Sugar Family

Sugar Family
Bagian 67


__ADS_3

Author pov


In Mansion


sebuah mobil sampai di mansion Gerall datang menyambut nya pria ini ikut bersama Araga ke Seoul , Ares turun dia sangat penasaran dengan hadiah dari sang uncle siapa yang di bawa sudah pasti si pembuat onar .


" selamat datang Tuan Muda . " sambut Gerall


" dimana uncle? tanya Ares


" Tuan di tempat biasa dan menunggu kedatangan mu . "


mereka pun pergi berjalan ke belakang di sana terdapat lorong panjang menuju bangunan yang biasa di gunakan .


" uncle.." panggil Ares


" lama tidak bertemu prince ayo kemari berikan aku pelukan . " Araga merentangakan tangan nya


Ares dengan segera memeluk Araga dia juga merindukan pria ini .


" semoga suka hadiah dari ku dia adalah dalang di balik semua nya . " ujar Araga


" terima kasih sudah membantu uncle . " ucap Ares


" apapun untuk kesayangan ku . " Araga mengusap rambut keponakannya


mereka pun masuk dan melihat seorang pria paruh baya terikat di sana , Araga duduk memberiarkan Ares bermain dengan hadiahnya .


" sudah ku duga pasti kau pak tua . " ucap Ares


" lepaskan aku brengs*k ! " Tuan Kim meronta


" setelah apa yang kau lakukan pada ayah ku? tidak semudah itu sialan . "


" aku hanya membalas dendam apa yang sudah ayah mu perbuat , harus nya Gavin memilih ku bukan kalian ! pasti kalian memberikan pengaruh. "


" kami tidak mempengaruhi nya sama sekali kak Gavin tau siapa yang harus di percaya , darah yang sama bukan satu2 nya alasan yang bisa membuat seseorang kembali . " ucap Ares


" sudah seharusnya yang di pilih adalah aku ! "


" dalam mimpi mu pak tua ! ayah macam yang menjual anak nya untuk melunasi hutang bahkan iblis kalah jahat dengan kelakuan mu , kau ingin kak Gavin karena dia sudah sukes aku tau niat buruk mu dengan begitu kau bisa meminta uang untuk judi . "


" diam kau itu adalah balas jasa karena aku sudah membuat Gavin ada bodoh ! " ucap Tuan Kim


" jika kakak ku boleh memilih dia juga tak sudi harus tercipta dari orang seperti mu ! bahkan aku juga tidak percaya , kak Gavin sosok kaka yang begitu mencintai kami membuat mom dad bangga akan prestasi nya jangan kau sebut lagi anak mu karena dia Gavin Wu bukan lagi Gavin Kim . "


" ingin sekali ku lenyapkan saja dia karena sama tak berguna seperti yang melahirkan nya niat awal yang akan ku jual adalah istri ku , tapi si jal*ng itu ke buru mati dan hutang ku di mana2 wanita itu hanya beban kerja nya hanya sakit . "


darah Ares mendidih mendengar ucapan itu dia yang begitu sangat mencintai sang ibu merasa sesak .


Bugh


dia menendang Tuan Kim hingga terjengkang kemudian pria itu terbatuk merasakan dadanya begitu sakit .

__ADS_1


" bagaimana mungkin kau mengatakan itu bangs*t sama sekali tidak menghargai sosok perempuan beliau memberikan putra yang tampan dan baik , kau pikir terlahir dari mana ! jangan2 dari batu berjuang mempertaruhkan nyawa hanya demi membawa anaknya melihat dunia . " bentak Ares


" hahaha aku menikahi nya karena dulu dia kaya bukan karena cinta ! "


" kak Gavin benar2 akan terluka dia menyayangi mu kau ada dalam salah satu kebahagian nya bahkan keinginan kak Gavin adalah pelukan dari mu , sesederhana itu permintaan nya sejak lahir dia bilang tak pernah ada kasih sayang tapi dia tak pernah membenci mu setiap malam kakak ku berdoa agar kau selalu baik2 saja ! "


Ares menjeda sejenak ucapan nya sungguh sangat sakit hati .


" putra yang tidak kau inginkan..selalu kau sakiti selalu mengcupakan ribuan ucapan Terima kasih pada mu karena sudah membuat nya ada , bahkan kau tidak tau itu ! kenapa menyakiti orang sebaik putra mu? bahkan ketika kau memberikan banyak derita lalu kau siksa ibunya dia masih menghargai mu baji*ngan . " ujar Ares


Tuan kim hanya terdiam sambil merintih sakit .


" dimana hati nurani sebagai ayah tidakah hati mu sakit melihat dia yang harus bersujud memohon hanya untuk meminta makan , kenapa aku tau? karena kak Gavin menceritakan semua ! sekarang dia pantas bahagia dari kesabaran nya selama ini . " ucap Ares


Araga membuka ponsel dan menghampiri si Lion


Splass


wajah Araga terkena cipratan cairan merah secara perlahan lantai penuh dengan genangan suara erangan begitu terdengar .


