
selamat menikmati dan maaf kalau typo
Author pov
mereka saling memandang suasana masih terasa panas tak ada yang berbicara kedua insan itu masih memproses apa yang sedang terjadi saat ini .
" jangan Lion.." Kanaya menangkup pipi Ares
mata tajam itu membelalak dia bangkit kemudian terduduk di lantai Ares meremat rambutnya dasar sint*ng !
"ma-af Kanaya . " ucap Ares dengan frustasi
" kak Ares . "
pria itu terlihat sangat syok dia bangkit dan meninggalkan Kanaya begitu saja .
" aku benar-benar baj*ingan , maaf papa aku tak bermaksud begitu pada putri mu . " umpat Ares sambil berlari
" kaka kenapa sih ! pagi2 udah minum . " Kanaya berdiri sambil membenarkan baju nya untung tanda yang di buat masih tertutupi
dia pergi mencuci muka sebelum ke villa memperbaiki keadaanya Kanaya tak ingin membuat keluarganya khawatir , terlebih dia tidak ingin Ares di habisi oleh sang papa dan yang lain nya kejadian ini tidak boleh ada yang tau !
Brak
Ares menabrak dada bidang seseorang dan hampir jatuh tapi ada yang menahan nya
" hati-hati boy ada apa hm? lihatlah jam segini kamu sudah minum . " ucap Araga
" uncle? "
" dari tadi aku mencari mu ternyata kau malah asik minum , Ansel juga tidak ada ayo duduk kita redakan dulu mabuk mu . "
" aku ingin pulang uncle..ayo kita pulang . " Ares menarik tangan Araga
" hey ada apa? tenanglah ceritakan secara pelan2 prince . "
mereka pun duduk di sisi pantai di bawah pohon kelapa Ares masih merasakan pusing rambut nya tertiup angin .
" aku hampir melakukan hal bodoh ini memalukan . " ujar Ares
" memang nya apa yang terjadi boy? " Araga merapihkan rambut keponakan nya
" aku hampir meniduri seseorang tapi sungguh aku lepas kendali , dan sekarang sangat menyesal uncle . "
mata Araga membulat dan memastikan dia tak salah dengar
" jangan bercanda dengan ku prince ! " ucap Araga
" ini tidak bercanda dan berharap semua ini mimpi buruk ! " Ares berucap frustasi
" tenanglah tapi kau belum melakukan nyakan? " Araga memegang bahu Ares
" belum kewarasaan ku kembali dengan cepat . "
" pergilah minta maaf pada orang itu katakan pada nya semua ini tak sengaja , bicarakan baik-baik jangan menghindar Lion jangan menjadi pecundang . "
Ares mengangguk dia memeluk Araga dan menyesal dengan tindakan bodohnya .
ketiga remaja baru sampai di villa dan menyiapkan jawaban tentang luka mereka Ansel yang pertama kali masuk , dia melihat kaka sulung nya sedang bermain ponsel mereka pun melangkah masuk .
" kita pulangg.." ucap Ansel
" kalian da.." ucapan Gavin terhenti ketika melihat keadaan ke 3 adik nya
" akan kami ceritakan . " sela Vinson dia tau karena melihat tatapan syok sang kaka
" kenapa kalian terluka? ayo kerumah sakit? kenapa bisa begini ! " Gavin dengan cepat menghampiri pria tampan itu terlihat panik
" ayo kita duduk Leon . " Ansel membantu dia berjalan karena kakinya yang terluka
Mark menyusul dengan segelas kopi dan terkejut melihat ketiga jagoan nya terluka .
" apa yang terjadi? kenapa bisa begini ! " Mark menyimpan kopi nya
" kami tersersempet mobil ayah . " jawab Ansel
" dasar brengs*k apa orang itu tak punya mata ! kita pergi kerumah sakit . " Mark memastikan keadaan anak2
" aku dan Ansel baik-baik saja tapi kaki Leon terluka . " ujar Vinson
__ADS_1
" benarkah? ayo kerumah sakit . " ajak Mark berjongkok di depan Leon
" tidak perlu ayah ini hanya terkilir saja Vinson sudah mengobatinya dengan salep . " jawan Leon
" ayah takut kaki mu semakin sakit boy . "
lalu semua orang berkumpul keruang tengah dan terkejut melihat para pangeran wu terluka .
