
"Apa saja jadwalku hari ini?" Tanya Rey masih setia menatap Karina yang masih memilih pakaian kerjanya.
"Hanya bertemu dengan satu klien, setelah itu kunjungan ke perusahaan XXX pusat." Jawab Karina sambil meletakkan pakaian formal Rey di tepi ranjang.
"Aarrgg...!" Teriak Karina sambil menutup matanya dan langsung berbalik membelakangi Rey yang terkejut dengan teriakkan Karina yang tiba-tiba.
"Yak!" Teriak Rey balik tanpa sadar melotot menatap Karina.
"Tuan, a-apa yang anda lakukan?" Ucap Karina terlihat frustasi masih memunggungi Rey.
"Memangnya apa yang aku lakukan?" Tanya Rey balik masih belum paham dengan Karina.
"I-itu... Bu-bukankah sebaiknya tuan memakai pakaian?" Ucap Karina terbata-bata merasa gugup. Padahal dulu saat dia menatap tubuh Bryan baik-baik saja entah mungkin karena mereka sepasang kekasih. Mungkin?
"Oh.." Jawab Rey enteng merasa tidak bersalah menatap tubuhnya yang bertelanjang dada. Memang tadi Rey sedang mandi saat Karina mengetuk pintu kamarnya. Rey yang tahu kalau Karin yang mengetuk pintu kamarnya langsung mencari handuk untuk menutupi pinggangnya tak lupa menutup dengan bath rope yang ada di dalam kamar mandi.
"Tuan!" Seru Karina frustasi mendengar nada santai yang diucapkan Rey.
"Bukankah... kau suka?" Hembusan nafas Rey di telinga Karina membuatnya merinding sontak membuatnya menoleh tanpa sadar. Rey yang awalnya tersenyum melihat wajah merah Karina karena malu membuat Rey tergelitik untuk menggoda Karina dari belakang secara diam-diam.
Dia tak memperkirakan kalau Karina akan menoleh dan sontak bibir mereka tanpa sengaja bertemu. Benda kenyal itu pun saling bertubrukan membuat Rey tersentak kaget. Jujur saja itu adalah ciuman pertamanya dan entah kenapa hatinya menghangat merasa benda kenyal itu menyentuh bibir perjakanya.
Katakanlah Rey adalah seorang alim, karena selama hidupnya, dia hanya mencintai diam-diam Karina dari jauh. Meski wajahnya sangat tampan, dia terlalu dingin pada semua gadis atau wanita yang mendekatinya. Rey sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita karena dia terlalu menyayangi ibunya yang meninggal sejak kecil. Dan saat setelah itu diurus Oma nya yang begitu menyayanginya juga yang sudah ditinggalkan opanya saat dia berusia dua puluh tahun tapi Oma nya tetap setia tak mencari pendamping lagi karena terlalu mencintai opa nya.
Hal itu membuat hati Rey tersentuh dan berjanji untuk seperti opa dan oma nya yang saling setia. Tidak seperti ayahnya yang begitu cepat mendapatkan ganti mamanya.
__ADS_1
Karina sendiri melotot terkejut, tubuhnya membeku tak bergeming. Bibir mereka tetap di posisi sama tanpa ada yang menarik diri karena masih sama-sama membeku dan menegang.
Rey menatap wajah Karina sayu yang juga membeku menatapnya.
"Ma-maaf tuan." Karina yang langsung tersadar dari keterkejutannya langsung mundur ke belakang secara refleks. Entah kenapa hal itu membuat Rey merasa kehilangan. Dia merasakan manis di bibirnya saat benda kenyal mereka bertubrukan. Namun Rey langsung berdehem malu karena merasa bersalah dan seolah ditolak.
Dia pun mengalihkan pandangannya dan meraih kemejanya dan memakainya sambil memunggungi Karina.
Karina merasa salah tingkah dan memilih untuk pamit keluar dari dalam kamar Rey yang sama-sama terdiam membisu.
Dalam waktu bersamaan dan di tempat berbeda, keduanya sama menghembuskan nafas kasar sama-sama berwajah merah karena malu. Apalagi Karina, bahkan dia terbilang cukup sering melakukannya dengan Bryan, namun entah mengapa rasa benda kenyal tadi terasa berbeda membuatnya semakin merah saja pipinya.
