Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 92


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya dokter?" Tanya Bastian setelah melihat dokter mulai membereskan barang-barangnya setelah memeriksa Karina.


"Beliau baik-baik saja, hanya demam karena terlalu stres dan banyak pikiran. Dia juga sepertinya tertekan oleh pikirannya juga. Saya sarankan untuk tidak terlalu berpikir berat dan buat beliau terhibur agar tidak terlalu stres. Alangkah lebih baiknya beliau berlibur." Saran dokter membuat Bastian merasa bersalah menatap Karina dengan wajah sendu merasa gagal menjadi seorang ayah.


"Terima kasih dokter."


"Saya permisi tuan." Bastian hanya menganggukkan kepalanya dan mendekat kembali ke ranjang tempat Karina berbaring.


"Sebesar apa bebanmu nak? Maafkan aku yang belum bisa menjadi ayah yang baik untukmu. Maaf." Guman Bastian sambil mengelus lembut pucuk kepala Karina penuh kasih sayang.


"Kau sudah menyelidiki apa yang terjadi padanya?" Tanya Bastian mendengar langkah kaki Lucas tanpa menatap ke belakang.


"Maaf tuan, saya masih belum bisa mengetahuinya." Jawab Lucas merasa bersalah.


"Huff... apa dia terlalu lelah bekerja?" Tanya Bastian menatap Karina sendu entah pada siapa.


"Nona Karina sudah diangkat sebagai wakil CEO di perusahaan XXX." Beri tahu Lucas yang juga baru saja mendengarnya.


"Benarkah?" Tanya Bastian tak percaya. Dia juga tak habis pikir apa hubungan mereka sampai menyerahkan urusan perusahaan besar itu pada Karina yang awalnya hanya sekretarisnya.


"Begitulah yang saya dengar tuan."


"Kau yakin mereka tak memiliki hubungan? Kekasih mungkin?" Lucas diam mencerna pertanyaan Bastian namun dia memang tidak mendapatkan informasi hal itu pada orangnya yang pura-pura bekerja disana untuk mengawasi Karina.

__ADS_1


"Saya akan mencari tahu tuan." Jawab Lucas akhirnya.


"Untuk sementara biarkan seorang maid yang melayaninya. Kita harus menyelesaikan pekerjaan dan kembali lagi nanti kemari." Titah Bastian menghela nafas panjang merapikan jas kerjanya.


Dia pun melangkah ke kamarnya sendiri yang ada di apartemen itu. Dia tadi membaringkan Karina di ranjang kamar tamu.


"Baik tuan."


"Bawq pekerjaanku ke ruang kerja, aku akan mandi dulu."


"Baik tuan."


Di kamar tamu tempat Karina, sudah lebih dari empat jam Karina terlelap. Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Karina membuka matanya perlahan menatap ke sekeliling kamar yang terlihat asing untuknya.


Dan Karina pun merasa shock hingga menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang terjadi sebelumnya.


"Oh... Oh...tidak." Guman Karina.


Cklek


Karina terkejut menatap arah pintu melihat siapa yang kira-kira masuk tanpa mengetuk pintu.


"Nyonya sudah sadar?" Tanya maid melihat Karina sudah duduk dengan tegak. Bahkan Karina belum sempat menegurnya, maid itu berlari ke arah ruang kerja Bastian dengan antusias.

__ADS_1


"Tuan ...tuan...!"Seru maid itu dengan semangat.


"Ya. ada apa bi?" Tanya Bastian menatap maidnya sangat antusias dan bersemangat.


"Nona Karina.. Nona Karina sudah siuman." Beri tahu maid tersebut sambil tersenyum bahagia.


"Benarkah? Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Bastian dengan semangat berdiri dari tempat duduknya menuju kamar Karina.


Cklek


"Karin!" Bastian terus melangkah menuju ranjang Karina dengan bersemangat juga.


"Di-dinana ini?" Tanya Karina ragu karena merasa tak kenal dengan kamarnya sekarang.


"Oh... kau ada di apartemenku. Tadi kau menengis dan berakhir terlelap membuat Karina langsung tersadar.


"Maaf."


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2