Sugar Family

Sugar Family
Bagian 86


__ADS_3

Author pov


hari minggu tiba dimana semua orang sibuk menghabiskan waktu untuk bersantai begitu juga dengan keluarga Wu , Kalina berserta Kanaya pergi membeli bahan untuk membuat hot pot sedangkan Yena sibuk membuat bumbu .


si ibu muda sudah sehat sedangkan Ansel Cs bersama Ares dan Gavin menjaga 2 bayi mungil Jeno ada di sana , biarkan tuan dan nyonya Jung menenangkan diri mereka membutuhkan waktu pasti nanti akan baik2 saja .


" dede jangan nangis mau apa hm? " Ansel menggendong Siena


" mungkin dia haus . " ucap Jaewu


" Vinsonnnn susu nya mana ! kenapa lama sekali membuat nya . " omel Ansel


takk


Ares menjitak kepala sang adik dengan gulungan koran .


" berapa kali sudah ku bilang jangan berteriak ! yang ada bayi nya menangis . " omel Ares


" ish iya maaf . "


" nah ini susu buat Siena sudah jadi . " Vinson memberikan sebotol susu


" ayo dede minum dulu . "


Ansel pun duduk di sofa dengan Siena di gendongan nya .


" baby Gray tampan sekali . " Leon menoel pipi yang masih merah itu


" tentu seperti ayah nya . " ujar Gavin


" kemari Siena dengan papa saja . " ujar Jeno sembari meraih si kecil


" jangan mengganggu dia Jung ! " Vinson menepis tangan Jeno


" kalian pasti cape jadi giliran ku . "


" tidak siapa bilang jangan ganggu kami dengan Siena ! " omel Jaewu


Jeno hanya diam melihat para pria itu sibuk dengan putrinya lalu Ares datang membawa kotak obat .


" kemari pakai salep dulu agar lebam mu hilang . " ucap Ares


" biar aku saja kak . "


" jangan membantah kemari ! "


Jeno pun mendekat karena wajah datar Ares sangat menyeramkan .


" aku pikir itu tato baru mu Jeno . " Gavin tertawa kecil


" kaka jangan menyindir dong . " rengek Jeno


" gak usah so imut udah jadi papa ! " cibir Ares


" ih kak Ares sama saja duh pelan2 dong sakit tauu . "


" udah diem gak usah berisik . "


sesi pengobatan pun selesai Jeno bete karena di abaikan yang lain sibuk dengan Siena dia berjalan ke taman belakang .


" Rubby.." panggil Jeno


lalu seekor angsa putih berlari ke arah Jeno dan mencondongkan leher panjang nya berisap menyerang .


" hey hey ini aku Rubby kenapa galak sekali ! " Jeno mengindar ketika akan di sosor


perhatian semua orang teralih ketika melihat Jeno berlarian di kejar angsa .


" hentikan ini aku ! kenapa kamu jadi ganas tidak kalem seperti biasa , Rubby Wu berhenti mengejar kuuuu . "


akhirnya si tampan kembali masuk ke rumah dan menutup pintu ko jadi agresif begitu .


" kami pulanggg.." ucap Kanaya


" welcome home . "


" kak nono kenapa kaya panik gitu? "

__ADS_1


" Rubby kesurupan . " ujar Jeno


" kesurupan bagaimana? " Kalina bertanya penasaran


" dia mengerjar dan menyerang ku mom padahal biasa nya selalu anteng . "


" ada-ada saja apa Siena rewel? "


" tidak mom . "


Kalina pun mengangguk dan pergi ke dapur membawa bahan2 Yena bilang bumbu sudah siap , lalu Kanaya pergi ke ruang tengah menghampiri suaminya .


" kenapa baru pulang sayang aku rindu . " rengek Ares


" lama apa sih kak hanya sebentar . " ucap Kanaya


" tetap saja aku tidak bisa hidup tanpa mu walau hanya sebentar . " Ares mengecup bibir Kanaya


Gavin dan Ansel cs menahan diri agar tak mengumpat melihat pemandangan itu .


" sini aku pijit kaki mu pasti sakit karena udah jalan2 sama mom , di tambah bawa 2 cebong pasti berat . " si Lion meraih kaki Kanaya lalu memijat nya


" gak sudah kak lagian aku seneng bisa jalan2 . " tolak Kanaya


" tidak papa cinta . "


Kanaya tersenyum dia sangat bahagia pada masa kehamilan begitu di manja oleh Ares , di tambah kebucinan si Lion naik drastis menjadi level akut .


" hot pot sudah jadi . " ucap Yena sambil membawa makanan


" horeee aku sudah lapar . " ujar Jaewu


" kau selalu lapar Na ! " cibir Vinson


" ayo kalian makan kemari biar Siena dengan mommy . "


" mom makan dulu saja biar dia dengan ku . " ujar Jeno


" tidak papa prince mom masih kenyang kamu makan saja dengan yang lain . " Kalina mengusap rambut Jeno


...


di lokasi proyek pembangunan sekolah Kris melihat langsung proses pembuatan nya dia pagi2 sudah pergi ke sana , misal jika ada bahan yang kurang bisa di pesan kembali semoga saja cepat selesai .


