Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Puasa


__ADS_3

“ Sepertinya semua udah beres. “ bisik Julio karena tidak ingin membangunkan si gadis kecilnya yang tengah terlelap sehabis menghisap sumber tenaganya.


Andhara mengangguk tanpa mau mengalihkan pandangannya dari si ganteng yang tengah menyu su kuat kepadanya sambil mengelus lembut pipi tembem itu. Bagaimana si kembar tidak gempal, jika saat masih di dalam perut, mereka selalu mendapatkan asupan makanan yang berlebih dari sang ibu.


Sesekali ia tersenyum memandang si kecil. Terkadang ia masih tidak menyangka jika kini dirinya telah resmi menjadi seorang ibu dari sepasang bayi kembar yang tampan dan juga cantik itu.


Ia masih tidak menyangka, jika dirinya yang bar – bar, absurb, dekil, udik, bisa mencetak sepasang bayi kembar yang imut itu. Andhara juga berharap semoga anak – anaknya kelak tidak meniru sikapnya selama ini.


Andhara yang biasanya suka menggerai rambut, kini setelah ia menyandang status baru sebagai seorang ibu, ia selalu mengikat satu rambutnya. Ia seakan tidak rela jika sehelai saja dari rambutnya mengganggu kegiatan si kembar dalam mengais makanannya. Ia terkekeh geli acap kali si kembar menyu su di salah satu gunung kembarnya. Mungkin karena ia merasa aneh belum terbiasa.


“ Kamu kenapa tiap menyu sui si kembar selalu terkekeh begitu ? hem ? “ tanya Julio yang kini duduk di tepi ranjang menghadap istrinya yang sedang menyu sui. Ia menyelipkan beberapa helai anak rambut Andhara yang berkibar di area pelipisnya.


“ Ha ? “ beo Andhara sambil mengangkat wajahnya sesaat. Ia tersenyum. “ Geli tahu bang saat mereka menyu su kayak gini. Aneh aja. “


“ Bukankah abang udah sering membuatmu terbiasa akan hal ini ? Hampir tiap malam malahan. “ canda Julio.


“ Ck. Abang selalu aja kesitu pikirannya. Ya beda lah bang. Kalau si kembar yang nyu su, rasanya geli – geli bahagia. Tapi kalau abang yang nyu su, rasanya geli – geli nikmat. “ dasar Andhara.


Bilangnya kalau sang suami selalu berpikiran yang tidak – tidak. Tapi ternyata, dirinya justru bermulut lebih dari tidak – tidak.


Andhara tertawa tertahan setelah mengucapkan hal itu. Tentu saja ia tidak ingin menganggu kenikmatan yang hakiki dari sang anak yang sedang menyu su.


“ Dasar ! “ Julio sedikit mengacak puncak kepala istrinya.


“ Abang, awas jangan di lihatin terus. Entar pengen, ga ada lawan loh. Abang kan harus puasa selama 40 hari. “ ledek Andhara.


“ Kalau Cuma menyu su boleh kok. Nggak harus puasa. Yang puasa tuh yang bawah. Udah di kasih police line. Yang artinya nggak boleh ada yang masuk. “

__ADS_1


“ Dih, abang ! Nggak mau ngalah sama anaknya. Berbagi, bang. Kemarin – kemarin udah abang terus. Sekarang gantian sama anaknya. “ sungut Andhara.


“ Abang, pu**ng Dhara kenapa kok kayak lecet gini ya ? Rasanya agak – agak perih gitu kalau si kembar nyu su. “ keluh Andhara.


“ Memang seperti itu. Karena lidah seorang bayi yang baru lahir itu, agak kasar. Jadi karena pu**ng seorang ibu itu sensitif, jadi kayak kegores gitu. Nanti lama – lama juga nggak. Kalau lidah si dedek udah nggak kasar. Dan kamu juga udah terbiasa. “


Andhara manggut – manggut.


“ Di saat si dedek makin sering menyu su nanti, mungkin pu**ng kamu juga mengelupas. Dan biasanya juga agak sakit. Tapi nanti saat si kembar lagi nggak nyu su, bisa di kasih baby oil biar nggak keras. “ Andhara kembali manggut – manggut.


“ Kayaknya udah pules deh bang si adek. “


“ Oke. Abang angkatin biar dia langsung ke stroller. “ jawab Julio.


“ Bunda sama emak jadi kesini ? “ tanya Andhara dengan suara pelan.


“ Iya ya bang. Mana kita juga belum sempet beli baju juga buat mereka. “


“ Bunda sama emak kemarin udah belanjain. Baju – baju sama perlengkapan yang lainnya juga. Tapi baru dikit. Bunda bilang, karena ini adalah anak pertama kita, jadi mereka kasih kesempatan buat kita untuk beli kebutuhan si kembar juga. Terus sahabat g3srek kamu juga kemarin pada beliin kan? “ jelas Julio.


“ Oh iya, Rabu depan, ayah mau ngadain tasyakuran lahiran si kecil. Sekalian abang juga akikah buat si kembar. “ lanjut Julio.


“ Se ekspres itu bang ? Nggak nungguin nanti kalau si kembar satu bulan ? Kalau di kampung Dhara biasanya nunggu bayinya satu bulan baru ngadain tasyakuran, baca al barjanji, sekalian akikah. “


“ Kalau sudah ada rejeki, bukankah lebih cepat, lebih bagus ? Rabu depan, usia si kembar udah pas satu minggu. “


“ Jadi ngundang anak panti asuhan sama anak – anak jalanan sesuai rencana kita dulu ? “ tanya Andhara.

__ADS_1


“ Jadi. “ jawab Julio sambil mengangguk.


“ Abang, boleh minta tolong ambilin hp Dhara di atas meja itu ? “ pinta Andhara karena ia masih agak susah untuk bergerak.


Karena ia melahirkan kembar, maka dokter Lulu terpaksa menjahit bagian bawahnya. Dan sampai saat ini, bagian bawahnya masih terasa perih. Menurutnya, rasa perih itu lebih dahsyat kala pertama kali samurai milik suaminya memasukinya.


“ Mau telepon siapa ? “ tanya Julio, tapi ia tetap mengambilkan ponsel sang istri.


“ Mau kasih tahu para rerusuh kalau Rabu depan ada acara di rumah. Biar mereka pada datang lagi. Pasti ramai banget kalau ada mereka. “ ujar Andhara sumringah.


Ceklek !


“ Lagi pada ngapain ? “ bunda Lestari masuk ke ruangan.


“ Eh bunda. Nggak lagi ngapa – ngapain bunda. Kan abang harus puasa. Masak iya kita ngapa – ngapain. “ dasar mulut lemes Andhara.


“ Ck ! Kamu ini. Giliran abang yang bicara me sum, kamu marah – marah. Eh, kamunya sendiri juga lebih parah. “ protes Julio.


“ Iyakah ?? “ cengir Andhara.


“ Kalian ini. Udah, romantis – romantisannya di lanjut nanti aja di rumah. Kalau di sini, bunda nggak ada sparing partnernya. Entar bunda baper, terus gigit jari. “ oceh bunda Lestari.


“ Dih, bunda bisa ae. “ protes Julio.


“ Udah pada beres semua kan ? Kita langsung balik ? “ tanya bunda Lestari. “ Biar bunda gendong kakak, Dhara gendong adek. Kamu dorong istri kamu pakai kursi roda. “ titah Bunda sambil menunjuk Julio.


Julio mengangguk. “ Lio bilang dulu sama susternya, bund. “ ia pun beranjak keluar dari ruangan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2