Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Bimbang


__ADS_3

“ Dhara nggak mau di peluk sama abang !! Lepas !! “ Dhara masih berusaha mendorong tubuh Julio.


“ Kamu boleh mukulin abang sesuka dan sepuas kamu. Asal jangan kamu pukul diri kamu juga calon bayi kita. Atau kamu laporin abang ke polisi juga boleh jika menurut kamu abang jahat. “ ucap Julio mengusap punggung Andhara.


“ Abang bercanda ? Mana ada istri laporin suami ke polisi gara – gara di hamilin. “ sarkas Andhara sambil menatap Julio tajam.


Jika saja kondisi tidak seperti sekarang, mungkin Julio sudah meledakkan tawanya mendengar kata – kata Andhara juga wajahnya yang menggemaskan. Hidung yang merah kembang kempis menahan amarah, juga matanya yang sembab. Juga dengan bibir yang mengerucut lucu.


“ Nah, itu kamu tahu. Masak suami hamilin istrinya di bilang jahat . “


“ Tapi Dhara masih ingin menggapai cita – cita Dhara. Dhara juga pengen ngerasain bangku kuliah kayak temen – temen. “


“ Kamu masih bisa menggapai cita – cita kamu. Kamu masih bisa kuliah. Tidak ada larangan bagi wanita hamil untuk kuliah. “ jelas sang suami berusaha menenangkan.


“ Gimana Dhara mau menggapai cita – cita Dhara. Nggak ada perempuan yang lagi hamil main sepakbola bang. “ rengek Andhara. “ Abang jangan ngajakin Dhara bercanda dong. “ lanjutnya.


Hati Julio mencelos mendengar penuturan Andhara kali ini. Benar. Cita – cita istrinya adalah melanjutkan cita – cita ayahnya untuk bisa bermain sepakbola taraf nasional. Tapi jika sudah begini, tidak akan mungkin sang istri bisa melanjutkan cita - citanya. Kali ini, Julio hanya bisa diam.


“ Dhara juga takut bang. “ keluhnya kembali.


“ Apa yang kamu takutkan ? “ tanya Julio.


“ Dhara masih terlalu muda buat hamil. Bahkan usia Dhara baru menginjak 18 tahun. Abang sendiri yang bilang dulu. Kalau hamil di usia muda itu berbahaya. Dhara masih pengen hidup bang. Dhara belum bahagiain emak. Dhara nggak mau mati muda. “ ucap Andhara di sela – sela isakannya.


Julio menghela nafas berat. Iya, dia memang pernah memberikan pemaparan tentang bahayanya hamil di usia muda dulu waktu di SMA Sejahtera. Harus bagaimana dia sekarang, kalau ternyata dia sendiri yang membuat istrinya yang masih sangat muda hamil.

__ADS_1


Diapun sebenarnya masih tidak menyangka jika sang istri akan hamil hanya karena mereka melakukan tanpa menggunakan pengaman sekali. Ataukah mungkin sarung pengaman yang ia gunakan ada yang bocor ? Berlubang, dan dia tidak tahu ?


“ Kita ke dokter sekarang, oke ? Kita ke dokter kandungan. Biar nanti dokter kandungan yang menjelaskan. Apakah memang berbahaya atau tidak. “ ucap Julio.


“ Bagaimanapun, abang bukan dokter kandungan. Jadi meskipun abang mengatakan jika kehamilan di usia muda itu berbahaya, abang hanya mengutipnya dari buku pelajaran. “ lanjutnya.


.


.


.


“ Tidak semua kehamilan yang di alami perempuan yang masih muda itu berbahaya. Sebenarnya, efek kehamilan bagi setiap perempuan itu sama. Meskipun sudah usia matang, mereka juga tidak lekang dari bahaya. Semua itu tergantung bagaimana kita merawatnya. Asalkan selalu terpantau oleh dokter, lalu rajin minum multivitamin, saya rasa tidak akan berbahaya meskipun untuk perempuan seusia kamu. “ jelas dokter kandungan yang di pilih oleh Julio. Dokter kandungan terbaik yang ada di kotanya.


“ Mari kita lihat usia kandunganmu dengan USG. “ ajak dokter kandungan itu.


Andhara menatap nanar ke layar monitor kala dokter sudah mulai menggerakkan alat USGnya. Ada rasa geli di perutnya saat alat itu di gerakkan.


