Sugar Family

Sugar Family
New episode SF 8


__ADS_3

Author pov


pagi-pagi di Mansion sudah heboh sibuk dengan berbagi aktivitas termasuk anak2 yang sedang sarapan , para ayah juga menikmati kopi sebelum menjalankan pekerjaan seperti Gavin yang sedang bersantai menikmati pagi .


" yaaa kenapa tamanan ku seperti ini ! siapa pelaku nyaaaaa ! " teriakan bergema memenuhi Mansion


Kris hampir terjengkang karena mendengar suara yang begitu lantang


" jangan berteriak ! " omel si sulung


" pohon ku rusak kaka ! ulah siapa ini? " wajah Ares terlihat menyeramkan


" bukan aku . " sanggah Arka dengan cepat


" ish kalau dad mati jantungan bagaimana ! " ujar Kris


" tinggal siapkan pemakaman maka selesai . " jawab Ares


" brengs*k . " umpat sang ayah


Ares lalu pergi ke ruang makan dimana para anak2 sedang sarapan .


" siapa pelakunnya ! " tanya Ares dengan tegas


" ada apa daddy? " jawab Ezra


" tanaman daddy kenapa jadi hancur begitu . "


" aku tidak tau dad bukan aku . " ucap Alvin


" ya bukan kami . " tambah Alana dan Livy


" bahkan aku mendapatkan bunga ini meminta langsung dari grandma . " ujar Lexsy


semua orang langsung menjawab kecuali seseorang .


" kamu tau siapa pelaku nya kan? " Ares melihat ke arah Aska


" menurut daddy siapa? " si kecil malah balik bertanya


" taraaaa tugas ku sudah selesai . " ujar Kean denga penuh semangat


" bocah sialannnnnnn ! kau apakan pohon ku ! " teriak Ares


" tolong jangan berteriak daddy telinga ku masih berfungsi ! " omel si kecil


" jawab pernyataan nya ! "


" seperti yang dad lihat aku mengerjakan tugas bukankah harus dapat pujian? , kenapa malah marah tidak jelas . "


Ares memejamkan mata mengatur emosi yang sudah naik kepermukaan , Kanaya berlari untuk melerai ayah dan anak yang sedang panas melakukan perdebatan .


...


Gerall sedang memantau keadaan mengawasi pelaku teror bahkan Leo sudah tau tentang ini dia tak percaya kenapa masih berlanjut .


" Tuan pulang saja biar saya yang urus . " ujar Gerall


" ini semua terjadi karena ku jadi aku akan ikut memantau " jawab Leo


" Tuan Kris dan Tuan Araga sudah mengatur semua , jadi anda jangan khawatir sebaiknya pulang dan jaga istri Tuan di rumah . "


" benarkah begitu? "


" tentu Tuan . "


ponsel Gerall bergetar dan kemudian mengangkat telepon .


Big Boss Calling..


" sudah di pantau? "


" sudah Tuan bahkan saya bersama Tuan Leo . "

__ADS_1


" bagus kita bicarakan ini di markas . "


" Tuan belum sampai? "


" belum si sialan Kris ingin mampir membeli donat, ada2 saja tingkah laku si tua bangka ini . "


" baiklah saya mengerti . "


Pip


Gerall kembali meletakan ponsel dan akan segera menyusul .


" jadi Tuan Leo ingin ikut apa pulang? " tanya Gerall


" ikut istri ku aman bersama Kalina di mansion . "


" baiklah . "


mereka pun segera bergegas pergi untuk mengatur rencana yang lebih matang .


...


In Office


Ansel sedang berkutat dengan berkas hari ini begitu banyak perkerjaan di tambah baru saja menyelesaikan rapat .


" sayang ayo istirahat sebentar . " ucap Winter


" aku sibuk . "


" kamu bos nya jangan terlalu berkerja keras santai saja . "


" kembali kerjakan tugas mu ! " ujar Ansel dengan tegas


" aku lelah ingin membeli kopi sebentar boleh? "


" kita sedang sibuk buat saja kopi disini , suruh seseorang untuk membuat . "


" aku ingin kopi yang ada di caffe langganan ku Ansel , aku janji hanya sebentar takan lama sungguh . "


Winter tersenyum senang dan mengecup pipi Ansel membuat pria itu terkejut , lalu si cantik pergi keluar untuk membeli kopi .


" silahkan ikut kami nona Winter . " 2 orang pria berbadan kekar mengahalangi jalan


" siapa kalian ! " tanya Winter


" menurut atau kami lakukan dengan cara kasar . "


" pergi jangan mengganggu ku ! "


lalu 2 pria itu pun langsung membawa Winter denga paksa suasana di sana cukup sepi , si cantik meronta meminta di lepaskan namun tak digubris sama sekali .


Mobil melaju cepat membelah jalanan Winter tak bisa berteriak karena bibir mungil nya di hiasi lakban , bahkan sudah menangis karena takut apa yang akan terjadi mereka pun sampai di Villa mewah .


