Sugar Family

Sugar Family
New Episode SF 6


__ADS_3

Author pov


di mansion Wu malam ini terlihat sepi karena semua anak-anak menginap di rumah nenek2 mereka yang lain , termasuk Kanaya dia juga menginap di rumah mama Kaira jadi malam ini hanya keluarga inti saja .


" kenapa kamu tidak ikut menginap? " tanya Kris pada si sulung


" besok ada rapat dadakan dad jadi pagi2 harus berangkat . " jawab Gavin


" tenang sekali di sini aku suka . " Ares tersenyum lebar


" justru sangat membosankan karena melihat mu tidak berdebat dengan anak2 . " ucap Kalina


" biarkan telinga ku Damai sebentar tapi aku merindukan Kanaya . "


" hanya pada ibunya? " timpal Kris


" ya . "


sedangkan Ansel dan Alena hanya diam jujur Kalina merasa ada yang terjadi .


" lalu prinses daddy seharian ini kemana saja? " Kris menatap pada Alena


" aku punya urusan sebentar dad . "


" mom aku selesai . " ucap Ansel


" lho kenapa prince padahal baru sedikit apa masakan mommy aneh? "


" tidak mom selalu enak seperti biasa hanya saja aku memang sudah kenyang , kalau begitu aku ke kamar duluan selamat malam . " Ansel mengecup pipi Kalina


Ansel pergi duluan membuat semua saudaranya merasa aneh .


" dia takan menyusul Elina? " tanya Gavin pada Ares


" tidak tau . "


" mommy hanya menanyakan sesatu apa kalian sedang bertengkar sayang? "


" iya mom . " jawab Alena


" kenapa bisa begitu apa yang terjadi ceritakan pada mom . "


" eum itu aku.."


" dia marah karena sudah mengantar bekal tapi Ansel malah memesan makanan . " sela Ares


Alena terkejut kenapa kaka nya tau padahal dia belum bercerita .


" mungkin kaka mu sudah lapar jangan bertengkar lama2 , mommy sedih jika kalian marahan seperti ini . "


" maaf mommy.." ujar Alena


" tidak papa prinses nanti baikan ya sama kaka . "


Kris diam tak ikut campur biarkan saja dia ingin melihat seperti apa putra putri nya menyelesaikan masalah , selesai makan malam Gavin membicarakan kontrak baru dengan Kris dan Kalina masuk kamar .


Tok


Tok


Alena mengetuk pintu tapi tak kunjung di buka dia pun masuk tidak orang , tapi suara gemericik air terdengar dia pun duduk di pinggir ranjang .


" kaka melakukan pengintaian? " tanya Alena


" pengintaian apa sayang? datang2 langsung menuduh saja . " Ares mengeringkan rambut


" jangan mengelak lalu kenapa bisa tau kejadian tadi siang ! "


" hanya menebak . "


" ih jawab yang benar . " jawab Alena


" aku hanya mengawasi . "


" sama saja tau ingat itu emosi ku naik lagi ! ingin ku cekik dia . "


Ares hanya tertawa dan setelah itu naik keranjang dia rindu kasur empuk .


" kak jangan tidur aku sedang curhat ! "


" kaka dengar . "


" kenapa kak Ansel memarahi ku? yang salah itu si ular , kenapa aku yang di bentak ih nyebelinnn . "


" kemari . " Ares menepuk2 kasur


Alena pun naik dan segera memeluk sang kaka menyembunyikan wajah cantik itu di dada bidang Ares .


" Ansel itu 100℅ mommy sifat lembut dan penuh kasih sayang wajar jika sering berfikir positif , hanya saja memang dia tidak bisa membedakan mana lawan mana kawan . di tambah winter pernah menjadi wanita yang begitu dia cintai . " ujar Ares


" garis besar nya kak Ansel bodoh ! "


" haha kamu jujur sekali . " Ares mengusap rambut Alena dengan lembut


" aku tidak suka dia membela si ular ! atau jangan2 kak Ansel tidak sayang aku lagi . " adu Alena


" tidak begitu dear dia akan selalu menyayangi mu . "


tok


tok


mereka diam ketika mendengar suara ketukan pintu .


" kaka.." panggil seseorang


" masuk saja . "


Alena yang mendengar suara itu langsung menutup diri dengan selimut .


" maaf menganggu aku tadi ke kamar Alena tapi dia tidak ada , pasti di sini eum aku ingin meminta maaf . " ujar Ansel


" buka selimut nya kaka mu ingin meminta maaf . " ucap Ares


" pergi sanaa ! " tolak Alena


Ansel naik ke kasur dan melihat tubuh sang adik yang rapat tertutup selimut .

