
Author pov
keadaan di Mansion sedang tegang si kepala keluarga sedang mengamuk ketika Arka baru merasakan kenikmatan dunia , langsung kena karma merasakan siksaan ala keluarga Wu si dokter Jung di seret ke tempat biasa .
Bugh
hantaman sayang Arka dapat dari Araga membuat dia terkapar di lantai wajah tampan itu kini terhias lebam .
" baj*ngan berani kau menyentuh kesayangan kuuuu ! " teriak Araga
" uncle dengar-kan dulu . " Arka kesulitan untuk berbicara
Srak
Kris menarik Arka untuk berdiri dan mengcengkram leher pria itu dengan erat sehingga membuat si sulung Jung sulit bernapas
" dad uhuk.." Arka memegang tangan Kris
" apa hm? bicara yang jelas jagoan . " wajah Kris begitu datar
penghilatan Arka memburam pasokan udara mulai berkurang Kris melemparnya hingga punggung tegap itu menghantam tembok , si hot daddy masih memasang ekspersi dingin ketika melihat pergerakan si dokter muda mulai melemah .
" bangun sialan ! " ujar Araga
" maaf . " jawab Arka dengan lirih
Dok
Dok
pintu di gedor dengan brutal dari luar .
" hentikan dad bukan hanya kak Arka yang salah aku jugaaaaa ! " teriak Alena
" kak hentikan bawa Arka keluar . " Kalina juga membujuk sang kaka
lalu Ares datang dia di beri tau apa yang terjadi di Mansion si sulung Wu juga pulang mereka menghampiri ibunya .
" tunggu di sana mom bersama kak Yena dan Kanaya . " ujar Ares
" tapi daddy sama uncle kamu bawa Arka ke dalam mom khawatir . "
" akan ku urus kak Gavin tolong bawa mom . " pinta Ares
" ayo mom kita tunggu di sana . " Gavin menggenggam tangan sang ibu
" kamu juga pergi . " Ares menatap Alena
" tidak mau cepat dobrak pintu nya kak ! "
Brak
pintu pun terbuka Ares masuk tanpa ekspresi dan melihat keadaan kakak tingkat nya sudah mengenaskan .
" kak Arka bangun.." tangan Alena bergetar ketika mengusap darah di kening Arka
Kris kembali memberikan pukulan hingga kening Arka mengenai ujung meja si hot daddy sedang santai sambil merokok , Alena menatap nyalang pada ayah dan si uncle ice di sini dia juga bersalah .
" ada apa dengan tatapan mu itu princes . " ujar Kris
" kenapa dad melukai calon suami kuuu ! " teriak Alena
" siapa yang kamu sebut sebagai calon suami? maksudnya si baj*ngan itu . " timpal Araga
" ini bukan hanya salah nya tapi salah ku juga kami sama-sama mau . " Alena berdiri dengan tatapan marah
" dia menyentuh mu daddy tidak rela ! " ucap Kris
" kewarasan kami sedang di ambang batas tapi semua ini aku yang memulai dad . "
" masih untung dia belum uncle lenyapakan Alena . "
" jadikan aku mayat terlebih dahulu sebelum kalian melenyapkan nya . " Alena melemparkan pisau pada Kris
Ares berjongkok melihat keadaan Arka wajah tampan itu sudah pucat pasi , di tambah luka memar yang terdapat di leher bekas cekikan Kris
" bukan begitu maksud nya sayang . " Kris berdiri menghampiri Alena
" aku sangat mencintai nya dad please . "
" walaupun dia pria brengs*k yang sudah menyentuh mu terlebih dulu? , dad tak habis pikir dengan kalian . "
" maaf aku tau dad kecewa tapi sungguh ini bukan hanya salah nya , aku mencintai dia pria yang memberi berbagai warna di hidup ku . " Alena menatap Kris
amarah Kris sedikit menurun ketika melihat tatapan memohon si cantik karena bagaimana pun Alena adalah segalanya .
