
Author pov
matahari sudah menampakan sinarnya kicauan burung terdengar sebagai melodi indah di pagi hari , di rumah sakit berbagai aktivitas terlihat para dokter dan suster yang hilir mudik dengan tugas mereka .
" pembedahan sudah selesai? " tanya seorang pria
Jeno pun melepaskan sarung tangan penuh darah itu dan di buang .
" sudah hanya tinggal menulis menulis laporan dokter Ren . " ucap Jeno
" untuk laporan dokter Jinan yang akan mengurus nya . "
" tapi tidak terlihat sama sekali . "
" biasa istrinya sedang merajuk . " Ren tertawa kecil
" selamat sebentar lagi putri anda segera lahir sudah menjadi ayah dari 2 anak saja . " ujar Jeno
" kalau begitu cepat menyusul berikan Siena adik agar ada teman . "
" haha satu saja cukup lagian sudah ramai dengan saudara2 yang lain . "
" siapa tau saja ingin menambah . "
" seseorang akan mengomel kenapa cucu ku tambah banyak ! " ucap Jeno
lalu seorang pria datang menghampiri mereka berdua .
" masih pagi sudah asik membicarakan apa? " tanya Leon
" selamat pagi dokter Wu kami hanya berbincang tentang menambah momongan . " jawab Ren
" selamat ya sebentar lagi putri anda lahir . "
" Terima kasih . "
" sayang kenapa tidak menunggu ku ! " seorang wanita cantik datang menyusul
" kamu saja yang lelet . " ujar Leon
" aku harus terlihat cantik sebelum turun ! " omel Viona
" sudah jangan berisik . "
" selamat pagi dokter Park . " sapa Ren
" selamat pagi dokter Ren istri anda sudah melahirkan? "
" belum masih 1 minggu lagi . "
mereka pun berbincang dan setelah itu kembali menjalankan tugas masing2 , Viona mengikuti sang suami ke Lab .
" sayang.." panggil Viona
" hm? "
" aku juga ingin boleh tidak? "
" ingin apa? "
" mempunyai baby lagi ayo buat dan Lexsy akan jadi kakak . "
Leon berhenti sejenak mendengar ucapan istrinya .
" jangan aneh-aneh bukankah sekarang ada jadwal pemeriksaan . " ujar Leon
" jawab dulu pertanyaan ku ! " rajuk si cantik
" kita bahas ini di rumah jangan di sini . "
__ADS_1
" di sini tidak ada orang ayolah sayang satu anak lagi ya? "
Leon mengabaikan perkataan Viona dan berlanjut meneliti tugas .
" jangan abaikan aku Leon Wu ! " Viona menarik jas putih sang suami
" diam aku sedang berkerja . "
mata Viona berkaca dan pergi membanting pintu dengan keras , bersamaan dengan Areas yang baru sampai lalu mereka bertabrakan .
" hikss.." Viona langsung menangis di dada bidang Ares
" hey kenapa datang2 menangis begini . " tanya Ares
" saudara mu jahat ! " adu Viona dengan menangis tersedu
karena takut terjadi salah paham Ares membawa dia ke ruangan khusus Forensik , Jeno yang sedang melihat hasil visum terkejut kenapa istri sahabat nya menangis .
" ada apa ceritakan pelan2 . " ucap Ares
" kenapa dia? " tanya Jeno dengan berbisik
" tidak tau . "
" Leon jahat dengan ku hiks ! " air mata kembali mengucur
" apa yang dia lakukan? " tanya Ares
" aku ingin punya baby lagi seperti dokter Ren tapi Leon tidak mau menghamili ku . " adu Viona
Ares dan Jeno hanya saling menatap kenapa ada2 saja .
" bukan begitu maksud Leon hanya saja ini perlu pembahasan yang lebih , sekarang waktu nya hanya tidak pas kenapa membahas anak di rumah sakit . " ucap Ares
" ish aku hanya bertanya singa ! tapi dia malah mengabaikan ku , percuma milik nya kokoh jika mau menyuplai bibit ! " protes Viona
sial pipi Jeno memerah mendengar obrolan absurd ini .
" bicarakan lagi ini nanti jangan terburu2 . " ucap Ares
" aku ingin baby..poko nya Leon harus menghamili ku ! "
Ares menyandarkan diri di sofa sambil memijit kening , ini masih pagi kenapa harus datang masalah ajaib .