" tugas sudah kami jalankan . " pria itu membuka lakban


" lepaskan aku brengs*k berani sekali pada ku ! apa kalian tau aku calon menantu keluarga Wu . " teriak Winter


seorang wanita turun dari tangga dan menyuruh 2 bodyguard pergi .


" halo jangan berisik ya . "


" ternyata ini ulah mu? lepaskan aku perempuan Sint*ng ! " ujar Winter


" haha sudah tau tak waras masih berani bermain dengan ku? , peringatan dari Leon memang terlalu halus jal*ng ! " Alena menarik rambut Winter


" lepaskan sakit bodoh ! "


" kau memang tak mengerti bahasa manusia ! "


Alena menghempaskan dengan kasar Winter ke lantai , sehingga kening mulus itu beradu dengan ubin yang keras sehingga warna ungu nampak muncul .


" Ansel harus tau kelakuan busuk adiknya ! " ringis Winter

__ADS_1


" laporkan saja jika bisa . "


" dari dulu memang tak ada yang benar mulai dari ibu yang seorang jal*ng menggoda pria yang sudah bersuami , hingga ibu ku di campakan dan memilih wanita murahan sepertu dia ! keluarga tak tau malu ! " teriak Winter sambil berusaha bangun


Plakk


Suara tamparan sangat nyaring terdengar seketika bibir Winter robek , darah mengucur dari sudut bibir nya .


" aku bisa memaafkan kesalahan apapun tapi tidak jika sudah menyentuh keluarga ku ! kau boleh hina aku , kau boleh sakiti aku , tapi jangan sekali2 menghina ibu kuuuu ! " teriak Alena


" it-u memang benar . " Winter terkapar di lantai


" tutup mulut mu jangan katakan apapun jika tak tau fakta yang sebenarnya sialan ! harus nya kau tanya pada ibu mu , apakah dulu dia menjadi istri yang baik? laki2 takan berpaling jika istrinya melayani dengan setulus hati . "


mata Alena berkaca ketika mendengar penuturan Winter .


" kenapa hanya mommy yang di salahkan? daddy pasti memiliki alasan kenapa lebih memilih ibu kuuu , apa kau pikir aunty Yerin sudah menjadi wanita yang sempurna ! kalau ibu mu sudah melakukan yang terbaik , kenapa kalah dengan ibu ku yang kau sebut dengan jal*ng ! "


Dug


Dug


Dug


Alena menendang punggung Winter dengan sepatu tinggi nya , hingga membuat dia berteriak melakukan berkali2 tak peduli dengan kata ampun yang Winter ucapkan .


" hentikan sayang.." seorang pria memeluk Alena agar tak hilang kendali


" lepaskan akan ku lenyapkan saja dia sekarang juga ! "


" tenang jangan terlalu gegabah kematian terlalu mudah untuk dia , membuat mati perlahan akan jauh lebih bagus . " ujar Leon


pria itu adalah Leon dia melihat semua dari atas dan turun ketika melihat Alena sudah emosi .


" kalian semua pembun*h ! akan ku adukan pada Ansel . " ucap Winter dengan lirih


" sebelum kau melapor ku pastikan kau takan bisa membuka mata mu lagi ! "


" cih kau salah saing dengan ku Alena Wu bahkan aku bisa membuat Arka jatuh dalam pesona ku . "


Alena meraih Vas bunga dan siap melemparkan ke arah Winter , tapi dengan cepat Leon mencegah .


" jangan halangi aku Leon Wu ! " ujar Alena


" santai baby jangan terpancing , kita tunggu kak Ares terlebih dulu . "


" tidak perlu aku bisa mengatasi hama ini sendirian ! "


" bukan begitu kak Ares punya pisau baru yang belum di coba , dia ingin uji coba pada bahan otopsi nya secara langsung . " Leon melihat ke arah Winter


tubuh ramping Winter sudah bergetar mendengar nama Ares itu sungguh mimpi buruk .


...


Ansel di buat kesal dengan Winter sebentar lagi akan ada pertemuan tapi belum kembali sampai sekarang , dia meraih ponsel tapi sayang tidak di jawab sama sekali lalu melihat jejak GPS nya tunggu kenapa ada si villa pribadi milik sang ayah.


" kenapa malah di sini? bukankah ingin membeli kopi? " gunam Ansel


" maaf presediri pertemuan akan segera di mulai sekarang . " salah seorang staf masuk kedalam


" baiklah sebentar lagi saya akan mulai tolong siapkan materi . "


" baik presidir . "


Ansel hanya terdiam menatap ponsel sekarang mana yang harus di dahulukan , menyusul Winter atau melanjutkan rapat .


Hai ketemu lagi di sini makasih banyak yang udah dukung cerita ini .


buat like


buat Vote


buta hadiah

__ADS_1


makasih banget love sehat selalu ya Mine


sampai bertemu di next episode


__ADS_2