Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 42


__ADS_3

Rey melangkah menuju tempat check in pesawat mereka. Karina mengikuti langkah Rey dalam diam di belakangnya tidak secerewet biasanya. Karina banyak diam mencerna ucapan Rey semalam. Dia mengatakan akan menikahinya setelah tiba di tanah air. Karena Karina anak yatim piatu yang sejak kecil tinggal di panti asuhan tentu saja Rey tak perlu melakukan hal merepotkan seperti mencari wali nikah Karina nanti.


Hanya mendatangi ibu panti asuhan saja untuk meminta restu dan melamar Karina secara resmi. Meski Karina menolak pertanggungjawaban Rey tentang one night stand yang terjadi tidak sengaja tersebut. Namun Rey keukeuh tetap bertanggung jawab. Tidak menuntut kemungkinan kalau benih yang sudah masuk ke dalam rahim Karina tidak tumbuh di kemudian hari.


Flashback on


"Itu tidak mungkin terjadi?" Elak Karina.


"Bagaimana mungkin hal itu tidak mungkin terjadi?" Bantah Rey menatap Karina intens. Karina membuang pandangannya ke sembarang arah berusaha menghindari tatapan intens Rey.


"Karena kemarin bukan masa suburku." Jawab Karina seyakin mungkin meski dia juga ragu di dalam hati.


"Jadi kau berharap benih itu tidak tumbuh?" Tanya Rey entah kenapa terlintas semburat kekecewaan di mata Rey meski segera dibuat setenang mungkin seperti biasanya.


"Aku hanya tidak ingin menikah tanpa cinta." Elak Karina lagi-lagi beralasan. Bagaimana pun juga cintanya masih besar pada Bryan mantan kekasihnya. Dengan memaksa menerima Rey mungkin akan saling menyakiti keduanya.


"Cinta akan tumbuh seiring waktu di dalam pernikahan." Yakin Rey masih menatap lekat Karina yang menghindari tatapannya. Karina sontak menoleh menatap Rey yang masih menatapnya sendu dan penuh harap.


Apa pernyataan cintanya tadi adalah benar? Kenapa dia harus kecewa? Bukannya kami memang tidak saling mencintai. Kejadian semalam bukankah hanya kecelakaan? Batin Karina terus berkecamuk tak berani berterus terang mengenai alasan untuk menolaknya.


"Oke, kita menikah setelah satu bulan. Jika tidak ada janin yang tumbuh, kita batalkan!" Putus Rey berbalik membelakangi tubuh Karina untuk masuk ke dalam kamar tidurnya yang terhalang lemari untuk penyekat ranjang juga sofa yang ada di dalam kamar hotel.


Entah kenapa sesaat Karina melihat tatapan kecewa dalam nada bicara Rey. Dan benak Karina bertanya-tanya, apa gerangan yang membuat pria di hadapannya ini kecewa. Bukankah seharusnya dia bersyukur benih itu tidak tumbuh sehingga mereka tidak harus menikah terpaksa hanya karena tanggung jawab.


"Aku akan bersiap untuk pulang besok." Pamit Karina menatap punggung Rey.


"Hmm." Jawab Rey acuh masih membelakangi tubuh Karina.

__ADS_1


Cklek


Blam


Suara pintu dibuka dan ditutup kembali membuat Rey menghentikan gerakannya yang sedang membereskan pakaiannya ke dalam koper.


"Begitu sulitnya kah mendapatkan hatimu?" Guman Rey tertawa getir.


Flashback off


Rey masih terdiam meski tidak begitu banyak bicara baik pada Karina maupun pada petugas bandara yang mengecek tiket mereka. Biasanya semua itu dilakukan oleh sekretarisnya yaitu Karina namun untuk kali ini Rey bergerak sendiri melakukannya karena merasa bersalah pada Karina yang masih merasakan tubuhnya tidak baik-baik saja.


Sedang koper mereka sudah dimasukkan ke bagian bagasi pesawat oleh sopir yang di beri tugas untuk mengantarkan mereka dengan selamat sampai bandara.