__ADS_1


" aku tak bermaksud membentak mu maaf..tadi begitu banyak pekerjaan jadi emosi ku tidak stabil , jangan marah lain kali tidak akan kaka ulangi lagi sungguh tadi hanya kelepasan saja . " ucap Ansel


Alena diam tak menjawab mengabaikan ucapan maaf si tampan .


" kaka mu sedang meminta maaf prinses terkadang pertengkaran saudara itu selalu ada , tetapi saling memaafkan akan menjadi kasih sayang yang tak terkalahkan . " timpal Ares


" maafkan aku Alena . "


" kaka nyebelin aku tidak suka ! " Alena membuka selimut


" iya kaka tau . " Ansel langsung memeluk Alena dan tidur di sebelah nya


" nyebelinnnnn jangan di ulangi ! "


" siap jadi berhenti marah . "


Alena memukul lengan Ansel dan mereka berpelukan .


" aku ada pesan untuk mu . " ucap Ares pada Ansel


" apa kak? "


" air yang tenang belum tentu aman . "


Ansel menatap mata tajam milik sang kaka seolah sedang memberitahu untuk selalu waspada , setelah mengobrol dan bercanda dengan Alena mereka terlelap malam ini tidur bersama di kamar Ares .


...


pagi sudah menyapa matahari bersinar terang di panti anak2 sudah bersemangat untuk sarapan lalu pergi sekolah , Alvin senang bisa bermain dengan banyak teman dan Elina membantu sang ibu .


" mama hari ini aku ingin di antar papa . " Alvin menghampiri Elina


" iya mama sudah mengirim pesan untuk menjemput kita . "


" lalu apa jawaban papa? "


" belum di jawab sayang mungkin papa sedang sarapan . "


" ayo kita sarapan nenek sudah buatkan makanan kesukaan Alvin . " ujar nyonya Jeon


Alvin pun ikut bersama sang nenek Elina melihat ponsel apa Ansel masih tidur .


sarapan sudah selesai banyak anak2 yang sudah pergi sekolah tak lama kemudian sebuah mobil tiba .


" papaaa.." teriak Alvin dengan senang


" selamat pagi jagoan . " Ansel dengan segera menggendong Alvin


" aku pikir kamu tidak bisa datang . " ujar Elina


" maaf sayang aku tadi terlambat bangun. " Ansel mengecup bibir Elina


" oh sudah datang ternyata . " nyonya Jeon datang menghampiri


" selamat pagi bu.." Ansel mencium tangan sang mertua


setelah sedikit berbincang Ansel segera mengantar Alvin ke sekolah , Elina juga harus pergi untuk mengurus anak2 yang akan mengikuti Olimpiade .


" nanti papa yang menjemput? " tanya Alvin


" papa minta maaf seperti nya tidak bisa nanti yang akan menjemput papa Jeno atau tidak ayah Na . "


" papa sedang banyak pekerjaan tampan kasian nanti cape kalau harus bolak balik . " Elina memberikan pengertian


" tapi nanti jika memang sempat papa akan menjemput mu . " timpal Ansel


" asik Terima kasih papa . "


" jika kamu sibuk tidak perlu . " ujar Elina


" is okey sayang . "


mereka pun sampai di sekolah semua saudaranya sudah ada semua .


...


In Office


Gavin sudah sampai di kantor Ansel mereka akan rapat hari ini tapi dia belum sampai jadi si sulung menunggu di ruangan .


" ini kopinya kak sambil menunggu . " ujar Winter


" Terima kasih maaf merepotkan . "


" presedir kemana? kenapa belum sampai . "


" tadi pergi dulu menjemput istrinya mungkin terjebak macet . " ucap Gavin


" sedikit merepotkan ya padahal bisa naik taxi sudah tau di kantor banyak pekerjaan . " Winter berucap sinis


" tapi aku pikir itu tidak masalah . "


" perempuan juga harus mandiri jangan serba mengandalkan suami . "


Gavin agak aneh dengan obrolan ini tapi mungkin hanya perasaan saja .


" wajar lagian sudah kewajiban Ansel menjadi ayah yang baik . " ujar Gavin


pintu terbuka Ansel baru saja tiba di jalan macet sekali .


" maaf membuat mu menunggu kak tadi macet sekali . " ujar Ansel


" tidak papa ayo kita rapat sekarang saja . "


" berkas yang ku minta sudah ada? " tanya Ansel pada Winter


" sudah silahkan ke ruang rapat nanti saya bawakan berkas nya . " ucap Winter


mereka pergi ke ruang rapat Winter membawa berkas terlebih dulu dia menyuruh seseorang mengerjakan , karena kemarin waktu istirahat wanita ini malah pergi ke mall dan mengabaikan tugas .


