SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 120. BALAS JASA


__ADS_3

"Ayo... semua sudah selesai, sekarang kita jemput mama dulu," ucap Royan setelah melunasi biaya perobatan Zero.


Mereka pun bergegas, meninggalkan ruangan itu menuju kantin. Di sana terlihat pemilik kantin mengacungkan jempolnya kepada Royan, pertanda semuanya aman dan beres.


Royan membalas acungan tersebut dengan mengacungkan kedua jempolnya sambil berkata, "Semua aman Pak, mereka sudah di bereskan, kami temui mama dulu ya Pak!"


Pemilik kantin pun mempersilakan Royan, Zeya dan Zero untuk langsung ke kamar tempat mama Ambar dan Bu Riana bersembunyi.


Royan mengetuk pintu sambil berkata, "Bu...tolong buka pintunya, ini aku...Royan," ucap Royan.


Mendengar suara Royan, Bu Ambar buru-buru membuka pintu, lalu tanpa mereka duga, Bu Ambar menghambur ke dalam pelukan Royan, dan berkata, "Anakku...kamu kembali, jangan tinggalkan mama, mama takut," ucap Bu Ambar sambil celingak-celinguk kesana kemari.


"Mama jangan takut ya, aku dan mereka akan melindungi Mama. Ayo Ma! kita pulang," ajak Royan sambil menggandeng tangan mamanya.


Bu Ambar menuruti ajakan Royan, lalu mereka menemui pemilik kantin untuk mengucapkan terima kasih.


Sesampainya di luar Bu Ambar masih celingukan, dia masih takut jika tiba-tiba Shena kembali menangkapnya.


"Mama kenapa? Apa yang Mama cari? Atau ada yang mama takutkan?" tanya Royan yang ikut celingukan.


Bu Ambar tidak menjawab, dia hanya memeluk erat lengan Royan. Royan paham, sang mama masih belum pulih, rencananya Royan akan mendatangkan seorang Dokter ke rumahnya untuk merawat sang mama hingga beliau sembuh.

__ADS_1


Pemilik kantin menghampiri mereka, lalu beliau berkata, "Semoga setelah kalian bersama, mama kamu bisa sembuh ya Dek," ucap pemilik warung.


"Iya Pak, itu yang aku harapkan. Terimakasih sekali lagi atas pertolongannya Pak! Ini ada cek, tolong terima Pak sebagai ucapan terimakasih kami karena Bapak dan Ibu sudah berkenan membantu kami," ucap Royan.


"Terimakasih Dek, tidak usah, untuk biaya pengobatan mama kamu saja. Kami senang bisa membantu kalian. Lain kali jika lewat di sekitar sini, singgahlah! pintu kami selalu terbuka buat kalian," ucap pemilik kantin.


Namun Royan tidak ingin pemberiannya di tolak, lalu dia memasukkan cek tersebut ke dalam kantong baju si pemilik kantin sambil berkata, "Bapak gunakan saja untuk menambah isi kantin, suatu saat kami pasti kemari lagi untuk makan gratis, lagipula jumlahnya juga tidak seberapa," ucap Royan lagi.


"Terimakasih kalau begitu Dek, datanglah kapanpun kalian mau, kami dengan senang hati menyambut kedatangan kalian. Semoga mama kamu cepat sembuh ya!" doa pemilik kantin.


"Sekali lagi terimakasih Pak, kalau begitu kami permisi dulu," pamit Royan.


Ketika mereka keluar dari kantin, ternyata anak buah Royan sudah menunggu di luar mereka membawa dua unit mobil, jadi Royan meminta satu mobil untuk dia pakai bersama Zeya, Zero, mamanya dan juga Bu Riana. Sementara satu mobil lagi untuk anak buahnya.


Saat melihat dua mobil masuk ke dalam pekarangan, emak tersenyum, beliau yakin Royan berhasil membawa mamanya kembali dan Royan serta Zeya juga bersamanya.


Zeya turun terlebih dahulu, lalu dia membantu Zero dan Bu Ambar turun. Bu Ambar masih merasa ketakutan saat di ajak masuk, dia mundur dan hendak pergi dari sana.


Melihat hal itu Royan pun heran, lalu dia bertanya kepada sang mama, "Mama kenapa tidak mau masuk?"


"Takut...wanita ular," jawab Mama Ambar sambil bersembunyi di belakang Bu Riana.

__ADS_1


Lalu Bu Riana membantu menjelaskan kepada Bu Ambar bahwa Shena tidak tinggal di sana, dan Bu Riana mengatakan bahwa rumah itu adalah milik Royan bukan milik Shena.


"Begini saja Bu, nanti kita akan membeli rumah yang baru agar mama tidak takut. Mungkin saat ini mama bisa merasakan aura di rumah ini, jika mama Shena pernah kesini," ucap Royan.


Nggak usah beli rumah lagi Kak, aku 'kan akan beli rumah buat emak, jadi biarlah Mama kak Royan dan Bu Riana tinggal bersama kami, agar emak juga memiliki teman. Soalnya Kak Kiara sebentar lagi akan mengelola usahanya, kasihan kan emak dirumah sendirian," ucap Zero.


"Terimakasih Ro atas tawaran kamu, tapi aku tidak mau merepotkan kalian."


"Tentu tidak Nak!" sahut Mak Salmah yang mendengar percakapan antara Zero dan Royan sejak mereka tiba.


Emak senang jika Bu Ambar dan Bu Riana mau tinggal bersamanya, rumah akan jadi ramai.


"Baiklah jika begitu, terimakasih sekali lagi atas bantuan kamu. Rencananya beli rumah di mana Ro biar aku bantu proses pembeliannya supaya bisa cepat terima kunci dan bisa segera kalian tempati."


"Komplek perumahan Puri Indah kak, kemaren tuh aku sudah lihat-lihat di sana dan sekarang juga aku akan hubungi developer nya supaya bisa langsung hari ini pembayaran.


"Oh kalau begitu sudah tidak ada masalah, kamu sebutkan saja namaku, pemilik kompleks perumahan Puri Indah itu adalah sahabatku. Biar hari ini langsung di proses akadnya," ucap Royan.


Sekarang kita masuk agar Kak Zero bisa istirahat dulu, dua jam lagi baru kita ke Puri indah," ucap Shinta.


"Ayo Bu Ambar, jangan takut, kita aman di sini, anak-anak pasti akan melindungi kita," ajak Mak Salmah.

__ADS_1


Mereka pun masuk, Mama Ambar masih saja ketakutan tapi Royan akhirnya bisa meyakinkan mamanya.


__ADS_2