
"Ayo kita pulang," ajak Zero.
"Aku nggak mau pulang ke rumah Mama Kak, aku ikut Kakak saja atau antarkan aku ke rumah Kak Royan." ucap Zeya yang masih merasa ketakutan.
"Iya, tapi kita harus menemui mama kamu dulu agar beliau tidak salah paham. Jangan sampai beliau mengira kamu lari atau aku bawa kabur di tengah malam. Dan bisa saja 'kan kejadian ini di manfaatkan oleh pria keparat itu untuk menghasut mama mu. Sekaligus kita harus membuka kedok pria ini, agar tidak ada korban berikutnya."
"Begini saja Kak, aku telephone mama biar kesini, toh kita nggak mungkin membawa pria ini dalam keadaan pingsan ke rumah, soalnya 'kan nggak ada kenderaan yang lewat. Oh ya, ngomong-ngomong bagaimana kakak bisa sampai di sini dengan cepat dan aku tidak melihat kakak membawa kenderaan," tanya Zeya heran.
"Tadi aku minta tolong teman untuk mengantar kesini tapi dia langsung pergi karena masih ada urusan lain."
"Ya sudah cepat telephone mama biar kita bisa cepat pergi dari tempat ini," ucap Zero.
"Aku pinjam ponsel Kakak ya, ini ponselku hancur gara-gara dia," ucap Zeya sambil menunjuk Frem yang masih belum sadar.
Zero pun meminjamkan ponselnya kepada Zeya, lalu Zeya segera menghubungi mama Shena.
Shena yang masih terlelap, terbangun gara-gara ponselnya yang terus saja berdering. Dengan malas dia menjulurkan tangannya mengambil ponsel yang terletak di atas nakas.
"Hallo...siapa ini," jawab Shena dengan mata masih terpejam.
"Aku Zeya Ma!"
"Kamu ngapain juga telephone mama jam segini, ayo tidur lagi! Mama masih mengantuk," ucap Shena sambil mematikan ponselnya.
__ADS_1
Mendengar ponsel mamanya mati, Zeya pun menelephone lagi.
"Ada apa sih Zey?"
"Mama cepat kemari! berondong Mama sedang terkapar di sini!" ucap Zeya kesal.
"Apa kamu bilang!" seru Shena sambil membulatkan mata melihat kesampingnya. Shena terkejut saat melihat Frem tidak ada di sebelahnya.
"Apa yang terjadi Zey? Dimana Frem sekarang?"
"Mama selalu mengkhawatirkan orang lain ketimbang anak sendiri. Padahal berondong Mama hampir saja menghancurkan hidupku, mempermalukanku seumur hidup. Mama datang saja kesini, di pertengahan jalan menuju rumah, sebentar lagi polisi juga bakal kesini, karena aku sudah melaporkannya!" ucap Zeya dan langsung menutup panggilannya.
"Kak...kita laporkan saja masalah ini ke polisi, biar mama tahu bagaimana sebenarnya kelakuan pria itu."
"Sudahlah Kak! nggak usah kita lapor, aku nggak mau repot, nggak mau berurusan dengan wartawan, ntar terbawa-bawa semua, termasuk Kak Royan. Apalagi kita tahu Kak Royan baru saja keluar dari bisnis dunia hitam dan saat ini dia juga lagi fokus mengurusi pengobatan Abah, nanti malah dia nggak tenang."
"Baiklah kalau itu mau mu, jadi kita menunggu mama datang nih?"
"Itu mama Kak!"
Shena buru-buru turun dari mobil, lalu menghampiri Frem yang masih belum sadar dan terkapar di tanah, kemudian Shena bertanya kepada Zeya dan Zero, "Apa yang kalian lakukan kepada Frem?"
"Mama langsung saja tanya, kalau nanti dia sadar dan bilang, aku bukan wanita murahan yang gampang di bodohi seperti yang lain," ucap Zeya kasar dan sengaja ingin menyindir sang mama.
__ADS_1
"Oh ya Ma, kami pergi dulu, aku tidak jadi melaporkannya ke polisi, jadi Mama nggak perlu risau. Ayo Kak kita pergi!" ajak Zeya sambil menarik tangan Zero.
Shena tidak bisa berkata-kata, selain membiarkan Zeya dan Zero pergi, lalu dia berusaha menyadarkan Frem agar segera pergi dari tempat itu.
"Sebentar lagi pagi, kita mau kemana Zey, aku hari ini mau ke sekolah, apa kamu belum masuk sekolah?"
"Belum Kak, lusa baru kami masuk kelas. Kita ke rumah Mama dulu ya, aku mau ambil mobil, biar bisa mengantar Kakak pulang."
Zero mengangguk, lalu keduanya menyusuri jalan sambil menikmati sejuknya udara menjelang pagi.
Sesampainya di rumah, Zeya langsung menuju kamar, mengambil kunci dan pakaian ganti, lalu kembali ke bawah menemui Zero yang sedang ngobrol dengan mamang penjaga gerbang.
"Ayo Kak, kita berangkat, nanti Kak Zero terlambat ke sekolah," ajak Zeya.
"Kami permisi dulu ya Mang," pamit Zero.
Zeya pun melajukan mobil bersamaan dengan sampainya sang mama di sana. Dia melihat Frem ada di dalam mobil, pria itu menatap sinis kearahnya. tapi Zeya tidak mempedulikan hal itu, bahkan diapun tidak pamit kepada sang mama.
Selamat pagi sahabat semua, hari ini aku rekomendasikan karya sahabatku dan ini blurb ceritanya ya sobat, ayo silahkan di kepoin ya🙏
Hati siapa yang tidak hancur, saat sebuah hari istimewa yang diharapkan akan berbuah kebahagiaan. Tapi apa yang di dapatkan oleh Amber Wilson sang wanita tangguh ini, sebuah kesedihan dan perasaan kecewa, ketika sang kekasih tak kunjung datang tepat dihari pernikahan mereka. Sang kekasih yang begitu ia cintai mendadak menghilang dan tanpa jejak.
Hari-hari Amber ia habiskan hanya untuk menunggu sang kekasih, ia masih sangat berharap kekasih hatinya itu datang dan kembali padanya, tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan.
__ADS_1