SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 134. HANTU LAUT


__ADS_3

Zero penasaran, lalu dia menggeser peti-peti kosong tersebut. Benar ternyata, sebuah lorong bawah tanah terlihat di depannya.


Kemudian Zero pun masuk ke dalam lorong tersebut, dia berjalan menyusuri lorong dan ternyata lorong itu sangatlah panjang dan di beri penerangan yang remang-remang.


Sementara Zero menyusuri lorong itu, anak buah Royan satu terkapar dan keduanya berhasil di tangkap.


Kelima orang penjaga itu mengikat ketiganya di sebuah pohon besar yang ada tidak jauh dari rumah tadi.


Mereka memukul, mendesak ketiga anggota Royan serta bertanya siapa bos yang mengirim ketiganya untuk datang ke tempat tersebut.


Anggota Royan bungkam, apapun yang terjadi mereka tidak boleh membocorkan apapun, terutama mengatakan jika mereka datang bersama Zero untuk menyelamatkan kekasih Royan.


Sampai mereka terkulai tak berdaya dengan darah keluar dari mulut dan hidung, ketiganya tetap saja bungkam.


Zero yang masih menyusuri lorong, mendengar samar-samar suara ombak dan tercium aroma air asin. Ternyata lorong itu menembus ke bibir pantai yang sekitarnya hutan bakau.


Merasa penasaran, Zero keluar dari lorong, dia melihat banyak kapal, baik kapal tongkang maupun kapal peri.

__ADS_1


Berarti mereka menyelundupkan barang haram dan senjata tajam lewat jalur laut dan masuk melalui terowongan untuk menyimpan stok.


Di sana terlihat begitu sepi, hanya deburan ombak dan angin laut. Karena bingung harus kemana Zero mencari Nayla, diapun kembali menerawang dengan sistem.


Di sana, disebuah kapal peri terlihat banyak wanita dikurung dan salah satunya adalah Nayla. Sedangkan dilantai kapal terlihat abah terbaring, tidak berdaya.


"Aku harus cepat membebaskan mereka, sebelum orang-orang di rumah dekat pergudangan tadi sadar jika ada orang lain yang telah menyusup sampai ke kapal," monolog Zero.


Zero berlari mencari kapal yang tadi terlihat dalam terawangannya. Hampir saja dia terlambat, awak kapal dan nahkoda sedang bersiap-siap untuk naik ke atas kapal, mereka akan segera berangkat membawa tawanan pergi entah kemana. Zero pun belum mendapatkan petunjuk tentang hal itu.


Dengan mendahului para awak dan nahkoda, Zero berdiri di pintu masuk kapal, dia berencana ingin membuat mereka ketakutan karena tidak bisa masuk.


"Enak saja kalian akan menjual para wanita! Apa kalian keluar dari batu, jadi tidak punya hati, menindas kaum wanita, seenak perut kalian!" monolog Zero dan kali ini dia sangat marah.


Para awak kapal mulai naik tapi mereka terkejut, tubuh mereka terpental saat hendak masuk ke pintu kapal, padahal pintunya dalam keadaan terbuka.


Zero menghadang mereka dengan rompinya bak sebuah tembok. Mereka mencoba lagi tapi tetap sama, nggak juga bisa masuk. Zero berniat akan menakut-nakuti mereka dulu hingga terbirit-birit barulah melemparkan mereka ke lautan lepas.

__ADS_1


"Hei...bagaimana ini! Kenapa kita tidak bisa masuk ke kapal, padahal tidak ada apapun yang menghalangi," teriak salah satu awak kapal.


"Masa sih, sekarang aku yang coba! Jangan kau ngada-ngada ya! Kalau aku bisa, lu berani bayar berapa? Ini lihat aku! kamu jangan bodoh jadi orang!"


Dengan sombong orang itupun naik, belum sampai pintu, kepalanya di jitak sekuatnya oleh Zero. Topinya di ambil lalu di putar-putar di udara.


Para awak yang melihat hal itu berteriak, "Hantu...hantu laut! Ayo kita kabur!"


Nahkoda pun berteriak, "Kaburlah kalian jika berani! Besok, bos akan membuat kalian dan keluarga tidak akan bisa lagi melihat matahari terbit," ancam nahkoda.


"Ayo, lihat sini! Biar aku yang masuk! Para hantu tidak akan berani sama aku! Apalagi cuma hantu laut, aku sudah puluhan tahun bergelut dengan laut, jadi para hantu laut sudah mengenalku," ucap nahkoda dengan sombong.


Kemarahan Zero memuncak, saat melihat nahkoda naik, Zero mengerahkan kekuatan supernya dengan sekali angkat, lalu tubuh nahkoda melayang di udara dan dengan kekuatan penuh, Zero berhasil melemparnya ke laut. Tubuh nahkoda itu jatuh ke air dengan jarak beberapa kilometer jauhnya dari kapal.


Yang melihat ada yang pingsan, ada yang mematung dan ada pula yang lari terbirit-birit dan sambil terkencing serta berteriak-teriak tentang hantu laut, hingga tubuh mereka jungkir balik menabrak pohon-pohon bakau yang tumbuh lebat di sana.


Zero puas, tapi dia tidak berhenti sampai di situ, dia harus menghukum mereka semua. Satu persatu dia kejar dan dengan sekali lemparan, masing-masing tubuh awak tersebut jatuh ke laut, hilang digulung oleh ombak.

__ADS_1


Setelah menghukum mereka, lalu Zero masuk ke dalam kapal mencari ruangan dimana para wanita di sekap.


Zero melihat sebuah kerangkeng besar yang di dalamnya ada sekitar 20 orang wanita cantik sedang meringkuk dan menangis karena memikirkan nasib buruk yang bakal menimpa mereka kedepannya.


__ADS_2