Sugar Family

Sugar Family
New Episode SF 12


__ADS_3

Author pov


matahari sudah menampakan sinarnya kicauan burung terdengar sebagai melodi indah di pagi hari , di rumah sakit berbagai aktivitas terlihat para dokter dan suster yang hilir mudik dengan tugas mereka .


" pembedahan sudah selesai? " tanya seorang pria


Jeno pun melepaskan sarung tangan penuh darah itu dan di buang .


" sudah hanya tinggal menulis menulis laporan dokter Ren . " ucap Jeno


" untuk laporan dokter Jinan yang akan mengurus nya . "


" tapi tidak terlihat sama sekali . "


" biasa istrinya sedang merajuk . " Ren tertawa kecil


" selamat sebentar lagi putri anda segera lahir sudah menjadi ayah dari 2 anak saja . " ujar Jeno


" kalau begitu cepat menyusul berikan Siena adik agar ada teman . "


" haha satu saja cukup lagian sudah ramai dengan saudara2 yang lain . "


" siapa tau saja ingin menambah . "


" seseorang akan mengomel kenapa cucu ku tambah banyak ! " ucap Jeno


lalu seorang pria datang menghampiri mereka berdua .


" masih pagi sudah asik membicarakan apa? " tanya Leon


" selamat pagi dokter Wu kami hanya berbincang tentang menambah momongan . " jawab Ren


" selamat ya sebentar lagi putri anda lahir . "


" Terima kasih . "


" sayang kenapa tidak menunggu ku ! " seorang wanita cantik datang menyusul


" kamu saja yang lelet . " ujar Leon


" aku harus terlihat cantik sebelum turun ! " omel Viona


" sudah jangan berisik . "


" selamat pagi dokter Park . " sapa Ren


" selamat pagi dokter Ren istri anda sudah melahirkan? "


" belum masih 1 minggu lagi . "


mereka pun berbincang dan setelah itu kembali menjalankan tugas masing2 , Viona mengikuti sang suami ke Lab .


" sayang.." panggil Viona


" hm? "


" aku juga ingin boleh tidak? "


" ingin apa? "


" mempunyai baby lagi ayo buat dan Lexsy akan jadi kakak . "


Leon berhenti sejenak mendengar ucapan istrinya .


" jangan aneh-aneh bukankah sekarang ada jadwal pemeriksaan . " ujar Leon


" jawab dulu pertanyaan ku ! " rajuk si cantik


" kita bahas ini di rumah jangan di sini . "

__ADS_1


" di sini tidak ada orang ayolah sayang satu anak lagi ya? "


Leon mengabaikan perkataan Viona dan berlanjut meneliti tugas .


" jangan abaikan aku Leon Wu ! " Viona menarik jas putih sang suami


" diam aku sedang berkerja . "


mata Viona berkaca dan pergi membanting pintu dengan keras , bersamaan dengan Areas yang baru sampai lalu mereka bertabrakan .


" hikss.." Viona langsung menangis di dada bidang Ares


" hey kenapa datang2 menangis begini . " tanya Ares


" saudara mu jahat ! " adu Viona dengan menangis tersedu


karena takut terjadi salah paham Ares membawa dia ke ruangan khusus Forensik , Jeno yang sedang melihat hasil visum terkejut kenapa istri sahabat nya menangis .


" ada apa ceritakan pelan2 . " ucap Ares


" kenapa dia? " tanya Jeno dengan berbisik


" tidak tau . "


" Leon jahat dengan ku hiks ! " air mata kembali mengucur


" apa yang dia lakukan? " tanya Ares


" aku ingin punya baby lagi seperti dokter Ren tapi Leon tidak mau menghamili ku . " adu Viona


Ares dan Jeno hanya saling menatap kenapa ada2 saja .


" bukan begitu maksud Leon hanya saja ini perlu pembahasan yang lebih , sekarang waktu nya hanya tidak pas kenapa membahas anak di rumah sakit . " ucap Ares


" ish aku hanya bertanya singa ! tapi dia malah mengabaikan ku , percuma milik nya kokoh jika mau menyuplai bibit ! " protes Viona


sial pipi Jeno memerah mendengar obrolan absurd ini .


" bicarakan lagi ini nanti jangan terburu2 . " ucap Ares


" aku ingin baby..poko nya Leon harus menghamili ku ! "


Ares menyandarkan diri di sofa sambil memijit kening , ini masih pagi kenapa harus datang masalah ajaib .


