Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Lidah tak bertulang


__ADS_3

Julio mengubah posisinya. Ia kini berjongkok di hadapan Andhara dan memegang jemari tangan Andhara erat seakan enggan untuk melepas.


“ Abang, tidak akan menjadikan Dhara madu buat perempuan manapun. “ Julio mulai berucap sambil menatap dalam manik mata Andhara yang sudah berkabut.


“ Abang juga tidak akan membiarkan Dhara menyandang status janda. Mau janda muda, mau janda perawan, maupun janda bolong. Selamanya, Dhara akan tetap jadi istri abang. Ibu dari anak – anak abang kelak. “ lanjutnya.


“ Jangan gitu bang. “ lirih Andhara. “ Kasihan tante itu. Abang juga berhak untuk bahagia. Asalkan abang nggak bikin Dhara baper terus – terusan saat kita masih suami istri, insyaallah, Dhara bisa move on kok bang. “


“ Abang nggak mau kamu move on dari abang. Abang maunya kamu tetap suka sama abang. “ potong Julio.


“ Abang egois kalau gitu namanya... Lagian abang GR !! Siapa yang suka sama abang ? “ sungut Dhara.


“ Biarin abang GR. Yang penting abang pengennya kamu suka sama abang. Karena, abangpun demikian. Abang juga suka sama Dhara. “ senyum manis terukir dari kedua sudut bibir Julio.


“ Barusan Dhara minta kan sama abang ? Please, Jangan bikin Dhara baper dong bang !!! “ pinta Andhara dengan nada memelas. “ Abang juga nggak boleh egois. Kasihan tante itu bang, yang nungguin abang. “


“ Terserah jika dia mau nunggu abang. Karena sampai kapanpun, abang tidak akan pernah menganggapnya ada. Baik kemarin, hari ini, maupun besok. “ jawab Julio.


“ Andhara, istrinya abang yang paling cantik, dengerin abang. “ Julio menarik nafas menjeda omongannya sambil membelai wajah Andhara dengan ibu jarinya.


“ Terkadang, mata kita juga bisa di bohongi oleh situasi. Apa yang kita lihat, tidak seperti kenyataan yang ada. “ Andhara terlihat mengernyit. Melihat Andhara yang sepertinya masih tidak mengerti, Julio tersenyum, lalu kembali meraih kedua tangan Andhara.


“ Perempuan yang kamu lihat di Puskesmas dulu yang kamu panggil tante, dan yang di rumah kemarin, bukan siapa – siapanya abang. Baik dulu, sekarang, maupun nanti. “


“ Kalau bukan siapa – siapa kok pakai peluk – peluk. “ gerutu Andhara lirih dengan bibir yang cemberut.


“ Apa kamu lihat, abang meluk dia ? “ tanya Julio. “ Nggak kan ? Karena hanya dia yang meluk abang. Abang tidak pernah membalasnya. Abang juga berusaha melepas pelukannya kok. “ lanjutnya.


“ Abang akan jujur sama Dhara. Tante itu memang suka sama abang. Semenjak awal kuliah. Tapi abang sama sekali tidak pernah menyambut perasaannya. Abang tidak pernah menyukainya sama sekali. Abang hanya menganggapnya teman. Tidak lebih. “

__ADS_1


“ Abang juga ingin mengatakan sama kamu, siapa yang ada di hati abang. Itupun kalau kamu percaya. “ imbuhnya. Julio meremas jemari tangan Andhara lembut. “ Abang sukanya sama kamu. Jatuh cinta pada pandangan pertama, itulah yang abang rasakan ketika pertama kali melihat kamu. “ ujarnya sambil menatap Andhara lembut.


Bola mata Andhara membulat tak percaya dengan apa yang di ucapkan suaminya barusan.


‘ Benar apa yang gue dengar? Apa benar dokter keren dan tampan ini juga suka sama gue? Ya Allah tolong…. Dhara mohon .... Wujudkanlah... Jangan cuma dalam mimpi gue. ‘ batin Andhara.


Tapi lagi – lagi, logika Andhara jalankan. Ia tidak ingin percaya begitu saja. Hatinya pasti akan makin sakit jika sampai kembali kecewa. Ia lalu menetralkan keterkejutannya.


Andhara mengangkat kedua alisnya, lalu memicing menatap Julio yang masih berjongkok di hadapannya. “ Lidah juga tidak bertulang. Jadi bisa bicara apapun. “ ujarnya seakan tak peduli dan tak percaya.


Julio tersenyum tipis. “ Iya, kamu benar. Aku memang tidak mempunyai bukti apapun untuk meyakinkanmu. Jadi aku tidak akan melakukan pembelaan. “ jelasnya.


“ Tapi aku akan membuktikannya dengan sikap juga tindakanku. Jadi, abang minta, beri abang kesempatan untuk membuktikan ucapan abang tadi. Hem ? “ Julio menunggu jawaban dari mulut istri kecilnya itu.


