Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 72


__ADS_3

"Belum ada kabar kah?" Tanya Bryan saat melihat Gio masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Belum tuan." Jawab Gio sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah memberi jawaban yang mengecewakan untuk bosnya.


"Kau yakin sudah menemui mereka?" Tanya Bryan.


"Saya hanya bertemu dengan asistennya tuan, karena CEO mereka sedang tidak ada di tempat. Katanya sedang perjalanan bisnis." Jawab Gio terlihat ragu.


"Kau yakin?" Gio terdiam.


"Saya akan mencari tahu lebih detail lagi." Jawab Gio.


"Apa... Aku meminta bantuannya saja?" Guman Bryan yang sepertinya tidak membutuhkan jawaban.


Tok tok tok


"Masuk!" Titah Bryan langsung.


"Saya permisi tuan."


"Hmm."


Cklek


"Tuan?"

__ADS_1


"Ya?"


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda?" Tanya sekretaris Bryan.


"Siapa?"


"Saya tuan." Seorang gadis menyela masuk ke dalam ruang kerja Bryan tanpa menunggu persetujuan Bryan.


"Siapa?" Tanya Bryan menatap gadis itu dingin. Bryan memberi kode pada sekretarisnya untuk meninggalkan mereka. Sekretaris itu pun mengangguk mengiyakan dan segera keluar dari ruang kerjanya.


"Aura Hutomo." Bryan terdiam melihat gadis yang familiar itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan namun Bryan hanya menatap datar dan dingin uluran tangan itu.


"Saya sibuk."


"Saya bisa menjadi investor di perusahaan anda." Sela Aura tak peduli sudah diusir oleh Bryan.


"Saya tahu anda sedang membutuhkan investor untuk perkembangan perusahaan anda disini dn juga di luar negeri. Saya bisa menjamin tawaran saya pasti akan banyak menguntungkan anda." Tawar Aura tidak mudah menyerah meski ditolak Bryan.


"Apa anda tidak dengar apa ucapan saya?" Ujar Bryan menatap Aura tajam.


"Anda yakin tidak ingin memberi saya kesempatan?"


"Pintu keluar sebelah sana jika anda lupa." Bryan tak ingin menunjukkan emosinya karena terlalu malas.


"Kalau anda berubah pikiran, anda bisa menghubungi saya. Kapan pun saya siap." Aura mendekati meja Bryan dan meletakkan kartu namanya meski tatapan mata Bryan terlihat tidak suka. Aura pun keluar dari ruang kerja Bryan, dia terlihat kesal karena dia lagi-lagi gagal mendekati pujaan hatinya. Namun dia tidak akan menyerah begitu saja, dia pasti akan mencobanya lagi suatu saat nanti.

__ADS_1


.


.


Bastian menatap gedung perusahaan Rey dari seberang jalan. Tepat pukul empat sore, biasanya para karyawan akan keluar untuk pulang. Bastian berharap akan bertemu dengan seseorang yang membuatnya penasaran kemarin. Karina, yang sangat mirip dengan seseorang di masa lalunya.


Dia sudah meminta orang kepercayaannya untuk mencari latar belakang Karina. Dari mana Karina berasal, siapa orang tuanya dan bagaimana masa lalunya. Sudah tiga hari dia belum mendapatkan kabar apapun karena apa yang didapatkan sungguh tidak sesuai yang diinginkan. Mira, nama seorang wanita yang disebutkan Karina sebagai ibunya hanyalah ibu panti asuhan tempat Karina di besarkan. Dia masih banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan sebelum mendatangi Mira untuk bertanya lebih lanjut tentang siapa jati diri Karina. Dia sungguh sangat merindukan seseorang itu.


"Sepertinya dia tidak akan keluar." Guman Bastian masih menatap ke gedung perusahaan XXX tersebut. Meski sudah banyak karyawan yang keluar dari gedung tapi dia belum bertemu dengan Karina sama sekali dan itu sudah tiga hari ini dia selalu menunggu di sana tepat pukul empat sore hingga pukul lima sore. Setelah itu dia akan kembali ke kantor untuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


"Nona Karina sedang cuti masa periode bulanannya tuan." Beri tahu seseorang yang baru saja masuk ke dalam mobil.


"Oh ya?"


"Sudah tiga hari ini tuan."


"Kenapa kau baru bilang sekarang?" Kesal Bastian.


"Maaf tuan, nona Karina mempunyai profesi sebagai seorang sekretaris kepercayaan bosnya, banyak orang yang dengan sengaja tidak mau membicarakannya karena takut dengan bosnya, sehingga semua memilih diam untuk tidak bicara apapun pada sembarang orang apalagi orang di luar perusahaan." Jelas pria itu. Bastian hanya menghembuskan nafas kasar tak menjawab lagi.


"Kita kembali ke kantor!" Titah Bastian yang diangguki sopirnya.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2