
Author pov
hari pernikahan putri bungsu keluarga Wu hanya tinggal 2 hari lagi kini semua persiapan sudah selesai tinggal menunggu saja , sesuai rencana setelah melakukan pemberkatan akan langsung menuju hotel untuk resepsi .
semua kolega sudah di undang termasuk semua teman kampus Alena tentu saja ini menjadi tranding utama , lalu di rumah sakit Ares sedang bersantai hari ini tidak penyelidikan Ren dan Jinan membantu dokter Choi .
Clek
pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam .
" maaf mengganggu mu dokter Wu . " ucap seorang wanita
" tolong jangan suruh aku untuk merangkai bunga lagi ! " omel Ares
" haha tentu saja tidak aku kemari untuk memberitau , sekarang akan ada makan siang bersama dengan para dokter . " ujar Viona
" aku malas . "
" pantas semua orang mengatakan dokter forensik itu judes ! , sekali2 bergabunglah dengan kami Ares . "
" di sana pasti berisik . "
" beginilah jika sudah terbiasa berteman dengan jenazah ! bahkan calon adik ipar ada di sana , uh
lucu sekali aku tidak menyangka dokter Jung akan menikah dengan adik mu . " Viona berucap heboh
bahkan Kris mengundang seluruh dokter dan staf rumah sakit di tambah rekan kerja Arka , di hotel nanti akan di penuhi para dokter dan para pengusaha .
" sudah sana pergi jangan merusuh ! dokter anak malah nyasar ke ruang otopsi . " ujar Ares
" memang nya tidak boleh? . "
" tentu saja tidak boleh yang bisa masuk kesini hanya orang mati . "
Ares dan Viona menjadi sahabat karib tidak lebih dari itu ternyata dia tertipu wanita di depan nya waktu pertama kali terlihat elegan , ternyata dia perempuan sengklek setiap hari selalu membuat Ares darah tinggi .
" aku ingin curhat kemarin aku membeli krim pembesar ini . " mata Viona turun ke bawah
" lalu? "
" tapi kenapa tidak besar2 masih bisa ku tangkup dengan tangan ! " protes Viona sambil memegang kedua aset kembar miliknya
Ares hanya menunjukan ekspresi datar dia sudah biasa dengan kelakuan Viona yang selalu curhat hal2 ekstrim .
" tangan seseorang lebih efektif dari pada krim pembesar . " jawab Ares
" ayo praktekan pada ku . " ujar Viona
" kau ingin ku buat jadi jenazah ya? tangan ini hanya untuk istri ku ! "
" aku hanya bercanda lagian maaf saja aku tidak tertarik dengan pria yang sudah beristri , cih menjadi pelakor begitu? aku ini anti sama yang gatel2 macam ulat . " sanggah Viona
ketika mereka sedang asik berbincang seseorang kembali masuk .
" kenapa kalian masih di sini? ayo kita makan siang . " ucap Arka
" selamat siang dokter Jung..saya sedang mengajak si singa buluk ini tapi dia tidak mau . " jawab Viona
__ADS_1
" ayolah Ares sebentar saja . "
" aku tidak mau kak pergi sana . " tolak Ares
" hanya sebentar bahkan Profesor Lee hadir , di tambah Ren dan Jinan sudah bergabung " bujuk Arka
" ya ya baiklah . "
Arka kini sudah sembuh dia masih berkerja walaupun 2 hari lagi menikah karena tuntutan sebagai seorang dokter , Ares memakai jas putih nya dan turun ke bawah untuk makan siang bersama .
...
Alena dan Kanaya sedang berada di supermarket si calon pengantin ikut membeli barang2 yang di butuhkan adik ipranya dia bosan di rumah , sekalian agar Kanaya ada teman apalagi kehamilan nya sudah masuk bulan ke 5 harus lebih hati-hati si kembar makin aktif .
" kak Alena harusnya gak boleh keluar . " ujar Kanaya
" aku bisa mati bosan di kamar lagian tidak masalah . " jawab Alena
" ciee yang jadi pengantin baru . "
" iya dong aku nyusul kamu bahkan ini masih terasa seperti mimpi . "
mereka pun berlanjut belanja Alena pergi sebentar ke stan cemilan sedangkan Kanaya memilih buah segar .
" kau masih hidup ternyata . " ujar seseorang
Kanaya pun berbalik ternyata itu Jesica teman di sekolah tidak bisa di katakan teman sih karena mereka tak akur .
