SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 151. BERGANTIAN MENJAGA EMAK


__ADS_3

"Lho...Kak Royan dan Kak Nayla kok ikut kesini? Bagaimana dengan para tamu Kak? Dan bagaimana dengan Abah?" tanya Zero.


"Para tamu sudah pulang Ro, kan yang kita undang hanya tetangga serta kerabat dekat, lagipula aku beritahu mereka, jika kami harus segera ke rumah sakit. Kalau Abah, alhamdulillah sudah sehat, dan saat kami tinggal beliau sedang istirahat."


"Eh...aku belum ngucapin selamat ya Kak!" ucap Zero malu.


Kemudian Zero pun mengulurkan tangan, mengucap selamat kepada Royan dan Royan pun memeluk erat Zero sambil berkata, "Terimakasih Ro, terimakasih saudaraku, adikku. Pernikahan kami bisa terlaksana berkat bantuanmu Ro," ucap Royan.


"Sama-sama Kak, aku juga berterimakasih, karena Kakak mau menganggapku saudara bahkan adik," ucap Zero.


Lalu Zero pergi menghampiri Nayla, mengucapkan selamat dan mendoakan rumah tangga mereka bahagia, sakinah, mawaddah dan warohmah. Dan terutama mendoakan agar mereka cepat diberi rezeki berupa momongan.


Setelah mengucapkan selamat lalu Zero memberikan hadiah pernikahan berupa sebuah amplop besar.


Ternyata Bang Togar dan Bang Beni bergerak cepat dalam menyiapkan kado tersebut dan meminta pihak penjual tiket penerbangan untuk mengirimkan langsung kepada Zero. Sedangkan mengenai akomodasi, tour guide dan lain-lain juga sudah mereka hubungi. Jadi Royan tinggal berangkat saja dan bersenang-senang di sana.


Saat Zero mengulurkan amplop tersebut, Royan pun heran, lalu bertanya, "Apa ini Ro?"


"Bukalah Kak! Aku tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga buat pernikahan kalian, hanya doa dan itu saja yang bisa aku berikan, semoga bermanfaat untuk kebahagiaan Kak Royan dan juga Kak Nayla," ucap Zero.


Royan pun membuka hadiah dari Zero, dia dan Nayla terkejut saat melihat dua tiket bulan madu PP ke Lombok lengkap dengan akomodasi serta tour guide dan perjalanan dilakukan selama satu bulan.


Melihat hal itu, Nayla pun berkata, "Dek, apa ini tidak salah? Hadiah ini terlalu mahal lho, bukannya kami tidak senang kamu memberi kami hadiah seperti ini, tapi lebih baik biayanya untuk pengobatan emak, bila perlu bawa emak berobat ke luar negeri Dek," ucap Nayla.


"Terimalah Kak! Bersenang-senanglah, sudah banyak cobaan berat yang mengguncang hubungan kalian, kini saatnya untuk berbahagia dengan pergi berlibur," ucap Zero.


Kemudian dia berkata lagi, "Yang lain tidak usah Kakak pikirkan dan jangan khawatir, Insyaallah untuk biaya pengobatan emak, sudah ada. Dan mengenai Abah, biarlah Abah tinggal sementara dengan kami, pasti Abah akan terhibur, karena di rumah ramai Kak, kasihan jika Abah harus tinggal sendirian," ucap Zero.


"Terimakasih Ro, kami tidak menyangka, kamu sudah memikirkan tentang kebahagiaan kami sampai sejauh ini," ucap Royan di susul oleh Nayla.


"Wah...asyik banget hadiahnya Kak, jika kita nanti menikah, bulan madunya kemana ya?" ucap Zeya yang ikut melihat apa hadiah dari Zero.


"Kamu masih kecil, jangan dulu pikirkan pernikahan, selesaikan sekolah, lanjut kuliah, dan majukan bisnismu baru setelah itu boleh menikah, bukankah begitu Ro!" ucap Royan.

__ADS_1


"Iya Zey, yang Kak Royan katakan semua benar. Waktu kita masih panjang Zey, aku juga ingin membahagiakan emak dulu, membangun bisnis demi masa depan kita kelak," ucap Zero.


"Iya deh Kak, aku 'kan cuma bercanda. Aku juga ingin puasin masa remaja sebelum nantinya pokus mengurus rumah tangga," ucap Zeya.


