Sugar Family

Sugar Family
Bagian 26


__ADS_3

selamat menikmati dan maaf kalau typo


Author pov


mereka saling memandang suasana masih terasa panas tak ada yang berbicara kedua insan itu masih memproses apa yang sedang terjadi saat ini .


" jangan Lion.." Kanaya menangkup pipi Ares


mata tajam itu membelalak dia bangkit kemudian terduduk di lantai Ares meremat rambutnya dasar sint*ng !


"ma-af Kanaya . " ucap Ares dengan frustasi


" kak Ares . "


pria itu terlihat sangat syok dia bangkit dan meninggalkan Kanaya begitu saja .


" aku benar-benar baj*ingan , maaf papa aku tak bermaksud begitu pada putri mu . " umpat Ares sambil berlari


" kaka kenapa sih ! pagi2 udah minum . " Kanaya berdiri sambil membenarkan baju nya untung tanda yang di buat masih tertutupi


dia pergi mencuci muka sebelum ke villa memperbaiki keadaanya Kanaya tak ingin membuat keluarganya khawatir , terlebih dia tidak ingin Ares di habisi oleh sang papa dan yang lain nya kejadian ini tidak boleh ada yang tau !


Brak


Ares menabrak dada bidang seseorang dan hampir jatuh tapi ada yang menahan nya


" hati-hati boy ada apa hm? lihatlah jam segini kamu sudah minum . " ucap Araga


" uncle? "


" dari tadi aku mencari mu ternyata kau malah asik minum , Ansel juga tidak ada ayo duduk kita redakan dulu mabuk mu . "


" aku ingin pulang uncle..ayo kita pulang . " Ares menarik tangan Araga


" hey ada apa? tenanglah ceritakan secara pelan2 prince . "


mereka pun duduk di sisi pantai di bawah pohon kelapa Ares masih merasakan pusing rambut nya tertiup angin .


" aku hampir melakukan hal bodoh ini memalukan . " ujar Ares


" memang nya apa yang terjadi boy? " Araga merapihkan rambut keponakan nya


" aku hampir meniduri seseorang tapi sungguh aku lepas kendali , dan sekarang sangat menyesal uncle . "


mata Araga membulat dan memastikan dia tak salah dengar


" jangan bercanda dengan ku prince ! " ucap Araga


" ini tidak bercanda dan berharap semua ini mimpi buruk ! " Ares berucap frustasi


" tenanglah tapi kau belum melakukan nyakan? " Araga memegang bahu Ares


" belum kewarasaan ku kembali dengan cepat . "


" pergilah minta maaf pada orang itu katakan pada nya semua ini tak sengaja , bicarakan baik-baik jangan menghindar Lion jangan menjadi pecundang . "


Ares mengangguk dia memeluk Araga dan menyesal dengan tindakan bodohnya .


ketiga remaja baru sampai di villa dan menyiapkan jawaban tentang luka mereka Ansel yang pertama kali masuk , dia melihat kaka sulung nya sedang bermain ponsel mereka pun melangkah masuk .


" kita pulangg.." ucap Ansel


" kalian da.." ucapan Gavin terhenti ketika melihat keadaan ke 3 adik nya


" akan kami ceritakan . " sela Vinson dia tau karena melihat tatapan syok sang kaka


" kenapa kalian terluka? ayo kerumah sakit? kenapa bisa begini ! " Gavin dengan cepat menghampiri pria tampan itu terlihat panik


" ayo kita duduk Leon . " Ansel membantu dia berjalan karena kakinya yang terluka


Mark menyusul dengan segelas kopi dan terkejut melihat ketiga jagoan nya terluka .


