Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 70


__ADS_3

Sementara itu Karina yang sedang di toilet melangkah hendak kembali ke ruang privat yang sudah menjadi tempat meeting klien dengan suaminya. Dia pun segera bertanya pada seorang pelayan dan pelayan tersebut menunjukkan ruang privat yang dicari Karina.


Karina sudah mengangkat tangannya bersiap untuk mengetuk pintu namun dia menghentikannya demi mendengar suara marah dari dalam ruang tersebut.


"Ah, jadi anda berniat untuk menjodohkan kami?" Ucap Rey setelah basa-basi panjang lebar yang dibahas Bastian padahal sejak tadi diacuhkannya dan apalagi mereka belum juga membahas maksud Bastian melakukan pertemuan secara langsung padanya.


"Begitulah Rey, perusahaan kita pasti akan berkembang pesat dengan kerja sama perjodohan ini. Apalagi putriku sudah mengagumimu sejak lama." Jelas Bastian dengan percaya diri namun dia merasa sungkan takut Rey menolak karena dia juga tak mau melihat putri kesayangannya bersedih hanya karena menginginkan pernikahan dengan CEO termuda itu.


"Apa yang akan saya dapatkan dari perjodohan ini?" Jawab Rey memancing meski sebenarnya dia kesal dan marah pada pria di hadapannya ini, dia sedikit melirik gadis di sisi pria tua itu yang menundukkan kepalanya tersipu malu-malu membuat Rey jijik, bahkan ingin sekali mengumpat pria tua itu.


Apa dia tidak melihat cincin pernikahan yang kupakai ini?


Kesal Rey memegangi jemarinya yang ada cincin pernikahannya dengan istrinya itu di bawah meja.


"Saya akan menyerahkan jabatan pemimpin pada anda. Karena saya tidak memiliki seorang putra." Jawab Bastian lirih saat DJ akhir katanya.


"Oh, akan kupikirkan tapi..."


Tok tok tok


"Masuk!" Seru Bastian merasa kesal pembicaraan mereka disela.


Cklek


"Maaf tuan, saya sedikit terlambat." Ucap Karina sambil menundukkan kepalanya sopan pada semua yang ada di dalam.

__ADS_1


"Kau sudah datang?" Rey langsung berdiri dari duduknya, wajah datar dan dinginnya sontak berubah lembut menatap Karina dan membukakan kursi untuk Karina membuat kedua orang itu memicing menatap interaksi mesra keduanya.


Deg


Jantung Bastian berdetak kencang saat melihat jelas wajah Karina yang terlihat familiar di ingatannya membuat ingatannya berkelana di masa lalu.


"Maafkan aku mas maaf... Biarkan aku pergi dengan putriku? Biarkan kami berbahagia dari pada hidup bersama tanpa restu orang tuamu. Aku berjanji akan menjaga putri kita berdua." Mohon wanita muda itu bersujud di hadapan Bastian muda dengan kedua orang tua berpakaian seperti sosialita yang sengaja menunjukkan jati diri mereka di hadapan gadis muda lusuh yang menggendong seorang bayi berusia tiga bulan itu.


"Aku ingin bersamamu Nina, kumohon mengertilah. Aku mencintaimu dan putri kita."


"Bastian! Apa-apaan kau ini?" Teriak wanita paruh baya tersebut yang ternyata ibu dari Bastian muda.


"Ibu, aku mencintai Nina Bu, biarkan kami bahagia berdua." Mohon Bastian muda menatap ibunya sedih.


"Tidak, tinggalkan mereka atau aku akan memperburuk mereka!" Ancam pria paruh baya yang merupakan ayah Bastian muda.


"Papa."


"Eh..." Bastian terkejut saat bahunya ditepuk putrinya lembut, seketika lamunan Bastian menghilang dan dia kembali menatap ke arah Karina.


Rey yang sejak tadi ingin marah dan mengumpat kesal melihat tatapan pria tua itu ke arah istrinya lekat. Seolah ingin menelanjanginya. Namun genggaman tangan Karina di bawah meja untuk suaminya membuat marahnya seketika lenyap tak tersisa sambil membalas genggaman tersebut.


"Ada apa pa?" Tanya Reina.


"Tidak ada apa-apa." Elak Bastian terlihat linglung dia tak berani lagi menatap intens Karina karena Rey menatapnya tajam entah ada hubungan apa keduanya sehingga dia bertanya-tanya dalam benaknya.

__ADS_1


"Oh ya perkenalkan dia..."


"Saya Karina sekretaris tuan Reynaldi." Jawab Karina menyela pembicaraan Rey mencegahnya untuk memperkenalkan sebagai istri. Rey tak terima ingin bicara namun eratan genggaman Karina membuat Rey menyerah mengikuti apa yang diinginkan istrinya. Padahal Rey ingin membungkam niat Bastian yang ingin menjodohkannya dengan putrinya.


"Oh sekretaris baru?" Ucap Bastian tanpa sadar menatap lekat wajah Karina membuat Rey yang tahu menggeram kesal.


"Tidak. Dia..."


"Anda benar. Saya baru beberapa bulan ini menjadi sekretaris tuan Reynaldi." Jawab Karina merendahkan dirinya.


Rey menoleh menatap Karina tak suka.


"Kalau boleh saya tahu, siapa nama ibu anda?" Tanya Bastian entah kenapa dia penasaran namun dia memberanikan diri untuk bertanya membuat semua orang bertanya-tanya.


"Maaf?"


"Oh ah, maksud saya tidak berniat apa-apa. Tapi wajah anda mengingatkan saya pada seseorang yang saya kenal di masa lalu." Ucap Bastian sesaat wajahnya terlihat sendu meski dia segera bersikap biasa. Namun Karina yang memang peka langsung paham.


"Ibu saya bernama Mira." Jawab Karina tegas.


"Oh ternyata bukan." Jawab Bastian entah kenapa dia merasa kecewa dengan jawaban Karina.


Dan pembahasan meeting pun segera dimulai. Penjelasan Reina terdengar jelas dan detail. Rey puas setelah diberi pengertian oleh Karina kalau dia ingin sekali memutus hubungan kerja sama mereka karena Bastian berani menjodohkan mereka padahal dia sudah beristri meski pernikahannya dengan Karina belum banyak yang tahu dan pemberkatan beberapa waktu lalu dilakukan secara pribadi hanya orang-orang tertentu yang tahu.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2