
Nahkoda dan awak kapal berjaga-jaga saja di kapal mereka, sementara Royan, Zero dan kelima anak buahnya sudah turun dan mulai bergerak mendekati p
villa yang nampak menjulang di sana.
Para pengawal Shena dan rekannya, tidak pernah menyangka jika tempat ini di ketahui orang lain pun tidak memperketat penjagaan.
Hal ini sangat menguntungkan bagi Royan dan Zero, walaupun jumlah mereka tidak sebanyak anak buah Shena yang ada di pulau ini. Setidaknya saat ini mereka bisa bergerak pelan-pelan untuk melenyapkan satu persatu dari pengawal tersebut.
Royan, Zero dan yang lain sengaja memajai sebo penutup wajah dan juga penutup kepala. Pakaian mereka berwarna gelap dan hijau dedaunan agar tidak terlalu mencolok.
Mereka sudah mendekati Villa tersebut dan melihat kelima penjaga yang sedang patroli mengelilingi villa tersebut.
Royan dan Zero sepakat untuk memecah perhatian mereka agar bisa berbagi tugas untuk melumpuhkan masing-masing pengawal.
Zero dan Royan memberi kode kepada anak buah Royan agar berbagi tugas. Zero sengaja berlari berpindah tempat dengan menimbulkan suara hingga kelima pengawal tersebut merasa curiga.
"Siapa itu!" teriak salah satu dari mereka, lalu dia berkata kepada rekan-rekannya, Kalian semua waspada! Ayo kita cari dan berpencar tapi harus saling memberi kode, oke sekarang laksanakan!" ucap salah satu pengawal yang mungkin adalah pemimpin diantara mereka.
Dua orang mencari ke asal suara yang di timbulkan oleh Zero dan dia lagi ke arah lain sementara yang seperti komandannya tetap berada di tempat.
Mereka siap siaga dengan senjata yang ada di tangannya masing-masing, begitu juga dengan Royan dan anak buahnya, sementara Zero hanya mengandalkan pisau yang Royan berikan karena dia tidak mau memegang senjata.
Ketika melihat para pengawal itu berpencar, kini kesempatan mereka untuk menyingkirkannya. Zero menghadapi dua orang yang mengejarnya, anak buah Royan juga mengejar pengawal yang berjalan ke arah lain. Sementara Royan sendiri akan menghadapi pimpinan mereka.
Zero mengintip dari balik dedaunan yang warnanya sama dengan topi dan juga bajunya. Dia yang melihat kedua pengawal itu mendekat lalu bersiap, Zero sudah mengerahkan kemampuannya jika tiba-tiba mereka menyerang dengan senjata.
Ternyata benar, dua pengawal itu sudah terlatih, mata mereka jeli, bisa dengan cepat membedakan mana daun dan mana orang yang sedang bersembunyi.
__ADS_1
"Itu dia! Tangkap! jangan biarkan lolos," teriak salah satu dari keduanya dan suara itu juga terdengar oleh ketiga pengawal yang lain.
Hal ini tidak di biarkan oleh Royan dan anak buahnya. Sebelum mereka berlari ke arah Zero, mereka melakukan tugasnya masing-masing.
Royan menyerang apa yang menjadi tugasnya, begitu pula kelima anak buahnya menyerang dua pengawal bagian mereka sedangkan Zero juga menghadapi kedua pengawal yang mengejarnya.
Perlawanan seimbang terjadi, walau Zero tidak menggunakan senjata, tapi dengan kekuatannya, dia bergerak melompat kesana kemari menghindari tembakan.
Suara tembakan terdengar sampai ke dalam villa hingga membuat semua pengawal yang ada di sana siap siaga dengan kemungkinan yang terburuk.
Mereka ada sepuluh orang di dalam villa berbagi tugas, ada yang menjaga ruangan Zeya, menjaga pintu masuk depan dan belakang serta berkeliling mencari asal suara.
Satu yang di percaya untuk menjaga villa segera menelepon Shena bahwa ada penyusup masuk.
