
Author pov
hari berlalu dengan cepat Kean sedang berada di base camp sekolah memang sedang libur terlihat wajah nya sedang berpikir tapi ntah apa itu , seorang gadis juga anteng duduk di pangkuan nya sambil memainkan dada bidang Kean bahkan menatap pada Kean tapi malah di abaikan .
" kenapa kamu yang galau ! kan aku yang mau curhat . " rengek Siena
" bicara saja turunlah kau berat ! " ujar Kean
" tidak mau ini hangat . " Siena mengalungkan tangan lentik itu pada leher Kean
" ck terserah saja . " Kean meminum kopi dengan Siena yang di pangkuan
" ingin ramen tidak? " Jaehyuk pun segera di karpet
" tidak . "
" dimana Sean? "
" membeli minuman bersama Alvin . " jawab Siena
" aku dataaaaaang.." teriak seorang wanita cantik
suara yang cetar membuat semua orang meringis .
" ini bukan hutan ! " omel Jaehyuk
" makanan ini di taruh di mana? " Lexsy melepas helm sambil menenteng banyak kresek
" di meja saja kita tunggu yang lain datang . " ujar Livy
Lexsy pun menaruh makanan tak lama terdengar suara mobil Alana juga Ezra baru saja tiba .
" wah semua orang sudah tiba . " ucap Alana
" apa kami terlambat? " tanya Ezra
" tidak kak ingin ramen tidak? " Jaehyuk memberikan mangkok mie
" tidak teruskan saja makan nya . " Ezra mengusak rambut Jaehyuk
Ezra pun menghampiri Lexsy yang sedang bermain ps sedangkan para wanita kini sudah heboh dengan pembicaraan tak penting , Siena tidak jadi curhat dengan si lempeng Kean karena jawaban dia hanya HM dan Ya .
Brakk
pintu di buka dengan tak santai mereka sungguh tidak jauh dengan para ayah yang sering rusuh .
" pintu itu bisa roboh ! " ujar Kean dengan datar
" maaf barang yang ku bawa berat . " Alvin hanya cengegesan
" dimana Sean? "
" ah adik mu yang menyebalkan itu pergi begitu saja ! "
" kita akan segera membuat makan hubungi dia . " titah Ezra
__ADS_1
" kata dia kita bisa makan terlebih dulu . "
Ezra pun mengambil bahan2 di bantu dengan Lexsy yang segera memotong berbagai sayuran lalu Siena membawa sosis , Livy akan membuat telur sebagai tambahan sedangkan Alana hanya diam karena jika sudah memegang pisau gadis itu suka menggunakan untuk hal lain .
...
Sean sedang berdiri di balik pohon dia menyuruh Alvin pergi terlebih dulu karena ada seseorang yang sedang di perhatikan , pria yang mengenakan pakaian serba hitam tak lupa topi beserta masker menutupi wajah tapi dia tau siapa yang sedang duduk .
rasa sedih langsung menyapa Sean tapi rasa marah juga masih terasa siapa lagi jika bukan sang daddy , Ares sedang menikmati sebotol bir di depan mini market Sean mengikuti diam2 meninggalkan Alvin begitu saja .
Ares menarik napas sejenak setelah waktu itu menenangkan Alena dia segera pulang karena Selina juga masih menolak kehadiran nya , dia pulang ke rumah yang berhasil dia beli ketika menikahi Kanaya Ares masih menyusun jalan untuk memperbaiki semua .
" aku harus mulai dari mana paling tidak Alena dan Leon sudah tau . " Gunam Ares
tak ada niatan Sean untuk menghampiri ayah nya bahkan ketika Ares beranjak secara perlahan karena rasa sakit masih ada , Sean masih tetap mengikuti dari belakang menyusuri jalur pejalan kaki hingga sampai di rumah yang tak jauh dari minimarket .
lalu setelah itu masuk kedalam masih setia di temani Sean dari belakang hingga sampai di rumah sederhana tetapi elagan dan terlihat nyaman .
" sialan kenapa harus jatuh segala . " Ares mengumpat ketika kunci jatuh
Ares membungkuk langsung terdengar erangan ketika punggung nya terasa sangat sakit dan hampir membuat dia jatuh , tetapi sebelum menghantam lantai ada tangan menahan dadanya membuat Ares terkejut .
" Sean.." ucap Ares dengan terkejut ketika melihat wajah dingin sang putra
tanpa berkata apapun Sean mengambil kunci rumah membuka setelah itu akan beranjak pergi tetapi dengan sigap Ares menahan .
