Sugar Family

Sugar Family
New episode SF 22


__ADS_3

Author pov


hari berlalu dengan cepat Kean sedang berada di base camp sekolah memang sedang libur terlihat wajah nya sedang berpikir tapi ntah apa itu , seorang gadis juga anteng duduk di pangkuan nya sambil memainkan dada bidang Kean bahkan menatap pada Kean tapi malah di abaikan .


" kenapa kamu yang galau ! kan aku yang mau curhat . " rengek Siena


" bicara saja turunlah kau berat ! " ujar Kean


" tidak mau ini hangat . " Siena mengalungkan tangan lentik itu pada leher Kean


" ck terserah saja . " Kean meminum kopi dengan Siena yang di pangkuan


" ingin ramen tidak? " Jaehyuk pun segera di karpet


" tidak . "


" dimana Sean? "


" membeli minuman bersama Alvin . " jawab Siena


" aku dataaaaaang.." teriak seorang wanita cantik


suara yang cetar membuat semua orang meringis .


" ini bukan hutan ! " omel Jaehyuk


" makanan ini di taruh di mana? " Lexsy melepas helm sambil menenteng banyak kresek


" di meja saja kita tunggu yang lain datang . " ujar Livy


Lexsy pun menaruh makanan tak lama terdengar suara mobil Alana juga Ezra baru saja tiba .


" wah semua orang sudah tiba . " ucap Alana


" apa kami terlambat? " tanya Ezra


" tidak kak ingin ramen tidak? " Jaehyuk memberikan mangkok mie


" tidak teruskan saja makan nya . " Ezra mengusak rambut Jaehyuk


Ezra pun menghampiri Lexsy yang sedang bermain ps sedangkan para wanita kini sudah heboh dengan pembicaraan tak penting , Siena tidak jadi curhat dengan si lempeng Kean karena jawaban dia hanya HM dan Ya .


Brakk


pintu di buka dengan tak santai mereka sungguh tidak jauh dengan para ayah yang sering rusuh .


" pintu itu bisa roboh ! " ujar Kean dengan datar


" maaf barang yang ku bawa berat . " Alvin hanya cengegesan


" dimana Sean? "


" ah adik mu yang menyebalkan itu pergi begitu saja ! "


" kita akan segera membuat makan hubungi dia . " titah Ezra

__ADS_1


" kata dia kita bisa makan terlebih dulu . "


Ezra pun mengambil bahan2 di bantu dengan Lexsy yang segera memotong berbagai sayuran lalu Siena membawa sosis , Livy akan membuat telur sebagai tambahan sedangkan Alana hanya diam karena jika sudah memegang pisau gadis itu suka menggunakan untuk hal lain .


...


Sean sedang berdiri di balik pohon dia menyuruh Alvin pergi terlebih dulu karena ada seseorang yang sedang di perhatikan , pria yang mengenakan pakaian serba hitam tak lupa topi beserta masker menutupi wajah tapi dia tau siapa yang sedang duduk .


rasa sedih langsung menyapa Sean tapi rasa marah juga masih terasa siapa lagi jika bukan sang daddy , Ares sedang menikmati sebotol bir di depan mini market Sean mengikuti diam2 meninggalkan Alvin begitu saja .


Ares menarik napas sejenak setelah waktu itu menenangkan Alena dia segera pulang karena Selina juga masih menolak kehadiran nya , dia pulang ke rumah yang berhasil dia beli ketika menikahi Kanaya Ares masih menyusun jalan untuk memperbaiki semua .


" aku harus mulai dari mana paling tidak Alena dan Leon sudah tau . " Gunam Ares


tak ada niatan Sean untuk menghampiri ayah nya bahkan ketika Ares beranjak secara perlahan karena rasa sakit masih ada , Sean masih tetap mengikuti dari belakang menyusuri jalur pejalan kaki hingga sampai di rumah yang tak jauh dari minimarket .


lalu setelah itu masuk kedalam masih setia di temani Sean dari belakang hingga sampai di rumah sederhana tetapi elagan dan terlihat nyaman .


" sialan kenapa harus jatuh segala . " Ares mengumpat ketika kunci jatuh


Ares membungkuk langsung terdengar erangan ketika punggung nya terasa sangat sakit dan hampir membuat dia jatuh , tetapi sebelum menghantam lantai ada tangan menahan dadanya membuat Ares terkejut .


