
Author pov
di mansion Wu malam ini terlihat sepi karena semua anak-anak menginap di rumah nenek2 mereka yang lain , termasuk Kanaya dia juga menginap di rumah mama Kaira jadi malam ini hanya keluarga inti saja .
" kenapa kamu tidak ikut menginap? " tanya Kris pada si sulung
" besok ada rapat dadakan dad jadi pagi2 harus berangkat . " jawab Gavin
" tenang sekali di sini aku suka . " Ares tersenyum lebar
" justru sangat membosankan karena melihat mu tidak berdebat dengan anak2 . " ucap Kalina
" biarkan telinga ku Damai sebentar tapi aku merindukan Kanaya . "
" hanya pada ibunya? " timpal Kris
" ya . "
sedangkan Ansel dan Alena hanya diam jujur Kalina merasa ada yang terjadi .
" lalu prinses daddy seharian ini kemana saja? " Kris menatap pada Alena
" aku punya urusan sebentar dad . "
" mom aku selesai . " ucap Ansel
" lho kenapa prince padahal baru sedikit apa masakan mommy aneh? "
" tidak mom selalu enak seperti biasa hanya saja aku memang sudah kenyang , kalau begitu aku ke kamar duluan selamat malam . " Ansel mengecup pipi Kalina
Ansel pergi duluan membuat semua saudaranya merasa aneh .
" dia takan menyusul Elina? " tanya Gavin pada Ares
" tidak tau . "
" mommy hanya menanyakan sesatu apa kalian sedang bertengkar sayang? "
" iya mom . " jawab Alena
" kenapa bisa begitu apa yang terjadi ceritakan pada mom . "
" eum itu aku.."
" dia marah karena sudah mengantar bekal tapi Ansel malah memesan makanan . " sela Ares
Alena terkejut kenapa kaka nya tau padahal dia belum bercerita .
" mungkin kaka mu sudah lapar jangan bertengkar lama2 , mommy sedih jika kalian marahan seperti ini . "
" maaf mommy.." ujar Alena
" tidak papa prinses nanti baikan ya sama kaka . "
Kris diam tak ikut campur biarkan saja dia ingin melihat seperti apa putra putri nya menyelesaikan masalah , selesai makan malam Gavin membicarakan kontrak baru dengan Kris dan Kalina masuk kamar .
Tok
Tok
Alena mengetuk pintu tapi tak kunjung di buka dia pun masuk tidak orang , tapi suara gemericik air terdengar dia pun duduk di pinggir ranjang .
" kaka melakukan pengintaian? " tanya Alena
" pengintaian apa sayang? datang2 langsung menuduh saja . " Ares mengeringkan rambut
" jangan mengelak lalu kenapa bisa tau kejadian tadi siang ! "
" hanya menebak . "
" ih jawab yang benar . " jawab Alena
" aku hanya mengawasi . "
" sama saja tau ingat itu emosi ku naik lagi ! ingin ku cekik dia . "
Ares hanya tertawa dan setelah itu naik keranjang dia rindu kasur empuk .
" kak jangan tidur aku sedang curhat ! "
" kaka dengar . "
" kenapa kak Ansel memarahi ku? yang salah itu si ular , kenapa aku yang di bentak ih nyebelinnn . "
" kemari . " Ares menepuk2 kasur
Alena pun naik dan segera memeluk sang kaka menyembunyikan wajah cantik itu di dada bidang Ares .
" Ansel itu 100℅ mommy sifat lembut dan penuh kasih sayang wajar jika sering berfikir positif , hanya saja memang dia tidak bisa membedakan mana lawan mana kawan . di tambah winter pernah menjadi wanita yang begitu dia cintai . " ujar Ares
" garis besar nya kak Ansel bodoh ! "
" haha kamu jujur sekali . " Ares mengusap rambut Alena dengan lembut
" aku tidak suka dia membela si ular ! atau jangan2 kak Ansel tidak sayang aku lagi . " adu Alena
" tidak begitu dear dia akan selalu menyayangi mu . "
tok
tok
mereka diam ketika mendengar suara ketukan pintu .
" kaka.." panggil seseorang
" masuk saja . "
Alena yang mendengar suara itu langsung menutup diri dengan selimut .
" maaf menganggu aku tadi ke kamar Alena tapi dia tidak ada , pasti di sini eum aku ingin meminta maaf . " ujar Ansel
" buka selimut nya kaka mu ingin meminta maaf . " ucap Ares
" pergi sanaa ! " tolak Alena
Ansel naik ke kasur dan melihat tubuh sang adik yang rapat tertutup selimut .
