
Author pov
Ares diam ruangan nya pria itu sudah mulai bekerja dan baru saja melakukan otopsi kini sedang bersantai dengan sebatang rokok , dia sudah menyelidiki semua tentang Selina ternyata gadis itu masih mempunyai sanak keluarga .
Brakk
pintu di buka dengan tidak santai membuat Ares terlonjak kaget
" apa tidak bisa pelan2 ! "
" kaka kemana aja aku rindu . " Jeno berlari memeluk Ares
" luka nya sudah membaik kak? " Leon datang sambil membawa beberapa kopi
" sudah mendingan..sana duduk Jung . " Ares mendorong Jeno yang sedang memeluk erat
" tidak mau rindu kaka . "
" jangan lebay kamu kita bahkan bertemu setiap hari di sini ayo kita duduk di sana . "
mereka bertiga pun duduk sambil menikmati kopi yang di bawakan Leon berbincang tentang orang2 rumah , Ares selalu menanyakan keadaan mommy karena sangat merindukan wanita yang begitu dia cintai .
" ini laporan yang di minta . " ujar Leon
" kamu menyelidiki dengan cepat . "
" bukan dari ku dari daddy Araga keluarga Selina tinggal di Daegu orang tua nya memang benar sudah tidak ada , dia sana ada paman dan bibi nya selama ini mereka mencari ternyata Alan menculik Selina dari mereka . "
" kapan uncle melakukan penyelidikan? kenapa aku tidak di ajak ! " protes Ares
" kaka sedang sekarat . " jawab Jeno
" ck . "
" sudah yang penting kita tau bahwa Selina masih ada sanak keluarga , sehingga kaka tidak perlu bertanggung jawab lagi karena memang tidak penting . "
" ya baiklah . "
Ares menghela napas semua sudah mendapat titik terang hanya bagaimana cara membujuk sang ayah agar mau memaafkan , belum lagi rindu berat ingin bertemu dengan ibunya ingin menangis lagi tapi Ares gengsi dengan para saudara yang lain .
...
Kanaya sedang membereskan rumah mencuci piring bekas sarapan tadi pagi hari ini dia akan pulang ke Mansion memberikan kabar bahagia , dia belum memberi tau orang rumah jika dia sedang mengandung kembali Kean pergi membawa mobil untuk menjemput wanita cantik itu .
Dok
Dok
pintu di gedor dengan keras membuat Kanaya terkejut dia pun membuka pintu dan seorang wanita dengan pandangan tajam berdiri di sana .
" ingin mencari siapa? " tanya Kanaya
" dimana suami ku ! "
si cantik di buat bingung dan berpikir wanita asing ini sedang mabuk , datang2 bertanya di mana suami nya di pikir Kanaya tukang sensus penduduk .
" maaf anda salah alamat mungkin saya tidak tau. "
" kau perempuan yang merebut dia dari ku ! "
" tolong jangan berteriak di rumah orang itu tidak sopan , lagi pula siapa suami anda? saya tidak tau datang sudah marah2 . " ujar Kanaya
__ADS_1
" kembalikan Ares dia suami ku ! "
Kanaya tersentak ternyata ini wanita yang di ceritakan suami nya bahkan sama sedang mengandung , wajah pucat tetapi tetap terlihat cantik apa tidak terbalik justru dia yang merusak bahkan hampir membuat Ares mati di tangan sang mertua .
" tolong jangan membalikan fakta kamu yang menghancurkan rumah tangga ku ! "
" Ares milik ku jal*ng ! " ujar Selina
" kamu benar2 tidak tau malu kebaikan suami ku di salah artikan , Terima fakta karena suami mu sudah meninggal dan pelaku tindakan kriminal . "
plakk
Kanaya merasakan perih dan panas ketika Selina menampar dengan Keras .
" tutup mulut mu sialan Ares hanya miliki ku ! kau penghancur semua ! " Selina mengamuk di depan Kanaya
" pergi dasar wanita gila ! " bentak Kanaya
" kau yang tidak waras ******* kembalikan suami kuu ! "
secara tiba2 Selina mendorong Kanaya hingga terjatuh menghantam lantai dengan keras sampai mengerang sakit , bersamaan dengan mobil datang sedangkan Selina hanya tertawa puas melihat pemandangan itu .
" mommy.. " teriak Kean dengan panik
Kean berlari menghampiri ibunya yang sedang kesakitan di lantai .
" mom apa yang sakit . " tanya Kean dengan khawatir
" tidak papa sayang jangan panik . " Kanaya mengusap wajah Kean untuk menenangkan si jagoan
" adik bayi gimana mom . " tangan Kean menyentuh perut sang ibu
" adik bayi baik2 saja . "
" berani sekali kau melukai ibu ku brengs*k ! " maki Kean
" ibu mu merebut suami ku . "
" jal*ng tidak tau diri kau yang perusak di sini . "
Srakk
Kean mencengkram rambut Selina dengan erat hingga membuat wanita itu kesakitan .
