SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 176. MULUNG BERSAMA ZEYA


__ADS_3

"Aku ingin menebus semua kesalahan yang selama ini telah menyakiti dan merugikan banyak orang. Jadi setelah sembuh dan keluar dari sini, aku harus menyerahkan diri ke kantor polisi," ucap Shena yang memang menyesali semua perbuatannya.


"Ma, aku mohon jangan menyerahkan diri ke polisi. Aku nggak mau jauh dari Mama lagi," pinta Zeya.


"Iya Bu, lebih baik gunakan waktu ibu untuk hal yang lebih berguna daripada menghakimi diri sendiri," ucap Zero.


Sejenak Zero terdiam sambil memikirkan apa yang bisa Mama Shena lakukan untuk menghukum dirinya tanpa harus menyerahkan diri ke polisi.


Akhirnya Zero mendapatkan ide, "Bu, bagaimana jika kita membuka panti asuhan dan balai latihan kerja untuk anak-anak pengamen. Aku ingin ibu yang mengelolanya. Masalahnya di sini masih banyak anak-anak yang tidak memiliki keluarga dan hidup di jalanan. Mungkin dengan mengurus dan memberikan kasih sayang serta mengarahkan hidup mereka menjadi anak-anak yang baik, semua kesalahan ibu bisa tertebus," ucap Zero.


"Ya Ma, aku rasa itu jauh lebih baik daripada Mama di penjara. Dengan berkumpul, melihat serta mengarahkan mereka agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang baik, Mama pasti bisa merasakan bahwa kasih sayang dan peran seorang ibu untuk anak-anak sangatlah penting," ucap Zeya.


"Iya Nak, maafkan Mama ya. Selama ini mama tidak pernah melakukan hal itu terhadapmu, Mama egois, cuma memikirkan kesenangan sendiri dan Mama pikir dengan memenuhi kebutuhan mu saja, itu sudah cukup," ucap Shena menyesal.


Kemudian beliau berkata lagi, "Untung saja Royan Kakak yang baik, jika tidak, Mama pasti akan menyesal seumur hidup, saat melihatmu tumbuh menjadi gadis yang tidak baik, seperti anak-anak di luaran sana."


"Kak Royan memang hebat, selama ini dialah yang telah menjadi Ayah, ibu serta kakakku Ma. Aku sangat menyayanginya dan akan selalu mendoakan, semoga apa yang Kak Royan lakukan mendapatkan balasan kebaikan dalam kehidupan rumah tangganya," ucap Zeya lagi.


"Aamiin..." ucap semua yang ada di sana termasuk Mama Ambar.


Beliau sangat bersyukur, walaupun terpisah dan tidak bisa memberikan pendidikan kepada putranya selama puluhan tahun, tapi Royan tetap tumbuh menjadi anak yang baik.


Mama Ambar juga berharap, kedepannya Royan bisa menjadi suami serta pemimpin yang baik pula dalam kehidupannya.


Kemudian mama Shena berkata, "Oh ya Nak Zero, sekali lagi terimakasih. Saya mau mengelola panti asuhan dan balai latihan untuk mereka yang membutuhkan. Tolong bantu saya carikan tempatnya, kita beli saja bangunan yang sudah siap huni dan tentunya layak. Mengenai dananya saya akan berikan kepada Zeya."


"Alhamdulillah, aku senang deh Ma. Aku janji akan membantu Mama mewujudkan semuanya," ucap Zeya.

__ADS_1


Saat mereka asyik berbincang, ponsel Zeya berdering ternyata panggilan video dari Royan. Zeya sangat senang, lalu dia menerima panggilan tersebut.


Di sana Royan dan Nayla sedang menikmati pemandangan indah di salah satu pantai yang ada di Lombok, mereka terlihat sangat bahagia hingga membuat semuanya turut merasakan kebahagiaan keduanya.


Kemudian mama Shena berkata kepada Zeya, "Izinkan Mama bicara kepada kakakmu ya Zey."


Ini Ma, Kak Royan juga ingin bicara dengan Mama," ucap Zeya sambil menyerahkan ponsel yang ada di tangannya kepada Mama Shena.


Di sana Royan pun berkata, "Bagaimana keadaan Mama? Mama harus semangat ya, biar cepat pulih. Kasihan adik manjaku itu Ma," ucap Royan.


