SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 146. MEMBANTU MEMPERSIAPKAN PERNIKAHAN


__ADS_3

"Maaf Ma, kami harus pergi dulu. Mama yang membuat aku jadi tega seperti ini, ini semua aku lakukan demi kebaikan Mama daripada Mama dipenjara dan dituntut hukuman puluhan tahun oleh pihak kepolisian, lebih baik aku yang memenjarakan Mama di sini sampai Mama sadar bahwa perbuatan Mama itu sudah keterlaluan dan menyusahkan serta menyakiti banyak orang," ucap Zeya sambil berlalu pergi menyusul Zero yang sudah ada di luar.


"Bagaimana Zey, mama kamu masih juga mengamuk?" tanya Zero.


"Masih Kak, biarkan saja, nanti kalau mama lelah, pasti berhenti berteriak," ucap Zeya.


"Oh ya Abang semua, tolong jangan terkicuh lagi dengan akal bulus mama. Kalian jangan sampai tertipu lagi, aku tidak ingin mendengar mama melarikan diri lagi seperti tadi."


"Tapi Bos, beliau 'kan mama Bos, kenapa Bos tega mengurungnya?"


"Daripada beliau di luar menyakiti orang lain Bang dan pihak kepolisian menangkap serta menyiksanya, lebih bagus aku sebagai anaknya yang akan berusaha menyadarkannya," ucap Zeya.


"Nyonya orangnya keras kepala Bos, susah untuk menyadarkannya," ucap salah satu pengawal Royan.


"Begitulah Bang, aku pun nggak tahu terbuat dari apa hati nurani mamaku, hingga susah untuk di sadarkan. Mungkin hanya kematian nantinya yang bisa membuatnya sadar," ucap Zeya malu.


"Kami pamit dulu ya Bang, tolong jaga mama baik-baik dan sediakan makanan serta minumannya tepat waktu, masalah dimakan atau tidaknya, biarkan saja, jika lapar pasti dimakan juga," ucap Zeya lagi.


"Sudah Zey, ayo kita pulang. Kita lihat keadaan Kak Royan dan setelah itu kita bantu Kak Nayla untuk mengurus pernikahan mereka," ajak Zero.


Sebelum pergi, Zero memberikan satu ikat uang kertas ratusan kepada para pengawal untuk membeli kebutuhan makan dan minum Mama serta mereka selama di tempat penyekapan ini.


Zero dan Zeya pun pamit, lalu mereka kembali ke rumah sakit. Sesampainya di sana mereka langsung menemui Royan dan Royan pun menanyakan tentang keadaan mama Sena.


"Kak Royan jangan khawatir, Mama sudah kami tangkap kembali dan mama hanya berpura-pura saja bunuh diri agar bisa lari dari sakapan serta penjagaan para pengawal," ucap Zeya.


"Kak... kami izin ke rumah Kak Nayla ya karena kami ingin membantu mempersiapkan pernikahan kalian," pamit Zero.

__ADS_1


"Iya Ro, terima kasih atas bantuan kalian, mudah-mudahan saja tidak tidak akan ada halangan lagi yang membuat pernikahan kami tertunda. Pergilah kalian, titip salam buat Abah dan juga Nayla," ucap Royan.


Zero dan Zeya segera bergegas menuju ke rumah Nayla, tapi sebelumnya mereka mampir dulu ke butik langganan keluarga.


Mereka harus mengambil baju pengantin yang sebelumnya sudah Royan pesan jauh hari sebelum pernikahan mereka kemaren tertunda.


Sesampainya di butik, karyawan butik yang memang mengenal Zeya langsung melayaninya dan bertanya apa yang bisa mereka bantu untuk Zeya.


"Maksud kedatangan kami ke sini hanya untuk mengambil baju pengantin yang telah dipesan oleh kak Royan dan Kak Nayla Mbak," ucap Zeya.


"Oh...jadi kapan Mbak rencana menikahnya? kasihan mereka, sudah berapa kali, tertunda terus," ucap karyawan butik.


"Insyaallah kalau tidak ada halangan minggu depan Mbak, kalau mbak sempat silakan datang ya."


