
Tak terasa hari meluncur siang. Seperti yang di jadwalkan panitia ospek, bahwa di hari ketiga ospek, atau hari terakhir, akan ada pertunjukan yang di persembahkan dari masing – masing organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus itu.
Dan sebagai pertunjukan pembuka adalah dari organisasi seni. Riuh tepuk tangan membahana di seluruh ruangan kala sang pembawa acara memanggil grup band ala – ala dari organisasi seni.
“ Halo, semuanya. Selamat siang. Masih bersemangat mengikuti ospek kan ? “ tanya si vokalis yang sudah memegang microphone.
“ MASIIIHHH !!!! “ teriak para camaba.
“ Oke, kebetulan, organisasi seni kami dapet kesempatan awal untuk unjuk kebolehan. Perkenalkan, kami dari grub band ALA KADARNYA. Keren kan, namanya ? “ ujar si vokalis dan langsung di sambut riuh tawa dari seluruh isi ruangan.
“ Kenapa kami memberi nama band kami ALA KADARNYA, karena memang band kami ala kadarnya. Eits, tapi jangan salah. Meskipun band kami ALA KADARNYA, tapi tetap viral dong ya ??? Coba saya tanya ada nggak dari kalian yang belum mengenal band kami ? “ ujar si volakis kembali.
“ Kalau ada yang bilang belum mengenal. Berarti fix, kalian bukan sosmeder. Alias berasal dari jaman jadul. “ lanjutnya dan langsung di sahut oleh tawa yang menggema.
Menurut cerita, memang band di kampus itu yang bernama ALA KADARNYA, memang sedang viral. Followernya banyak. Mungkin karena namanya yang unik, atau para anggotanya yang mayoritas cowok dan berwajah di atas rata – rata, membuat band itu terkenal. Bahkan band itu punya jadwal manggung di salah satu caffe ternama di kota Bandung.
“ Oke, cukup basa basinya ya. Dan spesial untuk kalian yang belum mengenal kami, kita kenalan dulu, oke ? Saya Vano, vokalis. Lalu ada Seno di sana memegang keyboard, lalu ada Bagas yang memegang drum, ada Fajar di bass, dan terakhir, kalian para camaba pasti sudah pada kenal, ada Aldi di melodi. “ Vano si vokalis memperkenalkan satu – satu anggota bandnya sambil menunjuk mereka. Dan di sambut oleh tepukan tangan dan teriakan heboh dari camaba.
“ Tadi, kami dapet pesan dari para panitia ospek, kalau ada satu calon mahasiswi yang akan menyumbangkan suara indahnya di hadapan kita semua. Semoga suaranya benar – benar bagus ya. Siapa tahu ada anggota baru dalam band kita, dan itu cewek. “ canda Vano.
“ Yuk, kita panggil saja langsung. Andhara Nurmalia. “ panggil Vano.
“ Tuh. Loe udah di panggil. “ bisik Sabil.
“ Anj*it !! Gue di suruh nyanyi di depan orang banyak kek gini ? “ gumamnya.
“ Nih anak malah pakai nyebutin kandang hewan segala. Nggak inget anak loe ? “ protes Via. “ Udah, sana buruan maju. Tunjukin kalau emaknya si kembar serba bisa. Lahiran kembar aja bisa kok. “ lanjutnya memberi semangat.
Dengan hati berdebar tak karuan, Andhara bangkit dari duduknya. “ Nitip asupan makan krucil – krucil gue. Awas, jangan pada di minum ! “ ancamnya.
“ Hisss ! Kagak doyan gue. “ sahut Sabil.
Andhara melangkah ke depan sambil memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan. Sebenarnya ini saatnya ia memompa asupan makan si kembar. Tapi apalah daya, dirinya sudah di panggil, jadi ia tidak bisa ijin ke toilet.
Andhara sedikit was – was dan merasa agak tidak nyaman, karena da danya terasa kencang dan penuh. Takutnya juga kalau ASInya rembes dan ngeplak di kemejanya.
Andhara sebenarnya bisa sih bermain alat musik dan bernyanyi dari Putra dan Soni tentu saja. Tapi ia belum pernah unjuk gigi di depan orang banyak seperti ini. Dirinya juga bukanlah gadis pemalu, tapi di perhatikan hampir semua orang di sini, yang jumlahnya hampir 1000 orang, membuatnya demam panggung. Keringatnya mengalir di pelipis dan di punggungnya.
__ADS_1
Andhara membungkukkan sedikit badannya ke para anggota band ALA KADARNYA setelah dirinya naik ke atas panggung.
