
Beni dan Togar sudah kembali untuk menemani Zero begadang, mereka melihat Zero tidur dengan lelap hanya dengan duduk di kursi tunggu.
Keduanya iba melihat Bos mereka pasti sangat lelah, hingga tidak terbangun saat mendengar suara tangis meraung dari keluarga pasien yang meninggal.
Zeya sebenarnya takut, mendengar ada pasien yang meninggal, makanya dia segera mendekat dan duduk di dekat Zero.
"Bos takut?" tanya Beni.
"Iya Ben, kamu ingat malam apa ini?" tanya Zeya.
"Malam Jumat, memangnya kenapa Bos," jawab Togar.
"Lihatlah! Suasana di rumah sakit ini, tadinya begitu ramai, ketika terdengar suara tangis keluarga pasien yang meninggal dan sekarang, begitu senyap tak terdengar suara dan tak terlihat satu orangpun melintas."
"Bulu kudukku berdiri Bang, aku takut melihat penampakan, bukankah kata orang rumah sakit ini dulunya peninggalan Belanda, lihatlah bangunannya masih bangunan lama," ucap Zeya lagi.
"Hih...serem Bang, jangan-jangan nanti ada Noni atau perawat zaman Belanda yang ngesot di lantai seperti dalam film-film," ucap Zeya sambil menaikkan kakinya di atas kursi dan meringkuk.
Bos bisa aja, mana ada Bos, kami malang melintang di dunia malam, belum pernah di nampakin makhluk halus jenis apapun, kecuali kupu-kupu malam dan waria," ucap Beni sambil tertawa.
Saat Beni selesai bicara, terdengar suara orang merintih dan kadang menangis di lorong rumah sakit, hingga membuat Zeya semakin ketakutan.
"Coba Abang dengar itu, suaranya begitu pilu dan siapa pula yang menangis di lorong?" tanya Zeya.
"Itu suara pasien lho Bos!" ucap Togar.
Tidak lama setelah itu terdengar langkah kaki, suara tumit sepatu beradu dengan lantai yang menggema dan semakin mendekat.
Zeya menutupi kedua telinganya dengan tangan dan menutup kepalanya dengan jaket Lea yang sejak tadi dia lepas.
Bang Togar dan Bang Beni yang melihat itu semakin geli, mereka berpikir, masa iya di jaman modern begini masih ada hantu berkeliaran.
Namun saat suara langkah kaki tersebut semakin mendekat, tapi tidak terlihat ada orang yang datang, mereka pun bergidik ngeri dan bulu kuduk keduanya berdiri.
Beni dan Togar saling pandang, lalu keduanya pun ikut meringkuk di atas kursi, nyali preman mereka hilang saat di sekeliling mereka hanya ada derap langkah tanpa wujud.
Zeya yang masih meringkuk, tiba-tiba menjerit saat punggungnya ada yang menepuk dengan lembut. Spontan dia melompat turun dan jaket penutup kepalanya pun jatuh.
Beni dan Togar pun terkejut, mereka juga turun dari kursi, siap siaga dan membulatkan mata. Ternyata apa yang mereka lihat, tidak seperti yang mereka duga. Zero dengan senyum menyeringai berkata, "Kalian pada kenapa?" tanya Zero.
"Hah...!" ucap Zeya sambil memandang ke asal suara yang dia kenal.
"Kak Zero..., berarti Kakak yang menepuk punggungku?" tanya Zeya.
"Ya, kalian sih aneh, pada tidur meringkuk seperti orang ketakutan," ucap Zero.
Memang takut Kak, coba tanya Bang Beni sama Bang Togar, apa tadi yang mereka dengar, Kakak sih tidurnya pulas banget jadi nggak dengar suara-suara aneh dan menyeramkan," ucap Zeya.
"Aku dengar Kok! Barangkali hanya suara langkah kaki perawat yang sedang mengecek pasien ke kamar-kamar," ucap Zero.
"Mana mungkin Kak, kalau iya pasti juga mengecek ke ruangan emak," ucap Zeya.
"Bang Beni dan Bang Togar kok malah ikutan seperti Zeya?" tanya Zero.
__ADS_1
"Habisnya memang benar Bos, lama-lama kok makin seram, suara ada orangnya nggak nongol juga, nah sekarang sudah hilangkan, senyap kembali," ucap Bang Beni.
"Ya...karena takut sama teriakan Zeya tadi barangkali, jadi dianya nggak berani kesini," ucap Zero sambil tertawa.
"Kak Zero serius dong! benar 'kan yang dikatakan orang-orang di sini itu banyak penunggunya?" tanya Zeya.
"Ya banyak lah Zey, termasuk kita, yang sedang nungguin emak," ucap Zero lagi buat tambah ngakak Bang Beni dan Bang Togar.
"Benar juga Bos, kita 'kan memang sedang jadi penunggu di sini," timpal Togar.
"Sebagai masukan saja, alam gaib itu kan memang ada Zey, Bang Beni. Kalau Bang Togar ya mungkin diajaran agamanya juga ada," ucap Zero.
"Tapi sebelumnya maaf ya Bang Togar, aku tidak bermaksud menyinggung tentang agama kami kepada Abang, aku hanya ingin membagikan ilmu kepada Zeya dan juga Bang Beni yang seakidah denganku," ucap Zero lagi.
"Nggak apa-apa Bos, lanjut saja! Toh...Bos Zero tidak memburukkan agamaku dan kita punya keyakinan masing-masing tentang hal itu," ucap Togar.