"Hanya acara keluarga saja kok Mbak, nanti jika kak Royan dan Abah sudah sehat betul, barulah kita gelar resepsi pernikahannya," ucap Zeya lagi.


"Oh... terima kasih Mbak atas undangannya, nanti saja kami datang, kami tunggu lho mbak, undangan resepsinya. Dan ini barangnya, tolong diperiksa dulu Mbak, jika ada yang kurang berkenan sampaikan saja biar kami perbaiki secepatnya," ucap karyawan butik.


Zeya pun memberi tips kepada dua orang karyawan yang saat ini sedang bertugas, karena dia merasa puas dengan hasil pekerjaan mereka yang sangat sempurna, hingga menghasilkan gaun yang sangat indah dengan kreativitas yang beda dari gaun-gaun yang lain.


"Terima kasih Mbak sudah memberikan pelayanan terbaik kepada kakak kami dan kami sangat puas berlangganan dengan butik ini," ucap Zeya.


"Kami merasa tersanjung, mudah-mudahan ke depannya kita langganan terus ya mbak," ucap karyawan butik.


Kemudian Zero dan Zeya pun membawa baju pengantin tersebut ke dalam mobil, lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju rumah Nayla.


Nayla sangat senang melihat kedatangan Zero dan Zeya, lalu dia mempersilahkan keduanya untuk masuk sembari Nayla membuatkan minuman.

__ADS_1


Dari dalam muncul Abah yang berjalan menggunakan tongkat, lalu beliau bertanya, "dari mana kalian nak? Bagaimana keadaan Royan sekarang?"


"Kami dari butik Bah, mengambil pakaian pengantin Kak Nayla kalau kak Royan Alhamdulillah keadaannya semakin membaik. Insyaallah pernikahan mereka bisa segera kita laksanakan," jawab Zero.


"Syukurlah Nak, Abah sudah tidak sabar ingin melihat mereka menikah dan Abah juga kepingin menimang cucu, sebelum maut menjemput," ucap Abah.


"Bah... jangan ngomong seperti itu, aku ingin Abah melihat anak-anakku nanti lahir, tumbuh dan besar menjadi anak-anak yang berguna," ucap Nayla.


"Ini Kak pakaiannya! coba kakak tes dulu ya, jika ada keluhan telepon saja, biar kami antar ke butiknya lagi," ucap Zeya.


"Oh ya Bah, Kak... Bagaimana tentang surat-menyuratnya? Apakah sudah diurus atau belum, jika belum biar kami saja yang mengurusnya," ucap Zero.


"Sudah Nak, katanya sudah selesai, hanya tinggal mereka antar ke sini," jawab Abah.


"Mengenai makanannya sudah kami pesan Bah, dari restoran langganan keluarga jadi saat acara dimulai mereka sudah stand by dengan makanannya di tempat," ucap Zeya lagi.


"Syukurlah Dek, semua sudah beres, hanya tinggal pelaksanaannya saja. Jadi kapan kak Royan diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit Dek?" tanya Nayla.


"Lusa Kak! Lusa pagi Kak Royan sudah pulang ke rumah," jawab Zeya.


"Syukurlah Dek, salam buat Kak Royan ya...Kak Nayla belum bisa jenguk ke sana, karena tidak ada yang menjaga Abah di rumah," ucap Nayla.


Nggak apa-apa Kak, nanti aku sampaikan kepada Kak Royan. Kalau begitu kami permisi dulu ya Kak, Bah... semoga sehat-sehat terus ya Bah," ucap Zeya lagi.


Zero pun permisi sembari mengucapkan salam dan berjanji akan menjemput Nayla serta Abah saat menjelang pernikahan.


Mengenai perias pengantin akan datang ke rumah abah diantar oleh pengawal Royan 4 jam sebelum acara dimulai.

__ADS_1


Persiapan pun sudah matang, hingga membuat Zero dan Zeya merasa lega. Kemudian mereka mengabarkan kepada Royan bahwasanya semua urusan sudah selesai hanya tinggal menunggu hari H-nya saja.


Royan pun berterima kasih kepada Zero serta Zeya, dia merasa banyak sekali berhutang budi kepada keduanya.


__ADS_2