SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 102. MENYELIDIKI RAHASIA SANG MAMA


__ADS_3

Ketika Zeya dan Zero sampai di depan pintu gerbang, salah satu detektif bayarannya pun sudah menunggu di sana. Sementara yang satunya lagi saat ini sedang di dalam untuk mengawasi mama Shena beserta yang lain.


"Selamat sore Bos!" sapa Andre kepada Zeya.


"Selamat sore, apa mama ada di dalam Pak?"


"Iya Bos, Nyonya dan yang lain langsung masuk ke dalam menemui dokter karena wanita tua yang mereka bawa semakin histeris. Nyonya tadi marah-marah dan sempat mengancam wanita tua satunya lagi, jika dia tidak bisa menenangkan, maka nyonya Shena berkata akan segera menyingkirkan mereka berdua," ucap Andre.


"Maksud perkataan mama yang ingin menyingkirkan, apa ya Pak?" tanya Zeya.


"Pastinya ingin menghilangkan nyawa keduanya Bos, itu tangkapan dari nada ancaman yang tadi kami dengar. Kemudian wanita yang satunya lagi menjawab, jika nyonya Shena sampai menyingkirkan mereka, maka dia pastikan, nyonya tidak akan mendapatkan apapun lagi. Barulah setelah itu, kami melihat nyonya Shena mulai melunak sikapnya kepada kedua wanita tua tersebut," ucap Andre.


"Aku makin penasaran Pak, sebenarnya rahasia apa yang mama Shena simpan dan siapa sebenarnya wanita gila itu," ucap Zeya


"Lebih baik bos cepat masuk, siapa tahu temanku yang ada di dalam sana sudah mendapatkan info terbaru."


"Baiklah Pak Andre, aku akan masuk, "Ayo Kak! kita lihat situasi di dalam, aku ingin melihat apa yang dilakukan oleh mama," ajak Zeya.


Keduanya pun masuk, tapi di dalam seorang perawat menghentikan sambil berkata, "Stop Dek! Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk!" cegah perawat.


Zeya hanya memberi kode kepada detektif sewaannya untuk mengurus perawat yang melarang mereka masuk.


"Kamu tahu, kami punya kepentingan di sini guna penyelidikan," ucap Andre sambil menunjukkan identitasnya.


"Bagaimana? Kamu masih ingin menghalangiku?" tanya Zeya.


"Maaf...silakan masuk! Aku kira tadi kalian adalah tamu yang akan mengunjungi pasien," ucap perawat.


"Jadi dimana saat ini, pasien perempuan tua yang baru saja tiba Sus?" tanya Zeya.


"Mereka ada di ruangan paling ujung dan saat ini dokter sedang memeriksa wanita tua gila tersebut," ucap perawat itu lagi.


"Terimakasih atas infonya Sus, pesan saya, tolong jangan buka identitas kami kepada siapapun," ucap Zeya.


Suster itupun mengangguk, lalu membiarkan ketiganya masuk. Zeya dan Zero pun berjalan mengendap-endap, karena mereka tidak ingin terlihat oleh mama Shena.


"Itu mereka Bos! nyonya baru saja keluar dari ruangan! Temanku mungkin masih di dalam, soalnya mereka menyamar sebagai perawat jadi lebih leluasa untuk mengikuti nyonya," ucap Andre.

__ADS_1


"Kita harus sembunyi dulu Pak! Ayo Kak Zero, kita sembunyi, sebelum Mama dan yang lain keluar melihat keberadaan kita," ajak Zeya.


Ternyata benar yang dikatakan oleh Zeya, tidak lama terlihat olehnya sang Mama dan lainnya keluar, mereka tergesa-gesa meninggalkan ruangan itu.


Shena terus melangkah pergi diikuti oleh mantan asisten almarhum Papa Zeya serta beberapa orang anak buahnya. Sementara beberapa orang lagi belum terlihat keluar.


Setelah kepergian Mama Shena, Zero dan Zeya pun keluar dari tempat persembunyiannya, mereka lalu berjalan menuju ruangan dimana Shena baru saja keluar dari tempat itu.


Zeya melihat dokter dan perawat sedang mengikat tangan dan kaki wanita tua yang terkulai lemah tidak berdaya itu di sisi-sisi tempat tidur.


Saat Zero dan Zeya masuk dan mendekat, dokter itupun terkejut, lalu bertanya, "Siapa kalian! kenapa kalian masuk kesini tanpa izinku? Silahkan keluar! Jangan ganggu kerja kami," ucap Dokter yang sepertinya tidak suka dengan kehadiran Zeya dan Zero.


"Maaf Dok! Kami harus melakukan pemeriksaan," ucap Andre sambil menunjukkan identitasnya.


Wanita tua yang sehat mendongak kaget, dia yang awalnya merasa ketakutan, saat ini bisa sedikit tenang, bahwa yang datang salah satunya ternyata adalah detektif, walaupun dia sendiri belum mengetahui apa sebenarnya maksud kedatangan Zero dan Zeya.


Dokter akhirnya merasa ketakutan, lalu dia bertanya, "Memangnya masalah apa yang mau kalian selidiki disini?"


