Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Perawan nanggung


__ADS_3

Julio memasuki rumah agak tersentak. Ia melihat raut wajah istrinya yang seperti ingin menerkamnya hidup – hidup. Dhara berdiri di depan meja dengan tangan bersidekap di dada, dan pandangan tajam menghunus layaknya Sakabato atau pedang milik Kenshin Himura dalam serial Samurai X.


Julio menelan salivanya dengan susah payah. “ Ada apa ? Kenapa menatapku seperti itu ? Apa kamu tahu, tatapan matamu itu bisa menusuk jantung abang ? “ Ia sengaja menggoda Andhara supaya istrinya itu merubah tatapannya.


Tapi sayang, Andhara masih tidak bergeming. Julio tersenyum kecut sambil mengusap tengkuknya karena udara di sekitarnya berubah menjadi mencekam. Tapi ia tetap melangkah masuk ke dalam setelah menutup pintu depan dan menguncinya.


“ Apa ini ? “ Andhara memecah keheningan yang ada dalam rumahnya. Ia menunjuk paper bag yang tergeletak di atas meja dengan dagunya. Aura dingin tetap terasa menyelimuti mereka.


“ Hah ? “ beo Julio. Ia lalu menoleh ke arah meja. “ Oh, itu … Guru kamu tadi yang ngasih. Katanya gift valentine. “ jawabnya mencoba sesantai mungkin.


Andhara menyipitkan kedua matanya. “ Jadi abang menerimanya ? “ tanyanya.


“ Dia memaksa. “


“ Dia memaksa, atau abang aja yang tadi pura – pura menolak pas masih ada Dhara di sana ? “ ketus Dhara masih dengan mode sewotnya.


“ Sayang … “


“ Uhuk … “ Dhara tersedak salivanya sendiri saat mendengar Julio memanggilnya dengan sebutan ‘ sayang ‘. Njirr… kenapa mesti kaget segala sih ah !! Malu – maluin !! Hilang deh kegarangan gue Cuma gara – gara denger dia manggil gue sayang. Lagian, dia malah bikin gue baper sih … gejolak dalam batin Andhara.


Tapi tak lama, Andhara kembali ke mode sewotnya. Ia kembali menatap Julio tajam. Api belum sepenuhnya mati mas bruoohhhh …..


“ Sayang, kalau abang emang niat nerima gift itu, ngapain juga abang bawa kesini ? Mending abang umpetin di rumah aja tadi. “ jelas Julio sambil mendekat ke Andhara.


Andhara memicingkan matanya. Lalu ia melirik dan sedikit melongok ke arah paper bag. “ Apa isinya ? “


Julio mengendikkan bahunya. “ Abang belum tahu. Belum di lihat. “ jawabnya sambil hendak membuka paper bag itu.


“ Jangan di pegang !! “ pekik Andhara dan Julio menghentikan gerakan tangannya yang hendak membuka paper bag itu. Ia lalu menegakkan kembali tubuhnya.


“ Enak sekali hidup anda ? Punya anda mau di buka. Giliran saya yang dapat hadiah aja langsung di bawa keluar semua. “ ucapnya sambil melirik sinis ke arah Julio. Dan Julio hanya tersenyum kaku.


Andhara meraih paper bag itu dan membukanya. Ia lalu mengeluarkan seluruh isinya. Ada beberapa batang coklat, coklat putih berbentuk love kecil – kecil di dalam toples, dan juga sekuntum bunga mawar berwarna pink.


“ Ngasih coklat banyak – banyak gini . Pengen bikin dokter giginya berlubang ? Terus sakit gigi ? Udah gitu, perutnya yang udah kayak tahu sumedang di kasih for_malin, mau di bikin gendut ? Tambun gitu kayak om – om mata keranjang yang sering muncul di sinetron ikan terbang ?? Enak aja !! Lagian, bahagia yang terlalu berlebihan justru bisa membuat orang gila. “ gerutunya.


“ Cih, pakai sekuntum mawar pink. Norak !! Nggak tahu apa dia, kalau bunga mawar banyak durinya ? Sakit terus berdarah – darah kalau ketusuk . “ lanjutnya. Julio yang mendengar gerutuannya hanya tersenyum geli.


“ Ya udah sini, biar abang kasih ke anak – anak lagi. “ Julio hendak meraih coklat – coklat itu, tapi segera di tepis oleh Andhara.


“ JANGAN !! “ pekiknya. “ Di buang aja coklat – coklatnya. Atau kasih aja ke kucing yang sering nongkrong di belakang rumah, biar nggak mubadzir. “

__ADS_1


“ Kenapa mesti di kasih ke kucing ? Anak – anak di depan juga pada suka makan coklat kok. “ tanya Julio bingung dengan jalan pikiran Andhara.


“ Biar kalau ada jampi – jampinya, kucingnya yang kena. Biar dia di kejar – kejar kucing garong !! Kalau anak – anak yang makan, kasihan, masih kecil harus ngejar – ngejar perawan nanggung !! “ sarkas Andhara sambil membawa coklat – coklat itu ke belakang rumah.


“ Mau kemana kamu ? “ Julio bertanya saat Andhara membuka pintu kamar emak yang kosong karena penghuninya sedang pergi keluar kota.


“ Tidur. “ jawab Andhara santai sambil masuk kedalam kamar dan menutupnya.


“ Hey, kamar kita di sebelah sana. Itu kamar emak. “ sahut Julio sambil beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kamar emak yang sudah tertutup.