" ayo masuk dulu daddy buatkan coklat panas kesukaan mu , senang bisa melihat mu daddy merindukan kalian . "
" tidak perlu . "
" daddy mohon . " pinta Ares
" ini adalah rumah yang daddy beli untuk ibu mu tetapi kami harus tetap tinggal di Mansion . "
" aku tidak peduli . "
" ck ayo duduk dad buatkan coklat panas . "
Ares pergi ke dapur Sean pun duduk dia masih marah tetapi di sisi lain dia merindukan si kepala keluarga , apalagi melihat keadaan sekarang dia tidak menyangka jika kondisi Ayah nya ternyata parah .
walaupun rumah ini tidak besar tetapi sangat nyaman banyak photo pernikahan yang tertata rapih di dinding .
...
In Hospital
Selina sedang duduk diam di ranjang kepala nya selalu pusing belum lagi dada yang terasa sesak mengingat apa yang terjadi , kenapa semua berakhir menyakitkan anak yang berada di dalam kandungan nya akan terlahir tanpa ayah .
" kamu harus bahagia ketika nanti aku tiada ada yang menjaga mu , daddy mu belum mati bahkan dia semakin tampan hanya berganti nama menjadi Ares . " Selina tertawa sambil mengusap perut nya
pikiran wanita itu seperti agak terganggu apapun akan di lakukan supaya si jabang bayi bahagia .
" nyonya ayo makan siang terlebih dulu . " salah satu perawat masuk
" dimana suami ku . "
__ADS_1
" Tuan Alan sudah pulang nyonya . "
" nama dia Ares bukan Alan panggilkan dia aku ingin makan dengan suami ku . "
perawat meminta izin menggunakan ponsel Selina dan menghubungi Ares yang langsung di angkat oleh pria tampan itu , dia akan segera datang dan mengatakan pada Selina untuk menunggu lalu menyimpan nampan makanan .
setelah 15 menit menunggu Ares datang ke sana langkah dia masih tertatih karena masih belum sembuh total , sedangkan Sean langsung pergi setelah selesai habiskan minuman secara kebetulan pihak rumah sakit memanggil dia .
" apa masih sakit? "
Selina menoleh ke arah sumber suara senyum bahagia langsung terlihat membuat Ares heran beberapa waktu lalu wanita ini menolak .
" kenapa lama sekali aku ingin di suapi . " rengek Selina
" maaf di jalan sedikit macet . " Ares mengambil nampan berisi makanan
" aku merindukan mu . " Selena memeluk Ares dengan erat
sedangkan Ares hanya diam saja sedang mencerna kejadian ini .
" baby rindu daddy . " Selina pun membawa lengan Ares untuk mengusap perut nya
Ares hanya bisa tersenyum kecil dan duduk untuk menyuapi Selina .
....
di Mansion Wu Alena sedang memijat tengkuk Kanaya karena sedari pagi terus muntah sedangkan Elina membuatkan teh , wajah cantik Kanaya terlihat pucat dan terasa lemas dengan segera Ansel mengangkat dan membawa ke ruang tengah .
" maaf merepotkan kaka . " ujar Kanaya
" kita harus ke rumah sakit . " ucap Ansel
" tidak papa mungkin hanya masuk angin . "
" masuk angin bagaimana sedari tadi terus muntah . " Gavin menyeka keringat di dahi Kanaya
Kris turun dari tangga sambil mematikan rokok dia mengecup kening Kanaya dan duduk di Bergabung di sana .
" ayo daddy antarkan ke rumah sakit . "
" tidak perlu dad nanti juga membaik . " jawab Kanaya
tak lama kemudian Kalina datang di bantu dengan Yena kondisi wanita cantik itu juga sedikit membaik .
" sayang jangan membuat mommy khawatir . " ucap Kalina
" aku akan mengantar dia ke rumah sakit sayang tenang saja . " Kris mencium punggung tangan sang iistri
" iya . "
Kris membawa Kalina Bersandar di dada bidang nya sedangkan Kanaya menyandar pada Gavin yang sedang mengusap lembut rambut legam itu , kondisi di sana belum membaik bahkan tak satu orang pun yang membahas tentang keberadaan Ares .
halo love ketemu lagi sama aku
sehat2 buat kalian semua
__ADS_1
ada yang kangen gak nih hehe
sampai bertemu di next episode