...


In Mansion


Ansel sedang terdiam di taman belakang wajah tampan itu tidak menunjukan ekspresi apapun , tadi dia pulang jam 4 pagi dengan penampilan yang wow .


" sayang ini kopi nya . " Elina datang sambil membawa nampan


" Terima kasih . " ujar Ansel


" tadi kamu pulang jam 4 kan? jangan terlalu lelah nanti sakit . "


" iya maaf sayang . " Ansel pun mengecup bibir Elina


" tidak akan berkerja? "


" eum aku rasa tidak . " lengan kekar itu menarik si manis duduk ke pangkuan nya


" kamu ini nanti kalau ada yang lihat bagaimana? ish malu tau lepaskan . " ujar Elina


" tidak masalah jika ada yang melihat siapa yang akan melarang , jika melihat suami melakukan ini pada istrinya . "


Elina melihat ke sekeliling apalagi ketika mulai merasakan tangan Ansel mengusap lembut kaki si manis , dan kancing dres di buka satu persatu-satu membuat Elina panik mau apa pagi2 begini jika lupa mereka sedang di taman belakang .


" sayang jangan di si-ni . " Elina meremas rambut hitam Ansel ketika si tampan sibuk memberikan tanda di leher putih itu

__ADS_1


" lalu harus di mana? "


Brak


Klik


pintu yang menuju ke taman di tutup dan di kunci sedangkan Ansel kembali menarik Elina .


" ayo bermain sebentar di kamar sangat membosankan . "


" jangan gila Ansel Wu ! tidak ada tempat di sini ayo masuk ." Elina pun berdiri


" kita bisa sambil duduk . "


setelah Ansel siap dia kembali menarik Elina yang berusaha pergi .


" jangan membantah perkataan suami sayang . " di singkap nya dres milik Elina


Elina mengigit bibir dan mmengcengkram bahu Ansel ketika sang suami sudah memulai kegiatan nya , pagi yang sangat gila mereka melakukan di taman belakang bahkan deritan kursi terdengar sekali2 suara indah Elina menjadi melodi .


" pelan..aku malu Ansel . " ujar Elina dengan sedikit terbata karena pergerakan mereka


" di sini tidak ada siapa pun . "


" kita melakukan di depan Rubby dan Remon bahkan anak2 mereka . "


" tenang saja adik bungsu ku yang satu itu tidak akan bisa mengadu . "


tangan Elina meremas baju Ansel ketika sebentar lagi mereka akan sampai , keringat mengucur deras di pagi hari yang sejuk ini .


mereka berdua memadu kasih dengan di temani 2 ekor angsa dan anak2 angsa yang lucu .


...


In Caffe


jam makan siang telah tiba suasana Caffe yang ramai dengan orang2 mereka mencari menu makanan untuk segera di santap , Jaewu membawa buku menu apa yang akan dia pesan yang lain belum datang .


" maaf membuat mu menunggu Na . " Vinson pun datang


" tidak papa aku juga baru sampai rapat sudah selesai? " tanya Jaewu


" sudah baru aku yang sampai . "


" Leon dan Jeno sedang dalam perjalanan mungkin sebentar lagi sampai . "


" lalu Ansel? "


" tidak tau sudah ku hubungi tapi tidak di angkat mungkin sibuk dengan pekerjaan . " jawab Jaewu


" lalu kau sudah selesai mengajar? " Vinson memesan minuman dingin terlebih dulu


" iya aku hanya mengajar 2 kelas hari ini jadi langsung saja ke sini . "


" suasana di kampus pasti sudah berubah . "


" tidak sama sekali keadaan masih tetap sama dan aku sering terseyum sendiri , ketika melihat berbagai sudut di kampus cerita kita di sana masih apik tersimpan . "


" kenapa tiba2 aku juga ingin ke sana . "


" sesekali kamu harus mampir . "


Vinson dan Jaewu kembali berbincang membuka indahnya cerita lama dengan sejuta memori , sambil menunggu kedatangan Jeno dan Leon waktu memang cepat berlalu .


masih terasa mereka merayakan kelulusan tapi sekarang sudah menjadi para ayah .


Hai ketemu lagi sama aku


sehat selalu ya love

__ADS_1


semoga hari kalian penuh kebahagiaan dan di berikan kelancaran dalam melakukan aktivitas


sampai bertemu di next episode .


__ADS_2