SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG

SISTEM KEKAYAAN PEMULUNG
EPISODE 88. PULANG KE TUJUAN MASING-MASING


__ADS_3

"Terimakasih Kak Franky, mudah-mudahan kerja kita kedepan sesuai dengan harapan Kak Royan."


"Oh ya Dek, sebaiknya kartu black card Kak Royan kamu yang pegang dan kalian berdua yang handle budgetnya, aku ada misi lain yang harus ku selesaikan, amanah seseorang juga. Aku nanti bingung pegang dana sana sini."


"Tapi kamu tetap ikut dalam pengawasan proyek ini 'kan Dek?" tanya Franky.


"Iya Kak! Mengenai pembangunan sekolah serta usaha untuk para pemulung adalah rencanaku bersama donatur yang akan mendanai, kami akan handle itu setelah proyek Kak Royan berjalan. Hal ini sudah pernah aku bicarakan dengan Kak Roy."


"Oh...baguslah, kerjasama yang solid Dek, untuk memajukan perkampungan pemulung. Semoga sukses untuk kerja kita ya," ucap Franky sambil mengulurkan tangannya.


"Iya Kak. Ini kartunya Dek, kamu yang simpan," ucap Zero sambil mengulurkan kartu tersebut ke tangan Zeya.


"Tapi kamu harus hati-hati menyimpannya Dek, jangan sampai jatuh ke tangan Mama mu," ucap Franky.


"Baiklah Kak. Kami permisi dulu ya, jika butuh bantuan kami telephone saja," ucap Zeya.

__ADS_1


"Dan satu lagi Kak, jika Mama memaksa masuk kesini untuk merusuh, usir saja! karena kita harus menjaga amanah Kak Royan. Ini hak Kak Royan dan tidak ada sangkut pautnya lagi dengan Mama."


"Oke Dek," ucap Franky.


"Ayo Bang Beni dan Bang Togar kita pulang," ajak Zero.


"Aku akan antar Kak Zero pulang setelah itu baru ke rumah Mama. Walau bagaimanapun jahatnya, beliau tetap Mama ku, aku harus berusaha menyadarkannya. Pasti Mama saat ini sedang mengamuk di sana."


"Aku ikut kamu ya Dek!"


"Nggak usah Kak, aku bisa menghadapi Mama, Kak Zero pasti masih memiliki urusan lain yang harus di kerjakan."


"Oh...oke Kak, aku duluan ya Kak!" ucap Zeya.


Setelah mendapat anggukan dari Zero, diapun berlalu menuju ke mobil dan menjalankan mobilnya ke arah rumah peninggalan sang Papa yang sudah lama tidak dia kunjungi.

__ADS_1


Rumah itu khusus untuk mamanya menginap setiap kali pulang dari luar negeri.


Melihat mobil Zeya sudah pergi, Zero pun meminta bang Togar serta Bang Beni untuk pulang duluan, lalu dia menuju ke suatu tempat yang menurutnya bagus untuk lapak dagang.


Saat Zero sedang menunggu angkutan umum, terdengar suara dentingan dari dalam tasnya, suara yang sudah cukup lama tidak dia dengar. Dalam batinnya Zero pun bertanya, 'Apa sistem kasi misi baru ya?'


Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Zero pun buru-buru mengambil ponsel jadul itu dari dalam tasnya dan ternyata ada pesan masuk,


[Silahkan update sistem!]


"Oh...ternyata permintaan update. Baiklah, aku akan update sistemnya dulu siapa tahu setelah ini ada misi baru, karena aku butuh banyak dana buat usaha para warga dan juga untuk pribadiku sendiri," monolog Zero.


Zero pun segera meng-update sistem. Setelah selesai, beberapa saat ponsel itupun kembali ke mode gelap. Sambil menunggu ponsel tersebut menyala, Zero melanjutkan perjalanan naik angkot yang kebetulan berhenti tidak jauh dari tempat dia berdiri dan sedang menurunkan penumpang.


Di dalam angkot tersebut hanya tinggal dirinya saja. Ketika dia mau ngobrol dengan pak sopir, tiba-tiba terdengar kembali suara dentingan dari ponsel jadulnya itu.

__ADS_1


[Ting!]


🌟Dilanjutkan nanti malam ya sobat, author mau ng----erjain tugas lain dulu🙏😉


__ADS_2