"Nah gitu baru adek Kakak, ayo kalian semangat, gapai cita-cita," ucap Royan lagi.


"Eh...Kak Zero makan yuk! Itu, aku bawakan makanan, aku lapar nih, tadi sengaja tidak makan di rumah biar sama-sama makan di sini bersama Kakak," ucap Zeya.


"Iya Dek, sana makan dulu, biar gantian, kami yang menunggu emak di sini. Oh ya Nay, Bang Beni kemana ya, kok belum muncul?" tanya Royan.


"Tadi katanya ke kantin Kak, mau beli kopi," jawab Nayla.


"Pasti, Bang Beni ngantuk Kak, tadi malam Bang Beni dan Bang Togar tidak tidur semalaman," ucap Zero.


"Oh...pantesan, nanti suruh dia tidur dulu, jadi malam bisa menemanimu begadang lagi Ro!" ucap Kak Royan.


"Iya Kak, kami makan dulu ya Kak," pamit Zero.


Sambil menikmati makanan, Zero pun bertanya, "Jadi, mama kamu kondisinya bagaimana Zey?" tanya Zero.


"Masih sama Kak, ntah kapan mau sadar, sementara usia sudah menua," ucap Zeya.


"Tadi, aku sudah minta pengawal untuk mengantar makanan ke tempat penyekapan, nggak tahulah apakah Mama mau memakannya atau tidak,'' ucap Zeya.


"Ya sudah, yang penting kamu ingat," ucap Zero.


"Jadi kapan emak akan dioperasi Kak?"


"Kata Dokter, lihat perkembangan kesehatan emak dalam dua hari kedepan, jika memungkinkan baru segera dilakukan operasi," ucap Zero.


Mereka pun sudah selesai makan, lalu kembali bersama Royan dan Nayla, Ternyata di sana juga ada Bang Beni dan Bang Togar.


"Sudah minum kopi Bang?" tanya Zero.

__ADS_1


"Sudah Bos, makanya mata ini segar kembali," ucap Beni.


"Abang berdua, jika mengantuk tidur lah dulu! Nanti malam, baru temani aku, seperti tadi malam," ucap Zero.


"Iya Dek, nanti kami tidur sebentar, numpang tidur di kantin. Tadi aku sudah pamit kepada pemilik kantin," ucap Beni.


"Kak Roy dan Kak Nayla sebaiknya pulang dan istirahat, emak sudah tidak apa-apa kok, hanya menunggu hasil laboratorium kapan operasinya bisa dilaksanakan," ucap Zero.


"Iya Dek, kami pulang dulu ya, kasihan Abah ditinggal terlalu lama," ucap Royan.


"Mudah-mudahan emak cepat dioperasi ya Dek, sebelum kami berangkat bulan madu," ucap Nayla.


"Iya Kak, jika pun tidak, berangkat saja lah Kak, emak 'kan banyak yang jaga di sini," ucap Zero lagi.


"Nggak lah Ro, kami berangkat tunggu emak operasi dulu, masa di sini lagi ada musibah, kami malah bersenang-senang," ucap Royan.


"Terserah kak Royan lah bagaimana baiknya," ucap Zero.


"Kami pulang dulu ya Ro, Zey, kalau ada apa-apa telepon saja kami," ucap Royan lagi.


Iya Kak, hati-hati di jalan ya Kak!" ucap Zero disusul oleh Zeya.


Beni bangkit dari duduknya, hendak mengantar Royan dan Nayla pulan, tapi Royan melaran.


"Kalian istirahat saja Bang, biar anggotaku yang mengantar kami pulang, tadi mereka kupinta untuk menyusul, barangkali sudah menunggu di luar," ucap Royan.


"Baiklah Bos, kami antar Bos sampai di luar untuk memastikan mereka sudah sampai apa belum, jika belum biar kami saja yang antar Bos pulang," ucap Beni.


"Iya, ayo Bang."


Royan dan Nayla pun pamit pulang kepada Zero dan Zeya, mereka berjanji besok pagi akan datang lagi jenguk emak saat jam besuk.


Sepeninggal Royan dan Nayla, Zeya pun meminta Zero untuk tidur sejenak buat stok begadang nanti malam untuk menjaga emak. Saat ini biarlah giliran Zeya yang menjaga sedangkan Bang Beni dan Bang Togar pun tidur sebentar di kantin, untuk sekedar menghilangkan rasa kantuk.

__ADS_1


__ADS_2