SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 76. PENGAWAS UJIAN HERAN


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Zero mengikuti ujian kelulusan, dia berangkat setelah memakan sarapan yang disiapkan oleh Kiara dan pamit kepada Emak.


Sesampainya Zero di sekolah, teman-temannya langsung berkerumun mendekat. Mereka heran melihat perubahan pada diri Zero, baik dari segi postur tubuh, penampilan juga kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.


Kemaren mereka ingin bertanya kepada Zero tentang hal itu tapi keburu Zero pulang, karena memang dia terburu-buru ingin bertemu dengan Royan.


"Ro, bagi dong tipsnya! kenapa kamu bisa menyelesaikan soal ujian kita dengan cepat dan kulihat tanpa kesulitan sedikitpun," ucap Bram dan diikuti dengan teman lainnya.


Sementara teman-teman wanita Zero juga kagum, terutama Lyra, murid pindahan yang memang selalu memperhatikannya dalam 6 bulan belakangan ini.


Lyra adalah anak pengusaha pakaian batik dari Solo, dia mengagumi Zero karena kerajinan dan kebaikannya.


Zero pernah menolong Lyra dengan memberikan berbagai materi pelajaran yang Lyra butuhkan untuk mengejar ketertinggalannya.


Bahkan Zero juga mau memberikan penjelasan tentang materi yang tidak Lyra ketahui. Hal itu membuat gadis ini diam-diam menyimpan kekaguman terhadap Zero.


Bahkan teman yang pernah mengejek Zero dan memberikan nama panggilan kerdil kini hanya bisa bungkam, tidak berani mengejeknya lagi.


Saat mereka asyik berkerumun dan memberikan Zero berbagai macam pertanyaan, tiba-tiba, dua orang guru pengawas ujian pun masuk, hingga membuat semuanya bubar dan kembali kebangkunya masing-masing.


Salah satu pengawas mulai membagikan lembaran soal, setelah selesai beliau pun mempersilakan para murid untuk mengerjakan soal ujian mereka.


Zero dengan cepat bisa menyelesaikan soal demi soal. Kemampuan berpikirnya saat ini bisa dibilang setarap dengan kemampuan murid jenius. Sistem telah memberinya keahlian, kekuatan serta kemampuan berpikir lebih dari murid terpintar di sekolahnya.

__ADS_1


Dalam waktu sepuluh menit saja, Zero berhasil menyelesaikan semua soal. Kemudian dia mengumpulkan lembaran soal dan jawabannya ke meja tim pengawas.


"Kenapa kamu terburu-buru mengumpulkannya, periksa ulang! jangan sampai kamu menyesal, sebab waktu pengerjaan soal masih ada satu setengah jam lagi," ucap salah satu pengawas.


"Sudah saya periksa ulang kok Bu!" ucap Zero.


Ya sudah kalau begitu, kamu silahkan keluar, menunggu jam ujian pelajaran berikutnya.


Zero pun keluar dari ruang kelas ujian, dia ingin menelephone Zeya untuk menanyakan kelanjutan masalah Royan.


Sementara guru pengawas yang merasa penasaran, kenapa Zero bisa secepat itu menyelesaikan soal ujian pun memeriksa lembar jawaban milik Zero.


Keduanya membulatkan mata, mereka takjub, jawaban Zero sempurna. Mereka sendiri jika berada di posisi Zero sebagai siswa belum tentu bisa melakukan hal seperti ini.


Zero yang sudah berada di luar kelas pun segera mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor kontak calon istri, yang telah Zeya tulis di sana.


Saat tersambung, terdengarlah suara Zeya di sana yang begitu bersemangat saat mendapatkan panggilan dari Zero.


"Hallo Kak, kangen ya? Pagi-pagi sudah telephone aku?" tanya Zeya sambil tersenyum sendiri dalam posisinya yang sedang nyetir.


"Siapa juga yang kangen dengan kamu? Aku hanya mau tanya bagaimana kelanjutan hubungan Kak Royan dengan Mbak Nayla?"


"Oh...semua aman Kak, mereka telah baikan dan tetap melanjutkan rencana pernikahan tapi setelah Abah sembuh. Oh ya Kak, kak Royan minta bantuan kita untuk menguruskan surat menyurat Kak Nayla dan Abah. Kak Royan akan membawa Abah untuk berobat keluar negeri secepatnya."

__ADS_1


"Tapi maaf, hari ini aku tidak bisa membantu, aku harus ke rumah Seto sebab ayahnya telah keluar dari penjara. Keluarga Seto telah mengundang kami sekeluarga untuk menghadiri acara selamatan di rumah mereka."


"Ya sudah... nggak apa-apa Kak, nanti aku minta bantuan pengacara kak Royan saja."


"Kamu kapan kembali?"


"Ini sedang dalam perjalanan pulang Kak, kalau Kak Royan mungkin besok pagi sekaligus mempersiapkan keberangkatan mereka."


"Oh...ya sudah, hati-hati kamu di jalan ya, jangan terlalu kencang mengemudikan mobilnya!"


"Terimakasih Kak, sudah mengkhawatirkan aku. Senang sekali aku mendapatkan perhatian dari Kakak."


"Kamu jangan ge'er dulu, aku hanya tidak tega saja melihatmu menyetir mobil sendiri dengan jarak tempuh yang sangat jauh."


"Iya deh... terserah Kakak, jika tetap tidak mau mengaku bahwa Kakak menyayangi dan mengkhawatirkan aku. Yang penting Kak Zero mau menelephone atau mengangkat telephone dariku itu sudah membuatku senang," ucap Zeya.


"Kamu hati-hati ya, aku mau bersiap-siap untuk ujian berikutnya," ucap Zero sambil menutup panggilan telephonenya.


"Huh...dasar! main tutup begitu saja," ucap Zeya sembari menguap, dia mengantuk karena semalaman tidak tidur.


Zeya membelokkan mobilnya di sebuah restoran, dia ingin minum kopi dulu untuk mengurangi rasa kantuknya.


🌟 Maaf ya para sobat, author belum bisa up normal, hanya sekedar isi absen saja. Author masih fokus sama tamu yang datang dan silaturahmi ke rumah kerabat, maklum deh...masih suasana lebaran.πŸ™ mudah-mudahan dua hari kedepan bisa up normal kembali.

__ADS_1


__ADS_2