
Angela yang mendapatkan penjelasan dari Hendri, nyalinya sedikit ciut. Dia tidak menyangka, setahun lebih tidak bertemu dengan Royan, benarkah banyak perubahan yang terjadi pada diri Bos mafia itu.
Bos yang dulu pernah menjadikan dirinya sebagai wanita kesayangan hingga Angela berlimpah uang serta perhiasan saat dirinya selalu berhasil memuaskan keinginan Royan.
Angela mengetuk pintu ruangan VIP, di mana Royan telah duduk di sana.
"Masuk!" Suara Royan menggelegar. Suaranya sangat tegas tapi mengandung kesedihan dibaliknya.
Angela pun masuk, lalu duduk di sebelah Royan dan diapun berkata, "Selamat malam Bos, bagaimana kabarnya Bos? Sudah lama sekali Bos tidak datang kesini," sapa Angela dengan sangat berhati-hati."
"Hemm...ternyata kamu! Masih betah kamu kerja di sini!" ucap Royan tanpa memandang sedikitpun ke arah Angela.
Angela yang tahu minuman kesukaan Royan segera menuangkannya ke dalam gelas.
Old fashioned glass, merupakan unstem glass dalam bentuk yang lebih pendek, yang sering digunakan untuk menyajikan minuman keras (alkohol) dengan es, itulah gelas yang saat ini digunakan oleh Royan untuk menikmati minumannya.
Royan hanya duduk diam sambil menikmati seteguk demi seteguk minuman yang telah Angela tuangkan ke dalam gelasnya.
Angela bingung harus mulai darimana, jika saja Royan yang sekarang masih Royan yang dulu, saat ini dia pasti sudah berhasil duduk di pangkuan dan berada dalam pelukan pria itu.
"Pergilah!" ucap Royan tiba-tiba sambil memberinya beberapa lembar uang ratusan.
"Tidak Bos! Aku ingin menemani dan menjadi teman Bos malam ini, izinkan aku tetap disini Bos!" ucap Angela yang memberanikan diri, memegang tangan Royan.
Royan mengibaskan tangannya, hingga pegangan tangan Angela terlepas, lalu dia berkata, "Jangan sentuh aku! Aku hanya butuh teman ngobrol," ucap Royan sambil menatap nanar ke arah Angela.
"Jika itu mau Bos, aku bersedia jadi teman ngobrol untukmu malam ini. Bicaralah Bos! Apa yang menjadi masalahmu, aku siap mendengarnya," ucap Angela berusaha bijak menyikapi suasana hati Royan saat ini.
Royan kembali meneguk minumannya, hingga gelasnya pun kosong, lalu Angela menuangkan lagi minuman kesukaan Royan itu.
"Kenapa semua orang yang aku sayangi harus pergi meninggalkan ku, apa aku memang sangat buruk hingga tidak berhak untuk mendapatkan kasih sayang," ucap Royan sambil memegangi kepalanya yang mulai pusing.
"Tidak Bos! Aku mengenal Bos sangat baik, Bos perhatian dengan orang yang Bos sayangi, termasuk aku dulu."
"Tapi kenapa Mamaku meninggalkan ku dan tidak pernah mencariku hingga sekarang dan kenapa Nayla juga meninggalkanku, hiks... hiks...hiks. Apa aku salah jika melarangnya dekat dengan pria lain. Aku rindu Mamaku, aku mencintai Nayla. Mereka pergi dariku, mereka meninggalkanku sendiri, mereka tidak mau lagi menemuiku," racau Royan yang terus memijat kepalanya.
__ADS_1
Angela pun membantu memijat kepala Royan, lalu Royan pun berkata, "Bolehkah aku meminjam pangkuanmu? Aku lelah, aku ingin tidur," ucap Royan.
Tanpa menunggu jawaban dari Angela, Royan pun merebahkan kepalanya di pangkuan Angela, layaknya seorang anak yang tertidur di pangkuan ibunya.
Angela terus memijat kepala Royan hingga dia tertidur, kini Angela mengerti, Royan saat ini sedang membutuhkan kasih sayang, masalah yang membuatnya pusing sudah dia ungkapkan kepada Angela.
Angela pun mengelus kepala Royan, dia sedih melihat pria yang dulu tidak pernah menundukkan kepala dihadapan lawannya, kini tertidur di pangkuannya sambil memegang erat pinggangnya, bak seorang anak yang takut ditinggal pergi oleh ibunya.
Di kediaman Royan.
Para pengawal dan pelayan resah, hingga sampai pagi dinihari, bos mereka belum juga kembali.
Tadi pengawal ingin mengikuti Royan tapi dia melarang. Tidak diperbolehkan satu orang pun untuk mengikutinya. Mereka yang sudah paham bagaimana sikap Royan, tidak ada yang berani membantah.
Mereka pun segera menyebar untuk mencari Royan, tapi satu jam kemudian mereka menelephone bahwa tidak menemukannya di manapun.
Pengawal di rumah Royan pun marah, dia memerintahkan anak buahnya agar terus mencari. Sementara dia sendiri mengambil mobil dan pergi berkeliling kota berharap bisa menemukan Royan.
Akhirnya pengawal itu ingat, dulu dia pernah di bawa oleh Royan ke sebuah club malam, dengan cepat dia memutar arah mobilnya dan menuju ke club tersebut.
__ADS_1
Pengawal tersebut berharap akan menemukan Royan di sana, dia tahu saat ini Bosnya sedang menghadapi banyak masalah, pastinya saat ini sedang mencari ketenangan.
Hati pengawal Royan merasa tenang saat di parkiran dia melihat mobil Bosnya ada di sana.
Kemudian dia masuk ke dalam mencari pemilik club untuk menanyakan tentang keberadaan Royan.
Hendri yang melihat seseorang celingukan kesana kemari segera menghampiri pengawal tersebut.
"Selamat pagi Tuan, ada yang bisa kami bantu? Apa anda membutuhkan minuman atau wanita untuk menghibur Anda pagi ini?" sapa Hendri.
"Oh...tidak! Aku sedang mencari Bos Royan. Aku lihat mobilnya ada di luar. Aku pengawal pribadinya," ucap pengawal tersebut.
"Tenang! Bos Royan kalian aman dalam service kami," ucap Hendri bangga karena sampai pagi ini Angela belum juga keluar dari ruang VIP yang di booking oleh Royan.
"Baiklah, aku akan tunggu Bos Royan di luar," ucap pengawal tersebut.
Pengawal pribadi Royan pun keluar dari sana, dia tidak mau ambil resiko jika sampai Royan melihatnya ada di dalam Club.
__ADS_1
Dia menunggu Royan di dalam mobilnya, sambil memberi kabar ke yang lain, bahwa Bos mereka sudah di ketahui keberadaannya.