Rey terlihat sabar membimbing Karina untuk masuk ke dalam pesawat dan mencarikan tempat duduk mereka di kelas bisnis yang duduk bersisian.


Karina sedikit canggung mendapatkan perlakuan lembut dan penuh perhatian dari bosnya. Biasanya dia yang sering melakukannya jika hanya pergi berdua dengan bosnya saat perjalanan bisnis. Namun hari ini entah kenapa perhatian Rey terlihat berbeda dari biasanya dan Karina sedikit terpesona dan kagum.


Perlakuannya sekarang mungkin rasa bersalah padamu, bagaimana mungkin pria datar dan dingin itu mencintaimu secepat itu?


Ucap suara hatinya yang berlawanan dengannya.


Hei, bagaimana pun juga dia pria yang tidak sengaja meminum obat perangsang. Tentu saja dia harus menuntaskan hasratnya kalau ingin baik-baik saja. Dia bisa saja memperkosamu dengan brutal dan liar malam itu namun dia tetap bertanggung jawab setelahnya.


Ucap suara hati satunya.


Tetap saja itu namanya pemaksaan yang artinya pemerkosaan serta pelecehan.

__ADS_1


Ucap suara hati yang berlawanan tadi.


Nyatanya saat dia sedang kondisi normal tidak dalam pengaruh obat-obatan, dia sangat lembut dan penuh perhatian. Meski dengan menampilkan wajah datar dan dinginnya.


Ucap suara hati satunya lagi.


"Karin!"


"Eh iya?" Karina tersentak kaget seketika lamunannya buyar sontak menatap Rey yang duduk di kursi pesawat di sebelahnya.


"Kau butuh sesuatu?" Tanya Rey sambil melihat pramugari yang berdiri di sisi lain Karina yang mengajaknya bicara sejak tadi namun sepertinya Karina sedang melamun menatap kosong ke depan membuat Karina tersentak kaget dan beralih menatap pramugari yang masih setia menatapnya dan Karina tahu pramugari itu sengaja berlama-lama di sana untuk menggoda Rey juga.


Entah kenapa hal itu membuat Karina kesal dan jengkel tanpa sengaja menjawab Rey ketus dan sinis. Pramugari itu merasa tidak enak hati dan memilih pamit untuk pergi karena ditatap tajam oleh Karina. Dan Rey pun juga kaget melihat reaksi Karina yang terlihat marah.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Rey dengan penuh perhatian. Karina menoleh menatap wajah Rey yang masih dengan wajah datar dan dingin tapi begitu perhatian dan nada lembut suaranya membuat Karina memicing menatap Rey.


"Kenapa anda seperti ini?" Tanya Karina tidak tahan.


"Aku? Memangnya aku kenapa?" Tanya Rey dengan wajah tetap lempeng dan datar membuat Karina kesal tiba-tiba.


"Jangan tunjukkan perhatian dengan wajah buruk anda seperti itu! Lebih baik bersikaplah dingin seperti biasanya saja!" Tegas Karina memilih bersandar dengan mata tertutup dan tidak mendengar lagi Rey yang hendak menjawab namun urung melihat Karina yang malah acuh padanya. Bukan seperti ini yang dia inginkan? Kenapa menjadi seperti ini? Begitulah benak Rey dan dia pun menghembuskan nafas kasarnya karena bingung bersikap seperti apa di hadapannya wanita yang dicintainya itu.


Seandainya sangat mudah mengungkapkan perasaanku dengan terus terang padamu? Namun bagiku itu sulit sekali. Bagaimana pun juga kau adalah cinta pertamaku, gadis pertamaku yang kujadikan wanita untuk pertama kalinya dan aku tidak pernah menyesal terpengaruh obat-obatan saat itu. Aku malah bersyukur kaulah yang pertama untukku dan aku pertama untukmu juga. Aku akan mencari cara agar pernikahan kita secepatnya dilakukan meski benihku tumbuh ataupun tidak di rahimmu dalam waktu satu bulan ke depan. Kalau perlu aku akan meminum obat perangsang lagi agar bisa kembali bercinta denganmu.


Senyum terbit sangat tipis di bibir Rey yang tidak disadari siapapun termasuk Karina.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2