"Kalau diajaran agama kita Zey, setiap umat memiliki kewajiban untuk beriman kepada Allah 'kan, tidak hanya itu, beberapa rukun iman yang lainnya juga mewajibkan manusia untuk beriman kepada sesuatu yang gaib, seperti malaikat ataupun takdir," ucap Zero lagi.
"Ternyata, dengan beriman kepada hal-hal yang gaib atau alam gaib, umat muslim bisa mengambil hikmah dan manfaat tertentu. Salah satunya, kita menjadi tidak mudah berputus asa terhadap kehidupan di dunia, karena kita beriman bahwa akan ada perhitungan yang adil di kehidupan setelah mati yang termasuk alam gaib."
Zero terdiam sejenak untuk mengingat apa yang pernah emak sampaikan kepadanya, kemudian dia melanjutkan ucapannya.
"Kata emak, menurut Islam ada beberapa alam gaib yang bisa diimani, yaitu:
Alam ruh adalah alam sebelum manusia memasuki alam kandungan. Di alam ini, kita bahkan masih belum memiliki jasad. Baru ketika usia kandungan memasuki 120 hari, malaikat dikirim Allah untuk meniupkan ruh.
Alam Kubur
Setiap manusia pasti akan mati. Saat manusia mati, pada saat itulah dia memasuki alam gaib yang berikutnya, yaitu alam kubur atau alam barzah. Alam barzah ini adalah alam sebelum selanjutnya seorang manusia memasuki alam akhirat. Ketika seorang manusia memasuki alam kubur, sudah tidak ada lagi amalan yang diperhitungkan, selain amalan jariyah. Pahala dari amal jariyah yang dia lakukan di dunia akan terus mengalir padanya, seperti pahala wakaf jariyah atau sedekah atau ilmu yang masih bermanfaat untuk orang lain.
Nah seperti yang aku sampaikan ini, jika ilmu ini bermanfaat bagi orang lain, setelah aku mati, pahalanya masih terus mengalir untuk ku
Alam jin dan syaitan
Selain menciptakan manusia, Allah juga menciptakan jin sebagai hamba Allah yang juga wajib beribadah kepada-Nya. Dalam surat Adz Dzariyat ayat 56, Allah berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.
Dari ayat tersebut pula kita mengetahui bahwa jin bukanlah sekedar mitos atau sesuatu yang diragukan keberadaannya.
__ADS_1
Sama dengan manusia, jin juga memiliki akal dan kewajiban untuk beribadah seperti manusia. Namun, berbeda dari manusia yang diciptakan dari tanah, jin diciptakan Allah dari api. Jin juga memiliki kemampuan terbang berubah wujud dan kemampuan lainnya termasuk mengganggu manusia.
Oleh karena itu, Islam mengajarkan doa dan dzikir yang berguna untuk membentengi diri dari gangguan jin.
Nah inilah yang aku maksud tadi Zey, suara-suara yang tadi kalian dengar mungkin saja Jin, yang sedang usil mengganggu kalian.
Mereka seperti kita juga, ada yang baik dan juga ada yang jahil.
Alam Malaikat
Malaikat juga merupakan salah satu makhluk gaib yang menjadi bagian dari rukun iman setiap umat muslim. Malaikat diciptakan Allah dari cahaya dan diberi ketaatan yang sangat sempurna kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda, seperti sebagai pencatat amal baik dan buruk manusia, sebagai pembagi hujan, hingga ada malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul Allah.
Kemudian, dari banyaknya malaikat yang diciptakan Allah SWT, terdapat tiga malaikat yang ditunjuk sebagai pemimpin dari para malaikat tersebut. Malaikat perrtama yaitu jibril, beliau ditugaskan untuk menurunkan wahyu. Lalu ada malaikat Israfil yang memiliki tugas untuk meniup sangkakala di hari akhir nanti. Terakhir, Malaikat Mikail yang memiliki tugas untuk menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman.
Alam Akhirat
Alam Akhirat adalah alam gaib terakhir menurut Islam. Alam akhirat ini dimulai sejak manusia dibangkitkan dari alam kubur untuk kemudian mulai diperhitungkan amalannya. Semua amal perbuatan yang dilakukan oleh manusia selama di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya.
Di alam akhirat ini, ada beberapa peristiwa yang akan terjadi yaitu:
1.Hari Kebangkitan
2.Berkumpul di Padang Mahsyar
3.Pemberian syafaat
4.Hisab
5.Pembagian catatan amal
6.Mizan
7.Telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi sallam
8.Melewati shirot
Kemudian manusia akan melewati jembatan (shirot) yang terbentang di atas neraka. Bagi siapa yang tidak berhasil melewatinya maka akan jatuh ke neraka. Namun, bagi seseorang yang beriman dan baik amalannya, akan bisa melewatinya secepat kilat. Semua tergantung pada amalannya selama di dunia.
9.Jembatan
Jembatan ini berbeda dengan shirot, disini manusia akan diqishash satu sama lain atas kejahatan yang pernah mereka lakukan selama di dunia. Dalam hadis Bukhori, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antara satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.
"Itulah yang aku ketahui Zey, Bang Beni, jadi kita jangan takut, manusia lebih mulia kedudukannya daripada Jin dan syaitan. Kita diajarkan untuk membentengi diri dengan berdoa dan berdzikir," ucap Zero.
"Terimakasih atas ilmunya Bos, selama ini aku hanya sibuk dengan kenikmatan duniawi, bergelut dengan pekerjaan kotor hingga lupa belajar ilmu agama. Padahal, tidak ada yang tahu, kapan kematian akan menjemput kita dan kita belum mempunyai bekal amal apapun," ucap Beni.
__ADS_1