
Author pov
pagi-pagi di Mansion sudah heboh sibuk dengan berbagi aktivitas termasuk anak2 yang sedang sarapan , para ayah juga menikmati kopi sebelum menjalankan pekerjaan seperti Gavin yang sedang bersantai menikmati pagi .
" yaaa kenapa tamanan ku seperti ini ! siapa pelaku nyaaaaa ! " teriakan bergema memenuhi Mansion
Kris hampir terjengkang karena mendengar suara yang begitu lantang
" jangan berteriak ! " omel si sulung
" pohon ku rusak kaka ! ulah siapa ini? " wajah Ares terlihat menyeramkan
" bukan aku . " sanggah Arka dengan cepat
" ish kalau dad mati jantungan bagaimana ! " ujar Kris
" tinggal siapkan pemakaman maka selesai . " jawab Ares
" brengs*k . " umpat sang ayah
Ares lalu pergi ke ruang makan dimana para anak2 sedang sarapan .
" siapa pelakunnya ! " tanya Ares dengan tegas
" ada apa daddy? " jawab Ezra
" tanaman daddy kenapa jadi hancur begitu . "
" aku tidak tau dad bukan aku . " ucap Alvin
" ya bukan kami . " tambah Alana dan Livy
" bahkan aku mendapatkan bunga ini meminta langsung dari grandma . " ujar Lexsy
semua orang langsung menjawab kecuali seseorang .
" kamu tau siapa pelaku nya kan? " Ares melihat ke arah Aska
" menurut daddy siapa? " si kecil malah balik bertanya
" taraaaa tugas ku sudah selesai . " ujar Kean denga penuh semangat
" bocah sialannnnnnn ! kau apakan pohon ku ! " teriak Ares
" tolong jangan berteriak daddy telinga ku masih berfungsi ! " omel si kecil
" jawab pernyataan nya ! "
" seperti yang dad lihat aku mengerjakan tugas bukankah harus dapat pujian? , kenapa malah marah tidak jelas . "
Ares memejamkan mata mengatur emosi yang sudah naik kepermukaan , Kanaya berlari untuk melerai ayah dan anak yang sedang panas melakukan perdebatan .
...
Gerall sedang memantau keadaan mengawasi pelaku teror bahkan Leo sudah tau tentang ini dia tak percaya kenapa masih berlanjut .
" Tuan pulang saja biar saya yang urus . " ujar Gerall
" ini semua terjadi karena ku jadi aku akan ikut memantau " jawab Leo
" Tuan Kris dan Tuan Araga sudah mengatur semua , jadi anda jangan khawatir sebaiknya pulang dan jaga istri Tuan di rumah . "
" benarkah begitu? "
" tentu Tuan . "
ponsel Gerall bergetar dan kemudian mengangkat telepon .
Big Boss Calling..
" sudah di pantau? "
" sudah Tuan bahkan saya bersama Tuan Leo . "
__ADS_1
" bagus kita bicarakan ini di markas . "
" Tuan belum sampai? "
" belum si sialan Kris ingin mampir membeli donat, ada2 saja tingkah laku si tua bangka ini . "
" baiklah saya mengerti . "
Pip
Gerall kembali meletakan ponsel dan akan segera menyusul .
" jadi Tuan Leo ingin ikut apa pulang? " tanya Gerall
" ikut istri ku aman bersama Kalina di mansion . "
" baiklah . "
mereka pun segera bergegas pergi untuk mengatur rencana yang lebih matang .
...
In Office
Ansel sedang berkutat dengan berkas hari ini begitu banyak perkerjaan di tambah baru saja menyelesaikan rapat .
" sayang ayo istirahat sebentar . " ucap Winter
" aku sibuk . "
" kamu bos nya jangan terlalu berkerja keras santai saja . "
" kembali kerjakan tugas mu ! " ujar Ansel dengan tegas
" aku lelah ingin membeli kopi sebentar boleh? "
" kita sedang sibuk buat saja kopi disini , suruh seseorang untuk membuat . "
" aku ingin kopi yang ada di caffe langganan ku Ansel , aku janji hanya sebentar takan lama sungguh . "
Winter tersenyum senang dan mengecup pipi Ansel membuat pria itu terkejut , lalu si cantik pergi keluar untuk membeli kopi .
" silahkan ikut kami nona Winter . " 2 orang pria berbadan kekar mengahalangi jalan
" siapa kalian ! " tanya Winter
" menurut atau kami lakukan dengan cara kasar . "
" pergi jangan mengganggu ku ! "
lalu 2 pria itu pun langsung membawa Winter denga paksa suasana di sana cukup sepi , si cantik meronta meminta di lepaskan namun tak digubris sama sekali .
Mobil melaju cepat membelah jalanan Winter tak bisa berteriak karena bibir mungil nya di hiasi lakban , bahkan sudah menangis karena takut apa yang akan terjadi mereka pun sampai di Villa mewah .
