
Tak terasa, babak final sudah di depan mata. Pertandingan yang harusnya di laksanakan lusa, ternyata di ajukan oleh panitia.
Babak penyisihanpun di mulai semenjak dua hari yang lalu. Tim kabupaten Ga_rut, tim Andhara lolos ke babak final. Sore hari ini, tepat di hari ketiga tim Andhara berada di kota kembang Ban_dung.
Selama babak penyisihan. Julio tidak pernah absen menonton pertandingan sang istri tercinta. Namun, Andhara sama sekali tidak mengetahuinya.
Hari ini, pertandingan final antara kabupaten Ga_rut dan tuan rumah, yaitu kabupaten Ban_dung. Julio sudah sedari tadi duduk di bangku penonton dengan gelisah.
Menantikan gadis pujaan yang sudah satu minggu lebih tidak ia temui. Rasa harap – harap cemaspun melanda. Andhara yang akan bertanding, tapi dirinya terlihat panik.
Sorak sorai penonton mulai membahana. Dan itu artinya, petandingan akan segera di mulai. Para pemain sudah mulai masuk ke lapangan. Julio pun segera berdiri, mencari keberadaan sang istri dekilnya yang kadang terlihat sangat menggemaskan dengan menggunakan teropong binokular miliknya. Kedua sudut bibirnya terangkat kala orang yang ia rindukan terlihat dari teropongnya.
Peluit panjang terdengar di bunyikan oleh wasit kala lagu kebangsaan Indonesia Raya selesai di nyanyikan. Pemain mulai melakukan kick- off. Kedua tim mulai berebut bola semnjak kick – off di mulai.
Julio akan bersorak dan berteriak dengan lantang kala sang istri sedang menggiring bola. Dia adalah penduduk asli kota ban_dung. Tapi ia malah bersorak kala tim lawan, tepatnya kala sang istri menggiring bola. Berkhianat nggak sih namanya ? Kebangetan nggak sih namanya ? tapi kalau yang di cintai memang berada di tempat tetangga mau gimana lagi dong ya ?
Julio yang terlalu berisik kala menonton, seolah – olah dirinya juga berada di tengah lapangan bersama pemain yang lain, membuat orang – orang di sekitarnya berkeluh.
“ Rileks aja kali kak !! “ protes orang di sebelah dengan bersungut.
“ Yang pengen nonton bukan Cuma kakak doang. Saya juga nih. “ lanjutnya. Julio menoleh sekilas sambil sedikit menundukkan kepalanya meminta maaf.
“ Kalau mau nendang, mau lempar, sono noh ikut di lapangan . Jangan di sini ! Muka ganteng, tapi kelakuan bikin illfeel ! “ celetuk yang sebelah kirinya.
“ Maaf, nona. Saya hanya terlalu excited. “ jawab Julio sopan.
“ Lagian heran deh sama mas nya ini. Mas nya orang Ban_dung kan ? Kenapa malah bersorak saat bola berada di lawan ? “ tanya yang sebelahnya lagi.
Julio tersenyum. “ Ya … mau bagaimana lagi nona. Sebenarnya saya juga mau bersorak untuk kota kelahiran saya. Tapi sepertinya rasa cinta saya lebih ke gadis yang ada di tim lawan. Anda lihat pemain dengan nomor punggung 8 ? “ tanya Julio sambil menunjukkan jari telunjuknya ke lapangan.
__ADS_1
“ Dia adalah istri saya. “ lanjutnya. Membuat beberapa orang di sebelahnya yang mendengar ucapannya terperangah. “ Oh, maksud saya, calon istri saya. “ Ia membenarkan ucapannya kala ia menyadari jika pengakuannya tentang istri tadi bisa saja menghancurkan karir sang istri.
“ Calon istri ? Bukannya gadis itu terlihat masih sangat muda ? “ celetuk laki – laki yang berada di sebelah kanannya sambil memperhatikan Julio dari atas ke bawah, lalu kembali lagi ke atas.
“ Kenapa ? Maksud anda, saya terlihat tua untuk dia ? “ sungut Julio. “ Anda pikir saya seorang pedofil ? “ lanjutnya masih dengan nada suara sangat kesal.
“ Bukan begitu bang. Sensi amat . Saya hanya merasa aneh saja. Gadis itu terlihat masih berusia 17 tahun. Sedangkan anda terlihat sudah 25 tahun lebih. Apa tidak salah ? Seharusnya gadis itu, jalan dengan laki – laki berusia 20 tahun seperti saya. Baru cocok itu. “ jawab laki – laki tadi yang membuat Julio makin merasa kesal.
“ Tapi sayangnya, dia hanya mau sama saya. Bukan dengan anda. Meskipun saya berusia jauh di atasnya. Sepertinya usia matang lebih mempesona daripada usia tanggung seperti anda. “ jawab Julio.
