
Author pov
benar sesuai prediksi seisi mansion langsung heboh dengan kehamilan Kanaya tak menyangka langsung mendapat 2 sekaligus , Leo dan Kris hanya bisa terdiam begitu juga dengan Ares si calon daddy masih tak percaya dengan kehadiran si kembar .
" si kembar adalah hadiah untuk wisuda mu . " ujar Araga
" ah iya uncle . " otak Ares masih ngeblank
" selamat Ares kau memang hebat . " ucap Mark
" Terima kasih ayah . "
Kris dan Leo masih memandangi photo USG masih tetap tak percaya .
" semoga cucu-cucu ku selalu sehat . " Leo tersenyum
" ohh my litte devil . " ucap Kris
" lalu kapan kau akan melamar Alena dokter Jung? " tanya Tuan Wu
" secepat nya grandpa bahkan kalau ingin sekarang saya siap . " jawab Arka
" wah pria sejati . " Gavin berucap bangga
para remaja sedang asik bermain di kolam renang mereka bersantai ria .
" bagaimana perasaan mu akan mempunyai 2 calon keponakan sekaligus . " tanya Jaewu
" tentu saja aku senang Na dan tidak sabar bertemu mereka . " jawab Leon
" mereka 2 jagoan atau sepasang seperti Ansel dan Alena ya? " gunam Vinson
" iya aku jadi penasaran sehebat itu kak Ares membuat nya . " timpal Ansel
" hey jangan ke sana Rubby nanti kau kotor lagi kemari ! " teriak Jeno
" apa kau tidak bosan mengurus nya Jung . " Ansel berteriak pada Jeno
sedari tadi Jeno asik mengajak Rubby bermain lalu Diana datang menghampiri .
" Vinson tolong bawa puding di tempat biasa tadi bunda sudah bayar . " ucap Diana
" suruh ayah saja hari ini panas malas keluar . " rengek Vinson
" ayah sedang mengobrol dengan yang lain sayang , ayolah sebentar saja tidak akan lama . " bujuk Diana
" biar aku saja bunda . " Leon pun berdiri
" maaf merepotkan mu prince saudara mu memang pemalas . " Diana mencubit lengan putranya
" ish bukan malas tapi hari ini memang panas . " protes Vinson
" halah banyak alasan ! apa akan pergi sendiri? ajak seseorang untuk menemani mu , bunda takut nanti kerepotan soalnya puding nya cukup banyak . "
" tidak papa bunda aku akan menggunakan mobil mereka kalau sudah asik takan bisa di ganggu . " ucap Vinson
Leon pun memakai mobil sang ayah dan segera pergi ke toko untuk segera mengambil puding , tak lama kemudian dia sampai lalu memikirkan mobil .
" selamat datang tuan ada yang bisa kami bantu? " ucap salah satu staf
" saya ingin mengambil pesanan puding . " ujar Leon
" atas nama nyonya Diana Wu ? "
" iya benar . "
staf itu pun segera membawa puding pesanan nya dan memberikan pada Leon ternyata ada 10 box yang di beli , setelah selesai dia menyusun puding di belakang agar rapih dan tidak jatuh lalu siap untuk pulang .
Brak
tiba-tiba pintu terbuka dan seorang gadis mengenakan seragam masuk begitu saja ke dalam mobil membuat Leon kebingungan .
" cepat ayo jalan ! " ucap gadis itu
" siapa kamu? kenapa tiba-tiba masuk mobil saya sembarangan . " jawab Leon
" udah cepetan jalan dulu keburu preman nya datang ! "
karena bingung Leon menjalankan mobil dan pergi dia melihat perempuan dengan rambut yang acak2kan , tapi wajah nya tetap cantik kenapa dia di kejar preman? atau itu adalah depkolektor .
" saya harus membawa mu ke mana? " tanya Leon
" jalan saja dulu maaf pasti terkejut tiba2 aku masuk mobil , mungkin kita harus berkenalan nama ku Luna Park salam kenal . "
" saya Leon kenapa kamu di kejar preman? pasti punya hutang , ini hari libur tapi mengenakan seragam . "
" sembarang bukan begitu cerita nya ! " protes Luna
" saya hanya bertanya tidak usah baper . "
" aku baru selesai di photo untuk membuat kartu pelajar dan berniat pergi ke halte , di pinggir jalan para preman sedang minum2 dan tak sengaja aku tersandung membuat minuman nya jatuh . " Luna menjelaskan dengan detail
" teledor banget . "
" bukan teledor tapi gak sengaja kak Leon . "
__ADS_1
Luna langsung memanggil nya begitu sedangkan Leon hanya menghela napas .