“ Kalian lihat, yang hitam itu kantung bayinya. “ ucap dokter itu. Lalu ia menggerakkan alat USGnya lagi. “ Dan yang kecil itu, itu adalah calon baby kalian. Dia sehat. Tapi ukurannya masih sebiji kacang hijau yah. “ lanjut dokter itu sambil tersenyum.


Andhara tidak bisa lagi menahan air matanya untuk tidak menetes. Perasaannya campur aduk. Ada rasa takut, rasa kecewa, tapi ada juga rasa menggelitik yang membuat hatinya berbunga – bunga tanpa ia sadari.


“ Usianya kira – kira baru 4 minggu ya. Harus benar – benar di jaga. Biar bayinya selalu sehat, dan tumbuh kuat. “ imbuh sang dokter.


Dokter kandungan itu lalu menyimpan alat USG itu di tempatnya semula. Seorang perawat membantu Andhara membersihkan sisa gel di perutnya.

__ADS_1


“ Di usia segini, biasanya ibu hamil akan merasa mungkin pusing, mual, tubuh lemas, dan mungkin ingin makan makanan yang aneh – aneh. Biasanya orang bilang, masa ngidam “ Jelas dokter sambil tersenyum setelah mereka kembali duduk di kursi.


Pantas saja akhir – akhir ini Dhara selalu merasakan tubuhnya sering lemas, dan gampang mengantuk. Belum lagi kadang – kadang dirinya tiba- tiba pusing.


“ Dok, Dhara mau ada yang di tanyakan. Boleh ? “ tanya Dhara.


“ Silahkan. “


“ Mmm… “ Dhara nampak melirik kecil ke arah suaminya. Sebenarnya ia malu untuk menanyakan hal ini. Tapi jika tidak bertanya, maka ia akan di liputi rasa penasaran.


“ Mmm… Seingat Dhara, kami melakukan itu tanpa menggunakan apa – apa, Cuma sekali dok. Selebihnya, abang nggak pernah nggak pakai sarung. Apa mungkin Cuma sekali itu bisa bikin Dhara hamil dok ? “ tanyanya lirih.


Dokter itu tersenyum. “ Bisa. Sangat bisa. Jika memang waktu itu kualitas sper_ma suami kamu sedang bagus, lalu kamu juga dalam kondisi subur, maka tidak menutup kemungkinan terjadi pembuahan, yang akhirnya membuat kamu hamil. “ jelas sang dokter.


“ Atau bisa jadi, meskipun memakai sarung, bisa jadi sarungnya bocor, atau mungkin kadaluarsa. Itu juga mungkin membuat sper_ma tetap keluar. “ lanjutnya.


Andhara menunduk. Julio memegang jemarinya yang terasa dingin. Meskipun sedari tadi Andhara selalu berusaha menepisnya, tapi Julio tidak perduli.


“ Maafin abang jika sekarang kamu tidak bisa lagi menjadi pemain sepakbola seperti cita – cita kamu. “ ucap Julio saat mereka sudah kembali ke rumah. Ia memandang dalam mata Dhara yang terlihat kosong.


Pikiran Dhara sedang melayang. Ia memikirkan bagaimana nasibnya ke depan. Apa yang harus ia lakukan sekarang. Mempertahankan bayi yang tak berdosa ini di dalam kandungannya, atau berusaha mengeluarkannya ?


Jika ia ingin mengeluarkannya, harus dengan cara apa ? Pergi ke dokter dan bilang mau aborsi ? Atau ke tukang pijat biar perutnya di urut untuk mengeluarkan bayinya ?


Dan setelah itu, apakah ia tetap akan lepas dari dosa ? Ataukah ia akan mendapatkan dosa besar karena telah menghilangkan sebuah nyawa, yang berarti ia telah melakukan pembunuhan ? Pembunuhan terhadap darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


Ah. Pikiran itu tiba – tiba membuat nyali Andhara menciut. Tapi jika ia mempertahankan bayi itu, bagaimana ia bisa memenuhi janjinya ke almarhum sang bapak ? Ia dulu sudah berjanji kepada bapaknya di atas liang lahatnya, jika ia yang akan meneruskan menggapai cita – cita bapaknya.


Bersambung


__ADS_2