" tugas sudah kami jalankan . " pria itu membuka lakban
" lepaskan aku brengs*k berani sekali pada ku ! apa kalian tau aku calon menantu keluarga Wu . " teriak Winter
seorang wanita turun dari tangga dan menyuruh 2 bodyguard pergi .
" halo jangan berisik ya . "
" ternyata ini ulah mu? lepaskan aku perempuan Sint*ng ! " ujar Winter
" haha sudah tau tak waras masih berani bermain dengan ku? , peringatan dari Leon memang terlalu halus jal*ng ! " Alena menarik rambut Winter
" lepaskan sakit bodoh ! "
" kau memang tak mengerti bahasa manusia ! "
Alena menghempaskan dengan kasar Winter ke lantai , sehingga kening mulus itu beradu dengan ubin yang keras sehingga warna ungu nampak muncul .
" Ansel harus tau kelakuan busuk adiknya ! " ringis Winter
__ADS_1
" laporkan saja jika bisa . "
" dari dulu memang tak ada yang benar mulai dari ibu yang seorang jal*ng menggoda pria yang sudah bersuami , hingga ibu ku di campakan dan memilih wanita murahan sepertu dia ! keluarga tak tau malu ! " teriak Winter sambil berusaha bangun
Plakk
Suara tamparan sangat nyaring terdengar seketika bibir Winter robek , darah mengucur dari sudut bibir nya .
" aku bisa memaafkan kesalahan apapun tapi tidak jika sudah menyentuh keluarga ku ! kau boleh hina aku , kau boleh sakiti aku , tapi jangan sekali2 menghina ibu kuuuu ! " teriak Alena
" it-u memang benar . " Winter terkapar di lantai
" tutup mulut mu jangan katakan apapun jika tak tau fakta yang sebenarnya sialan ! harus nya kau tanya pada ibu mu , apakah dulu dia menjadi istri yang baik? laki2 takan berpaling jika istrinya melayani dengan setulus hati . "
mata Alena berkaca ketika mendengar penuturan Winter .
" kenapa hanya mommy yang di salahkan? daddy pasti memiliki alasan kenapa lebih memilih ibu kuuu , apa kau pikir aunty Yerin sudah menjadi wanita yang sempurna ! kalau ibu mu sudah melakukan yang terbaik , kenapa kalah dengan ibu ku yang kau sebut dengan jal*ng ! "
Dug
Dug
Dug
Alena menendang punggung Winter dengan sepatu tinggi nya , hingga membuat dia berteriak melakukan berkali2 tak peduli dengan kata ampun yang Winter ucapkan .
" hentikan sayang.." seorang pria memeluk Alena agar tak hilang kendali
" lepaskan akan ku lenyapkan saja dia sekarang juga ! "
" tenang jangan terlalu gegabah kematian terlalu mudah untuk dia , membuat mati perlahan akan jauh lebih bagus . " ujar Leon
pria itu adalah Leon dia melihat semua dari atas dan turun ketika melihat Alena sudah emosi .
" kalian semua pembun*h ! akan ku adukan pada Ansel . " ucap Winter dengan lirih
" sebelum kau melapor ku pastikan kau takan bisa membuka mata mu lagi ! "
" cih kau salah saing dengan ku Alena Wu bahkan aku bisa membuat Arka jatuh dalam pesona ku . "
Alena meraih Vas bunga dan siap melemparkan ke arah Winter , tapi dengan cepat Leon mencegah .
" jangan halangi aku Leon Wu ! " ujar Alena
" santai baby jangan terpancing , kita tunggu kak Ares terlebih dulu . "
" tidak perlu aku bisa mengatasi hama ini sendirian ! "
" bukan begitu kak Ares punya pisau baru yang belum di coba , dia ingin uji coba pada bahan otopsi nya secara langsung . " Leon melihat ke arah Winter
tubuh ramping Winter sudah bergetar mendengar nama Ares itu sungguh mimpi buruk .
...
Ansel di buat kesal dengan Winter sebentar lagi akan ada pertemuan tapi belum kembali sampai sekarang , dia meraih ponsel tapi sayang tidak di jawab sama sekali lalu melihat jejak GPS nya tunggu kenapa ada si villa pribadi milik sang ayah.
" kenapa malah di sini? bukankah ingin membeli kopi? " gunam Ansel
" maaf presediri pertemuan akan segera di mulai sekarang . " salah seorang staf masuk kedalam
" baiklah sebentar lagi saya akan mulai tolong siapkan materi . "
" baik presidir . "
Ansel hanya terdiam menatap ponsel sekarang mana yang harus di dahulukan , menyusul Winter atau melanjutkan rapat .
Hai ketemu lagi di sini makasih banyak yang udah dukung cerita ini .
buat like
buat Vote
buta hadiah
__ADS_1
makasih banget love sehat selalu ya Mine
sampai bertemu di next episode