SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 124. PENGAGUM MISTERIUS


__ADS_3

Satria dan Alena terus bercanda, hingga terlihat di pandangan orang, mereka seperti sepasang kekasih yang harmonis dan saling mencintai.


Padahal kenyataannya, mereka adalah teman karib masa kecil saat di kampung, sekaligus kerabat dekat dari pihak ibunya Alena yang baru saja bertemu kembali setelah puluhan tahun terpisah karena orang tua satria berpindah tugas dan Alena juga pindah ke kota ini bersama kedua orangtuanya.


Satria baru saja pindah ke kota ini bersama orang tuanya sekitar dua bulan lalu, dan bertemu dengan Alena beberapa hari lalu, di pusat pasar saat Satria mengantar mamanya belanja.


Hingga orangtua satria meminta Alena untuk tinggal bersama mereka karena ayah alena kembali berbisnis di luar kota, sementara Alena tinggal sendirian setelah ibunya meninggal.


Satria dari kejauhan melihat Zero, lalu dia berkata kepada Alena, "Sebentar ya Al...aku mau menemui seseorang dulu, kamu pesanlah apa yang kamu suka. Pesankan punyaku sekalian ya, Al. Kesukaanku masih sama lho dengan kesukaanmu" ucap Satria sambil berlalu pergi.


Alena pun mengangguk, lalu dia melihat-lihat catalog menu yang ada dihadapannya, dia mencatat pesanannya di sana. Dua gelas jus jeruk dingin, dua mangkok mie ayam spesial, kerupuk udang dan sebotol air mineral.


Kali ini Alena ingin mengerjain Satria, padahal dia masih ingat minuman kesukaan satria sejak dulu adalah jus alpukat tapi Alena menggantinya dengan jus jeruk, untuk makanannya memang tetap kesukaan mereka berdua.


Alena menyerahkan nota pesanan kepada pramusaji, lalu dia pergi ke toilet sambil menunggu Satria kembali.


Satria menghampiri Zero, dia menepuk pelan pundak Zero sambil berkata, "Hai sobat! Kita bertemu lagi ya, memang benar kata orang dunia ini sangat sempit. Ayo gabung dengan kami, pasti seru kita jadi ramai," ajak Satria.


"Maaf... Terimakasih, kami di sini saja, lagipula kami sudah selesai makan dan sebentar lagi kami mau pulang," tolak Zero.


"Ayolah sobat, kita ngobrol sebentar, aku pengagummu lho..." ucap Satria lagi.


"Darimana kamu kenal aku sementara aku baru melihatmu tadi pagi," ucap Zero.


"Nanti aku ceritakan, ayolah kita gabung dulu kesana, oh ya perkenalkan! ini pacar kamu ya Ro?" tanya Satria sambil mengulurkan tangannya kepada Zeya.


Zeya pun membalas uluran tangan Satria sambil menyebutkan namanya. Zeya penasaran sebenarnya Satria dan gadis itu siapa.


"Ayolah Ro, please...atau kami yang pindah duduk kesini," ucap Satria lagi.

__ADS_1


"Oh...biar kami yang kesana Kak Satria, lagipula pemandangan di sana lebih indah pasti lebih nyaman buat ngobrol, di sini sempit banyak orang lalu lalang," ucap Zeya yang memang ingin bergabung karena penasaran ingin tahu siapa mereka berdua.


"Nah benar kata pacarmu Ro!"


"Baiklah Kak, kami akan ikut gabung kesana. Ayo Kak Zero!" ajak Zeya sambil menarik tangan Zeya.


Satria senang akhirnya dia akan bisa ngobrol lagi dengan Zero, siswa yang di bangga-banggakan oleh Tantenya yang merupakan kepala sekolah Zero.


Zero yang tangannya di tarik oleh Zeya tidak bisa menolak lagi, dia akhirnya mengikuti Satria untuk bergabung dengannya.


Satria mempersilakan mereka duduk, lalu pelayan yang mengantar makanan pun tiba. Satria heran kenapa Alena malah memesan jus jeruk yang memang tidak pernah Satria sukai.


"Al ...kamu mau ngerjain aku ya dengan pesan jus jeruk, **gantian ... sekarang aku dulu yang ngerjain kamu**" batin Satria.


Kemudian Satria menyuguhkan jus jeruk tersebut kepada Zero dan Zeya, lalu dia memesan dua gelas jus alpukat. Satria kemudian bertanya Zero dan Zeya ingin pesan apa untuk cemilannya.


