


“ Harus. Mumpung ada lampu hijau menyala. “ jawab Julio dan bibirnya lalu di sambar oleh Andhara hingga mereka masuk ke dalam kamar mandi masih dengan bibir saling bertautan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2