.
.
"Iya tuan, saat ini orang saya yang sedang mengawasinya mengatakan dengan yakin." Jawab Gio menganggukkan kepalanya yakin.
"Dengan siapa?" Tanya Bryan merasa hatinya patah tapi tak berdarah.
"CEO perusahaan XXX." Jawab Gio entah kenapa ragu mengatakan informasi terakhirnya namun dia tak terlalu yakin sehingga memilih untuk tidak mengatakannya sekarang sebelum dia yakin.
Mata Bryan menatap ke arah Gio terdiam membisu. Gio tahu kalau bosnya itu sedang shock seolah merasa tenang terkhianati padahal hubungan mereka sudah benar-benar putus meski perasaan mereka belum sepenuhnya sama-sama hilang. Hanya saja entah kenapa Bryan merasa diselingkuhi.
"Mereka hanya melakukan perjalanan bisnis tuan." Hibur Gio membuat Bryan tersadar namun setahunya CEO perusahaan XXX tak pernah pergi kemanapun dengan wanita manapun saat perjalanan dinas ke luar negeri. Mungkin di sekitar perusahaan dia saja. Tapi sekarang rumor itu seperti terpecahkan, saat ini Karina adalah sekretaris kedua perusahaan XXX wanita yang sering berdekatan dengan Karina meski hanya bertemu klien.
__ADS_1
Hingga rumor itu beredar kalau sekretaris tersebut adalah calon istri CEO perusahaan XXX yang memang masih single. Rumor yang selalu digaungkan dalam setiap perkumpulan klien sesama rekan bisnis yang nyatanya memang tak membuat Bryan nyaman.
Apa mereka punya hubungan?
Apa secepat itu dia move on dariku?
Batin Bryan berkecamuk, dia takut dan menyesal saat mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih karena menolak perjodohan.
Dan niat hati ingin tetap bertemu sambil mengawasinya dari jauh agar tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya membuat Bryan menerima tawaran sang papi untuk meneruskan jabatannya di perusahaan sebagai pengganti CEO, sesuatu hal yang tidak sangat diinginkannya karena dia tak mau hidup terikat.
Dia mempunyai cita-cita untuk membangun keluarga kecil bahagia antara dan Karina dengan anak-anaknya kelak dan mencari nafkah seperti keluarga kecil kebanyakan tanpa dihantui untuk melanjutkan warisan keluarga.
Namun cita-cita Bryan harus rela kandas sebelum waktunya karena restu maminya yang membenci Karina karena dia memiliki status sosial ekonomi ke bawah membuat Bryan tak bisa berkutik. Apalagi laporan terakhir yang diterimanya dari Gio kalau maminya sempat mengancam mengambil hak milik panti asuhan tempat Karina dulu dibesarkan.
Dan hal itu membuat tekad Bryan untuk menjadi penerus papinya di perusahaan semakin kuat demi melindungi wanita yang dicintainya dan bisa membangun apa yang dicita-citakannya membuat keluarga kecil bahagia tanpa halangan restu dari pihak manapun. Bahkan maminya sekalipun tak berhak karena kekuasaan dan kekuatan yang dimilikinya.
Kalau dia tahu akhirnya akan begini, seharusnya dia mengiyakan ajakan papinya untuk menjadi penerus perusahaan sejak dulu. Dan rumor kedekatan Karina dengan CEO yang merupakan bosnya di perusahaan membuat Bryan menggeram kesal dan entah kenapa dia menjadi membenci dirinya sendiri yang tidak mampu melakukan apapun saat ini.
Dalam hati Bryan mengumpat kesal karena ketidak berdayaannya. Dia pun bertekad untuk memperjuangkan Karina agar tidak ada seorang pun yang mampu memilikinya.
"Aku akan memperjuangkanmu sayang, tunggu aku! Kumohon. Aku sangat mencintaimu, dulu, sekarang dan selamanya." Guman Bryan mengusap wajahnya kasar dengan penuh frustasi.
.
.
__ADS_1
TBC