“ Andhara Nurmalia ? Benar ? “ tanya Vano sambil memperhatikan Andhara dari ujung kaki ke ujung kepala. Dasar playboy cap bulus putih. Batin Andhara yang agak tidak nyaman dengan cara pandang Vano.
Andhara mengangguk pelan menjawab pertanyaan Vano.
“ Cantik. “ puji Vano. “ Mau nyanyi lagu apa nih ? Slowrock, mellow ? Asal jangan dangdut ya. “
“ Qosidah kak. Sholawatan. “ sahut Andhara cepat.
Gerrrr
Terdengar tawa riuh dari seluruh camaba dan panitia mendengar sahutan reflek Andhara. Kala menyadari mulutnya yang ceplas ceplos, Andhara tersenyum kikuk.
“ Canda, kak. Iya, kali saya ajakin band keren kek gini sholawatan. Yang ada, bu nyai kagak ridho. “ candanya.
“ Asyik juga kamu. “ ucap Vano.
“ Duet kan kak ? “ tanya Andhara.
“ Kalau si cantik maunya duet, oke. “ jawab Vano bersemangat. “ Mau lagu apa ? “
Setelah mendengar judul lagu yang Vano dengar, Vano tersenyum, lalu berjalan ke arah para anggota band yang lainnya dan mengatakan lagu apa yang akan mereka bawakan.
Setelah mereka berembuk dan menentukan nada yang akan mereka gunakan, Vano dan Andhara kembali ke depan. Vano memberikan satu microphone ke Andhara.
Musik mulai bergema. Seno mulai memainkan tuts – tuts keyboard, dan Aldi mulai memetik gitar melodinya.
We don’t talk anymore
We don’t talk anymore
We don’t talk anymore
Like we used to do
Vano mulai memperlihatkan suaranya yang merdu tentu saja. Riuh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan.
__ADS_1
I just heard you found the one you’ve been looking
You’ve been looking for
Suara merdu Vano terus terdengar. Bahkan Andhara terkesima mendengar suara Vano. Ia malah jadi merosot kepedeannya telah mengajak Vano berduet. Takut – takut, dirinya merusak panggung dan alat musik dengan suaranya yang cempreng.
Vano menyilahkan Andhara untuk bernyanyi setelah bagiannya habis dengan mengangkat tangan kanannya. untuk mempersilahkan Andhara untuk bernyanyi.
I just hope you’re lying next to somebody
Who knows how to love you like me
“ Wooooo …… “ riuh tepuk tangan kembali terdengar dari seluruh penghuni ruangan. Bahkan Vano pun ikut bertepuk tangan mendengar suara Andhara.
Ia tersenyum sambil mengacungkan kedua jempolnya. Mungkin ia tidak mengira jika suara Andhara tak kalah merdu dari suaranya. Di sebelah kiri Vano, Aldi juga tersenyum sambil sesekali mencuri pandang ke arah Andhara yang sedang menghayati lagu yang ia bawakan.
Berbeda dengan raut wajah yang di tunjukkan oleh Kaila. Dirinya terlihat kesal mendapati jika ternyata Andhara memiliki suara yang sangat bagus.
Plok Plok Plok
Suara tepuk tangan kembali riuh kala Vano dan Andhara selesai menyelesaikan lagu We Don’t talk Anymore milik Charlie Puth dan Selena Gomez.
“ LAGIIIII !!!! “ teriak para camaba dan panitia kating.
“ Bravo… “ pekik Vano. “ Suaramu luar biasa. “ lanjutnya memuji Andhara.
“ Ah, biasa aja kali kak. Cuma segitu doang. “ jawab Andhara.
“ LAGIIIII !!! “ kembali terdengar riuh dari camaba.
“ Bagaimana nih, Andhara ? Mereka memintamu untuk menyanyi lagi. “ tawar Vano.
Andhara menggeleng. Bukannya menolak, tapi da danya sudah benar – benar tidak nyaman. Ingin segera di pumping. Takutnya bentar lagi rembes.
“ Tadi kating hukumnya Cuma membawakan sebuah lagu kak. Kalau Dhara nyanyinya dua, entar di kira serakah dan sombong. “ tolak Andhara di selingi candaan.
Vano tersenyum dan kembali mengacungkan jempolnya. “ Kami tunggu kami di basecam ALA KADARNYA. Saya yakin, habis postingan kita kali ini, follower ALA KADARNYA akan semakin banyak. “ ucapnya.
__ADS_1
“ In syaa allah, kak. “ jawab Andhara seadanya.
Bersambung