" berani kau menyentuh ibu dan calon adik ku takan segan ku kirim kau ke neraka sialan . " ujar Kean
" akhh..sakit lepaskan ! "
Kanaya berdiri dan menghentikan perbuatan Kean .
" lepaskan Kean dia kesakitan tidak boleh kasar dia sedang mengandung sama seperti mom . " Kanaya mencoba melepaskan cengkraman
" kenapa mom harus peduli dia menyakiti mom ! "
" iya mom tau tapi tidak boleh begini lepaskan dia . "
Kean menghempas Selina sehingga wanita itu terjatuh di lantai .
" pergi atau waktu hidup mu akan berada di tangan ku . " ujar Kean
" hikss Ares . " Selina menangis tersedu
__ADS_1
" jangan menyebut nama ayah ku sialan ! " teriak Kean
Kanaya menahan tubuh Kean yang akan kembali menghampiri Selina dia bergegas mengunci pintu untuk segera pergi .
" ayo pulang grandma pasti menunggu jangan menyakiti siapapun mommy mohon . "
mereka berdua pun pergi meninggalkan Selina yang masih menangis Kanaya tau jika sifat Kean sama dengan suami berserta ayah mertua nya .
...
Kris setelah selesai mengurus berkas kantor dengan Gavin dia berjalan2 sebentar angin sejuk menerpa wajah nya , siang yang terlihat mendung cocok untuk berkeliling sejenak wajah yang masih sama tampan walapun telah menjadi seorang grandpa .
pikiran Kris berkelana hingga langkah membawa ke sebuah kedai makanan senyum getir langsung terlihat , tempat ini adalah favorit dia dengan Ares mereka sering menghabiskan waktu berdua di sini dan Kris pun pergi untuk menyebrang .
Tinnnnnnn
sebuah mobil melaju dengan cepat sebelum menghantam Kris seseorang menarik dan mereka terjatuh di pinggir jalan .
" brengs*k punggung ku . " ringis Kris
dia melihat ke arah samping seseorang juga terbaring di sana Kris buru2 bangun .
" hey bangun Terima kasih sudah menyelematkan saya ayo pergi ke rumah sakit . "
" aku baik . "
hati Kris berdetak mendengar suara yang tak asing dia membuka masker itu darah mengucur dari kening si penolong .
" Ares . " ujar Kris dengan nada tercekat
" syukurlah dad baik2 saja . "
" kamu terluka ayo pergi ke rumah sakit . " Kris langsung mendekap Ares dengan erat
" sakit ini hilang karena sudah di peluk daddy tidak papa . "
semarah nya Kris dengan Ares jiwa ayah memberontak melihat putra nya apalagi menyelamatkan dari bahaya , waktu menghajar Ares tanpa sepengetahuan siapapun Kris menangis di villa dan selalu berujar maaf .
dia membantu Ares berdiri dan membawa ke kursi taman lengan serta kaki Ares juga terluka di terkena goresan aspal , kenapa si Lion bisa di sana karena dia juga ingin makan siang di kedai yang sama .
" jangan pergi dad . " Ares menarik jas Kris ketika akan beranjak
" dad akan pergi ke apotek sebentar membeli obat untuk luka mu , nanti dad akan ke kembali tunggu jangan kemana2 . "
" tidak mau jangan tinggalkan aku sendiri . "
Ares menarik Kris duduk di kursi sedangkan dia kini berlutut bawah .
" aku akan sembuh ketika dad memaafkan semua kesalahan ku jadi mohon maaf jangan membenci ku lagi.. ternyata berjuang sendiri itu sulit sedewasa apapun aku tetap membutuhkan mu dad , tidak peduli sekuat apapun musuh di luar sana aku mampu bertahan sendiri tapi ketika aku mengingat dad membenci ku sungguh tidak sanggup . " Ares berlutut di hadapan Kris
hati Kris teriris mendengar semua keluh kesah Ares .
" bagaimana aku akan bertahan jika yang membuat ku kuat adalah kalian berdua kasih sayang mommy dan daddy , tolong jangan benci aku lagi maaf tidak akan ku ulangi kesalahan yang sama aku rindu mommy izinkan aku bertemu dengan nya 5 menit saja . "
Kris mengangkat wajah Ares darah masih mengucur luka gores telihat jelas, perih sekali hati Kris melihat jagoan nya .
" dad yang salah di sini terlalu menuruti rasa egois dan kemarahan sesaat , ayo pulang dan temui mommy di rumah . " Kris kembali memeluk Ares
runtuh sudah pertahanan Ares dia menangis tersedu dalam pelukan sang ayah ujian apapun bisa dia lewati , tapi jika sudah menyangkut tentang ibu nya Ares tidak sanggup dia membutuhkan Kalina dan Kris untuk menjadi penopang dalam menghadapi dunia .
Hai Love selamat bersantai
__ADS_1
sehat selalu semoga hari nya menyenangkan
sampai bertemu di next episode