
Author pov
In Mansion
sebuah mobil sampai di mansion Gerall datang menyambut nya pria ini ikut bersama Araga ke Seoul , Ares turun dia sangat penasaran dengan hadiah dari sang uncle siapa yang di bawa sudah pasti si pembuat onar .
" selamat datang Tuan Muda . " sambut Gerall
" dimana uncle? tanya Ares
" Tuan di tempat biasa dan menunggu kedatangan mu . "
mereka pun pergi berjalan ke belakang di sana terdapat lorong panjang menuju bangunan yang biasa di gunakan .
" uncle.." panggil Ares
" lama tidak bertemu prince ayo kemari berikan aku pelukan . " Araga merentangakan tangan nya
Ares dengan segera memeluk Araga dia juga merindukan pria ini .
" semoga suka hadiah dari ku dia adalah dalang di balik semua nya . " ujar Araga
" terima kasih sudah membantu uncle . " ucap Ares
" apapun untuk kesayangan ku . " Araga mengusap rambut keponakannya
mereka pun masuk dan melihat seorang pria paruh baya terikat di sana , Araga duduk memberiarkan Ares bermain dengan hadiahnya .
" sudah ku duga pasti kau pak tua . " ucap Ares
" lepaskan aku brengs*k ! " Tuan Kim meronta
" setelah apa yang kau lakukan pada ayah ku? tidak semudah itu sialan . "
" aku hanya membalas dendam apa yang sudah ayah mu perbuat , harus nya Gavin memilih ku bukan kalian ! pasti kalian memberikan pengaruh. "
" kami tidak mempengaruhi nya sama sekali kak Gavin tau siapa yang harus di percaya , darah yang sama bukan satu2 nya alasan yang bisa membuat seseorang kembali . " ucap Ares
" sudah seharusnya yang di pilih adalah aku ! "
" dalam mimpi mu pak tua ! ayah macam yang menjual anak nya untuk melunasi hutang bahkan iblis kalah jahat dengan kelakuan mu , kau ingin kak Gavin karena dia sudah sukes aku tau niat buruk mu dengan begitu kau bisa meminta uang untuk judi . "
" diam kau itu adalah balas jasa karena aku sudah membuat Gavin ada bodoh ! " ucap Tuan Kim
" jika kakak ku boleh memilih dia juga tak sudi harus tercipta dari orang seperti mu ! bahkan aku juga tidak percaya , kak Gavin sosok kaka yang begitu mencintai kami membuat mom dad bangga akan prestasi nya jangan kau sebut lagi anak mu karena dia Gavin Wu bukan lagi Gavin Kim . "
" ingin sekali ku lenyapkan saja dia karena sama tak berguna seperti yang melahirkan nya niat awal yang akan ku jual adalah istri ku , tapi si jal*ng itu ke buru mati dan hutang ku di mana2 wanita itu hanya beban kerja nya hanya sakit . "
darah Ares mendidih mendengar ucapan itu dia yang begitu sangat mencintai sang ibu merasa sesak .
Bugh
dia menendang Tuan Kim hingga terjengkang kemudian pria itu terbatuk merasakan dadanya begitu sakit .
__ADS_1
" bagaimana mungkin kau mengatakan itu bangs*t sama sekali tidak menghargai sosok perempuan beliau memberikan putra yang tampan dan baik , kau pikir terlahir dari mana ! jangan2 dari batu berjuang mempertaruhkan nyawa hanya demi membawa anaknya melihat dunia . " bentak Ares
" hahaha aku menikahi nya karena dulu dia kaya bukan karena cinta ! "
" kak Gavin benar2 akan terluka dia menyayangi mu kau ada dalam salah satu kebahagian nya bahkan keinginan kak Gavin adalah pelukan dari mu , sesederhana itu permintaan nya sejak lahir dia bilang tak pernah ada kasih sayang tapi dia tak pernah membenci mu setiap malam kakak ku berdoa agar kau selalu baik2 saja ! "
Ares menjeda sejenak ucapan nya sungguh sangat sakit hati .
" putra yang tidak kau inginkan..selalu kau sakiti selalu mengcupakan ribuan ucapan Terima kasih pada mu karena sudah membuat nya ada , bahkan kau tidak tau itu ! kenapa menyakiti orang sebaik putra mu? bahkan ketika kau memberikan banyak derita lalu kau siksa ibunya dia masih menghargai mu baji*ngan . " ujar Ares
Tuan kim hanya terdiam sambil merintih sakit .
" dimana hati nurani sebagai ayah tidakah hati mu sakit melihat dia yang harus bersujud memohon hanya untuk meminta makan , kenapa aku tau? karena kak Gavin menceritakan semua ! sekarang dia pantas bahagia dari kesabaran nya selama ini . " ucap Ares
Araga membuka ponsel dan menghampiri si Lion
Splass
wajah Araga terkena cipratan cairan merah secara perlahan lantai penuh dengan genangan suara erangan begitu terdengar .