__ADS_1
" aku tak bermaksud membentak mu maaf..tadi begitu banyak pekerjaan jadi emosi ku tidak stabil , jangan marah lain kali tidak akan kaka ulangi lagi sungguh tadi hanya kelepasan saja . " ucap Ansel
Alena diam tak menjawab mengabaikan ucapan maaf si tampan .
" kaka mu sedang meminta maaf prinses terkadang pertengkaran saudara itu selalu ada , tetapi saling memaafkan akan menjadi kasih sayang yang tak terkalahkan . " timpal Ares
" maafkan aku Alena . "
" kaka nyebelin aku tidak suka ! " Alena membuka selimut
" iya kaka tau . " Ansel langsung memeluk Alena dan tidur di sebelah nya
" nyebelinnnnn jangan di ulangi ! "
" siap jadi berhenti marah . "
Alena memukul lengan Ansel dan mereka berpelukan .
" aku ada pesan untuk mu . " ucap Ares pada Ansel
" apa kak? "
" air yang tenang belum tentu aman . "
Ansel menatap mata tajam milik sang kaka seolah sedang memberitahu untuk selalu waspada , setelah mengobrol dan bercanda dengan Alena mereka terlelap malam ini tidur bersama di kamar Ares .
...
pagi sudah menyapa matahari bersinar terang di panti anak2 sudah bersemangat untuk sarapan lalu pergi sekolah , Alvin senang bisa bermain dengan banyak teman dan Elina membantu sang ibu .
" mama hari ini aku ingin di antar papa . " Alvin menghampiri Elina
" iya mama sudah mengirim pesan untuk menjemput kita . "
" lalu apa jawaban papa? "
" belum di jawab sayang mungkin papa sedang sarapan . "
" ayo kita sarapan nenek sudah buatkan makanan kesukaan Alvin . " ujar nyonya Jeon
Alvin pun ikut bersama sang nenek Elina melihat ponsel apa Ansel masih tidur .
sarapan sudah selesai banyak anak2 yang sudah pergi sekolah tak lama kemudian sebuah mobil tiba .
" papaaa.." teriak Alvin dengan senang
" selamat pagi jagoan . " Ansel dengan segera menggendong Alvin
" aku pikir kamu tidak bisa datang . " ujar Elina
" maaf sayang aku tadi terlambat bangun. " Ansel mengecup bibir Elina
" oh sudah datang ternyata . " nyonya Jeon datang menghampiri
" selamat pagi bu.." Ansel mencium tangan sang mertua
setelah sedikit berbincang Ansel segera mengantar Alvin ke sekolah , Elina juga harus pergi untuk mengurus anak2 yang akan mengikuti Olimpiade .
" nanti papa yang menjemput? " tanya Alvin
" papa minta maaf seperti nya tidak bisa nanti yang akan menjemput papa Jeno atau tidak ayah Na . "
" papa sedang banyak pekerjaan tampan kasian nanti cape kalau harus bolak balik . " Elina memberikan pengertian
" tapi nanti jika memang sempat papa akan menjemput mu . " timpal Ansel
" asik Terima kasih papa . "
" jika kamu sibuk tidak perlu . " ujar Elina
" is okey sayang . "
mereka pun sampai di sekolah semua saudaranya sudah ada semua .
...
In Office
Gavin sudah sampai di kantor Ansel mereka akan rapat hari ini tapi dia belum sampai jadi si sulung menunggu di ruangan .
" ini kopinya kak sambil menunggu . " ujar Winter
" Terima kasih maaf merepotkan . "
" presedir kemana? kenapa belum sampai . "
" tadi pergi dulu menjemput istrinya mungkin terjebak macet . " ucap Gavin
" sedikit merepotkan ya padahal bisa naik taxi sudah tau di kantor banyak pekerjaan . " Winter berucap sinis
" tapi aku pikir itu tidak masalah . "
" perempuan juga harus mandiri jangan serba mengandalkan suami . "
Gavin agak aneh dengan obrolan ini tapi mungkin hanya perasaan saja .
" wajar lagian sudah kewajiban Ansel menjadi ayah yang baik . " ujar Gavin
pintu terbuka Ansel baru saja tiba di jalan macet sekali .
" maaf membuat mu menunggu kak tadi macet sekali . " ujar Ansel
" tidak papa ayo kita rapat sekarang saja . "
" berkas yang ku minta sudah ada? " tanya Ansel pada Winter
" sudah silahkan ke ruang rapat nanti saya bawakan berkas nya . " ucap Winter
mereka pergi ke ruang rapat Winter membawa berkas terlebih dulu dia menyuruh seseorang mengerjakan , karena kemarin waktu istirahat wanita ini malah pergi ke mall dan mengabaikan tugas .