" Sean.." ucap Ares dengan terkejut ketika melihat wajah dingin sang putra


tanpa berkata apapun Sean mengambil kunci rumah membuka setelah itu akan beranjak pergi tetapi dengan sigap Ares menahan .


" ayo masuk dulu daddy buatkan coklat panas kesukaan mu , senang bisa melihat mu daddy merindukan kalian . "


" tidak perlu . "


" daddy mohon . " pinta Ares


" ini adalah rumah yang daddy beli untuk ibu mu tetapi kami harus tetap tinggal di Mansion . "


" aku tidak peduli . "


" ck ayo duduk dad buatkan coklat panas . "


Ares pergi ke dapur Sean pun duduk dia masih marah tetapi di sisi lain dia merindukan si kepala keluarga , apalagi melihat keadaan sekarang dia tidak menyangka jika kondisi Ayah nya ternyata parah .


walaupun rumah ini tidak besar tetapi sangat nyaman banyak photo pernikahan yang tertata rapih di dinding .


...


In Hospital


Selina sedang duduk diam di ranjang kepala nya selalu pusing belum lagi dada yang terasa sesak mengingat apa yang terjadi , kenapa semua berakhir menyakitkan anak yang berada di dalam kandungan nya akan terlahir tanpa ayah .


" kamu harus bahagia ketika nanti aku tiada ada yang menjaga mu , daddy mu belum mati bahkan dia semakin tampan hanya berganti nama menjadi Ares . " Selina tertawa sambil mengusap perut nya


pikiran wanita itu seperti agak terganggu apapun akan di lakukan supaya si jabang bayi bahagia .


" nyonya ayo makan siang terlebih dulu . " salah satu perawat masuk


" dimana suami ku . "

__ADS_1


" Tuan Alan sudah pulang nyonya . "


" nama dia Ares bukan Alan panggilkan dia aku ingin makan dengan suami ku . "


perawat meminta izin menggunakan ponsel Selina dan menghubungi Ares yang langsung di angkat oleh pria tampan itu , dia akan segera datang dan mengatakan pada Selina untuk menunggu lalu menyimpan nampan makanan .


setelah 15 menit menunggu Ares datang ke sana langkah dia masih tertatih karena masih belum sembuh total , sedangkan Sean langsung pergi setelah selesai habiskan minuman secara kebetulan pihak rumah sakit memanggil dia .


" apa masih sakit? "


Selina menoleh ke arah sumber suara senyum bahagia langsung terlihat membuat Ares heran beberapa waktu lalu wanita ini menolak .


" kenapa lama sekali aku ingin di suapi . " rengek Selina


" maaf di jalan sedikit macet . " Ares mengambil nampan berisi makanan


" aku merindukan mu . " Selena memeluk Ares dengan erat


sedangkan Ares hanya diam saja sedang mencerna kejadian ini .


" baby rindu daddy . " Selina pun membawa lengan Ares untuk mengusap perut nya


Ares hanya bisa tersenyum kecil dan duduk untuk menyuapi Selina .


....


di Mansion Wu Alena sedang memijat tengkuk Kanaya karena sedari pagi terus muntah sedangkan Elina membuatkan teh , wajah cantik Kanaya terlihat pucat dan terasa lemas dengan segera Ansel mengangkat dan membawa ke ruang tengah .


" maaf merepotkan kaka . " ujar Kanaya


" kita harus ke rumah sakit . " ucap Ansel


" tidak papa mungkin hanya masuk angin . "


" masuk angin bagaimana sedari tadi terus muntah . " Gavin menyeka keringat di dahi Kanaya


Kris turun dari tangga sambil mematikan rokok dia mengecup kening Kanaya dan duduk di Bergabung di sana .


" ayo daddy antarkan ke rumah sakit . "


" tidak perlu dad nanti juga membaik . " jawab Kanaya


tak lama kemudian Kalina datang di bantu dengan Yena kondisi wanita cantik itu juga sedikit membaik .


" sayang jangan membuat mommy khawatir . " ucap Kalina


" aku akan mengantar dia ke rumah sakit sayang tenang saja . " Kris mencium punggung tangan sang iistri


" iya . "


Kris membawa Kalina Bersandar di dada bidang nya sedangkan Kanaya menyandar pada Gavin yang sedang mengusap lembut rambut legam itu , kondisi di sana belum membaik bahkan tak satu orang pun yang membahas tentang keberadaan Ares .


halo love ketemu lagi sama aku


sehat2 buat kalian semua

__ADS_1


ada yang kangen gak nih hehe


sampai bertemu di next episode


__ADS_2