" apa yang terjadi? " tanya Kris dengan ekspresi marah
" kami terserempet mobil dad . " ucap Vinson
" bangs*t orang itu tak punya otak ! kita kerumah sakit sekarang . " ucap Kris
" kami semua baik2 saja daddy . " tolak Leon
" akan ku bakar dia hidup-hidup berani melukai cucu2 kuu ! " amuk si tuan besar
" apa kalian ingat dengan plat nomornya? " tanya Leo
" kami tidak ingat papa mobil itu melaju dengan kencang . " ujar Ansel
mereka membahas ini para ibu memekik melihat itu dan sangat khawatir lalu di tenangkan oleh para ayah mereka mengatakan semua akan baik2 saja .
....
sedangkan di kamar Kanaya sedang terduduk dia masih terkejut dengan kejadian tadi tapi hatinya berdetak ketika mengingat Ares yang mencumbunya , sial frist kiss di ambil oleh si Lion tapi dia masih bersedih ketika tau pria itu kini mempunyai kekasih dan malah memintanya menjadi yang kedua !
Tok
Tok
" Kanaya.." panggil seseorang
darah nya berdesir mendengar suara ini
" per-gi dari sini ! " ucap Kanaya dengan agak berteriak
" maafkan aku..ini di luar kendali . " ucap Ares
" kaka jahat ! pergi ! "
Kanaya mendengar nada putus asa ini sangat langka dimana si Lion yang irit bicara sedang memohon di luar sana , gadis itu masih bingung antara keluar atau tidak hatinya masih campur aduk tak tau harus berbuat bagaimana .
" baiklah kamu masih membutuhkan waktu tapi jangan membenci ku.. itu lebih sulit dari apapun , aku akan menunggu sampai kau kau mau bicara dengan ku lagi jangan terlalu lama marah nya . "
Ares pun turun dia harus sabar menunggu hingga Kanaya mau memaafkan nya hari semakin sore Kaira mengajak untuk bersepeda , jadi ketiga pasangan suami istri itu bersepada dengan para pria yang membonceng nya sedangkan nyonya wu dan tuan wu bersantai ria .
" kak ayo main pasir tapi apa luka nya tidak parah? " Kanaya merengek pada Ansel
" iya sebentar sweet heart.. aku baik2 saja . " jawab Ansel
Ares hanya menghela napas bahkan Kanaya tak mau melihat padanya dia benar2 di abaikan .
Yena dan Gavin sedang asik bermain air sedangkan Alena duduk2 santai bersama Leon , panggilan masuk terdengar pada ponsel pria tampan itu .
Na Jaewu Calling..
" halo.. " sapa seseorang di sebrang sana
" apa kau merindukan ku? " tanya Leon
" iya aku sangat merindukan mu cepatlah pulang . "
" haha iya nanti kita pulang Na . "
" bawakan oleh2 yang banyak untuk ku , jangan sampai lupaa ya ! "
" kau menelpon ada mau nya ternyata . "
" jangan pelit2 dengan teman di mana Xavier dan Alena? "
" nanti ku bawakan pasir laut untuk mu Vinson ntah ada di mana , kalau Alena sedang bersama ku di sini . "
" mau ku apakan pasir ! baiklah selamat bersenang2, bilang pada Alena untuk menyuruh mengecek ponsel nya . "
" baiklah sampai bertemu nanti Na . "
Pip
__ADS_1
sambungan telpon pun terputus Leon mengatakan pada Alena untuk mengecek ponsel nya .
....
setelah lelah bermain air Yena dan Gavin berjalan2 menyurusi pantai mereka akhirnya duduk di sana cukup sepi .