“ Emang kenapa kalau ini kamar emak ? “ teriak Dhara dari dalam.


Ceklek … Ceklek …


Sh_it !! pakai di kunci segala pintunya. Umpat Julio saat ia tidak berhasil membuka pintunya.


“ Kok di kunci pintunya, sayang ?? “ teriak Julio dari luar.


“ Biarin. Dhara mau tidur. “ sahut Andhara.


“ Terus abang gimana tidurnya ? “ Julio sudah mulai gelisah karena ia sudah tahu roman – roamn yang seperti ini.


“ Masak abang tidur sendirian ? Abang nggak mau lah tidur sendirian. “


“ Emang selama ini, abang tidur sama siapa ? Di kelonin Bunda ? Nggak kan ?? “


“ Ya kan sekarang abang udah punya istri. Jadi nggak enak kalau harus tidur sendirian. “ kekeh Julio. Tidak ada sahutan dari dalam. Senyum tipis terukir dari sudut bibir Julio. Ia berpikir, pasti Dhara akan segera keluar.


Satu menit, dua menit, tiga menit … Tidak ada suara yang menandakan Dhara akan keluar dari dalam kamar.


“ Sayang ….” Panggil Julio. Tok … Tok …. Sambil mengetuk pintu. Ia harus memikirkan cara lain supaya istrinya mau keluar dari dalam kamar.


“ Abang belum makan malam loh. Abang lapar . “ ucapnya. Serah deh, buncit, buncit sekalian. Karena biasanya, Julio sudah tidak akan mengkonsumsi makanan apapun. Sedangkan dirinya tadi sudah menghabiskan sebatang coklat.


“ Makanannya udah Dhara siapin di meja makan. “ jawab Dhara.


Si_al, gagal !! umpat Julio. Ia menarik nafas dalam – dalam, sambil memikirkan cara yang lain lagi.


Tok … Tok … Tok … Julio kembali mengetuk pintu kamar.


“ Sayang, abang minta maaf. “ ucapnya lembut. “ Sumpah, demi Allah, abang nggak suka sama guru kamu. Yang ada di hati abang Cuma Dhara. Nggak ada yang lain. “ lanjutnya. Ia berharap, rayuannya kali ini berhasil.

__ADS_1


“ Ngapain abang suka sama perawan nanggung kalau ada perawan yang baru merekah. “ Masih tidak ada jawaban dari dalam.


“ Gimana kalau besok kita jalan – jalan ke kota ? Nonton, makan malam di luar ? Sekalian abang belikan Dhara coklat kesukaan Dhara. Mumpung Dhara belum ujian. “ Julio menawarkan sederet iming – iming yang entah Dhara bakalan luluh atau tidak. Julio juga tidak tahu. Jujur, ia belum pernah merayu seorang perempuan yang sedang ngambek.


Ceklek


Tak lama berselang, pintu kamar emak terbuka dari dalam dan memunculkan seorang gadis polos nan cantik dari dalam.


“ Pasar malam ? “ tawar Andhara membuat Julio membolakan matanya. Pasar malam ? Hanya sekedar pasar malam ?


“ Nonton ? “ tawar Julio. Karena jujur, ia belum pernah jalan – jalan ke pasar malam. Pernah sih sebenarnya, tapi udah sangat lama.


Andhara menggeleng. “ Pasar malam, atau abang tidur sendiri malam ini . “ ancam Andhara sambil hendak menutup kembali pintu kamar. Tapi Julio segera menghalanginya.


“ Oke, pasar malam. “ ucap Julio.


“ Nah, gitu dong. “ sahut Andhara sambil keluar dari dalam kamar. “ Besok kita kencan, pak dokter ?? “ tanyanya sambil tersenyum centil. Bahkan jari telunjuknya ia gunakan untuk menyentil dagu Julio.


“ Kencan ? Masak kencan di pasar malam ? Bukannya kencang lebih asyik jika di mall, nonton film, makan malam di restoran ? “ pikir Julio.


Andhara segera menggeleng. “ Kita berkencan ala manusia biasa. Bukan ala anak orang borguise. “


“ Oke … “ jawab Julio pada akhirnya.


“ Kuy, kalau gitu. “ ajak Andhara penuh semangat. Lalu Julio mengangguk dan berjalan menuju ke kamar Andhara.


“ Lah, abang mau kemana ? “ tanya Andhara bingung karena seingatnya tadi, suaminya itu bilang jika belum makan malam. Tapi kok malah berjalan menuju kamar ? Bukan ke dapur ?


“ Ke kamar. “


“ Lho, katanya mau makan ? Kok malah ke kamar. Kan makanannya di dapur bang. Kalau di kamar mah makan Dhara namanya… “ canda Dhara sambil cekikikan.


Iya. Abang maunya makan kamu. Jawab Julio dalam hati. Dan seketika itu juga, sesuatu menggeliat di bawah sana. Hanya sekedar membayangkan memakan istrinya saja, itupun baru preview, belum full video, Julio sudah merasa gelenyar panas dalam tubuhnya.


“ Udah terlalu malam. Kita tidur aja. “ jawab Julio.


“ Nggak jadi makan ? “ tanya Dhara memastikan.


Jadi. Tapi makan kamu aja. Jawab Julio dalam hati. Tapi tak mungkin ia suarakan dengan lantang. Yang ada nanti istri dekilnya itu bisa kembali mengunci diri di kamar emak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2