" saya harus antar kemana? " tanya Leon
" kemana saja boleh . "
" saya serius cepat katakan . "
" kalau begitu di halte depan saja , nanti biar naik bus . " ujar Luna
" rumah kamu jauh? mau di antar sampai rumah? "
" kalau tidak merepotkan rumah ku ada di kawasan Gangnam kak , gara2 di kejar preman jadi cape tidur bentar boleh ya . " Luna menyadarkan kepalanya pada lengan Leon
" gak usah nyender sama saya ! " omel Leon
" ih galak banget abis tangan nya menggoda kekar sekali aku suka , pasti kuat buat lempar cewe ke ranjang . " Luna tertawa kecil
Leon yang mendengar itu mendadak malu gadis ini bar-bar sekali dia tertipu dengan tampang polos nya .
" kamu jangan bicara aneh2 ! "
" dih kakanya overthinking emang aku tadi bicarain apa? "
" udah diem telinga saya sakit denger suara kamuu ! " ucap Leon
mereka pun melanjutkan perjalanan dengan di temani ocehan2 Luna untung Leon orang nya sabar .
...
Ares sedang tiduran di karpet dia baru saja selesai makan di tambah cuaca yang panas membuat semakin malas , Kanaya sedang asik dengan para wanita cantik mengobrolkan banyak hal dan membahas tentang kehamilan .
" papa.." Ares bangun dan menghampiri Leo yang sedang memainkan ponsel nya
" ada apa? " tanya Leo
" aku ingin donat . " ujar Ares
" papa tidak punya donat di meja masih banyak cemilan lain . " jawab Leo yang masih sibuk dengan ponsel
" tapi aku ingin itu kenapa papa tidak mengerti ! " rengek Ares
" diamlah papa sedang bermain game ! "
" pokonya aku ingin donat ! ingin donat ! ingin donaaaat ! " si Lion menarik-narik lengan Leo
seketika telinga Leo berdengung mendengar ocehan menantu nya .
" ish kau ini berisik sekali ! kalau begitu pergi belilah donat nya Ares . "
" yang ingin donat kau kenapa yang beli papa singa ! , wah durhaka sekali menyuruh mertua untuk membelinya . " omel Leo
" ingin papa ayoo beli donat ya ya ya . "
pria dewasa itu menghela napas menghalau rasa jengkel yang tiba-tiba menjalar Leo meraih kunci mobil milik Araga dan pergi membeli donat , Ares tersenyum senang karena permintaan nya di terpenuhi lalu dia berjalan dengan semangat keruang tamu .
" ayah.." panggil Ares dan menghampiri Mark
" kenapa prince? " tanya Mark
" aku ingin Choco lava kesukaan mom . "
" lalu kenapa bilang pada ayah? pergi beli di tempat biasa . "
" ayah yang belikan . " ujar Ares
" kita order dan antarkan ke sini . " Mark mengambil ponsel nya
" tidak mau ayah harus ke sana membelinya secara langsung . "
" ayolah hari ini begitu panas Ares kita order saja ya . " bujuk Mark
" ayah tidak sayang aku ! " rajuk Ares
Mark jadi pusing menghadapi Ares dan akhirnya pria itu menyerah lalu pergi membeli keinginan si calon ayah , semua orang harus siap di buat repot tapi dia hanya melakukan itu pada para pria Gavin duduk sambil minum jus buatan Yena .
" aku ingin itu kak . " ucap Ares
" pergi ambil di dapur ini milik ku . " jawab Gavin
" tidak mau yang ini saja . " Ares merebut jus si sulung
" itu jus milik ku ambil ke dapur dasar pemalas ! " Gavin menjitak kening sang adik
mereka saling menarik gelas dan Araga yang melihat itu sungguh cape sekali melihat tingkah laku keponakan nya , Ares ngidam semua kena mental gara-gara menghadapinya mereka harus menyetok obat penurun darah .
...
Arka sedang menemani Alena jalan2 cuaca sudah tak sepanas tadi jadi mereka menghabiskan waktu bersama , sebentar lagi dia juga sibuk menjadi pembimbing untuk tim Ares membantu merangakai berbagai laporan .
" kaka ayo beli es krim di sana . " Alena menunjuk salah satu kedai
" baiklah sayang . "
" kemarin ibu menelpon ku katanya ingin mengajak melihat cincin . " ucap Alena
__ADS_1
" jadi kapan kalian akan pergi? maaf saya tidak bisa ikut pergi . " jawab Arka
" kata ibu sekitar 3 hari lagi apa kaka sedang sibuk? jika aku yang memilih takut nya tidak suka . "
" tidak begitu dear jika kamu suka saya juga suka jadi pilihlah sesuka mu , iya karena kebetulan saya terpilih jadi dokter pembimbing . " Arka menggenggam tangan Alena
mereka berjalan ke kedai sore ini menghabiskan waktu di kawasan hongdae mencoba berbagai makanan , pernikahan Arka dan Alena tidak tau akan di laksanakan kapan karena Kris sedang bertanya pada Ansel apa Alena di beri izin untuk melangkahi nya mereka takut si tampan marah .
...
In Apartemen
hari beranjak malam Jeno sudah terkapar di sofa dia menghabiskan 4 kaleng bir sekaligus dari mansion mereka berdua bermain game bersama di apartemen , Ansel sedang membeli obat pereda mabuk Jeno masih setengah sadar dan terdengar seseorang masuk ke sana .