" apa yang terjadi? kenapa bisa begini ! " Mark menyimpan kopi nya


" kami tersersempet mobil ayah . " jawab Ansel


" dasar brengs*k apa orang itu tak punya mata ! kita pergi kerumah sakit . " Mark memastikan keadaan anak2


" aku dan Ansel baik-baik saja tapi kaki Leon terluka . " ujar Vinson

__ADS_1


" benarkah? ayo kerumah sakit . " ajak Mark berjongkok di depan Leon


" tidak perlu ayah ini hanya terkilir saja Vinson sudah mengobatinya dengan salep . " jawan Leon


" ayah takut kaki mu semakin sakit boy . "


lalu semua orang berkumpul keruang tengah dan terkejut melihat para pangeran wu terluka .


" apa yang terjadi? " tanya Kris dengan ekspresi marah


" kami terserempet mobil dad . " ucap Vinson


" bangs*t orang itu tak punya otak ! kita kerumah sakit sekarang . " ucap Kris


" kami semua baik2 saja daddy . " tolak Leon


" akan ku bakar dia hidup-hidup berani melukai cucu2 kuu ! " amuk si tuan besar


" apa kalian ingat dengan plat nomornya? " tanya Leo


" kami tidak ingat papa mobil itu melaju dengan kencang . " ujar Ansel


mereka membahas ini para ibu memekik melihat itu dan sangat khawatir lalu di tenangkan oleh para ayah mereka mengatakan semua akan baik2 saja .


....


sedangkan di kamar Kanaya sedang terduduk dia masih terkejut dengan kejadian tadi tapi hatinya berdetak ketika mengingat Ares yang mencumbunya , sial frist kiss di ambil oleh si Lion tapi dia masih bersedih ketika tau pria itu kini mempunyai kekasih dan malah memintanya menjadi yang kedua !


Tok


Tok


" Kanaya.." panggil seseorang


darah nya berdesir mendengar suara ini


" per-gi dari sini ! " ucap Kanaya dengan agak berteriak


" maafkan aku..ini di luar kendali . " ucap Ares


" kaka jahat ! pergi ! "


Kanaya mendengar nada putus asa ini sangat langka dimana si Lion yang irit bicara sedang memohon di luar sana , gadis itu masih bingung antara keluar atau tidak hatinya masih campur aduk tak tau harus berbuat bagaimana .


" baiklah kamu masih membutuhkan waktu tapi jangan membenci ku.. itu lebih sulit dari apapun , aku akan menunggu sampai kau kau mau bicara dengan ku lagi jangan terlalu lama marah nya . "


Ares pun turun dia harus sabar menunggu hingga Kanaya mau memaafkan nya hari semakin sore Kaira mengajak untuk bersepeda , jadi ketiga pasangan suami istri itu bersepada dengan para pria yang membonceng nya sedangkan nyonya wu dan tuan wu bersantai ria .


" kak ayo main pasir tapi apa luka nya tidak parah? " Kanaya merengek pada Ansel


" iya sebentar sweet heart.. aku baik2 saja . " jawab Ansel


Ares hanya menghela napas bahkan Kanaya tak mau melihat padanya dia benar2 di abaikan .


Yena dan Gavin sedang asik bermain air sedangkan Alena duduk2 santai bersama Leon , panggilan masuk terdengar pada ponsel pria tampan itu .


Na Jaewu Calling..


" halo.. " sapa seseorang di sebrang sana


" apa kau merindukan ku? " tanya Leon


" iya aku sangat merindukan mu cepatlah pulang . "


" haha iya nanti kita pulang Na . "


" bawakan oleh2 yang banyak untuk ku , jangan sampai lupaa ya ! "


" kau menelpon ada mau nya ternyata . "


" jangan pelit2 dengan teman di mana Xavier dan Alena? "


" nanti ku bawakan pasir laut untuk mu Vinson ntah ada di mana , kalau Alena sedang bersama ku di sini . "


" mau ku apakan pasir ! baiklah selamat bersenang2, bilang pada Alena untuk menyuruh mengecek ponsel nya . "


" baiklah sampai bertemu nanti Na . "


Pip

__ADS_1


sambungan telpon pun terputus Leon mengatakan pada Alena untuk mengecek ponsel nya .


....


setelah lelah bermain air Yena dan Gavin berjalan2 menyurusi pantai mereka akhirnya duduk di sana cukup sepi .


