SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 39. IDENTITAS BOS MAFIA MISTERIUS


__ADS_3

"Baiklah, tapi kamu harus hati-hati. Aku tidak mau kamu ikut jadi korban, hingga membuat keluargamu ikut sengsara."


"Iya Pak, aku dan Bang Togar akan berhati-hati."


Kemudian Pak Arya menyebutkan tempat-tempat yang menjadi basis utama operasi perdagangan ilegal milik Royan dan salah satunya adalah pergudangan yang berhasil Zero kacaukan.


"Berarti selama ini Bos misterius yang di sebut-sebut oleh para preman di pasar adalah orang yang bernama Royan."


"Maksudmu apa Dek? Bapak kurang paham."


Kemaren, aku dan bang Togar, mantan preman pasar berhasil mengobrak-abrik pergudangan Pak. Satu container senjata dan alat peledak berhasil kami musnahkan, dengan cara mengotak-atik mesin mobil hingga mobil tersebut terbakar dan meledak. Kami juga berhasil menyelamatkan 10 orang gadis yang akan mereka jual, aku sudah memulangkan mereka ke daerah asal masing-masing."


"Benarkah itu Dek? Berani sekali kalian! Jika Royan mendengar kabar ini pasti dia akan mengerahkan kekuatannya untuk menyeser seluruh pasar guna mencari kalian."


"Pak Arya benar, pasti hari ini konsumennya sudah pada komplain kenapa barang belum di kirim dan kesepuluh gadis tersebut belum juga sampai ke pembelinya. Royan hari ini akan tahu kebenarannya dan dia pasti akan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari siapa pelaku kekacauan tersebut."


"Jadi mereka tidak tahu jika kamu pelakunya?"

__ADS_1


"Tidak Pak, tapi mereka pasti curiga kepada temanku yang bernama Bang Togar, mantan anggota Beni, bos preman di pasar.


"Awalnya aku kesana hanya ingin menyelamatkan Bang Togar yang mereka sekap, tapi akhirnya aku melihat aktivitas dagang mereka mencurigakan, ya...sekalian aku intai dan kacaukan Pak."


"Berarti satu basis utama sudah hancur, kini yang paling besar hanya tinggal di daerah pelabuhan. Jika semua basis utama bisa kalian hancurkan otomatis yang kecil-kecil akan ikut hancur dengan sendirinya. Semoga kalian berhasil ya Dek?"


"Iya Pak, semoga saja. Tapi, kenapa aku tidak melihat adanya obat terlarang di daerah pergudangan itu Pak?"


"Obat terlarang mereka seludupkan bersama dengan beras Dek. Mereka memasukkannya ke dalam karung yang berisi beras."


"Oh...gitu ya Pak, jadi orang tidak merasa curiga. Pantas penjaga lapas menempatkan Bapak di sini dan melarang siapapun untuk menemui Bapak, ternyata rahasia besar mereka ada pada Bapak dan mereka takut rahasia ini akan Bapak beberkan ke pengunjung."


"Maaf sebelumnya ya Pak, tapi kenapa ya? mereka tidak langsung membunuh Bapak, agar lebih aman."


"Royan masih butuh tanda tanganku Dek, bisnis legalnya semua atas namaku. Tapi jika nanti dia berhasil menguasai semuanya, mungkin aku hanya tinggal nama. Saat ini dia pasti sedang memproses semuanya agar segera beralih."


Zero pun manggut-manggut mendengar penjelasan dari Pak Arya, dia tidak menyangka jika ayahnya Seto pebisnis hebat, sementara Royan orang yang sangat licik, teman makan teman.

__ADS_1


"Terimakasih atas keterangannya Pak, kami akan berusaha memindahkan Bapak dulu dari sel tikus ini ke sel yang biasa, sambil menunggu proses penyelidikan terhadap Royan. Jika kami bisa mendapatkan bukti bahwa Royan lah dalang semuanya, Insyaallah...pengacara kita bisa membebaskan Bapak."


"Aku yang harusnya berterimakasih kasih sama kamu Dek, kamu bukan siapa-siapa kami, tapi rela mempertaruhkan keselamatanmu demi keluargaku. Pantas jika Seto selama ini selalu membanggakanmu."


"Seto sudah aku anggap adik Pak, anak-anak pemulung adalah adik-adikku, insyaallah...jika Allah meridhoi, kami ingin mereka semua mengecap pendidikan minimal tamat SMA dan membekali mereka dengan berbagai keterampilan agar kedepannya bisa memperbaiki kondisi keuangan keluarga."


"Wah...ini yang Bapak lebih salut, angkat dua jempol untukmu Dek, Bapak doakan, semoga niat baik ini diijabah oleh Allah. Mengabdi untuk mengentaskan buta huruf/buta pendidikan yang dampak kedepannya bisa mengentaskan kemiskinan."


Terimakasih atas doanya Pak, aku permisi dulu ya Pak, Bapak harus tetap semangat dan jaga kesehatan.


Zero pun mengucap salam, lalu pergi meninggalkan sel tikus itu. Dari kejauhan dia melihat seseorang berjalan ke arahnya, sebelum orang itu tahu ada penyusup, Zero segera memakai rompinya.


Ternyata orang yang di kejauhan tadi adalah sipir penjara, Zero pun mengikutinya, dia ingin tahu bagaimana perlakuan mereka terhadap Pak Arya.


Sipir tersebut membentak Pak Arya yang baru saja merebahkan tubuhnya dilantai dengan sangat kasar.


"Hai...bangun! Ayo ikut, di luar ada orang yang ingin menemuimu, ternyata kamu mau melawan Bos dengan menyewa pengacara. Kamu tidak takut menantang Bos, hah! Mau cari mati," ucapnya.

__ADS_1


Pak Arya hanya membalasnya dengan tersenyum, dalam batinnya dia berkata, 'Berarti benar ucapan Zero, dia telah mendatangkan seorang pengacara. Zero saja berani menantang bahaya, kenapa dia harus takut.'


__ADS_2