...
Anak-anak sudah bersiap akan pulang mereka sedang menunggu jemputan pelajaran tadi sangat menyenangkan , mereka belajar di luar ruangan karena membahas materi tentang tanaman .
" besok jangan lupa bawa tamanan kata Miss Kei . " ujar Ezra
" tamanan apa? " tanya Sean
__ADS_1
" ya terserah yang penting tanaman . "
" kaktus seperti nya bagus . " ujar Lexsy
" ah aku akan bawa bunga rose yang di tanam oleh ibu . " Jaehyuk berucap semangat
" nanti kita minta sama grandma di belakang banyak , apalagi dekat kandang Rubby semua cantik2 . " usul Alana
" ah iya benar aku setuju . " timpal Livy
" kamu ingin bawa apa? " tanya Siena pada Kean
" ikan koi milik daddy Ares . " jawab Kean
" heh mana bisa ikan itu hewan bukan tamanam ! " protes Alvin
" jangan bikin ulah . " peringat Ezra
tak lama kemudian 2 mobil datang menjemput mereka .
" wah papa Jeno dan ayah Na yang datang menjemput . " teriak teriak Alana
" halo prince dan prinses maaf tadi di jalan macet . " ujar Jeno
" asik papa yang jemput . " Siena berlari pada Jeno
" nah ayo kita pulang . " ajak Jaewu
mereka semua naik tapi Alvin masih diam tak ikut masuk .
" kenapa tidak masuk? ayo kita pulang . " Jaewu pun berjongkok
" aku menunggu papa tadi bilang akan menjemput ayah . " jawab Alvin
" papa Ansel masih sibuk pulang dengan ayah saja ya? " bujuk Jaewu
Alvin menggeleng karena dia ingin Ansel yang menjemput sesuai janji , Jaewu mengeluarkan ponsel dan menghubungi Ansel .
...
In Caffe
Winter menyuapi Ansel mereka sedang makan siang setelah selesai rapat dengan Gavin memutuskan beristirahat sejenak .
" kamu lanjutkan makan aku harus pergi . " Ansel memakai jas
" mau kemana? ini bahkan belum habis sayang . " ucap Winter
" tadi Jaewu menelpon Alvin ingin di jemput . "
" biarkan dia pulang dengan yang lain . "
" tidak bisa aku sudah berjanji kamu duluan pergi ke kantor . "
" tidak ibu tidak anak sama saja merepotkan ! kamu terlalu memanjakan mereka . " protes Winter
" jaga ucapan mu ! " ujar Ansel
" memang begitu hidup mu bukan hanya mengurus mereka , kamu juga memiliki kebebasan berhak melakukan apapun . "
" masih di sini ! Alvin menunggu bodoh . " seseorang datang ke Caffe
" Leon? sedang apa disini? " tanya Ansel
" membeli kopi cepat pergi . "
Ansel pun pergi ketika Winter ingin menahan dia di halangi Leon .
" dari pada menganggu dia lebih baik temani aku ayo pergi . " Leon menggenggam tangan Winter
" kita mau kemana lepaskan aku ! "
" bersenang-senang . "
" kenapa tiba2? aku tidak mau pergi dengan mu lepas . " ujar Winter
" istri ku sedang sibuk di rumah sakit jadi aku butuh teman , sebagai imbalan akan ku bantu kamu menjadi nyonya Wu . " bisik Leon
" jangan bercanda . "
" aku serius cepatlah jawab kesempatan tidak datang 2 kali . "
" aku mau . " Winter mengecup pipi Leon
Winter masuk kedalam mobil dengan Leon di ikuti oleh 3 mobil .
" kita akan kemana Leon? "
" hotel . "
" cih kalian semua brengs*k pura2 setia padahal sama saja . "
" kau takut ketauan oleh istri kami? "
" tentu saja tidak bahkan mereka tidak ada apa2 di banding aku , akan lebih seru jika yang mengajak ku ke hotel adalah dokter Jung . "
" kenapa? "
" aku ingin membuat Alena menangis darah karena suami nya aku dapatkan . " Winter tertawa senang
" kamu wanita serakah . " ujar Leon
" tapi kamu juga suka . " tangan lentik Winter mengusap2 bahu Leon
" ayo berpesta di hotel nanti . "
" tentu tampan . "
Leon hanya tersenyum mendengar jawaban Winter hari ini akan sangat menyenangkan .
Hai ketemu lagi sama aku
yang gak kuat sama Winter tolong stop jangan baca
dari pada kesel haha
sehat selalu mine
__ADS_1
sampai bertemu di next episode