" kak ini gambaran untuk masing2 kelas . " Mark memberikan desain


" bagus aku suka . "


" aku merasa sedang membangun hotel di banding sekolah . "


" tentu harus yang terbaik untuk calon menantu ku . " ucap Kris


mereka pun duduk di tempat yang cukup teduh karena cuaca cukup panas .


" Ansel benar2 setuju di jodohkan? " tanya Mark


" iya dia tak menolak . " Kris meneguk sekaleng bir


" syukurlah kalau begitu anak2 mu sudah sold out . " Mark tertawa kecil


" masih ada Vinson , Leon bahkan Jaewu mereka juga anak2 ku . " ujar Kris


" kalau begitu nanti pernikahan Vinson kaka yang tanggung ya . "


" lalu apa guna mu sebagai ayah? "


" poko nya kaka yang bertanggung jawab ! aku tidak mau tau , lagian uang ku bisa di gunakan untuk senang2 dengan Diana . "


" adik sialan ! " umpat Kris


" tapi tetap saja kau menyayangi ku kan? "


" tentu kau juga bagian dari kebahagian ku . " Kris mengusak rambut Mark


" ish jangan sentuh2 kalau orang salah paham bagaimana ! " omel Mark


" tidak papa biarkan saja . "

__ADS_1


" dih amit-amit nanti di gosipkan menjalin hubungan dengan sesama , apalagi dengan pria tua bangka . "


" ku jait mu mulut Mark Wuuu ! siapa yang kau bilang tua bangka hm? " Kris mengapit leher sang adik


" uhuk..iya ampun kak cuma bercanda saja , lagian memang benar bahkan tambah cucu dari Jeno . "


sudah tau Kris paling anti di bilang tua mereka semua senang sekali menggodanya , para pekerja tersenyum melihat kerharmonis sepasang kakak adik itu .


Kris memutuskan untuk pulang ketika sudah beres mengecek semua tapi dia melihat toko sepatu , lalu teringat dengan Jeremy yang ingin sepatu baru si hot daddy pun pergi ke sana nanti akan mampir sebentar ke panti .


....


di panti sedang terjadi suasana menegangkan ada sekumpulan pria yang datang ke sana mereka memaksa untuk membeli panti , karena akan di lahan itu akan di jadikan bar tetapi nyonya Jeon tak ada niat untuk menjual nya .


" cepat katakan berapa harga yang kau inginkan ! " ucap pimpinan geng


" saya tidak berniat menjual bangunan ini tuan tolong mengertilah . " ucap nyonya Jeon dengan lembut


" wanita tua ini benar2 gak bisa di ajak kompromi sekali ! "


" tolong jaga bicara mu pada ibu saya tuan . " protes Elina


" diam manis jangan berisik jangan sampai kau ku tiduri di sini ! . "


" silahkan pergi atau ku panggil polisi . " ancam polisi


" haha silahkan nona kami tidak takut . "


Brakk


pria itu melempar barang dan merusak semua nya nyonya Jeon menarik Elina untuk mundur , untung anak2 sudah di amankan kerumah nyonya Jeon kini di sana berantakan .


" tolong tuan hentikan saya mohon . "


" maka dari itu jual panti mu pada ku nyonya tua ! " si preman mendorong bahu beliau dengan kasar


" jangan sakiti ibu ku ! " bentak Elina


" berani sekali kau membentak ku jal*ng ! "


pria itu mendorong hingga Elina jatuh ke lantai nyonya Jeon menangis dan akan menyetujui penjualan panti .


...


Kris sedang di jalan dia sudah mendapat sepatu untuk Jeremy sebentar lagi sampai pasti anak itu akan senang , lalu dering telpon berbunyi dia melihat siapa yang menelpon .


Araga Calling..


" apa? "


" kontrak untuk besok sudah siap . "


" bagus kalau begitu tapi aku belum sampai di rumah . "


" mobil ku juga mogok menyebalkan sekali ! " omel Araga


" lalu di mana kamu sekarang? "


" aku sudah bersama Ares sekarang , dia menjemput ku . "


" sebelum pulang ker mansion temui aku di panti sekarang . "


" panti mana? untuk apa ke sana? . "


" akan ku kirim lokasi nya sekalian kamu melihat calon istri Ansel . "


" baiklah aku dan Ares akan menyusul . "


Pip


lalu Kris mengirimkan loaksi panti sekalian saja perkenalan dengan Elina Araga mengirim pesan dia dan Ares menuju ke sana .


selamat beraktifitas love


sehat selalu dan di berikan kemudahan untuk urusan kalian


sampai bertemu di next episod

__ADS_1


__ADS_2