" jangan terlalu bersemangat prince seseorang harus bertemu dengan dia . " Araga menahan tangan Ares yang akan kembali melayangkan pisau bedah nya


" apa maksud uncle? "


" daddy mu mengirim pesan . " ujar Araga sambil memberikan ponsel


Ares kesal karena acara bermain harus tertunda karena sang ayah yang meminta di tambah si tua bangka ini adalah ayah kandung si sulung , dia melemparkan pisau bahkan wajah tampan itu sudah kotor oleh cairan merah dan bau amis mulai tercium .


....


pagi mulai menyapa aktivitas sudah terlihat para mahasiswa dan mahasiswi berlalu lalu lalang sibuk dengan berbagai kegiatan nya , Jeno duduk di taman kampus belum pergi ke kelas nya dia ingin bersantai lebih dulu .


" Jeno ayo sarapan bersama . " ajak seorang wanita cantik


" sudah ku bilang mengganggu ku Winter ! " ujar Jeno


" jangan begitu Jung ayo pergi . " Winter menarik2 tangan kekar itu


" lepaskan sebenarnya apa mau ! bisakah kau tidak mengusik ku . "


" aku mencintai mu bisakah kau mengerti? " tanya Jeno


" tapi aku tidak pernah menyukai mu kita sebatas teman , tapi sekarang aku ragu mau berteman dengan mu lagi kau menyebalkan . " ujar Jeno


" apa kurang nya aku? aku cantik dan kaya jadi ayo kita pacaran . "


" dasar tidak jelas ! "


Jeno pun berdiri dan akan pergi tetapi tangan Winter menarik nya kemudian menangkup pipi Jeno dan memcium bibir si tampan , akibat serangan dadakan itu si bungsu Jung terdiam karena terkejut dan seseorang melihat dengan pandangan terluka .


" jadi ini alasan mu minta berakhir . " ucap Ansel


mendengar suara ini Jeno mendorong Winter dan mengusap bibirnya

__ADS_1


" Ansel ini sa-lah paham . " ujar Jeno


" lanjutkan saja aku membenci mu Jung Jeno ! ku pikir kita teman tetapi nyata nya begini . " ujar Ansel dengan penuh kekecewaan


Ansel pun pergi dan berlari dari sana sedangkan Winter hanya menatap malas kenapa mengganggu sekali .


" Ansel tunggu ini salah paham ! tolong dengarkan akuuu . " teriak Jeno


Jeno ikut mengejar ke kelas bisnis dia harus menjeleskan semua sungguh tak rela jika pertemanan nya hancur begitu saja .


" tunggu Ansel semua salah paham ! " Jeno menahan pria itu agar tak pergi


" pergi dan jangan menemui ku lagi sialan aku kecewa pada mu . "


" ku mohon dengarkan penjelasanku dulu . "


Ansel menyentak tangan Jeno dan mendorong nya sehingga membuat dia oleng tapi seseorang sigap menahan .


" ada apa ini? " tanya Leon


" Ansel marah pada ku sekarang bagaimana? " adu Jeno


" marah kenapa? bahkan kalian sampai bertengkar seperti ini . "


" dia salah paham Leon . " wajah Jeno begitu frustasi


" tenanglah ayo cari tempat untuk membicarakan ini . " ujar Leon


kebetulan kelas Leon melewati kelas bisnis dari jauh dia memang mendengar keributan dan berjalan mendekat , ternyata memang benar Jeno dan Ansel sedang berdebat dia tidak tau apa yang menjadi sumber masalah .


...


di dapur seorang pria tampan sedang asik mencumbu aktivitas panas sudah terjadi di pagi hari yang cerah ini , lalu cumbuan nya merambat pada leher jenjang Kanaya siapa lagi pelakunya jika bukan Ares yang sedang menyalurkan rindu yang tertahan .


" kaka ak-u harus sekolah . " ucap Kanaya


" tapi aku rindu . "


" nanti sepulang sekolah bisa di lanjutkan . " Kanaya menahan seragam yang akan di buka


" benar ya? jangan mengingkari janji . " ujar Ares


" iya kak janji . " jawab Kanaya sambil mengecup bibir sang suami


" pokonya harus lebih dari satu ronde . " bisik Ares


kemudian dia kembali mencumbu Kanaya dan membuat seseorang terkejut .


" bocah sialan ! dia tak ada bedanya dengan si Alien . " umpat Araga


si uncle ice meninggalkan dapur dengan gerutuan Kanaya menyusul ke mansion karena Ares tak kembali ke rumah sakit , sekalian membuatkan sarapan dan akan berangkat bersama .


Hai jumpa lagi dengan aku semoga gak bosen ya hehe

__ADS_1


sehat selalu sayang kuhh


sampai bertemu di next episod


__ADS_2