"Iya Yan, Mama pasti sebentar lagi sembuh, terimakasih ya Yan. Kamu sudah jadi Kakak yang baik untuk Zeya. Mama minta maaf atas semua kesalahan yang pernah Mama perbuat kepada kalian," ucap Mama Shena.


"Aku sudah memaafkan Mama kok, begitu pula dengan Nayla. Yang terpenting sekarang, Mama harus cepat sembuh," ucap Royan.


"Iya Ma, Mama harus cepat sembuh ya," timpal Nayla.


Royan pun menjawab, "Insyaallah Ma, doa kalian semua mudah-mudahan diijabah Allah."


Setelah mengatakan hal itu, Royan dan Nayla pun berbicara dengan Mama Ambar serta Abah sebelum menutup panggilan videonya.


Dendam, kebencian dan kemarahan kini telah sirna di dalam keluarga besar mereka, yang tinggal hanyalah rasa saling menyayangi untuk menuju hidup yang lebih baik dan bahagia kedepannya.


Zero bahagia, misi sistem telah berhasil dia sempurnakan. Menjadikan Mama Shena sebagai pengelola, sekaligus pemilik panti serta balai latihan, merupakan hukuman seumur hidup yang terbaik dan lebih bijaksana daripada hukuman penjara.


Ketika Zero pamit ingin mengajak Zeya ke kantin untuk membeli minum buat mereka semua, ponsel jadulnya pun berdenting.


[Ting!]

__ADS_1


[[🌟Selamat! Misi telah sempurna, silahkan nikmati hadiah. Sistem akan memberikan apapun dan berapapun yang pemilik minta, selama itu dipergunakan untuk kebaikan]]


[Ting!]


[[🌟Jangan merasa puas dulu! Ambil dana dalam karung pemilik setelah syarat misi sempurna dan bagikan serta habiskan sesuai waktu yang telah sistem tentukan sebelumnya]]


"Alhamdulillah," ucap Zero sambil mencium ponsel jadulnya itu, hingga membuat Zeya heran dan penasaran.


"Ada apa Kak? Kenapa Kakak begitu bahagia dan kulihat kakak sepertinya sangat menyayangi ponsel jadul itu, padahal kakak telah memiliki ponsel yang jauh lebih bagus."


"Ini saatnya aku harus jujur sama kamu dan emak Zey, darimana aku memperoleh semuanya, hingga bisa membantu mereka semua yang membutuhkan," ucap Zero sambil memperlihatkan pesan-pesan dari sistem yang ada dalam ponsel jadulnya itu.


Zeya membulatkan mata, mulutnya ternganga setelah membaca pesan-pesan dari Sistem tersebut.


"Apa ini bukan mimpi Kak, bagaimana mungkin, sistem ini ada dalam dunia nyata. Selama ini yang kutahu, sistem seperti ini hanya ada dalam dunia hayal yaitu dalam dunia novel saja," ucap Zeya, lalu dia menutup mulutnya dengan satu tangan dan pandangan matanya tetap pada ponsel jadul milik Zero.


"Sudah tahu 'kan? sekarang, ayo ikut aku! Bantu aku sempurnakan syarat pengerjaan misi," ucap Zero sambil mengeluarkan karung dari dalam tasnya dan menarik Zeya pergi dari tempat itu.


"Kak Zero sudah jadi pemuda billionaire, masih mau mulung juga? Apa tidak malu Kak?" tanya Zeya.


"Kenapa musti malu Zey, ini pekerjaan halal. Lagipula, dengan tetap memulung, walau hanya sekedar penuhi syarat, akan selalu mengingatkanku, darimana aku berasal."


Kemudian Zero berkata lagi, "Barangkali dengan syarat seperti itu, sistem menginginkan aku agar tidak menjadi orang yang sombong, serta ingat semua yang kudapat harus disertai dengan usaha, bukan hanya berpangku tangan atau menengadahkan tangan."


"Iya juga ya Kak. Ayo, aku bantu selesaikan syaratnya. Aku nggak malu kok, musti harus ikut kakak mulung. Yang penting sekarang, kakakku sudah jadi pemulung konglomerat. Bisa membantu siapa saja yang membutuhkan," ucap Zeya sambil mengambil botol minuman yang ada di kakinya dan memasukkan ke karung Zero.


Keduanya melakukan kegiatan itu dengan ikhlas sambil bernyanyi-nyanyi kecil dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Zero dan Zeya tidak menghiraukan pandangan bahkan cemoohan orang-orang yang merasa heran kenapa ada pemulung yang berpenampilan seperti orang kaya.


__ADS_2