" akhirnya aku lega semua orang sudah tau tentang kitaa . " ucap Yena


" iya sayang tinggal aku memikirkan ke depan nya . " ujar Gavin


"memang nya untuk ke depan kita mau ngapain? "


" tentu saja membuat baby . " Gavin berbisik rendah pada si kekasih hati


" ish dasar mesum ! " Yena memukul bahu nya


" memang nya kau tak ingin menikah dengan ku? sekarang aku sudah mulai menyiapkan rencana ini , kita akan segera menikah aku ingin segera menjadi ayah sayang . " Gavin mengecup punggung tangan Yena


" apa tidak terlalu cepat? bagaimana dengan kuliah ku kak? "


" tentu kau bisa menyelesaikan nya terlebih dulu dear atau bagaimana jika kita tunangan saja? "


" ya ampuun hati ku berdebar.. iya aku mau . " Yena berucap bahagia


" baiklah kita akan membicarakan ini nanti oh iya ada yang ku katakan , setelah pulang dari sini aku akan ke Jepang selama satu minggu . " ujar Gavin


" jadi aku akan sendirian? "


" hanya satu minggu sayang ku . "


Yena pun mengangguk dan Gavin memiringkan kepalanya kemudian memberikan cumbuan yang romantis , tangan lentik Yena mengalung pada leher kokoh itu dan Gavin menarik untuk duduk di pangkuan nya mereka menikmati adegan panas di temani birunya laut .


...


malam pun tiba mereka sedang berkumpul karena Ansel dan yang lain nya terluka mereka tak jadi mengunjungi taman terbesar di jeju , Ansel naik ke atas dia di suruh memanggil Ares yang tak kunjung turun sang kaka malah asik minum bir di balkon .


" berhenti minum dan turun ke bawah untuk makan bersama . " ujar Ansel


" aku tidak lapar . "


" perut mu bisa sakit jika terus minum bir ! "


" bukan urusan mu . "


Srakk


Ansel merebut bir nya dengan paksa membuat Ares protes dan marah pada sang adik


" kembalikan ! " ucap Ares dengan datar


" ada apa dengan mu? ada masalah? bahkan tadi pagi sudah minum sekarang minum lagi , hidup mu benar2 tidak menyenangkan cobalah bercerita jangan terlalu mandiri menanggung masalah . " ucap Ansel


" takan ada yang mengerti sekarang pergi . " usir Ares


" kata siapa? kaka saja yang jarang terbuka bahkan kau bicara hanya seperlunya ! sifat yang lebih dingin dari balok es , cobalah untuk bercerita jangan menganggap orang di sekitar mu tidak peka padahal mereka tau segala nya . "


" aku tidak mengerti apa yang kau katakan Ansel wu . "


" jika memang suka maka ungkapan saja ! jangan bertele2 belum lagi uringan2 seperti anak perawan cih menjengkelkan , rasanya ingin sekali aku menghantam kepala mu dengan stik golf agar otak itu konek apa jangan-jangan terlalu penuh oleh materi kampus . " omel Ansel


" memang nya aku suka sama siapa? " tanya Ares


Ansel rasanya ingin menangis mendengar jawaban sang kaka demi apapun tidak pekanya benar2 tingkat akut , dia melihat Kanaya naik ke atas dengan rasa jengkel Ansel menghampiri gadis itu lalu menangkup wajah nya .


" lhoo kaka mau ngapain . " tanya Kanaya


" diam dan jangan menghindar ayo lihat sebuah pertunjukan , jangan salah paham sweet heart aku takan melakukan nya . " bisik Ansel


Ansel memiringkan kepalanya dan membuat Ares terkejut dia meremas kaleng bir apa2an mereka benar-benar kurang ajar !


Hai love ketemu lagi sama aku


yang minta crazy up maaf ya belum bisa di kabulin


tapi nanti aku bakal kasih


makasih yang masih nungguin cerita nya .


semangat buat hari ini

__ADS_1


sampai bertemu di next episod


__ADS_2