SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 42. MEMBELI MOTOR UNTUK FASILITAS MENJALANKAN MISI


__ADS_3

Kemudian Mbak kasir Ella menunduk hormat kepada Zero sambil berkata, "Sebentar ya Tuan, akan saya proses dulu permintaan Tuan."


Zero merasa risih dengan panggilan tersebut, lalu dia berkata, "Panggil saja aku Zero, Mbak, seperti biasa," ucap Zero sambil tersenyum.


"I-iya, Mas Zero."


Ella pun menghitung uang dengan menggunakan mesin hitung. Setiap ikatan berjumlah 100 lembar uang kertas seratus ribuan, jadi dia membutuhkan lima ikat untuk memenuhi permintaan Zero.


Setelah selesai memprosesnya, Ella berdiri dan menjelaskan sisa saldo yang sekarang di miliki oleh Zero.


"Ini ya Mas, kemaren ada transfer keluar ya... senilai 50jt ke rekening Bapak Pradipta, SH?" tanya Ella untuk memastikan.


"Benar Mbak," jawab Zero.


"Jadi dalam dua hari ini jumlah transaksi uang keluar senilai 100jt ya Mas? dan sisa uang Mas Zero sekarang berjumlah Rp.4.890.560.000,-"


"Benar Mbak," jawab Zero dengan yakin.


Setelah mendapatkan jawaban dari Zero, kasir Ella menawarkan fasilitas kartu ATM chip yang bisa melakukan tarik tunai menggunakan mesin ATM senilai 20jt perhari, agar lebih memudahkan Zero saat terdesak dan menghindari antrian nasabah jika ingin mengambil uang.


Zero mengiyakan, dia memang membutuhkan fasilitas itu. Kasir Ella pun segera meminta karyawan bagian pelayanan nasabah untuk memprosesnya serta meminta Zero untuk menunggu di tempat duduknya.


Setelah prosesnya selesai, kasir Ella memanggil Zero, dia mengembalikan buku tabungan, KTP dan memberikan kartu ATM chip baru serta uang senilai 50jt sesuai permintaan Zero.


"Terimakasih ya Mbak," ucap Zero sambil memasukkan semuanya ke dalam tas.


Terimakasih kembali Mas, Kami sangat senang Mas Zero telah percaya kepada Bank kami untuk menyimpan asset Mas Zero di sini, jika butuh bantuan langsung saja hubungi manajer kami ya Mas, itu orangnya yang baru keluar dari ruangan," ucap kasir Ella sambil menunjuk ke arah atasannya.


"Baik Mbak, aku permisi ya Mbak," ucap Zero.

__ADS_1


Belum sampai Zero ke pintu keluar, manajer Bank pun menghampirinya, lalu berkata, "Terimakasih Pak atas kepercayaan Bapak, yang telah bersedia menjadi nasabah kami, jika butuh bantuan, jangan segan ya Pak untuk menghubungi saya," ucap manajer Bank sambil menyerahkan sebuah kartu nama.


"Panggil saja saya Zero Pak, saya yang harusnya berterimakasih, saya puas dengan pelayanan di sini."


"Oh syukurlah Mas, hati-hati ya Mas dalam perjalanan," ucap manajer lagi yang melihat Zero telah bersiap untuk keluar.


Zero pun segera keluar, dia melihat Bang Togar yang sudah menunggunya di balik pintu. Lalu Zero meminta tolong agar Bang Togar memesan taksi online, agar mereka lebih cepat sampai ke dealer.


"Kita mau ke dealer mana Dek?" tanya Bang Togar yang akan memproses permintaan ke aplikasi taksi online.


"Dealer yang menjual sepeda motor KLX saja Bang. Aku rasa motor itu lebih cocok untuk Abang kendarai."


"Lho...kok buat Abang Dek? Untuk kamu Dek."


"Untuk fasilitas kita, aku anteng dalam boncengan Abang saja. Maklum Bang, Zero pemulung belum bisa mengendarai motor, pandainya hanya berjalan dan berlari diantara onggokan sampah sambil membawa karung," ucap Zero sambil tertawa.


Togar pun ikut tertawa dan dia berjanji akan segera mengajari Zero untuk mengendarai motor tersebut, jadi jika Bang Togar ada urusan lain, Zero masih bisa mengendarainya sendiri.


Zero dan Togar pun telah sampai di dealer, mereka di sambut oleh para karyawan yang sangat ramah, lalu Zero meminta karyawan tersebut untuk menunjukkan jenis motor KLX yang saat ini ready stoknya di sana.