" ish kau meninggalkan aku sendiri di sini Ansel ! " racau Jeno
" ternyata kalian sedang berkumpul di sini . " seorang perempuan berjongkok mengusap wajah tampan Jeno
lalu 2 orang pria bertubuh besar masuk kedalam
" bawa dia jangan sampai terluka . "
" baik nona . " ucap salah satu pria
mereka membantu Jeno bangun untuk di bawa pergi .
" kita mau kemana Ansel? " tanya Jeno dia tak sadar siapa yang memapah nya
" aku akan membuat mu menikahi ku Jung Jeno dengan cara ini kamu akan menjadi milik ku . " ujar perempuan itu
sedangkan Alena berjalan ke arah apartemen dia sengaja minta di turunkan di sana karena ingin mengambil salah satu barang yang tertinggal , kebetulan kakanya ada di apatemen lalu Alena sangat terkejut melihat Jeno yang di papah keluar oleh 2 orang asing
" mau di bawa kemana Jeno? kalian siapa? " tanya Alena
" jangan mengahalangi jalan kami nona ! "
" lepaskan teman ku jangan macam-macam ! " ujar Alena
lalu seorang wanita datang menyusul ke sana .
" ini ulah mu? lepaskan Jeno sebenarnya apa mau mu Winter ! "
" jangan ikut campur urusan ku Alena ! aku mencintai Jeno . " jawab Winter
" cih omong apa itu? kau menyakiti kak Ansel dan sekarang bilang mencintai Jeno , kelakuan mu itu jal*ng sekali ya . " cibir Alena
" sialan jaga bicara mu ! "
Winter melangkah dan melayangkan tangan nya untuk menampar si bungsu Wu
Srakk
dengan segera Alena menahan nya kemudian tangan Winter di pelintir ke belakang membuat gadis itu mengaduh , 2 pengawal Winter terkejut dan melepaskan Jeno begitu saja sang nona sedang kesakitan .
" berani melangkah kemari ku kirim nona muda kalian ke alam baka . " Alena mencabut tusuk rambut nya yang runcing
tubuh Winter bergetar dia tak menyangka sosok Alena yang selalu lembut berubah mengerikan apalagi ujung tusuk rambut itu tepat berada di lehernya , bergerak sedikit maka berakibat patal ini bukan sosok Alena yang Winter kenal bahkan tatapan itu persis seperti Ares dan dad Kris .
" selama ini aku diam dengan harapan kau berubah tapi apa? ternyata masih mencari masalah , kak Ansel mencitai mu tapi malah menyakiti nya brengs*k lalu sekarang kau mengincar Jeno . " ujar Alena
" lepas-kan ternyata kau seorang sikopat ! " ucap Winter
" aku gadis baik hanya sifat ku ini sering kambuh pada orang yang layak untuk di lenyapkan . " Alena menyeringai
wajah Winter semakin pucat di tambah Alena sedikit menekan tusuk rambut nya pada leher jenjang itu , membuat cairan merah sedikit mengecur 2 pengawal nya tak bisa berbuat apa2 dan tidak boleh berbuat gegabah .
" maaf tolong jangan sakiti aku . " pinta Winter
" kenapa tidak dari tadi hm? dengar sekali lagi kau membuat masalah lihat saja akibat nya , akan kuliti wajah cantik mu kebetulan dad memberikan hadiah pisau khusus untuk ku . " bisik Alena
Winter mengangguk lemah dan kemudian dia mendorong nya ke arah 2 pengawal yang tak berguna , mereka dengan segera pergi Alena menyusut darah yang mengotori tangan dengan tisu dan segera mengghampiri Jeno .
" bangun Jung . " ucap Alena
pada saat yang tepat Ansel datang dia sangat terkejut melihat Jeno bersama Alena
" apa yang terjadi? kenapa kalian dia sini? " Ansel melempar kresek belanjaan
" ada yang akan membawa Jeno kak . "
" siapa? aku lupa tidak mengunci apartemen kamu terluka tidak? " tanya Ansel dia menangkup pipi Alena
" aku juga tidak tau..tadi ada orang2 yang menolong dan sedang mengejar meraka , jadi aku tidak terluka sama sekali . " ucap Alena sambil tersenyum
" syukurlah aku takut kalian terluka . " Ansel mengecup kening Alena
Ansel menggendong Jeno dan pergi ke dalam si prinses Wu itu memiliki rahasia besar sifat yang asli dia sembunyikan dengan begitu rapih , biarlah orang tau dia itu manja tapi jika sudah ada yang menyakiti keluarga nya maka dia akan berhadapan dengan sipat yang sebenarnya .
Hai ketemu lagi sama aku
karena banyak yang minta di perpanjang maka baiklah karena kalian adalah cinta ku
sehat selalu ya
sampai bertemu di next episod
__ADS_1