
Merekapun tiba di rumah, sebelum para orangtua masuk ke dalam kamarnya masing-masing, Zero berkata, "Mak, Bu, Abah juga Bu Ambar, aku minta waktunya sebentar, ada yang ingin kami bicarakan," ucap Zero.
Para orangtua pun duduk di ruang keluarga sesuai permintaan Zero, lalu Zero menceritakan semua rahasia, dari awal dia mendapatkan ponsel jadul, menerima berbagai pesan misi, menjalankan misi-misi tersebut serta mendapatkan hasil dan membaginya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Mereka kaget sekaligus tidak percaya, tapi kenyataannya telah Zero buktikan dan di saksikan oleh Zeya sendiri.
Kemudian mereka berembuk untuk menyalurkan uang hadiah senilai 10 triliun tersebut kepada, panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren, panti rehabilitasi, pembangunan rumah ibadah dan sekolah-sekolah serta sisanya akan mereka belanjakan sembako, guna dibagikan kepada para fakir dan miskin serta anak-anak yatim-piatu.
Zero merasa lega setelah mengatakan semuanya, lalu dia berjanji akan membelikan rumah serta kenderaan untuk keluarga Beni dan Togar karena berkat mereka jugalah semua rencana Zero terealisasi termasuk memiliki usaha pribadi.
Para orangtua mendukung Zero, mereka hanya mengingatkan, saat Zero sedang berada di puncak kejayaan seperti sekarang ini, yang mereka harapkan, Zero tetaplah menunduk dan bersyukur karena kedua hal itulah yang akan menjauhkannya dan menjaga Zero dari sifat sombong, angkuh yang kapan saja bisa menghancurkan keberhasilannya.
Malam ini, Zero bisa tidur dengan tenang, tidak ada lagi kebohongan yang dia tutup-tutupi dari orang-orang yang dia cintai.
Tugasnya esok adalah mengejar kebahagiaannya yaitu mendapatkan cinta Alena kembali.
Zero berencana, besok akan menjemput wanita yang dia cintai di provinsi tetangga. Dia akan memberikan kejutan kepada Alena, dengan tidak memberitahukan terlebih dahulu tentang keberangkatannya kesana.
Dalam tidurnya Zero tersenyum, kebahagiaan di masa depan akan terus dia gapai.
Zero akan membahagiakan orang-orang terkasihnya, terutama kedua ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya. Membahagiakan kekasih tercinta, yang selama ini telah banyak mengalami kepahitan hidup.
Seperti biasanya Zero bangun pagi, menjalankan ibadah, lalu sarapan bersama keluarganya.
Selesai sarapan, Zero mengutarakan maksudnya yang ingin menjemput Alena, dia akan mengajak Bang Beni, agar bisa gantian menyetir.
Emak dan yang lain pun setuju, Zeya juga senang karena sang kakak akan kembali bersama cinta sejatinya.
Sebelum berangkat, Zero mengantar Zeya dulu ke rumah sakit, sekaligus pamit kepada Mama Shena.
Setelah itu barulah Zero menjemput Bang Beni, pamit kepada keluarganya serta mendelegasikan tugas kepada Bang Togar untuk memantau bisnis mereka selama Zero dan Beni pergi.
Lambaian tangan Togar dan keluarganya mengiringi keberangkatan Zero serta Beni ke Padang.
Zero sengaja tidak naik pesawat tapi menggunakan mobil agar perjalanan mereka lebih berkesan dalam menikmati keindahan alam ciptaan-Nya. Seperti kita tahu bahwa provinsi Sumatera Barat memang terkenal dengan keindahan alamnya.
Alena yang baru pulang dari pasar bersama mama angkatnya terkejut saat melihat mobil yang terparkir di halaman rumah mereka.
Dia seperti mengenal mobil itu dan benar saja, orang yang selama ini ingin dia hindari sekarang ada di hadapannya.
Zero mengucap salam, lalu dia mengulurkan tangannya kepada Mama Satria dan juga Alena.
Mama Satria senang, karena sebelumnya Satria telah menceritakan bahwa Zero ingin merajut kembali hubungannya dengan Alena.
Dan beliau menduga, mungkin sekarang lah saatnya Mama harus rela melepaskan Alena kembali ke rumah mereka yang lama untuk melanjutkan kuliah bersama Zero dan juga Satria putranya.
Mama mempersilakan Zero untuk masuk dan kebetulan Papa Satria juga sedang libur bekerja, jadi kesempatan ini bisa Zero pergunakan untuk meminta izin kepada keduanya.
Setelah beristirahat dan Mama serta Alena telah selesai mempersiapkan makanan, mereka pun makan bersama.
Alena hari ini belajar memasak masakan ala Padang dan ternyata hasilnya sangat enak. Dia menuai pujian dari papa, mama, Zero juga Beni. Wajah Alena memerah karena malu, tapi dalam hati dia senang, orang yang dia cintai ikut menikmati hasil karya masakannya.
Selesai makan, mereka berkumpul di halaman belakang, sambil menikmati indahnya pemandangan persawahan yang berundak-undak dan semilirnya angin.
Kesempatan ini Zero gunakan untuk membicarakan maksud kedatangannya dengan Alena dan juga mama, papa angkatnya.
"Begini Om, Tante, saya kesini ingin minta izin. Saya akan mengajak Alena kembali agar bisa kuliah bersama saya dan juga Satria," ucap Zero.
Kemudian dia melanjutkan kembali ucapannya, "Dan Saya ingin serius, kembali menjalin hubungan dengan Alena. Jujur Om, Tante, Saya mencintai dia, sejak dulu ketika kami masih sama-sama di bangku SMU," ucap Zero tanpa rasa takut.