Kebetulan saat ini stok yang ready KLX 150 standar dengan harga OTR cash senilai 32jt rupiah. Tanpa banyak tanya Zero segera meminta karyawan dealer tersebut untuk memproses surat-surat pembeliannya dan dia langsung ke kasir untuk membayar tunai.


Setelah proses selesai, karyawan dealer pun bertanya, ke alamat mana unit akan di antar. Zero pun kembali bertanya, "Apakah bisa kami bawa langsung? Karena saat ini kami sedang butuh kenderaan."


"Bisa Dek, tapi mesin motor harus di running dulu, jangan untuk berboncengan atau membawa beban berat dan yang pastinya plat kenderaannya belum ada."


"Tapi apa boleh buat, saat ini kami sedang butuh. Nggak apa-apa deh Kak...kami kendarai pelan-pelan. Masalah plat, bisa pinjam plat milik dealer dulu untuk sementara Kak?" tanya Zero.


"Oh...boleh, sebentar ya Mas biar dipasang oleh karyawan kami."

__ADS_1


Zero dan Togar menunggu beberapa saat, setelah karyawan toko selesai memasang plat kendaraan sementara, merekapun menghidupkan motor tersebut guna memanaskan mesin.


Setelah selesai, pihak dealer pun menyerahkan kunci motor beserta surat bukti pembelian. Surat lain dan plat motor nanti menyusul.


Zero dan Togar mengucapkan terimakasih, lalu keduanya segera naik ke atas motor dan pergi mencari pom bensin terdekat. Zero memilih mengisi bahan bakar motornya dengan pertamax.


Setelah bahan bakar terisi penuh, Togar kembali menjalankan motor tersebut ke arah yang ditunjukkan oleh Zero, yaitu rumah Ahmad.


Sesampainya mereka di sana, Ahmad yang mendengar ada suara motor berhenti di depan rumahnya pun merasa heran serta takut. Dia mengintip dulu dari celah pintu, untuk memastikan siapa sebenarnya yang datang.


Melihat Zero dan Togar yang datang, Ahmad pun merasa senang. Ahmad berlari ke dapur, memanggil ibu dan adiknya.


Adek Ahmad pun segera ke depan, lalu membukakan pintu sembari tersenyum, diapun mempersilakan Zero dan Togar untuk masuk. Ibu yang baru selesai memasak juga ikut menyambut kedatangan Zero dan meminta adik untut menyiapkan minum.


"Bagaimana kabarnya Bu?" sapa Zero sambil mengulurkan tangannya.


"Alhamdulillah Nak, ibu sudah baikan. Besok rencananya mau mulai dagang keliling lagi."


"Maaf Bu, tolong untuk sementara waktu Ibu dan adik-adik hindari keluar rumah dulu ya, jika tidak ada keperluan mendesak. Situasi sedang gawat Bu, aku takut orang-orang yang dulu pernah memalak Ahmad akan mengganggunya lagi. Nanti jika suasana sudah tenang, kami akan kasi kabar."


"Memangnya ada apa Kak?"


Anak buah Bang Beni Mad, saat ini sedang berkeliaran mencari Abang sekeluarga, takutnya kamu pun kena imbasnya. Kami tidak sengaja telah mengacaukan bisnis bos mereka Mad," ucap Togar.


"Oh iya Bang, lantas Abang tinggal di mana untuk menghindari mereka?" tanya Ahmad.


"Sementara ini Bang Togar dan istri tinggal bersama Kakak dan Emak Mad, di perkampungan pemulung. Mungkin dalam beberapa hari ke depan, kami juga bakal pindah mencari rumah yang lebih besar dan tentunya aman."


"Syukurlah Kak, mudah-mudahan mereka tidak menemukan dan menangkap kita," harap Ahmad.

__ADS_1


"Oh ya Bu, ini ada sedikit uang belanja, belilah keperluan untuk beberapa hari, guna mengurangi waktu keluar rumah. Pokoknya kita harus tetap waspada dan pakailah ponsel ini Bu untuk menghubungi kami, jika ada kondisi darurat. Nomorku dan nomor Bang Togar sudah tersimpan di dalamnya," ucap Togar sambil menyerahkan uang senilai 3jt rupiah beserta ponsel bekas yang waktu itu Zero beli untuk dirinya sendiri.


__ADS_2