" jangan terlalu bersemangat prince seseorang harus bertemu dengan dia . " Araga menahan tangan Ares yang akan kembali melayangkan pisau bedah nya
" apa maksud uncle? "
" daddy mu mengirim pesan . " ujar Araga sambil memberikan ponsel
Ares kesal karena acara bermain harus tertunda karena sang ayah yang meminta di tambah si tua bangka ini adalah ayah kandung si sulung , dia melemparkan pisau bahkan wajah tampan itu sudah kotor oleh cairan merah dan bau amis mulai tercium .
....
pagi mulai menyapa aktivitas sudah terlihat para mahasiswa dan mahasiswi berlalu lalu lalang sibuk dengan berbagai kegiatan nya , Jeno duduk di taman kampus belum pergi ke kelas nya dia ingin bersantai lebih dulu .
" Jeno ayo sarapan bersama . " ajak seorang wanita cantik
" sudah ku bilang mengganggu ku Winter ! " ujar Jeno
" jangan begitu Jung ayo pergi . " Winter menarik2 tangan kekar itu
" lepaskan sebenarnya apa mau ! bisakah kau tidak mengusik ku . "
" aku mencintai mu bisakah kau mengerti? " tanya Jeno
" tapi aku tidak pernah menyukai mu kita sebatas teman , tapi sekarang aku ragu mau berteman dengan mu lagi kau menyebalkan . " ujar Jeno
" apa kurang nya aku? aku cantik dan kaya jadi ayo kita pacaran . "
" dasar tidak jelas ! "
Jeno pun berdiri dan akan pergi tetapi tangan Winter menarik nya kemudian menangkup pipi Jeno dan memcium bibir si tampan , akibat serangan dadakan itu si bungsu Jung terdiam karena terkejut dan seseorang melihat dengan pandangan terluka .
" jadi ini alasan mu minta berakhir . " ucap Ansel
mendengar suara ini Jeno mendorong Winter dan mengusap bibirnya
__ADS_1
" Ansel ini sa-lah paham . " ujar Jeno
" lanjutkan saja aku membenci mu Jung Jeno ! ku pikir kita teman tetapi nyata nya begini . " ujar Ansel dengan penuh kekecewaan
Ansel pun pergi dan berlari dari sana sedangkan Winter hanya menatap malas kenapa mengganggu sekali .
" Ansel tunggu ini salah paham ! tolong dengarkan akuuu . " teriak Jeno
Jeno ikut mengejar ke kelas bisnis dia harus menjeleskan semua sungguh tak rela jika pertemanan nya hancur begitu saja .
" tunggu Ansel semua salah paham ! " Jeno menahan pria itu agar tak pergi
" pergi dan jangan menemui ku lagi sialan aku kecewa pada mu . "
" ku mohon dengarkan penjelasanku dulu . "
Ansel menyentak tangan Jeno dan mendorong nya sehingga membuat dia oleng tapi seseorang sigap menahan .
" ada apa ini? " tanya Leon
" Ansel marah pada ku sekarang bagaimana? " adu Jeno
" marah kenapa? bahkan kalian sampai bertengkar seperti ini . "
" dia salah paham Leon . " wajah Jeno begitu frustasi
" tenanglah ayo cari tempat untuk membicarakan ini . " ujar Leon
kebetulan kelas Leon melewati kelas bisnis dari jauh dia memang mendengar keributan dan berjalan mendekat , ternyata memang benar Jeno dan Ansel sedang berdebat dia tidak tau apa yang menjadi sumber masalah .
...
di dapur seorang pria tampan sedang asik mencumbu aktivitas panas sudah terjadi di pagi hari yang cerah ini , lalu cumbuan nya merambat pada leher jenjang Kanaya siapa lagi pelakunya jika bukan Ares yang sedang menyalurkan rindu yang tertahan .
" kaka ak-u harus sekolah . " ucap Kanaya
" tapi aku rindu . "
" nanti sepulang sekolah bisa di lanjutkan . " Kanaya menahan seragam yang akan di buka
" benar ya? jangan mengingkari janji . " ujar Ares
" iya kak janji . " jawab Kanaya sambil mengecup bibir sang suami
" pokonya harus lebih dari satu ronde . " bisik Ares
kemudian dia kembali mencumbu Kanaya dan membuat seseorang terkejut .
" bocah sialan ! dia tak ada bedanya dengan si Alien . " umpat Araga
si uncle ice meninggalkan dapur dengan gerutuan Kanaya menyusul ke mansion karena Ares tak kembali ke rumah sakit , sekalian membuatkan sarapan dan akan berangkat bersama .
Hai jumpa lagi dengan aku semoga gak bosen ya hehe
__ADS_1
sehat selalu sayang kuhh
sampai bertemu di next episod