
“ Ada yang ingin pak dokter sampaikan ? “ tanya Andhara setelah dirinya menghabiskan sepiring nasi yang di bawakan oleh Julio tadi.
Julio duduk di samping Andhara yang juga duduk di ranjang setelah dirinya menaruh piring dan gelas kosong di atas meja di kamar Andhara. Andhara sedikit beringsut menjauhkan diri dari Julio, kala Julio menghenyakkan pan_tatnya tepat di sebelahnya.
“ Dhara, sebelumnya abang minta maaf jika pernikahan ini, abang tidak memberitahukannya sama kamu. Bukan maksud abang lancang atau gimana. Tapi – “ ucapan Julio terpotong dengan pertanyaan Andhara. Sedari tadi mulut Andhara sudah sangat gatal ingin bertanya.
“ Kenapa pak dokter menikahi Dhara ? Kenapa pak dokter tidak kasih tahu Dhara kalau pak dokter mau jadiin Dhara istri ? Dhara kayak kambing congek tahu nggak. “ tanya Dhara.
“ Sebelumnya abang kan udah bilang, waktu ngenalin kamu ke bunda sama ayah abang. Abang bilang kalau Dhara itu calon istri abang, kan ? “ jawab Julio dengan nada bicara serendah mungkin. Jangan sampai istri barunya itu kabur di hari pertama pernikahan mereka karena ia yang berbicara keras.
Seketika Andhara menoleh ke Julio sambil memicing. “ Yang waktu itu ? “ tanyanya. Julio mengangguk. “ Dhara pikir Cuma candaan pak dokter aja. “ lanjutnya.
“ Hal seserius itu, abang nggak akan membuatnya sebagai bahan candaan. Apalagi, abang adalah pria matang yang memang sudah saatnya menikah. “ jawab Julio cepat.
“ Tapi, Dhara masih kecil. Dhara masih suka keluyuran. Dhara masih suka main bola. Dhara juga nggak bisa masak. Dhara Cuma bisa masak air sama masak mi instan. Apalagi bersih – bersih rumah. Semuanya emak yang ngelakuin. “ cerocos Andhara.
Julio tersenyum ke Andhara. “ Kalau negara sudah mengijinkan kamu jadi seorang istri, itu tandanya kamu sudah bukan anak kecil lagi. Kita sudah punya buku nikah. Itu artinya, kita sudah sama – sama dewasa. “ jelasnya.
“ Kalau kamu masih ingin main bola, abang nggak akan larang. Asalkan kamu berhati – hati, jangan sampai terluka. “ lanjutnya. “ Untuk masalah masak, kamu bisa belajar. Karena memang salah satu tugas istri adalah memasak untuk suami juga anak – anaknya. “ lanjutnya lagi.
__ADS_1
“ Anak – anak ? “ beo Andhara. Seketika ia menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya hingga ke dada, beringsut semakin menjauh dari Julio, lalu memelototkan matanya. Ia memang belum pernah berhubungan dengan yang namanya laki – laki. Ia belum pernah mencoba yang namanya pacaran.
Tapi jika bicara soal anak dalam sebuah hubungan pernikahan, dirinya paham betul bagaimana seorang anak bisa ada dalam sebuah pernikahan. Ia tidak pernah tertidur saat pelajaran biologi.
“ Dhara masih sekolah. “ ketusnya.
“ Abang tahu Dhara masih sekolah. “ jawab Julio sambil mengulum senyumnya. Ia tahu apa yang di pikirkan gadis yang sudah menjadi istrinya itu. Menghadapi ABG labil macam istri barunya itu memang butuh ekstra kesabaran dan kelembutan. Tidak bisa di ajak mode senggol bacok.
“ Abang nggak akan minta kita bikin anak sekarang. Abang akan menunggu sampai Dhara lulus nanti. Bukankah dua bulan lagi sudah UN? Lalu dua minggu sesudahnya tes semesteran ? Abang akan meminta hak abang setelah itu. Jadi kamu bisa sekolah seperti biasa. “ jawab Julio yang ia selingi dengan candaan.
Dhara semakin mengeratkan selimutnya. Apa? Pak dokter minta hak setelah Dhara UN ? Hak apa ? batin Andhara.