Ia segera membereskan bawaannya, memasukkan teropongnya ke dalam tas, lalu memanggul tasnya dan meninggalkan area dalam stadion meskipun pertandingan belum usai.
.
.
.
Kehebatan Andhara dalam bermain, membuat para pemilik club sepakbola ingin meminangnya untuk masuk dan bergabung ke dalam club nya. Tapi sangat di sayangkan, karena Andhara adalah seorang perempuan.
Setelah bersiap dan membereskan semua barang – barangnya, semua tim Garut keluar dari penginapan dan menuju ke parkiran di mana bus yang akan mengangkut mereka berada.
Sepasang mata sedang menatap tajam ke arah Andhara yang terlihat sedang berbicara akrab dengan seorang laki – laki. Otot – otot rahangnya terlihat mengeras. Hatinya memanas karena terbakar cemburu melihat kedekatan sang istri dengan laki – laki lain.
“ Sudah selesai kan ? “ Julio bertanya memecah keasyikan obrolan Andhara dan si manager. Julio nekat mendekati Andhara karena api di hatinya telah berkobar. Dua kali dalam sehari ia merasa berada di ujung tanduk. Setelah mendengar ejekan dari pemuda di dalam stadion tadi, kini ia harus kembali melihat sorot mata memuja dari laki – laki lain untuk istrinya.
“ Pak ddo – “
“ Sudah selesai kan ? Kalau begitu, ayo kita pulang. “ Julio segera memotong ucapan terkejut Andhara yang akan memanggilnya pak dokter.
__ADS_1
“ Maaf, saat ini kami juga akan segera kembali ke Ga_rut. Jadi, Andhara juga akan segera pulang. “ bukan Andhara, tapi sang manager yang menjawab.
“ Andhara akan pulang bersama saya. “ jawab Julio tanpa memandang lawan bicaranya. Ia segera meraih tas ransel yang berada di pundak Andhara.
“ Anda siapanya Andhara ? Kami tidak bisa begitu saja mengijinkan pemain kami di bawa orang tak di kenal begitu saja. Mereka adalah tanggung jawab kami. “ sahut sang manager dengan tegas.
“ Saya sepupunya. Dan keluarganya meminta saya untuk menjemputnya. “ sahut Julio enteng.
“ Benarkah Dhara ? Dia sepupu kamu ? “ tanya sang manager ke Andhara sambil menunjuk Julio.
“ Ha ?? “ beo Andhara.
“ Kamu tinggal pilih, bilang abang sepupu kamu dan pulang sama abang, atau abang yang bilang ke dia kalau abang ini suami kamu, dan kamupun ikut pulang sama abang “ bisik Julio di telinga Andhara.
“ Ck ! “ andhara berdecak mendengar ancaman dari mulut Julio yang seperti pistol dengan peredam suara. Tak terdengar, tapi mematikan.
“ Maaf bang. “ ucap Andhara dan membuat Julio langsung menoleh ke arahnya. Bang ? Dia manggil laki – laki sok keren ini bang, dan manggil aku yang suaminya dengan panggilan pak dokter ? Ohhh, minta di ci_pok lama – lama nih anak. Gerutu Julio dalam hati.
“ Sepertinya Dhara pulang bareng dia aja. Dia ini sepupu Dhara kok bang. Sepertinya ada acara keluarga juga di sini. Jadi Dhara ikut dia aja. “ lanjut Dhara.
“ Yakin ? “ tanya sang manager. Dan Dhara mengangguk. Setelahnya, Julio segera menggandeng tangannya dan menariknya dalam pelukannya, meraih pinggang Dhara, dan mengajaknya berjalan menuju mobilnya terparkir tanpa mengucapkan sepatah katapun ke manager Andhara yang terlihat menatap dan memicingkan matanya melihat kepergian Andhara dan Julio.
Ada sebersit kecurigaan di hatinya melihat Andhara yang berjalan sambil di peluk pinggangnya oleh laki – laki yang mengaku sepupunya itu.
Andhara berusaha menepis tangan Julio yang berada di pinggangnya. “ Pak dokter, tangannya ih ! “
“ Kenapa tangan abang ? “
“ Ya… Nggak kayak gini juga kali. Mana ada sepupu yang meluk pinggang kayak gini. Nggak enak di lihat sama orang lain. “ protes dhara sambil cemberut.
__ADS_1
“ Biarkan saja mereka berasumsi sendiri. Terutama laki – laki tadi. Biar dia berasumsi abang ini sepupu kamu atau bukan. “ jawab Julio santai. Andhara segera menjauhkan tubuhnya dari Julio dan membolakan matanya menatap Julio kesal.
Bersambung