SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 75. MENGAJAK BEROBAT KELUAR NEGERI


__ADS_3

"Assalamualaikum Bah," sapa Royan, sembari memegang tangan Abah yang dipasang selang infus.


"Wa'alaikumsalam, sejak kapan kamu datang Nak?"


"Belum lama kok Bah, ma'af bah, Oyan tidak tahu jika Abah masuk rumah sakit."


"Nggak apa-apa kok Nak, besok pasti sudah diperbolehkan pulang," ucap Abah.


"Mana mungkin, dokter memberi izin Abah untuk pulang, Abah saja baru sadar dari koma," ucap Naila.


"Pasti dapat izin!" timpal Royan.


"Nggak mungkin Kak, kondisi Abah belum stabil, mana mungkin diperbolehkan pulang," ucap Nayla.


"Aku akan berbicara dengan Dokter, besok kita akan membawa Abah berobat ke tempat lain," ucap Royan.


"Berobat kemana Kak?" tanya Nayla.


"Aku akan menunda keberangkatan, sampai surat menyurat kalian selesai, kita akan berobat keluar negeri, mencari rumah sakit dengan fasilitas terbaik guna mempercepat kesembuhan Abah. Setelah Abah sembuh baru kita lanjutkan rencana pernikahan."


"Tapi Kak!" ucap Nayla ragu.

__ADS_1


"Ada apa Nay? kenapa kamu ragu?" tanya Royan.


"Apa tidak beresiko dengan kondisi Abah seperti ini, membawa beliau melakukan perjalanan jauh?"


"Nanti kita konsultasikan dulu kepada dokter yang menangani Abah, bila perlu kita membawa dokter dari sini untuk mengawasi kondisi Abah selama dalam perjalanan."


"Apa tidak merepotkan kamu Nak? Di sini juga bagus kok perawatannya," ucap Abah.


"Nggak kok Bah, lagipula ada yang akan Royan urus di sana, jadi lebih tenang rasanya jika membawa Abah dan Nayla ikut bersama Royan ke sana. Abah istirahat dulu ya di temani Nayla, Royan akan keluar menemui Zeya agar dia besok membantu mengurus kelengkapan surat-surat untuk keberangkatan kita."


"Iya Nak, terimakasih telah mengkhawatirkan kondisi Abah."


"Sama-sama Bah, Nay...aku keluar dulu ya, lagipula kata dokter kita tidak boleh mengganggu istirahat Abah terlalu lama," pamit Royan kepada Nayla.


Royan pun keluar ruangan, dia ingin menemui Zeya. Di sana Royan mendapati Zeya sedang menelephone seseorang. Kemudian Royan menepuk pundak Zeya hingga membuat gadis itupun terkejut.


Zeya yang melihat sang Kakak sudah berdiri di hadapannya segera mengakhiri panggilan.


"Bagaimana keadaan Abah Kak?"


"Alhamdulillah, Abah sudah sadar tapi aku masih khawatir dengan kondisi beliau. Oh ya Dek, aku mau minta tolong, kamu uruskan surat menyurat, dan pesankan tiket untuk Abah dan Nayla, aku ingin mengajak Abah berobat ke luar negeri sekaligus menyelesaikan urusanku di sana."

__ADS_1


"Kakak berangkat juga besok pagi?"


"Aku tunda Dek, biar bisa berangkat sama-sama dengan mereka."


"Baiklah Kak, jadi bagaimana dengan rencana pernikahan Kakak, apa diteruskan atau ditunda?"


''Aku tunda sampai Abah sehat."


"Baiklah Kak! besok pagi aku pulang untuk mengurus semuanya, Kakak disini saja menemani Kak Nay, pasti dia membutuhkan teman di sini," ucap Zeya.


"Tapi kamu harus hati-hati mengendarai mobil ya, malam ini kita tidak tidur, besok pagi kamu pasti mengantuk."


"Aman Kak! Besok kalau mengantuk aku singgah dulu di resto minum kopi."


"Oh ya Dek, ayo kita ke kantin, beli minuman sambil menunggu pagi."


"Ayo Kak, aku juga mau beli makanan, lapar aku Kak."


"Ayolah," ajak Royan sambil merangkul adiknya.


Mereka berdua nongkrong di kantin sambil menunggu pagi. Setelah fajar menyingsing, mereka kembali untuk menemui Nayla. Zeya ingin pamit dengan Nayla, sebelum berangkat pulang.

__ADS_1


Royan dan Nayla mengantar Zeya sampai ke parkiran rumah sakit, setelah pamit, Zeya pun melambaikan tangan lalu menjalankan mobil Royan keluar dari area rumah sakit.


__ADS_2