"Kami hanya ingin tahu, identitas wanita tua yang sedang terbaring itu!" tanya Zeya.


"Dia hanya seorang pasien stres yang sedang mengamuk hingga membuat mereka yang menjaga di rumahnya merasa kuwalahan, makanya keluarga wanita itu memintaku untuk melakukan perawatan terhadapnya," ucap dokter menjelaskan.


"Maaf Dek! aku tidak bisa sembarangan memberikan identitas pasienku kepada siapapun," ucap Dokter yang sepertinya keberatan.


"Apa kamu ingin menghambat penyelidikan kami Dok? Dokter pasti tahu apa konsekuensinya 'kan?" ucap Andre.


Dokter terus menolak memberikan identitas pasien, lalu Andre segera mengkode kedua temannya yang lain agar segera mengamankan sang Dokter.


Saat keduanya memegangi tangan dokter dan ingin mengajaknya keluar dari ruangan itu, dokter tersebut pun meronta, dia menolak sambil berkata, "Mana bukti surat perintah dari kepolisian yang menyatakan bahwa kalian sedang menyelidiki sebuah kasus di sini?" kilah Dokter itu lagi.


"Maaf Dok... sebaiknya anda bekerjasama. Ambil semua berkas yang ada ditangannya dan bawa dokter itu keluar dari sini!" perintah Zeya kepada teman-teman Andre.


Kemudian kedua detektif itu membawa paksa sang dokter untuk keluar. Mereka bisa tahu dari perlawanan sang dokter bahwa dia saat ini ada di pihak Shena.


Setelah di rasa aman, Zeya mendekati sisi ranjang dimana seorang wanita tua berdiri dengan setia menjaga dan menemani pasien, sambil membersihkan sisa-sisa keringat yang menempel di wajah pasien itu akibat perlawanan sebelum dokter tadi berhasil membiusnya.


"Maaf Bu! Perkenalkan... saya Zeya dan itu Kak Zero, teman saya," ucap Zeya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Wanita itupun menyambut uluran tangan Zeya sambil berkata, "Saya Riana Dek, siapa sebenarnya kalian berdua? apa yang kalian inginkan, hingga datang kesini?"


"Ibu mengenal nyonya Shena?" tanya Zeya.


"Maaf Dek...saya tidak bisa memberikan informasi apapun, saya hanya seorang pelayan," jawab wanita tua itu dengan takut dan wajahnya tampak pucat.


"Ibu nggak perlu takut, kami hanya ingin menolong kalian!" ucap Zero.


"Kami di dampingi para detektif, jadi nggak perlu takut Bu!" ucap Zeya lagi.


"Ceritakan yang sebenarnya kepada kami Bu? Apa hubungan kalian dengan nyonya Shena?" tanya Zero.


"Baiklah Dek! aku akan mengatakan semuanya. Shena adalah seorang wanita yang kejam, dia bermuka dua. Selalu baik di depan orang, tapi kenyataannya dia telah menghancurkan kehidupan majikan saya yaitu nyonya Ambar."


"Apakah ibu yang terbaring itu majikan Anda?" tanya Zeya.


"Iya...beliau lah nyonya Ambar. Beliau sangat baik dan memiliki kehidupan yang bahagia tapi kehadiran Shena telah menghancurkan semuanya."


"Memangnya apa yang telah dilakukan oleh nyonya Shena kepada nyonya Ambar Bu?" ucap Zeya yang semakin penasaran.


"Dia telah merebut suami nyonya Ambar, dan berhasil membuat Tuan mengusir nyonya dari rumah tanpa membawa apapun termasuk putra satu-satunya yang saat itu masih sangat kecil. Bahkan tidak hanya puas sampai disitu, Shena tanpa sepengetahuan Tuan telah menyekap dan menyiksa nyonya hingga kesehatan nyonya Ambar semakin menurun dan akhirnya stres seperti yang apa yang kalian lihat sekarang," ucap Riana sedih, yang teringat akan masa lalu majikannya.


"Siapa memangnya suami nyonya Ambar Bu?" tanya Zero.


Ibu Riana tidak langsung menjawab, dia terdiam untuk beberapa saat. Ketika beliau ingin melanjutkan ceritanya, nyonya Ambar sadar, pengaruh obat bius yang diberikan oleh dokter tadi sudah mulai hilang.


Nyonya Ambar berusaha menggerakkan tubuhnya, dengan tenaga yang masih lemah dan dalam kondisi kaki serta tangannya yang terikat. Beliau berteriak lemah, lalu nyeracau dengan suara lirih yang menyedihkan. Sekilas terdengar oleh Zero dan juga Zeya, beliau berkata, "Jangan sakiti anakku, tolong...tolonglah! Lepaskan anakku."


Itulah kata terakhir yang mereka dengar, sebelum nyonya Ambar kembali memejamkan matanya.


Hari ini aku rekomendasikan karya Kak Emmarisma , silahkan mampir ya sobat...dan jangan lupa tinggalkan juga jejaknya di sana. Terimakasih πŸ™β™₯️


Blurb :


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.

__ADS_1



__ADS_2