...
In Mansion
Ansel sedang terdiam di taman belakang wajah tampan itu tidak menunjukan ekspresi apapun , tadi dia pulang jam 4 pagi dengan penampilan yang wow .
" sayang ini kopi nya . " Elina datang sambil membawa nampan
" Terima kasih . " ujar Ansel
" tadi kamu pulang jam 4 kan? jangan terlalu lelah nanti sakit . "
" iya maaf sayang . " Ansel pun mengecup bibir Elina
" tidak akan berkerja? "
" eum aku rasa tidak . " lengan kekar itu menarik si manis duduk ke pangkuan nya
" kamu ini nanti kalau ada yang lihat bagaimana? ish malu tau lepaskan . " ujar Elina
" tidak masalah jika ada yang melihat siapa yang akan melarang , jika melihat suami melakukan ini pada istrinya . "
Elina melihat ke sekeliling apalagi ketika mulai merasakan tangan Ansel mengusap lembut kaki si manis , dan kancing dres di buka satu persatu-satu membuat Elina panik mau apa pagi2 begini jika lupa mereka sedang di taman belakang .
" sayang jangan di si-ni . " Elina meremas rambut hitam Ansel ketika si tampan sibuk memberikan tanda di leher putih itu
__ADS_1
" lalu harus di mana? "
Brak
Klik
pintu yang menuju ke taman di tutup dan di kunci sedangkan Ansel kembali menarik Elina .
" ayo bermain sebentar di kamar sangat membosankan . "
" jangan gila Ansel Wu ! tidak ada tempat di sini ayo masuk ." Elina pun berdiri
" kita bisa sambil duduk . "
setelah Ansel siap dia kembali menarik Elina yang berusaha pergi .
" jangan membantah perkataan suami sayang . " di singkap nya dres milik Elina
Elina mengigit bibir dan mmengcengkram bahu Ansel ketika sang suami sudah memulai kegiatan nya , pagi yang sangat gila mereka melakukan di taman belakang bahkan deritan kursi terdengar sekali2 suara indah Elina menjadi melodi .
" pelan..aku malu Ansel . " ujar Elina dengan sedikit terbata karena pergerakan mereka
" di sini tidak ada siapa pun . "
" kita melakukan di depan Rubby dan Remon bahkan anak2 mereka . "
" tenang saja adik bungsu ku yang satu itu tidak akan bisa mengadu . "
tangan Elina meremas baju Ansel ketika sebentar lagi mereka akan sampai , keringat mengucur deras di pagi hari yang sejuk ini .
mereka berdua memadu kasih dengan di temani 2 ekor angsa dan anak2 angsa yang lucu .
...
In Caffe
jam makan siang telah tiba suasana Caffe yang ramai dengan orang2 mereka mencari menu makanan untuk segera di santap , Jaewu membawa buku menu apa yang akan dia pesan yang lain belum datang .
" maaf membuat mu menunggu Na . " Vinson pun datang
" tidak papa aku juga baru sampai rapat sudah selesai? " tanya Jaewu
" sudah baru aku yang sampai . "
" Leon dan Jeno sedang dalam perjalanan mungkin sebentar lagi sampai . "
" lalu Ansel? "
" tidak tau sudah ku hubungi tapi tidak di angkat mungkin sibuk dengan pekerjaan . " jawab Jaewu
" lalu kau sudah selesai mengajar? " Vinson memesan minuman dingin terlebih dulu
" iya aku hanya mengajar 2 kelas hari ini jadi langsung saja ke sini . "
" suasana di kampus pasti sudah berubah . "
" tidak sama sekali keadaan masih tetap sama dan aku sering terseyum sendiri , ketika melihat berbagai sudut di kampus cerita kita di sana masih apik tersimpan . "
" kenapa tiba2 aku juga ingin ke sana . "
" sesekali kamu harus mampir . "
Vinson dan Jaewu kembali berbincang membuka indahnya cerita lama dengan sejuta memori , sambil menunggu kedatangan Jeno dan Leon waktu memang cepat berlalu .
masih terasa mereka merayakan kelulusan tapi sekarang sudah menjadi para ayah .
Hai ketemu lagi sama aku
sehat selalu ya love
__ADS_1
semoga hari kalian penuh kebahagiaan dan di berikan kelancaran dalam melakukan aktivitas
sampai bertemu di next episode .