...


Anak-anak sudah bersiap akan pulang mereka sedang menunggu jemputan pelajaran tadi sangat menyenangkan , mereka belajar di luar ruangan karena membahas materi tentang tanaman .


" besok jangan lupa bawa tamanan kata Miss Kei . " ujar Ezra


" tamanan apa? " tanya Sean

__ADS_1


" ya terserah yang penting tanaman . "


" kaktus seperti nya bagus . " ujar Lexsy


" ah aku akan bawa bunga rose yang di tanam oleh ibu . " Jaehyuk berucap semangat


" nanti kita minta sama grandma di belakang banyak , apalagi dekat kandang Rubby semua cantik2 . " usul Alana


" ah iya benar aku setuju . " timpal Livy


" kamu ingin bawa apa? " tanya Siena pada Kean


" ikan koi milik daddy Ares . " jawab Kean


" heh mana bisa ikan itu hewan bukan tamanam ! " protes Alvin


" jangan bikin ulah . " peringat Ezra


tak lama kemudian 2 mobil datang menjemput mereka .


" wah papa Jeno dan ayah Na yang datang menjemput . " teriak teriak Alana


" halo prince dan prinses maaf tadi di jalan macet . " ujar Jeno


" asik papa yang jemput . " Siena berlari pada Jeno


" nah ayo kita pulang . " ajak Jaewu


mereka semua naik tapi Alvin masih diam tak ikut masuk .


" kenapa tidak masuk? ayo kita pulang . " Jaewu pun berjongkok


" aku menunggu papa tadi bilang akan menjemput ayah . " jawab Alvin


" papa Ansel masih sibuk pulang dengan ayah saja ya? " bujuk Jaewu


Alvin menggeleng karena dia ingin Ansel yang menjemput sesuai janji , Jaewu mengeluarkan ponsel dan menghubungi Ansel .


...


In Caffe


Winter menyuapi Ansel mereka sedang makan siang setelah selesai rapat dengan Gavin memutuskan beristirahat sejenak .


" kamu lanjutkan makan aku harus pergi . " Ansel memakai jas


" mau kemana? ini bahkan belum habis sayang . " ucap Winter


" tadi Jaewu menelpon Alvin ingin di jemput . "


" biarkan dia pulang dengan yang lain . "


" tidak bisa aku sudah berjanji kamu duluan pergi ke kantor . "


" tidak ibu tidak anak sama saja merepotkan ! kamu terlalu memanjakan mereka . " protes Winter


" jaga ucapan mu ! " ujar Ansel


" memang begitu hidup mu bukan hanya mengurus mereka , kamu juga memiliki kebebasan berhak melakukan apapun . "


" masih di sini ! Alvin menunggu bodoh . " seseorang datang ke Caffe


" Leon? sedang apa disini? " tanya Ansel


" membeli kopi cepat pergi . "


Ansel pun pergi ketika Winter ingin menahan dia di halangi Leon .


" dari pada menganggu dia lebih baik temani aku ayo pergi . " Leon menggenggam tangan Winter


" kita mau kemana lepaskan aku ! "


" bersenang-senang . "


" kenapa tiba2? aku tidak mau pergi dengan mu lepas . " ujar Winter


" istri ku sedang sibuk di rumah sakit jadi aku butuh teman , sebagai imbalan akan ku bantu kamu menjadi nyonya Wu . " bisik Leon


" jangan bercanda . "


" aku serius cepatlah jawab kesempatan tidak datang 2 kali . "


" aku mau . " Winter mengecup pipi Leon


Winter masuk kedalam mobil dengan Leon di ikuti oleh 3 mobil .


" kita akan kemana Leon? "


" hotel . "


" cih kalian semua brengs*k pura2 setia padahal sama saja . "


" kau takut ketauan oleh istri kami? "


" tentu saja tidak bahkan mereka tidak ada apa2 di banding aku , akan lebih seru jika yang mengajak ku ke hotel adalah dokter Jung . "


" kenapa? "


" aku ingin membuat Alena menangis darah karena suami nya aku dapatkan . " Winter tertawa senang


" kamu wanita serakah . " ujar Leon


" tapi kamu juga suka . " tangan lentik Winter mengusap2 bahu Leon


" ayo berpesta di hotel nanti . "


" tentu tampan . "


Leon hanya tersenyum mendengar jawaban Winter hari ini akan sangat menyenangkan .


Hai ketemu lagi sama aku


yang gak kuat sama Winter tolong stop jangan baca


dari pada kesel haha


sehat selalu mine

__ADS_1


sampai bertemu di next episode


__ADS_2