“ Bang, Dhara bukan siapa – siapa. Dhara hanya gadis kampung, masih kekanak – kanakan, jelek, dekil, bar – bar, dan suka ngerepotin. Beda sama tante yang itu. Cantik, dewasa, anggun, terpelajar, udah kerja juga pastinya. “ Andhara menunduk, rasa percaya dirinya tiba – tiba hilang merosot ke dasar lembah. “ Abang nanti nyesel udah … “


“ Sampai kapanpun abang nggak akan pernah menyesal dengan pilihan abang. Abang cinta sama Dhara yang gadis kampung, kekanak – kanakan, jelek, dekil, bar – bar, dan juga suka ngerepotin. “ jawab Julio sambil mengulas sebuah senyuman hangat.


“ Abang janji, abang akan selalu mencintai Dhara. Karena hanya Dhara yang bisa membuat sininya abang bergetar dan berdetak hebat. “ ungkap Julio sambil membawa tangan Dhara ke dadanya.


Baper nggak loe Dhar ?? Baper dong pastinya. Boleh di kantongin nggak sih laki satu ini ? Biar bisa Dhara bawa kemana – mana.


Julio sedikit mengangkat tubuhnya hingga sejajar dengan tinggi Dhara yang duduk di kursi. Ia mendekatkan wajahnya ke Dhara. Dan cup… Satu kecupan dalam Julio layangkan ke kening Andhara.


Andhara tidak menolak. Ia justru memejamkan matanya merasai kenyamanan yang tercipta. Berbunga – bunga, pastinya. Bagaikan sebuah mimpi indah bagi Andhara mendengar ungkapan cinta dari laki – laki yang juga sudah merebut hatinya semenjak pandangan pertama.


Julio kembali tersenyum kala saat ia menyudahi kecupannya, ia melihat Andhara memejamkan matanya. Ia lalu membelai wajah Andhara, lalu membingkai wajah itu dengan kedua telapak tangannya yang lebar. Dhara membuka matanya, mata mereka kembali bertemu. Jarak mereka berdua hanya tinggal kurang dari tujuh senti.


“ I love you. “ bisik Julio sambil lebih mendekatkan wajah mereka, hingga akhirnya tak berjarak sama sekali.

__ADS_1


Mata Andhara membola penuh kala merasai benda basah nan kenyal mampir di atas bibirnya. Oh, my to the God…. My first kiss … pekiknya dalam hati.


Julio yang awalnya hanya sekedar menempelkan bibirnya di atas bibir Andhara, kini mulai ******* perlahan kala tidak ada penolakan dari sang istri.


Gimana mau menolak, kalau nyawanya aja masih melayang di udara. Bahkan kupu – kupu kecil nan indah kini beterbangan di atas kepalanya. Nafas Andhara tercekat. Hingga mau mengambil udara saja terasa susah.


Julio akhirnya melepas ciumannya kala menyadari jika istrinya menahan nafasnya semenjak tadi. “ Mau pingsan kamu, kenapa malah tidak bernafas ? “ ucapnya sambil mengusap bibir basah Andhara dengan ibu jarinya.


“ Ha ?? “ beo Dhara.


Lalu setelah sadar, ia buru – buru menutup bibirnya. “ Astagfirullahaladzim… Itu kan ciuman pertama Dhara bang !!! “ pekiknya. “ Kok di ambil sembarangan !! “ protesnya.


“ Sama. Itu juga ciuman pertama abang. “ jawab Julio santai. “ Kalau abang bilang duluan, emang kamu mau ngasih ?? “ tanyanya.


“ Ya mau lah. “ jawab Dhara cepat. Tapi tak berselang lama, ia menggelengkan kepalanya sambil menepuk bibirnya karena keceplosan. ‘ Dasar lidah memang tak bertulang !! ‘ umpatnya dalam hati.


“ Maksud Dhara itu… Kalau nggak bilang dulu kan nggak sopan jadinya. Jadi kayak ma_ling. “ imbuhnya.


“ Biarin jadi ma_ling. Ma_ling bibir istri sendiri ini. Halal. “ jawab Julio. “ Berarti sekarang, boleh dong kalau kita buat kenangan second kiss kita ? “ lanjutnya sambil menaik turunkan kedua alisnya.


“ Ya mmmppp…. “ ucapan Andhara terpotong karena bibirnya sudah di serang kembali oleh Julio. Menolakpun percuma. Apalagi bahasa tubuhnya tidak sesuai dengan pikirannya.


Tubuhnya malah merespon apa yang Julio lakukan. Julio semakin memperdalam ciumannya kala merasai istrinya membalas ciumannya itu. Meskipun masih sama – sama amatir, tapi mereka melakukannya sesuai insting manusiawi mereka berdua.


Julio bahkan mendorong tubuh Andhara hingga bersandar pada sandaran kursi, dan semakin menggila dengan ciumannya. Andhara mencengkeram erat lengan kaos yang Julio kenakan.


Bersambung


Pasti pada kesel kaaaannn…. Lagi serius – seriusnya, tiba – tiba tulisan bersambung yang muncul … He … he … he … 🤣🤣🤣

__ADS_1


Sengaja… biar Julio nggak kebablasan…. Soalnya othor takutnya, kalau di terusin, Julio bisa khilaf berjamaah sama Andhara …


__ADS_2