" panggil dokter sekarang tihang . " ucap Kris
__ADS_1
" ya . "
" kamu yakin dia pria pilihan mu? " Kris menangkup wajah Alena
" iya dad aku sangat mencintai nya . "
" Ares bawa dia ke kamar tamu , dokter akan segera datang . " ucap Araga
" jadi bisa daddy restui kami? " tanya Alena
" baiklah kamu dapat restu dad tapi tidak tau kalau yang lain . " Kris mengecup kening Alena
Ares mengangkat tubuh Arka mata indah itu sudah terpejam , oh malang sekali si sulung Jung anggap saja ini sambutan selamat datang dari keluarga Wu .
" apa uncle setuju? " kini Alena menghampiri Araga
" jika itu bahagia mu lakukan saja dear , bersatulah dengan si bangs*t Jung itu . " jawab Araga
" jangan terus mengumpati calon suami ku uncleee . " rengek Alena
mereka pun keluar setelah melakukan olahraga malam Kalina panik ketika melihat keadaan Arka kejam sekali , kini dia sudah terbaring di ranjang si mommy mengambil handuk kecil dan air hangat untuk membersihkan darah di kening Arka.
" dokter nya sudah tiba ayo tunggu di luar . " ucap Ares
semua orang menunggu di ruang tamu Kanaya dan Yena bergidik ngeri di buat nya .
" kak Arka tidak mati kan? " bisik Kanaya pada Yena
" semoga saja tidak kasian Alena . " jawab Yena
Alena berharap semoga dia baik-baik saja keluarganya ini sesuatu sekali .
...
pagi pun mulai menyapa burung berkicau matahari bersinar dengan indah nya mata tajam milik seseorang mulai bergerak , dia merasakan seluruh tubuh nya remuk bahkan ingin bicara saja terasa perih di tambah masker oksigen masih menempel .
" tidur mu nyenyak sekali dad pikir tewas . " ucap seseorang
tubuh Arka menegang mendengar suara ini dia melihat seorang pria duduk di sana , luka yang di terima cukup parah kini luka lebam terlihat jelas menghiasi seluruh wajah .
" ingin sarapan anak nakal? " Kris menghampiri Arka dan mengusap suarai legam itu
si tampan melihat ke arah gelas demi apapun tenggorakan nya kering dan sakit jadi tak bisa berbicara , Kris yang mengerti memanggil Ares agar melepas masker oksigen si Lion datang membawa nampan berisi makanan .
" masih sesak tidak? " tanya Ares
" tidak.." bisikan lemah terdengar dari bibir Arka
" angkat kepala mu dan tatap dad Arka Jung . "
dia mendongkak dan menatap sang calon mertua
" minggu depan kalian menikah . " ujar Kris
" hah? " Arka tampak nge blank
" kaka harus bertanggung jawab pada adik ku ! nikahi Alena secepatnya , jika tidak kau berhadapan dengan ku . " ancam Ares
si dokter hanya mengangguk dia tidak mau kejadian semalam terulang itu adalah kejadian yang takan terlupakan .
...
In Campus
geng Ansel cs sedang mendapat syok terapi atas pengakuan Alena dia bercerita tentang kejadian semalam , ekspresi sudah campur aduk mereka tak habis pikir dengan perempuan cantik ini di tambah Jeno sibuk mengumpat pada si sulung .
" kalian benar2 tidur bersama? " tanya Jaewu
" iya Na kami melakukan nya . " ucap Alena
" apa kau sadar dengan tindakan mu? kau ceroboh ! " Ansel mengdongkak kan dagu sang adik ada kilatan emosi di mata nya
" kami kelepasan kak ! " ujar Alena
" sudah ku bilang jangan melebihi batas ! " bentak Ansel
tak sadar Ansel mengcengkram tangan Alena dengan erat .
" kaka tangan ku sakit . " Alena meringis pelan
" kau menyakiti nya lepaskan . " Leon menyentak tangan Ansel
" lalu sekarang bagaimana? " tanya Vinson
" daddy ingin kami minggu depan menikah . "
" bang Arka masih hidup? atau sudah di kirim ke alam baka? " timpal Jeno
__ADS_1
" waktu aku pergi kaka mu masih belum sadar . "
" aku tidak ingin di langkahi kamu membuat ku kecewa Alena . " Ansel berdiri lalu mengambil tas nya
" maaf kak jangan marah . " Alena langsung memeluk dengan erat
" lepaskan ! "
" kak Ansel jangan pergi hiks.."
