Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Novel baru


__ADS_3


penampakan karya terbaruku ya guyyysssss....


Sequelnya babang Julio sama neng Dhara... Tapi season duanya ' ******Pak Ustadz 'ku****** ' juga... so, kalau mau baca cerita ini, capcus dulu ke ' Si Dekilnya Pak Dokter ' sama ' Pak Ustadz 'ku '.. Biar ceritanya nyambung.


bab 1


" Panas gini sih ah.... Bisa-bisa kulit mulus Risa item ini!! Nggak bagus lah ini. " keluh seorang gadis bernama Arisa, nama lengkapnya Polaris Amalthea Prasetya. Cakep kan namanya? Tapi , kelakuannya tidak secantik namanya.


Arisa terlihat mengibas-ngibaskan telapak tangannya ke kiri dan ke kanan berusaha menciptakan angin samaran. Karena angin yang tercipta tidak sesejuk mentari, Arisa menyingkap kerudung yang menjuntai di bagian depannya, hingga terangkat ke atas.


" Panas cuy.... Halo, wahai para penghuni ne raka jahanim.... Apa kabar kalian di sana?? Gue yang masih nginjek bumi aja panas gilak gini!! " cerocosnya sambil mendongak dan menatap ke langit yang silau.


" Astaghfirullah.... Gue sih ogah kalau di tawarin ikut sama kalian. " lanjutnya masih berceloteh.


" Hih, kesambet loe penunggu pohon palawija loe? " suara temannya mengejutkan Arisa yang masih menatap ke langit sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


" Dasar sohib lucknut!! " bentaknya. " Loe tuh penunggunya. Datang nggak di undang, pulang ogah nganter. " manyunnya.

__ADS_1


" Hahahaha..... " si sohib lucknut malah terbahak.


" Nah, kan ... Loe yang kesambit. " Ujar Arisa sambil menunjuk sahabatnya yang masih berdiri di hadapannya.


Lalu sang sahabat duduk di sebelahnya sambil merangkul pundak Arisa.


" Kagak usah pake ngerangkul gini. Gerah nih! " ujar Arisa sambil menepis tangan sahabatnya.


" Ck! Numpang naruh tangan doang, Sa. Pegel tangan gue. " dasar sahabat lucknut emang. Di kata pundak Arisa meja? Yang bisa di pakai buat nopang tangan kalau capek.


Blugh


Arisa merendahkan pundaknya, hingga tangan sahabatnya itu terjatuh ke tanah.


" Gue nya yang ogah! " sarkas Arisa. " Asal loe inget ya. Gue tuh udah punya cowok. The most wanted nya sekolah ini. " ucapnya jumawa.


" Ck! Loe beneran jadian sama si Meler? " tanya sahabatnya.


" Miler, Toyiiiibbbb... Bukan Meler! " sengak Arisa.

__ADS_1


" Beda sehuruf doang. " jawab Toyib eh Santo atau lebih tepatnya Susanto Putro.


" Sehuruf, tapi maknanya jadi beda! Dasar Toyib! " sarkas Arisa sambil menggeplak kepala Santo.


" Tuh, loe juga suka manggil gue Toyib. Nama gue Susanto Putro, honey. Darimana nya bisa di panggil Toyib. Di kata gue bang Toyib? " Santo tidak terima di panggil Toyib.


" Ya kan loe emang mirip bang Toyib. Yang nggak pulang-pulang. Sampai emak loe nyariin tuh loe di kost an. " balas Arisa dengan senyuman mengejek.


" Lama-lama gue cip ox juga loe. " gumam Santo.


" Beda sehuruf doang. " jawab Toyib eh Santo atau lebih tepatnya Susanto Putro.


" Sehuruf, tapi maknanya jadi beda! Dasar Toyib! " sarkas Arisa sambil menggeplak kepala Santo.


" Tuh, loe juga suka manggil gue Toyib. Nama gue Susanto Putro, honey. Darimana nya bisa di panggil Toyib. Di kata gue bang Toyib? " Santo tidak terima di panggil Toyib.


" Ya kan loe emang mirip bang Toyib. Yang nggak pulang-pulang. Sampai emak loe nyariin tuh loe di kost an. " balas Arisa dengan senyuman mengejek.


" Lama-lama gue cip ox juga loe. " gumam Santo.

__ADS_1


Mau lanjut, cus aja langsung ke ceritanya okeeeehhh.....


Jangan lupa, judulnya ' Om Itu Suamiku ' karya Alarice yah....


__ADS_2