“ Sudah, jangan di pikirkan lagi masalah itu. Kita akan membicarakannya lagi setelah Dhara selesai UN nanti. “ ucap Julio sambil mengulurkan tangannya dan menyentuh puncak kepala Andhara. Andhara terkejut, lalu ia semakin menjauh lagi dari Julio.
“ Makanya, pak dokter jauhan sana. Jadi Dhara nggak minggir – minggir lagi. “ usir Andhara ketus membuat Julio terkekeh dan menggeser sedikit posisi duduknya.
“ Kita ini sudah halal, loh. Meskipun kita pelukan, nggak akan ada yang protes. “ goda Julio dan semakin membuat Andhara kesal.
“ Nggak pantes ya pak dokter bercanda kayak gitu. Garing! “ gerutu Andhara.
__ADS_1
Julio terkekeh. “ Kalau garing, tinggal di siram aja. Entar juga basah. “ sahutnya.
Andhara mendelik. Lawan bicara yang cukup berkompeten. Pikirnya. “ Lalu, kenapa pak dokter tidak memberitahu Dhara dulu kalau mau nikahin Dhara ? Si emak juga. Para gengster juga. Kan Dhara jadi malu. Pingsan di depan orang banyak. “ keluhnya.
“ Maaf. Abang yang minta emak buat merahasiakannya. Abang Cuma ingin berjaga – jaga aja. Takutnya kamu menolak, atau malah kabur waktu akad nikah. “ jawab Julio.
“ Berarti bisa di katakan pemaksaan ini. Bisa Dhara laporkan ke polisi. Terang aja Dhara pasti nolak. Kan Dhara masih sekolah. “ beo Dhara.
“ Makanya abang minta semuanya buat merahasiakan sampai abang selesai mengucap akad atas kamu, dan kita resmi jadi suami istri. Maaf, kalau sikap abang dan keputusan abang ini buat kamu malu di depan orang banyak. Tapi sumpah demi Allah, abang tidak bermaksud. “ ucap Julio sepenuh hati.
Julio membalikkan tubuhnya dan menghadap Andhara. Menggeser sedikit tubuhnya untuk lebih dekat dengan Andhara, lalu meraih satu tangan Andhara. Andhara sempat menolak, menepis tangan Julio, tapi Julio sedikit memaksa, menggenggam tangan itu erat.
Julio menatap dalam mata istri barunya itu. “ Abang tahu, kamu butuh penyesuaian. Begitupun abang. Nggak apa – apa. Kita lakukan bersama – sama, dan pelan – pelan. Abang juga tahu, di sini, belum ada cinta. “ ucapnya sambil menunjuk dada Andhara. Dan membuat Andhara sedikit tersentak. “ Kita juga akan belajar bersama – sama sampai akhirnya kata cinta hadir di sana. “ lanjutnya.
“ Beritahu abang jika suatu saat abang melakukan salah atau mengacuhkanmu. Beritahu abang semua yang kamu pikirkan dan kamu rasakan. Jangan di pendam sendiri. Karena sekarang ada abang, suami Dhara yang insyaallah akan selalu ada di samping Dhara. Mendengarkan semua keluh kesah kamu. “ lanjutnya.
Dhara hanya terdiam mendengarkan dengan detak jantung yang bertalu – talu. Berada sedekat ini dengan laki – laki yang sebenarnya sudah ada di hatinya semenjak beberapa bulan yang lalu.
“ Yang pasti sekarang, abang bisa mengatakan sama kamu, jika abang sayang sama kamu. “ dan sebuah benda kenyal dan basah tiba – tiba menempel selama beberapa saat di kening Andhara. Mata Andhara membola. Tubuhnya menegang, kaku, tak bisa ia gerakkan. First kiss. Meskipun hanya di kening, tapi itu adalah ciuman pertama buat Andhara.
__ADS_1
“ Kita keluar sekarang. Tamunya masih pada di luar. Kalau kita berduaan di dalam kamar semakin lama, nanti di kira abang udah belah duren. “ candanya, dan bisa – bisa pipi Andhara merona dan memanas. Julio berdiri dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya sambil mengangkat kedua alisnya. “ Ayo. “ ajaknya.
Bersambung