Alena menangis kaka kembar nya marah sekarang dia harus bagaimana?
" dia hanya membutuhkan waktu sudah jangan menangis . " ujar Leon
" dia marah pada ku . "
" kita tunggu amarah Ansel mereda . " tambah Vinson
" aku tidak tau harus bicara apa . " Jeno menghela napas
ke 4 pria itu menenangkan Alena yang sedang terisak .
...
keluarga Jung sudah di beri tau mereka sepakat menggelar pernikahan minggu ini hotel sudah di boking , gaun pernikahan sedang di pilihkan termasuk cincin beserta yang lain semua siap dalam sekejap .
" kartu undangan sedang di cetak . " ucap Mark
" kamu ingin mengundang teman kuliah serta kolega mu? " tanya Leo pada Arka yang sedang duduk di kursi roda
" iya saya ingin mengundang semua papa . " jawab Arka
" kalian ini terlalu kejam pada dokter Jung sampai dia duduk di kursi roda . " ujar Tuan Wu
" itu tidak seberapa tadinya akan ku suruh Ares mengeluarkan organ dalam nya . " timpal Kris
semua orang ikut turun tangan untuk menyiapkan pernikahan si bungsu tentu saja mereka terkejut dengan semua ini , Kalina tak bisa berkata banyak dia mencoba berkaca dari masa lalu tidak hanya menyalahkan mereka .
" kalian diam jangan terlalu cape . " ucap Kaira pada 2 bumil
" tapi aku juga ingin membantu mama . " protes Kanaya
" Alena akan menikah jadi kita sangat antusias . " tambah Yena
" mama tau tapi ingat kondisi kalian berdua , ini bantu pilih dekorasi saja . "
lalu Diana datang membawa buku desain .
" pilihlah tema baju untuk keluarga pihak wanita . " Diana memberikan nya pada Kalina
" aku suka pusing jika di suruh memilih semua ini sangat bagus dan cantik . " ujar Kalina
" pilih saja yang kamu suka akan ku pastikan semua beres seminggu ke depan . "
Kalina memanggil Kanaya dan Yena untuk meminta pendapat warna apa yang akan di pilih, karena Alena itu orang nya cuek jadi mau apa saja terserah .
....
In Apartemen
malam beranjak menggantikan siang Ansel tidak pulang ke mansion karena dia marah pada Alena kenapa menikah lebih dulu , harusnya sesuai aturan untuk tidak di langkahi mentang2 dia sedang sendiri .
Clekk
pintu apartemen terbuka dan seseorang masuk ke sana .
" semua saudara mu di mansion kenapa kamu di sini? "
" pergi . "
" daddy tau ini dadakan dan tak menanyakan pendapat mu terlebih dulu , tapi semua ini sudah terjadi mengertilah boy . "
" bahkan dari dulu aku sudah bilang tak ingin di langkahi ! apa karena karena aku selalu gagal dalam urusan percintaan , Alena muak menunggu ku hingga dia merencanakan tidur bersama dengan kekasih nya? "
" Ansel wuuu jaga bicara mu ! " bentak Kris
" dad lebih menyayangi dia di banding aku ! pergi dari sini . " usir Ansel
" lalu sekarang apa mau mu hm? "
" batalkan pernikahan nya jika dad sayang padakuu ! "
kepala Kris jadi pusing persiapan pernikahan sudah hampir rampung di tambah Arka harus secepat mungkin menikahi Alena , tapi sekarang putra nya menolak karena tak ingin di langkahi si hot daddy ingin sekali menenggelamkan diri .
Hai maaf ya yang minta double up gak sempat di penuhi
tapi di ganti sekarang love
__ADS_1
sehat selalu
sampai bertemu di next episod