" akhirnya aku lega semua orang sudah tau tentang kitaa . " ucap Yena
" iya sayang tinggal aku memikirkan ke depan nya . " ujar Gavin
"memang nya untuk ke depan kita mau ngapain? "
" tentu saja membuat baby . " Gavin berbisik rendah pada si kekasih hati
" ish dasar mesum ! " Yena memukul bahu nya
" memang nya kau tak ingin menikah dengan ku? sekarang aku sudah mulai menyiapkan rencana ini , kita akan segera menikah aku ingin segera menjadi ayah sayang . " Gavin mengecup punggung tangan Yena
" apa tidak terlalu cepat? bagaimana dengan kuliah ku kak? "
" tentu kau bisa menyelesaikan nya terlebih dulu dear atau bagaimana jika kita tunangan saja? "
" ya ampuun hati ku berdebar.. iya aku mau . " Yena berucap bahagia
" baiklah kita akan membicarakan ini nanti oh iya ada yang ku katakan , setelah pulang dari sini aku akan ke Jepang selama satu minggu . " ujar Gavin
" jadi aku akan sendirian? "
" hanya satu minggu sayang ku . "
Yena pun mengangguk dan Gavin memiringkan kepalanya kemudian memberikan cumbuan yang romantis , tangan lentik Yena mengalung pada leher kokoh itu dan Gavin menarik untuk duduk di pangkuan nya mereka menikmati adegan panas di temani birunya laut .
...
malam pun tiba mereka sedang berkumpul karena Ansel dan yang lain nya terluka mereka tak jadi mengunjungi taman terbesar di jeju , Ansel naik ke atas dia di suruh memanggil Ares yang tak kunjung turun sang kaka malah asik minum bir di balkon .
" berhenti minum dan turun ke bawah untuk makan bersama . " ujar Ansel
" aku tidak lapar . "
" perut mu bisa sakit jika terus minum bir ! "
" bukan urusan mu . "
Srakk
Ansel merebut bir nya dengan paksa membuat Ares protes dan marah pada sang adik
" kembalikan ! " ucap Ares dengan datar
" ada apa dengan mu? ada masalah? bahkan tadi pagi sudah minum sekarang minum lagi , hidup mu benar2 tidak menyenangkan cobalah bercerita jangan terlalu mandiri menanggung masalah . " ucap Ansel
" takan ada yang mengerti sekarang pergi . " usir Ares
" kata siapa? kaka saja yang jarang terbuka bahkan kau bicara hanya seperlunya ! sifat yang lebih dingin dari balok es , cobalah untuk bercerita jangan menganggap orang di sekitar mu tidak peka padahal mereka tau segala nya . "
" aku tidak mengerti apa yang kau katakan Ansel wu . "
" jika memang suka maka ungkapan saja ! jangan bertele2 belum lagi uringan2 seperti anak perawan cih menjengkelkan , rasanya ingin sekali aku menghantam kepala mu dengan stik golf agar otak itu konek apa jangan-jangan terlalu penuh oleh materi kampus . " omel Ansel
" memang nya aku suka sama siapa? " tanya Ares
Ansel rasanya ingin menangis mendengar jawaban sang kaka demi apapun tidak pekanya benar2 tingkat akut , dia melihat Kanaya naik ke atas dengan rasa jengkel Ansel menghampiri gadis itu lalu menangkup wajah nya .
" lhoo kaka mau ngapain . " tanya Kanaya
" diam dan jangan menghindar ayo lihat sebuah pertunjukan , jangan salah paham sweet heart aku takan melakukan nya . " bisik Ansel
Ansel memiringkan kepalanya dan membuat Ares terkejut dia meremas kaleng bir apa2an mereka benar-benar kurang ajar !
Hai love ketemu lagi sama aku
yang minta crazy up maaf ya belum bisa di kabulin
tapi nanti aku bakal kasih
makasih yang masih nungguin cerita nya .
semangat buat hari ini
__ADS_1
sampai bertemu di next episod