Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 52


__ADS_3

Rey menyentak kasar tangan Jessica karena belitannya yang kencang. Apalagi dia tidak melihat lagi Karina yang berada di posisinya tadi. Dia tak mau Karina salah paham dengan kedekatannya dengan Jessica entah karena apa. Rey hanya tak mau Karina salah paham terhadapnya.


"Reynald!" Seru Jessica berdecak kesal karena dia ditinggalkan begitu saja. Apalagi ada banyak karyawan yang menatap mereka penuh minat.


Rey segera berlari mengikuti kira-kira Karina dan Ima tadi pergi namun dia terlambat saat melihat mereka sudah masuk lift dan lift pun bergerak ke atas. Rey menatap lampu di atas pintu lift menunjuk angka lima yang itu artinya mereka menuju kantin karena sekarang adalah jam makan siang para karyawan.


Rey langsung masuk ke dalam lift khusus eksekutif yang memang dikhususkan untuk dirinya tersebut dan langsung menutup pintu lift sebelum Jessica mengejarnya.


Ting


Pintu lift terbuka hampir bersamaan dengan pintu lift untuk umum meski semuanya sudah mulai keluar menuju kantin untuk makan siang.


Grep


Karina tersentak kaget pergelangan tangannya dicekal tiba-tiba meski tidak terlalu sakit. Karina sontak menoleh menatap ke arah pergelangan tangannya begitu juga Ima juga terkejut mendapati Rey sang atasan sudah ada di belakang mereka.


"Tu-tuan." Gugup Ima, namun Karina hanya diam saja berusaha melepas cekalan tangan Rey.


"Ima."


"Ya?" Tanya Ima balik menunggu titah bosnya.


"Selesaikan urusan pekerjaannya, mungkin kami tidak akan kembali!" Titah Rey sambil menuju Karina dengan dagunya memberi tahu maksud kode mengenai 'pekerjaannya'.

__ADS_1


"Ba-baik tuan." Jawab Ima gugup sambil melirik Karina yang paham akan kode tunjukan dagu tersebut.


"Ayo!" Rey kembali menarik pergelangan tangan Karina untuk masuk kembali ke dalam lift khusus. Banyak karyawan yang diam memperhatikan sekaligus terkejut tidak percaya melihat interaksi bos mereka dengan sekretaris baru bosnya itu. Selama ini mereka memang bertanya-tanya tentang hubungan kedua sejoli itu namun hanya bertanya-tanya tak pernah ada konfirmasi apapun.


Dan pertunjukan tadi seolah menjawab rasa penasaran para karyawan apa hubungan keduanya dan itu pun masih belum yakin karena semua masih tebakan dalam benak para karyawan. Apalagi tadi ada karyawan yang juga melihat interaksi bosnya yang sangat mesra dengan seorang gadis bule di depan lobi tadi.


.


.


"Siapkan mobil di depan pintu basemen!" Titah Rey entah pada siapa di panggilan ponselnya, itu pun tanpa melepas cekalan tangan Karina yang sudah capek memberontak untuk di lepaskan namun Rey enggan untuk melepaskannya.


Rey terlihat langsung menutup ponselnya setelah bicara satu kalimat. Dan dia tidak berhenti di situ saja, dia kembali menghubungi seseorang.


"..."


"Baiklah, utus seseorang untuk dibawa kesana, sekarang aku juga kesana! Kau! Atasi dia jangan sampai menggangguku!" Titah Rey langsung menutup panggilannya tak peduli jika seseorang di seberang ponselnya sedang protes dengan kesalnya.


"Ayo!" Karina hanya diam tak menjawab. Dia hanya mengikuti langkah Rey yang besar dengan sedikit berlarilan.


"Tunggu!" Seru Karina terengah-engah nafasnya karena mengikuti langkah lebar bosnya yang terlihat tergesa, sedang dirinya tidak bisa mengikutinya karena heelsnya yang lumayan tinggi dan apalagi pergelangan tangannya dicekal paksa olehnya.


Rey berhenti terdiam melihat Karina yang kesulitan dengan nafas ngos-ngosan karena dia sendiri lupa karena terlalu tergesa- gesa.

__ADS_1


"Maaf.. Kau baik-baik saja?" Tanya Rey setelah melihat mobilnya berhenti di tempat yang diinginkannya hanya tinggal lima puluh meter lagi dia tiba namun sepertinya Karina kuwalahan karena dia sedikit menarik pergelangan tangannya karena tak mau Karina berontak dan tiba-tiba melarikan diri.


"Hah.. Hah.. Iya.. Aku baik-baik saja." Jawab Karina sambil meredakan nafasnya.


Rey menunggu, memperhatikan Karina yang sedang meredakan nafasnya. Dia menyesali karena menyeret Karina dengan keadaan memakai heels nya yang lumayan tinggi menurutnya tujuh centi.


"Sudah kubilang jangan memakai heels kan?" Omel Rey sambil berjongkok membenahi heels Karina untuk dilepas karena dia terlihat kesulitan namun Karina langsung bergerak mundur menghindari Rey yang hendak berjongkok untuk membenahinya. Sontak Karina merasa de-javu dengan kata-kat Rey juga sikap Rey mengingatkannya pada seseorang yang beberapa hari yang lalu juga memperlakukan hal yang sama padanya membuat Karina tertegun sesaat dan langsung mundur dari tempatnya.


"Aku baik-baik saja." Elak Karina meski merasakan pergelangan belakang kakinya sepertinya lecet.


Rey menatap sendu wajah Karina yang menolak perhatiannya namun Rey berusaha bersikap bebal terhadap semua penolakan Karina meski sebenarnya ada sedikit rasa kecewa karena penolakan perhatiannya padahal dalan video itu Karina terlihat pasrah dengan jperhatian pria itu. Bahkan terkesan menikmatinya, kalau sudah seperti itu bukankah pria itu adalah orang terkasih Karina yaitu kekasihnya yang sudah menjadi mantan kekasih namun masih memberikan perhatiannya.


"Ayo, mobilnya sudah siap!" Ajak Rey menekan perasaan kecewanya, dia berusaha bersikap positif untuk berjuang meski belum sepenuhnya merasakan perasaan cinta padanya.


"Ki-kita mau kemana tuan?" Tanya Karina memberanikan diri meski sedikit takut.


"Kau akan tahu nanti." Jawab Rey mendorong Karina masuk ke dalam mobilnya sedikit memaksa.


"Kita kesana!" Titah Rey menatap sopirnya yang langsung diangguki dan masuk ke dalam mobil di belakang kemudi.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2