Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 24


__ADS_3

Karina menghembuskan nafas kasar. Setelah kemarin dia tidak mendapatkan perlakuan yang baik di perusahaan tempat dirinya bertanya tentang lowongan kerja, sekarang Karina kembali berdiri di depan perusahaan XXX yang tingginya menjulang di hadapannya itu.


"Apa aku begitu bodoh sampai harus kembali kemari setelah hinaan kemarin?" Guman Karina menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Apa aku akan dihina lagi nantinya?" Guman Karina lagi. Dia mencari ponselnya untuk memastikan sudah menyimpan nomor ponsel tuan Rey. Saat sesuatu yang tidak diinginkan akan datang lagi seperti kemarin.


"Benar ini nomer ponselnya." Guman Karina setelah memastikan sudah menyimpan nomor tersebut di ponselnya.


"Aku terpaksa bekerja disini karena gajinya sangat besar berbeda dengan bekerja di supermarket. Bagaimana pun juga masih ada adik-adik panti yang membutuhkan uang untuk menyambung hidup." Guman Karina meyakinkan dirinya untuk tidak putus asa.


"Ayo masuk!" Yakin Karina dalam benaknya.


Karina pun melangkah masuk ke dalam gedung perkantoran besar tersebut. Karina menatap meja resepsionis dengan ragu karena mendapati petugas resepsionis adalah wanita yang kemarin.


Karena memang masih pagi, perusahaan belum begitu banyak karyawan yang datang. Sedangkan dirinya diminta untuk datang pagi-pagi sekali sesuai pesan tuan Rey kemarin.


Flashback on


"Tuan, kurasa aku tidak bisa datang kesana!" Tegas Karina saat dia hendak keluar dari dalam mobil Rey setelah sampai di depan gedung apartemennya.


"Kenapa?" Tanya Rey menatap Karina tajam membuat nyali Karina menciut namun dia harus tegas karena tak mau mendapatkan hinaan lagi karena merasa dianggap penipu.


"A-aku tidak merasa mengajukan surat lamaran kerja disana." Jawab Karina ragu menundukkan kepalanya hanya untuk membuang pandangannya karena tak tahan dengan tatapan intimidasi tajam dari Rey.

__ADS_1


"Aku yang memintaku bekerja denganku." Tegas Rey dengan mata melotot terkejut.


"Ta-tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian. Atau kau mau aku menjemputmu sendiri?" Karina sontak menggeleng-gelengkan kepalanya menolak.


"Tidak, aku akan datang sendiri kesana besok pagi." Jawab Karina tanpa ragu lagi.


Flashback off


Disinilah Karina sekarang, pukul delapan pagi sudah mendatangi perusahaan XXX untuk memenuhi panggilan Rey. Karena tak mau dia dijemput di depan apartemennya, karena berangkat pagi menuju kantor.


"Oke, aku akan menghubunginya jika kembali dihina dan dituduh menipu." Yakin Karina menyemangati dirinya sendiri.


"Selamat..." Wanita bername tag Vivi itu tak melanjutkan sambutan ramahnya setelah mengingat siapa wanita yang datang itu.


"Maaf nona.... Saya..."


"SEKURITI!" Seru Vivi bahkan Karina belum selesai bicara.


"SIAP!!" Seru sekuriti langsung merespon karena tempat mereka memang tak jauh dari tempat resepsionis berada karena memang dia ada disana untuk mengantisipasi panggilan sekuriti mendadak.


"Iya nona." Tanya sekuriti berdiri di depan meja resepsionis. Karina bingung harus bicara apa, jangan bilang kalau dia akan diseret dan diusir paksa oleh mereka karena dianggap penipu yang merayu bos mereka.

__ADS_1


" Wanita ini, usir dia dari sini karena menggangu ketenangan kantor sehingga.."


"Nona, apa maksud..."


"Cepat usir dia!" Teriak Vivi dengan suara menggelegar memenuhi meja resepsionis yang bersamaan dengan para karyawan mulai datang.


Karina langsung dicekal sekuriti tersebut tanpa mampu memberontak yang berusaha melawan sekeras mungkin.


"SAYA TIDAK TERIMA DENGAN SEMUA INI. LEPASKAN!!" Seru Karina yang tidak digubris oleh Vivi dan sekuriti. Para karyawan ikut berhenti demi melihat pertunjukan tersebut. Karina benar-benar merasa terhina dan marah. Tidak pernah terpikir dalam benaknya akan diperlakukan buruk oleh mereka.


"Ada apa ini?" Teriak seseorang membuat semua orang terdiam tak berkutik tak mampu berbicara. Sekuriti langsung melepas cekalannya dan langsung menundukkan kepalanya memberi hormat saat tahu siapa yang datang. Termasuk Vivi juga semua karyawan yang sedang mengerubungi Karina. Hanya Karina menatap tajam wajah pria yang tiba-tiba datang dengan wajah datar dan dinginnya. Dia terlihat marah saat melihat perlakuan para karyawannya pada Karina.


"Kenapa kau masih disini?" Tanya Rey menatap Karina dengan nada lembut meski masih dengan wajah datar dan dinginnya.


"Sepertinya saya sudah tidak berminat lagi untuk menerima panggilan kerja anda setelah semua perlakuan ini. Permisi!" Tegas Karina dengan wajah penuh kekecewaan dan kemarahan karena perlakuan yang sungguh sangat terhina namun langsung dikejar Rey sambil menatap wajah-wajah yang menunduk ketakutan melihat tatapan tajam Rey.


"Urus mereka Al!" Titah Rey tegas pada asistennya yang memang Aldi sudah kembali dari perjalanan bisnisnya.


"Baik tuan." Tegas Aldi setelah kemudian menghela nafas panjang.


Sepertinya akan menjadi masalah panjang. Huff... Batin Aldi merasa lelah mengurusi sikap karyawan perusahaan yang bertindak semena-mena terhadap tamu. Apalagi ini seorang Karina yang notabene adalah wanita yang dicintainya bosnya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2