Shena marah dia bergegas bersama pacarnya yaitu asisten pribadi suaminya dulu dan dua orang asing rekannya. Dengan menggunakan dua helikopter mereka pun kembali menuju pulau itu.
Baku hantam terus terjadi, suara tembak menembak terdengar menggelegar di udara hingga membuat nahkoda dan awak kapal yang mendengarnya menutup telinga.
Mereka tidak tahu, pihak siapa yang bakal menang, sesuai perjanjian jika sampai malam, Royan, Zero dan yang lain tidak kembali ke kapal, berarti mereka tewas dan kapal boleh meninggalkan tempat itu karena bayaran mereka sudah di transfer sebagian oleh Royan sedangkan sebagian lagi di titipkan Keda Franky asisten Royan.
Berhasil atau tidaknya Royan serta Zero, bayaran mereka tetap penuh dan tidak akan mengalami kerugian apapun.
Suara baku hantam dan letusan peluru terus terjadi. Zero yang sudah mengalahkan kedua orang tersebut bermaksud menyusup masuk ke area Villa.
Sementara Royan masih berkelahi menghadap pimpinan pengawal-pengawal itu. Pertarungan terjadi dengan sengit, ketika Royan hampir saja tertembak peluru lawannya, Zero datang dan berhasil melemparkan pisau ke lengan lawan Royan.
Pisau menancap di lengannya dan senjata yang orang itu pegang jatuh ke tanah, darah pun mengalir tapi pengawal itu tetap melakukan perlawanan.
__ADS_1
Kemampuannya yang terlatih membuat dia berhasil membekuk Royan tapi Royan tidak menyerah, dia kembali memutarkan tubuhnya dan akhirnya sekarang berbalik, Royan yang menguasai keadaan.
Royan memelintir tangan lawannya yang masih tertancap pisau, lalu sekali bekuk tangan itu gemeretak terdengar suara tulang yang patah.
Jeritan terdengar menggema hingga membuat yang lain bergidik ngeri. Royan tidak hanya tinggal diam, dia berhasil membuat pengawal itu terkapar di tanah tanpa bernyawa lagi.
Kelima anak buah Royan juga berhasil membekuk kedua pengawal, lalu mereka membereskannya tanpa ampun.
Namun satu anak buah Royan sempat tertembak dan menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan salah satu sahabatnya.
Zero sudah bergerak ke dalam villa, sementara Royan masih menemui keempat anak buahnya yang masih tersisa. Mereka memberi penghormatan terakhir kepada teman yang gugur dalam menjalankan tugasnya.
Setelah itu, Royan memimpin ke empat anak buahnya untuk bergerak maju, mereka harus terus waspada karena masih banyak pengawal yang nampak sibuk berkeliaran siap siaga menunggu lawan yang bakal muncul menyerang.
Zero berhasil menyelinap masuk, villa itu sangat besar hingga dia tidak tahu Zeya ada di ruangan yang mana.
Dua helikopter milik Shena dan teman asingnya sudah mendarat, lalu dia bergegas menuju ke villa.
Saat itu diapun melihat Royan beserta keempat anak buahnya sedang bergerak menuju ke teras villa.
Pengawal Shena tidak tinggal diam mereka mengepung Royan begitu pula dengan kedua orang asing yang datang bersama Shena.
Kini Royan dan anak buahnya sudah terkepung, jumlah mereka tidak sebanding dengan jumlah pengawal Shena yang ada sekitar 12 orang termasuk Shena. Dan mereka sudah siaga menodongkan senjata ke arah Royan dan keempat anak buahnya.
Walaupun Royan dan keempat orang pengawalnya juga siap siaga dengan senjata mereka tapi bunuh diri namanya jika melawan, 5 banding 12 dengan senjata lengkap.
Shena tertawa terbahak-bahak melihat Royan tidak berkutik, lalu dengan sekali perintah darinya mereka berhasil membekuk Royan beserta empat orang pengawalnya.
__ADS_1
Kemudian Shena meminta mereka untuk mengurung Royan berbeda tempat dengan empat orang pengawal Royan. Dia ingin menyiksa Royan terlebih dahulu sebelum mempertemukannya dengan Zeya.