__ADS_1
"Kalau kami, terserah Alena saja Nak Zero, jika dia setuju kami juga setuju," ucap Papa Satria.
"Iya Nak, yang penting Alena bisa bahagia dan mau kuliah, Mama juga setuju," ucap Mama Satria.
"Bagaimana Al?" tanya Papa Satria.
"Jika Papa dan Mama tidak keberatan, Al juga setuju Pa," ucap Alena sambil tertunduk malu.
"Alhamdulillah, terimakasih Al. Saya janji Om, akan menjaga Alena baik-baik dan kami akan giat belajar agar bisa meraih gelar sarjana seperti yang Om dan Tante harapkan."
"Mengenai keseriusan hubungan kami, saya bersedia bertunangan dulu dengan Alena jika Al, Om dan Tante juga setuju dan pernikahan akan kami langsungkan setelah gelar sarjana berhasil kami raih," ucap Zero serius.
"Alena memandang Zero, dia tidak menyangka jika Zero berani dan bersungguh-sungguh atas maksudnya."
"Baiklah Nak, Om rasa memang itu yang terbaik, yang penting kalian harus sama-sama bisa menjaga kehormatan keluarga," ucap Papa Satria.
"Mengenai tanggal dan tempat pertunangan, saya serahkan kepada Om dan Tante saja."
"Sebaiknya pertunangan di adakan di rumah Medan saja ya Pa, jadi kita sekalian menjenguk Satria," ucap Mama Satria.
"Bagaimana Al, Zero, apa kalian setuju?" tanya Papa Satria.
Zero dan Alena pun sama-sama mengangguk, lalu Zero pun berkata, "Apakah ada persyaratan yang Om dan Tante minta untuk tanda mata pertunangan?" tanya Zero.
"Kami rasa tidak perlu, semua terserah kesanggupan kamu saja," ucap Papa Satria lagi.
"Baiklah Om, jika Om dan Tante tidak keberatan, besok saya akan kembali bersama Alena untuk membicarakan semuanya kepada emak dan ibu saya serta keluarga yang lain," ucap Zero.
"Kami tidak keberatan Nak, kapan kalian siap, kami akan terbang ke Medan," ucap Papa Satria.
Zero pun lega, semua berjalan sesuai dengan harapannya. Alena juga terlihat gembira dengan keputusan yang telah mereka ambil.
Zero, Alena dan Beni berangkat setelah mendapatkan persetujuan dari orangtua Satria. Hari ini mereka puaskan hati, berjalan-jalan menikmati keindahan pantai Padang dan tempat wisata lainnya.
Beni mengambil foto Zero dan Alena untuk beberapa gaya lalu Zero pun mengunggahnya di akun sosmednya hingga mendapatkan banyak ucapan selamat dari teman-temannya.
Kebahagiaan Zero semakin lengkap, dia telah menemukan ibu kandungnya, bisa merajut cintanya kembali bersama Alena dan menjadi mahasiswa serta miliarder muda yang tidak pernah Zero bayangkan sebelumnya.
Yang paling membahagiakan bagi Zero adalah dia bisa menolong orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.
Saat kebahagiaannya nyaris sempurna, ponsel jadulnya kembali berdenting.
[Ting!]
[[Selamat! Semoga pemilik berbahagia dan seluruh penikmat karya ini juga terhibur]]
[Ting!]
[[Silahkan update sistem, sampai jumpa kembali dalam misi-misi terbaru di lain kesempatan]]
SEE YOU 🙏 ♥️♥️♥️
TERIMAKASIH SAYA UCAPKAN KEPADA SELURUH PEMBACA KARYA SAYA INI, TERUTAMA KEPADA 11 ORANG FANS SETIA SAYA :
1. Silent Readers
__ADS_1
2. Sawitri
3. Hendro Setiawan
4. Terong Ungu
5. Capung
6. Jogen
7. Adin Haruka off
8. Boboho versi cw
9. Hidup Joni Agung
10. Dua garis
11. Intan Pandini
BERKAT DUKUNGAN, MOTIVASI DAN SARAN DARI KALIAN LAH YANG TELAH MENGANTARKAN KARYA KU INI, MENJADI KARYA SISTEM LUAR BIASA TOP 10, PADAHAL INI PENGALAMAN PERTAMA KU MEMBUAT KARYA SISTEM.
Semoga dukungan kalian semuanya berkah buatku, dan berkah untuk semua penikmat karyaku ini. Aamiin 🤲
Sampai ketemu dalam karya-karyaku selanjutnya, atas segala kekurangan karyaku ini, aku pribadi mohon maaf dengan mengatupkan sepuluh jariku kepada para Readers dan mohon ampun kepada Allah SWT sebagai penciptaku🙏♥️
NB :
🌟 Bagi 3 orang Fans yang nantinya berhasil menjadi Fans tertinggi karya SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG ku ini pada tanggal 13 Juli 2022, silahkan follow akun FB ku Juliatik dan IG juliatikj, insyaallah kita akan berbagi (sedikit) rezeki :
FANS 1 \= PULSA 25 RB
FANS 2 \= PULSA 15 RB
FANS 3 \= PULSA 10 RB
🌟 Bagi ketiga pemenang, akan saya follow dan saya japri ke akunnya masing-masing.
🌟 Walaupun sedikit kita nikmati indahnya berbagi sesuai dengan tema utama, yang coba aku ungkapkan dalam karyaku "SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG" ini.
ADVERTISEMENT : 7 karyaku ( Julia Fajar) jika berkenan, ayo silahkan mampir🙏🥰

__ADS_1