Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 51


__ADS_3

"Tuan." Seru Aldi melihat Rey tergesa-gesa keluar dari bandara internasional.


"Dimana dia?" Tanya Rey tak mempedulikan kopernya meski sudah diurus Aldi.


"Dia ada di kantor." Jawab Aldi dengan tergesa-gesa. Rey langsung masuk ke dalam mobil yang sudah siap menjemputnya di pintu keluar bandara.


"Siapa pria itu?"


"Saya masih menyelidikinya."


"Apa maksudmu? Kenapa lama?" Seru Rey marah menatap Aldi tajam.


"Saya sedikit kesulitan karena rekaman asli diminta oleh mereka."


"Mereka?"


"Pria yang ada di video, sepertinya bukan pria sembarangan. Dan dia seolah tidak ingin ada orang tahu tentang dirinya." Jawab Aldi ragu.


"Siapa pria yang memintanya?"


"Itu... Saya masih menyelidiki." Rey menghembuskan nafas panjang mendengar penjelasan Aldi. Dia cukup kesulitan menebak siapa pria yang dekat dengan Karina.


Apa mungkin mantan kekasihnya?


Batin Rey berkecamuk.


"Bagaimana dengan mantan kekasihnya?" Tanya Rey lagi.

__ADS_1


"Semua sudah dihapus di medsosnya. Juga tidak ada riwayat lagi." Jawab Aldi menundukkan kepalanya merasa bersalah.


Sepenting apa pria itu? Dia begitu hebat kah?


.


.


Sudah seminggu Karina tidak bertemu dengan Rey. Kabar terakhir yang didapatkan dia sedang perjalanan bisnis dan entah kapan kembali. Entah kenapa Karina merasa bosnya itu sedang menghindarinya. Namun Karina segera menepis pikiran buruknya. Entah kenapa dadanya sesak mengingat perpisahan mereka terakhir kali. Juga pertemuan terakhir kali dengan mantan kekasihnya membuatnya galau.


Meski sakitnya tidak bisa kembali bersatu namun rasa sakit itu menjadi tidak biasa saat tidak pernah melihat pria yang telah merenggut kehormatannya. Karina menatap pintu ruang CEO yang sudah seminggu ini kosong. Hanya Ima sekretaris utama perusahaan yang masuk karena mendapat titah dari asisten CEO untuk mengambil sesuatu di dalam ruangan. Dia tidak pernah menginjakkan kakinya lagi ke dalam setelah terakhir bertemu dengan Rey.


"Karin!" Panggil Ima menghela nafas panjang menatap Karina lagi-lagi melamun sambil menatap kosong ke arah pintu ruang CEO. Sudah lebih dari lima kali dia memanggilnya namun tidak dijawab.


Puk


"Eh ah... Iya mbak?" Tanya Karina gelagapan kaget ditepuk pelan pundaknya oleh Ima.


"Maaf mbak." Ucap Karina merasa bersalah.


"No problem. Hanya saja jangan lakukan saat bos ada."


"Terima kasih mbak."


"Ayo makan siang!" Ajak Ima. Karina hanya mengangguk membereskan pekerjaannya untuk dilanjutkan nanti.


.

__ADS_1


.


"Rey!" Seru seorang wanita membuat Rey mengernyit heran dan berbalik melihat siapa yang datang.


"Jessi?"


"Hai Rey?" Sapa Jessica dengan centilnya. Dia langsung memeluk Rey tanpa basa-basi dan mengecup pipi kiri dan kanan Rey membuat semua karyawan yang melihatnya mengernyit.


Rey langsung menatap tajam Aldi namun Aldi langsung membuang pandangannya ke sembarang arah, dia lah yang memberi tahu kalau Rey pulang ke tanah air. Tentu saja dengan ancaman yang membuat Aldi tidak berkutik hingga dia membeberkan kabar tentang Rey yang pulang dan dimana alamat kantor perusahaan yang ada di tanah air.


"Apa-apaan ini Jes?" Elak Rey mencoba melepaskan belitan tangan Jessica yang terlalu kencang membuat Rey kesusahan. Apalagi kejadian tersebut terjadi di depan kantornya. Dan saat itu jam makan siang yang membuat siapapun melihat ke arah interaksi Rey dan Jessica.


"Aku kan merindukanmu Rey?" Ucap Jessica dengan bahasa Inggri* nya dengan nada manja membuat semua orang langsung berpikir kalau mereka adalah pasangan, entah kekasih, tunangan atau mungkin suami istri.


"Lepas Jes!" Sentak Rey namun sepertinya belitan tangan Jessica tidak terlepas sama sekali malah semakin erat saja membuat Rey jengah namun sekelebat dia melihat siluet tubuh yang dikenalinya membuat keduanya sama-sama terpaku membisu di tempatnya masing-masing.


Karina yang memang diajak Ima untuk makan siang di luar hanya menurut saja karena dia memang tidak ada selera untuk makan sehingga ajakan Ima diiyakan saja dan menurut. Namun belum sampai pintu luar dia harus menyaksikan drama percintaan atasan dan wanita yang katanya tunangan bosnya. Awalnya Karina belum paham siapa yang dimaksud namun saat melihat Rey yang ada di sana sedang bergandengan mesra dengan seorang wanita bule cantik yang pernah ditemuinya dulu di pesta. Wanita cantik yang membullynya saat di Beland* dulu hingga berakhir dia diperk**a oleh bosnya, Reynaldi.


Ima melirik Karina yang hanya diam tak bereaksi apapun selain tubuhnya terdiam membeku. Ima sudah mulai bisa menebak bagaimana hubungan kedua sejoli itu.


"Mau makan di kantin saja?" Tawar Ima nyaris berbisik membuat Karina hanya mengangguk mengiyakan karena merasa lidahnya kelu untuk mengeluarkan suara. Ima menarik lengan Karina yang masih terasa dingin entah karena apa. Yang jelas dia sedang tidak baik-baik saja.


Rey hendak berlari menghampiri Karina namun belitan tangan Jessica semakin kencang bahkan semakin berani untuk mencium Rey secara spontan di hadapannya para karyawan yang langsung terkejut dan sontak menutup mulutnya terkejut. Dan saat itu Karina menoleh ke belakang dan melihat hal itu membuat dadanya berdenyut nyeri dan sakit namun tidak berdarah.


"Brengsek!" Umpat Karina lirih langsung memalingkan muka untuk melanjutkan langkahnya meski hatinya berdarah-darah. Jessica hanya tersenyum seringai melihat reaksi Karina dan Rey yang diam saja karena harus menjaga nama baiknya di hadapannya para karyawannya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2