Zero dan Zeya menolak karena memang mereka baru saja selesai makan, jadi cukup minum saja.


"Beliau bilang dulu itu, kamu hanya seorang murid yang biasa-biasa saja dan maaf ya penampilan dan postur tubuh kamu juga di bawah normal tapi enam bulan menjelang kelulusan kata Tanteku, kamu itu berubah drastis," ucap Satria lagi.


"Sampai Tanteku bilang perubahanmu 180° baik dari segi kepintaran, postur tubuh juga penampilan. Nah aku penasaran sekali makanya aku minta kirimkan foto-fotomu ke ponselku. Kalau kamu tidak percaya ini lihatlah!" ucap Satria lagi sambil menunjukkan foto Zero dalam ponselnya.


"Semua orang pasti penasaran 'kan? Aku ingin tahu bagaimana cara belajarmu, kok bisa kamu berubah drastis Ro? kalau postur dan penampilan bisa saja dari rajin gym atau minum obat dan sebagainya. Kalau IQ nggak mungkin bisa secepat itu perubahannya, dari biasa berubah ke genius dalam waktu singkat. Makanya aku bilang tadi, aku pengagum misteriusmu," ucap Satria.


"Belajarku biasa saja Kok Sat, mungkin, faktor keberuntungan saja," ucap Zero.


"Itu tidak mungkin! Kamu jangan merendah Ro. Ini, coba kamu lihat! Aku sudah mengecek nilai-nilai ujian akhir mu, sempurna..., jujur aku ngiri lihatnya. Dulu Tanteku itu selalu mengagumi kepintaran ku tapi ternyata sekarang aku kalah, kamu lebih di segala bidang pelajaran dariku," ucap Satria lagi sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya.


Zero hanya membalasnya dengan tersenyum tanpa berkomentar.

__ADS_1


Alena yang baru kembali dari toilet merasa heran kenapa di tempat duduknya ada dua orang lain bersama Satria. Dia tidak mengenali mereka karena membelakangi arah.


Namun Alena sangat terkejut saat dirinya mendekat, pria itu adalah Zero, mantan kekasih yang sampai saat ini belum juga bisa Alena lupakan.


"Hai Al, darimana kamu! kok lama banget. Kenalkan...ini teman baruku dan pacarnya!" ucap Satria sambil menunjuk ke arah Zero dan Zeya.


Mendengar Satria menyebut pacar Zero, hati Alena mencelos seperti tersiram seember air es yang membuat jantungnya serasa berhenti berdetak dan wajahnya seketika pucat.


Alena hanya mematung, dia mencoba mengatur kembali perasaannya. Alena tidak ingin sampai Zero tahu apa yang dia rasakan saat ini.


Zero juga terdiam, tapi kembali Satria memecah keheningan dengan berkata, "Kalian kok diam! Al...kenalkan! itu Zero dan itu Zeya pacarnya.


Alena mengulurkan tangannya dengan ragu sambil berkata, "Aku Alena." Dan Zero juga membalas uluran tangan Alena sambil mengucapkan namanya dengan terbata.


Zeya yang melihat hal itu merasa aneh dan dia menduga mungkin Zero dan Alena memang telah saling mengenal.


Alena buru-buru melepaskan tangannya, lalu dia mengalihkan uluran tangannya kepada Zeya.


Zeya pun menyambutnya dengan berkata, "Hallo Alena, salam kenal. Namaku Zeya, pacar Kak Zero," ucap Zeya yang sengaja ingin menegaskan bahwa Zero adalah miliknya dan dia tidak akan membiarkan perempuan manapun merebut Zero darinya.


Kemudian Satria meminta Alena untuk duduk di sebelahnya dan memintanya untuk menikmati makanan yang sudah Alena pesan.


"Makanlah dulu pesananmu Al! Mereka sudah makan, jadi tidak mau saat kutawarkan untuk pesan makanan lagi," ucap Satria.


Alena memakan makanannya sedikit demi sedikit lalu meminum jus pokat yang ada di hadapannya.


Dia merasa heran kenapa jus jeruk yang dia pesan berubah jadi jus alpukat. Niatnya ingin mengerjain Satria malah gantian dirinya yang kena dikerjain.


Alena melihat jus jeruk pesanannya sudah berpindah kepada Zero dan Zeya. Alena masih ingat jika Zero lebih memilih minum jus jeruk ketimbang alpukat, dulu... saat mereka jalan berdua.

__ADS_1


Obrolan terus berlanjut, tapi yang paling banyak bicara diantara mereka berempat hanya Satria dan Zeya saja.


__ADS_2