" pantas saja homeschooling sedang mengandung anak pria mana? , pria yang kau temui di bar atau di jalanan? " ucap Jesica dengan senyum remeh
" jaga ucapan mu ! " bentak Kanaya
" percuma kau sekolah jika mulut mu tetap tidak terjaga ! , kenapa jika aku mengandung? kami sudah berada dalam ikatan sah . "
" kau menggoda suami mu agar tidur bersama dasar wanita haus sentuhan ! pasti dia terpaksa menikahi mu , atau bisa saja anak itu bukan darah daging dari suami mu yang sekarang memalukan sekali . " cibir Jesica
tubuh Kanaya bergetar karena menahan emosi di tambah perasaan nya sedang sensitif dia tidak rela si ada yang menghina mereka , lalu mengusap pelan perut nya karena terasa sakit bahkan si kecil tau sang ibu tidak baik2 saja .
" cepat beritau aku siapa ayah yang sebenarnya? atau bahkan lupa? "
" cukup tutup mulut muuuu ! " teriak Kanaya
pertengkaran itu menyita perhatian orang di supermarket sakit di perut Kanaya semakin menjadi , dia mengcengkram troli belanjaan Jesica pergi begitu saja Alena berlari karena mendengar teriakan itu .
" ada apa Kanaya? " tanya Alena dengan khawatir
" perut ku sakit kak.." Kanaya mulai terisak di tambah hatinya juga terluka
" kenapa bisa sakit? tahan sebentar . "
Alena semakin di buat panik dia harus menelpon siapa sekarang tapi dia senang ketika melihat seseorang , keberuntungan sedang memihak pada mereka lalu Alena pun berteriak memanggil orang itu .
" Na tolong akuuuuu.." panggil Alena
Jaewu yang sedang membayar di kasir tersentak ketika ada yang memanggil , dengan segera dia berlari menghampiri mereka .
" apa yang terjadi? " tanya Jaewu
__ADS_1
" aku juga tidak perasaan tadi Kanaya baik2 saja tapi sekarang perut nya sakit . " ucap Alena
" kita ke rumah sakit sekarang . " Jaewu langsung mengangkat tubuh Kanaya
mereka tidak peduli dengan belanjaan dan berlari ke parkiran .
" ka Jae sakit hiks . "
" tenang semua akan baik2 saja . "
setelah membantu Kanaya duduk Alena menemaninya sedangkan Jaewu yang menyetir wajah si manis sudah pucat , dia terus mengusap perutnya menenangkan si kembar yang dan terus berdoa agar semua baik2 saja .
jika sampai terjadi sesuatu Kanaya takan memaafkan dirinya di tambah takut Ares marah karena tak becus menjadi seorang ibu , tak lama kemudian sampai di rumah sakit Jaewu memanggil beberapa perawat .
" kenapa bisa begini? apa yang telah aku lewatkan tadi ! " Alena menyesal meninggalkan Kanaya sendiri
" hah semoga tidak ada kabar buruk . " ucap Jaewu
lalu seorang pria berlari dengan terburu2 menghampiri Alena .
" sedang apa di sini sayang? kamu terluka? " tanya Arka dengan khawatir
" tadi aku dan Kanaya pergi ke supermarket tapi mendadak perut dia sakit kak . " jawab Alena
" kenapa tiba2 begitu? "
" aku juga tidak bagaimana ini? " mata Alena sudah berkaca
" apa yang kamu takutkan hm? semua akan baik2 saja percaya sama saya . " Arka menenangkan calon istrinya
" aku tidak menjaga Kanaya dengan baik . "
" bukan salah mu sayang kalau begitu tunggu sebentar , saya akan memanggil Ares dulu tenanglah . " ujar Arka dia mengecup kening Alena
Arka langsung berlari ke gedung forensik untuk memberi tau Ares sedangkan Alena terus berdoa , dia akan menyelediki apa yang terjadi awas saja jika ini ternyata ulah seseorang .
...
di ruang visum Ares sedang membereskan satu set pisau bedah nya agar selalu steril dia baru selesai makan siang , Ren dan Jinan masih berbincang tapi si Lion memilih untuk pergi duluan .
Brak
pintu di buka dengan tak santai .
" cepat keluar istri mu ada di sini . " ucap Arka
" Kanaya ada di sini? " tanya Ares
" cerita nya panjang ayo cepat turun . "
dengan segera Ares bergegas pergi perasaan pria itu berdebar apa yang terjadi sesuatu? semoga saja tidak .
Hai ketemu lagi minggu malam
yang nungguin slave tunggu sebentar ya love
sampai bertemu di next episod
__ADS_1
selamat malming kata daddy Lion