Suami Dan Adik Ipar

Suami Dan Adik Ipar
Bab 55


__ADS_3

"Kita kembali?" Tanya Karina saat mobil berbalik ke arah sebaliknya.


"Hmm. Ada meeting yang harus kuhadiri." Jawab Rey sambil mengutak-atik tabletnya.


Karina hanya terdiam menatap keluar jendela kaca mobil menikmati pemandangan di luar.


Setelah hampir tiga puluh menit, mobil berhenti di lobi gedung apartemen mewah, hanya orang yang mempunyai harta berlimpah yang bisa membeli ataupun menyewanya. Karina hanya diam di tempat duduknya tak tahu kenapa mereka berhenti disana.


"Ayo!" Ujar Rey membukakan pintu mobil untuk Karina keluar dari dalam mobil.


"Ya?" Karina mengernyit menatap Rey dengan mendongakkan kepalanya karena Rey berdiri di luar.


"Turun!" Titah Rey lagi.


"Eh?" Benak Karina hanya bertanya-tanya menuruti apa yang dikatakan Rey.


"Kita akan kemana?" Tanya Karina saat mereka sudah masuk ke dalam lift yang tentu saja harus menggunakan kartu akses khusus penghuni apartemen.


Ting


Belum juga Rey menjawab pertanyaan Karina pintu lift sudah berhenti di lantai dua puluh gedung apartemen tersebut dan hanya satu unit di lantai tersebut yang membuktikan kalau penghuni gedung apartemen bukanlah orang sembarangan.


Cklik


Tit


Suara pintu unit apartemen setelah mendeteksi kartu akses untuk masuk ke dalam unit.


"Masuklah!" Titah Rey lagi-lagi namun membuat Karina membeku di tempat tak berani masuk karena terlalu asing dan terlalu mewah untuknya.

__ADS_1


"Sa-saya menunggu di luar saja tuan." Jawab Karina waspada sambil tersenyum menutupi keraguannya untuk berduaan dengan Rey.


"Masuk!" Titah Rey menatap tajam Karina yang hanya meringis melihat tatapan tajam Rey.


"Milik siapa unit ini tuan?" Tanya Karina masih berdiri di depan pintu enggan untuk masuk.


"Bisakah kau masuk dulu? Sampai kapan kau akan berdiri di situ!" Kesal Rey namun Karina terlihat menggemaskan di mata Rey.


"Maaf tuan tapi..."


"Unit ini milikku, kau puas?" Ucap Rey lagi membuat Karina terdiam ucapannya dipotong dan hal itu membuat Karina terkejut.


"A-ada apa kita kesini?" Tanya Karina takut-takut refleks menyilamgkan kedua tangannya di depan dada membuat Rey mengernyit melihat tingkah Karina yang absurd.


"Kau lupa kita baru saja menikah?" Karina sontak menutup mulutnya terkejut dengan kenyataan tersebut.


"Aku sudah pernah melihatnya, semua!" Tegas Rey sambil menunjuk tubuh Karina dari bawah ke atas.


"Yak!" Teriak Karina kesal merasa dipermainkan. Rey langsung membalikkan tubuhnya memunggungi Karina sambil tersenyum tipis di balik punggungnya.


Karina terdiam mengurungkan niatnya untuk marah, entah kenapa dia sudah merasa tidak canggung lagi pada bosnya yang sekarang sudah menjadi suaminya itu. Padahal sebelumnya Karina menjaga sikapnya saat bersama Rey menunjukkan keprofesionalannya. Seketika hatinya melow mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat pertemuannya dengan mantan kekasihnya yang masih merajai hatinya.


"Masuklah!" Rey membuka pintu kamar utama yang ditinggali saat dia tinggal di tanah air.


"U-untuk apa?" Tanya Karina masih belum mengerti apa maksud bosnya.


"Apa maksudmu? Kau tak berniat kita untuk pisah kamar kan?" Tanya Rey memicingkan mata menatap Karina penuh selidik.


"Eh... I-itu..."

__ADS_1


"Tidak ada pisah kamar, tidak ada pernikahan kontrak. Pernikahan adalah hal yang sakral, aku berharap menikah sekali seumur hidup dengan seseorang." Tegas Rey menatap Karina tajam penuh intimidasi.


"Tapi..."


"Untuk perasaan, kalau kita berusaha, aku yakin kita bisa." Ucap Rey terdengar ambigu sambil memalingkan muka.


"Aku mandi sebentar sebelum menghadiri meeting." Ucap Rey langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut. Di dalam kamar mandi Rey memegangi dadanya yang berdegup kencang karena merasa gugup namun sikapnya mampu menutupi perasaan di dalam hatinya.


Karina terdiam di tempatnya berdiri saat ini, menatap pintu kamar mandi tempat Rey menghilang di balik pintu.


Semoga aku bisa melakukannya.


Batin Karina menatap sekeliling kamar menelusuri seluruh kamar yang begitu mewah dan luas itu. Bahkan ranjangnya king size yang begitu lebar dan luas. Ada ruang kecil di sudut kamar yaitu walk in closed.


Karina masuk ke dalam walk in closed melihat seluruh isi lemari tersebut begitu banyak pakaian, kemeja, kaos dan celana pendek serta panjang semua milik Rey. Di sudut agak ke dalam terdapat banyak pakaian, kaos, dress, gaun lengkap dengan tas dan sepatu serta asesoris wanita ada di sana membuat hati karena merasa mencelos melihatnya.


Ini...


"Itu milikmu. Dan semuanya pakaian baru. Aldi ternyata lebih gercep untuk menyiapkan semua kebutuhanmu." Karina yang sedang memegangi pakaian baru itu sontak menoleh ke arah Rey berada yang sepertinya sudah selesai mandi terlihat dia hanya menggunakan bath rope.


"Aarg...a-aku akan keluar." Ucap Karina gugup langsung memalingkan mukanya ke arah lain menghindari Rey sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Rey masuk ke dalam sambil tersenyum tipis.


Karina menghembuskan nafas kasar setelah berhasil keluar dari dalam walk in closed bahkan wajahnya memerah karena malu.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2