
Author pov
tangis bahagia kini terasa di Mansion Wu Kalina senang bisa kembali memeluk Ares tadi sore wanita cantik itu terkejut kala suami nya datang bersama seseorang , tanpa banyak kata Ares langsung memeluk sang ibu di tambah kabar bahagia Kanaya yang kembali mengandung .
" wah kita tambah tua ya karena menambah cucu lagi . " ucap Leo dengan senang
" kau saja yang tua aku tidak ! " bantah Kris
" harus mulai terima keadaan kak . " tambah Mark
" benar jangan banyak gaya Kris mana ada seseorang grandpa rambut di cat abu begini , sudah persis preman pengkolan yang hobby nya memalak . " cibir Leo
" kau saja yang tidak tau fashion sialan ! "
Kanaya sedang bersama para hot grandma mereka senang akan ada anggota baru lagi .
" jangan sampai lelah nanti . " ujar Kaira
" iya mama aku mengerti . "
" bahkan keluarga kita semakin ramai untung saja rumah ini luas . " Diana tertawa kecil
" nanti mommy siapkan susu sebelum kamu tidur ya . " Kalina mengusap rambut Kanaya
" biar aku saja kaka masih sakit " ujar Kaira
" benar harus banyak istirahat Kalina . "
" aku sudah sembuh cinta ku sudah pulang . " Kalina tersenyum ke arah Ares yang sedang berkumpul dengan yang lain
...
Ares juga melepas rindu dengan yang lain semua orang sedang berkumpul jadi para staf dapur memasak besar2ran sudah seperti orang hajatan.
" aku rindu kaka ! " omel Alena
" iya ini kaka sudah pulang . " Ares mengusap punggung Alena yang sedang duduk di pangkuan nya
" wanita itu Bagaimana? "
" kita sudah menemukan keluarga nya . "
" jangan di habiskan Na itu milik ku ! " Ansel merebut ramen
" aku hanya meminta sedikit jangan pelit ! "
" di dapur masih banyak jangan berebut seperti bocah . " Lerai Leon
" bahkan mereka lupa jika sudah menjadi ayah . " ujar Vinson sambil meneguk teh nya
Gavin membawa secangkir kopi tetapi dia melihat Jeno dan Arka yang berada dia taman belakang sedang sibuk mencari sesuatu .
" kalian berdua sedang apa? " tanya Gavin
" kami sedang mencari Emely kenapa dia tidak ada kandang aduh ke mana . " wajah Jeno terlihat panik
" sudah kaka bilang masukan lebih awal sebelum malam ! " ujar Arka
Emely adalah putri bungsu Rubby dan Ramon juga cucu kesayangan Kris bisa di cekek Jeno jika daddy Wu tau Emely menghilang .
...
Hari mulai malam semua orang sudah pulang Kris pun naik ke atas dan akan segera menuju ke kamar tetapi terkejut ketika semua anak2 nya tidur di ranjang yang sama , ada Kalina bersama Alena lalu di pinggir ada Ares di tambah Ansel sedangkan Gavin paling ujung .
" kalian sedang apa bubar ! " perintah Kris
" tidak mau ingin tidur bersama mommy kita sudah janjian ya . " ujar Alena
" iya . " jawab serempak ke 3 pangeran Wu
" mana boleh begitu ayo bubar dan pergi ke kamar kalian ! "
__ADS_1
" No . " Alena memeluk Kalina dengan erat
" kalian sudah seperti ikan di presto ! dad ingin istirahat pergi sekarang . "
" di lantai masih bisa dad . " ujar Ares
" benar kami rindu tidur bersama . " timpal Gavin
sungguh anak yang baik sekali para putra Kris ini
" mommy tidak keberatan kan? " Alena menatap pada sang ibu
" tidak sayang mommy senang . " Kalina mengecup kening Alena
ingin rasanya Kris mengomel dengan kesal dia mengambil kasur lipat yang ada di bawah ranjang dan berbenah di bawah , bahkan kasur itu sama empuk nya jadi tidak akan kedinginan ataupun merasakan sakit .
" mommy merasa sedang bermimpi . "
" kenapa begitu mom? " tanya Ansel
" dulu mom hanya seorang gadis biasa tidak berpikir akan mempunyai kehidupan yang begitu sempurna memiliki suami yang begitu mecintai , lalu memliki ke 4 orang anak cantik dan tampan dan itu yang selalu mommy syukuri sampai sekarang , Terima kasih sudah tumbuh dengan baik melihat kalian semua bahagia adalah kebahagiaan mom yang sesungguhnya . " Kalina bangun dan menatap pada anak2
Kris pun terdiam di bawah sambil bersandar pinggiran ranjang .
" kami juga ingin berterima kasih untuk ruang nyaman pertama saat udara belum kami rasakan untuk harapan yang di tanam , saat kami hanya menangis di pelukan bahkan pengingat ketika sedang dalam pencarian juga penguat saat ragu di persimpangan , terlebih untuk kesabaran hati merawat dan membesarkan kami hingga sekarang tanpa sedikit rasa lelah yang mom tunjukan . " Alena menggengam tangan sang ibu
mata Kalina berkaca dia segera memeluk putri bungsu nya sedangkan Kris hanya tersenyum kecil , anak2 sudah terlelap malam ini sungguh terasa hangat semua berkumpul kembali lalu Kalina secara perlahan turun ke bawah .
Kris merasakan seseorang memeluk dari belakang
" daddy.."
detak jantung si hot grandpa berdetak panggilan yang amat dia sukai sejak dulu .
" hm . "
" aku tidur di sini menemani mu biar anak2 yang di atas . " ujar Kalian
" aku juga harus berterima kasih pada mu sayang sudah mau menjadi pendamping dari pria yang mempunyai banyak kekurangan , begitu banyak luka dan air mata selama mendapangi..kamu alasan ku untuk tetap bertahan hingga sekarang terima kasih sayang . " Kris membelai wajah cantik Kalina
" tidak perlu berterima kasih itu sudah menjadi kewajiban ku mengubah kekurangan kita menjadi kesempurnaan , Terima kasih juga sudah menerima ku bahkan aku hanya seorang wanita yang tidak mempunyai apa2 Tuan Wu . " Kalina tersenyum hangat
" kamu miliki ku selamanya . "
Kris pun mengecup kening Kalina dan menarik tengkuk sang istri memberikan cumbuan yang penuh dengan cinta di dalam nya , setelah selesai Kris menarik selimut dan Kalina masuk dalam dekapan hangat si kepala keluarga Wu .
....
tak terasa pagi pun mulai menyapa kicauan burung terdengar menjadi melodi indah di pagi hari seorang pria terusik dari tidur , cahaya matahari masuk melalui celah jendela dia melihat ke samping istrinya masih terlelap bahkan tak ada kain yang menempel di tubuh mereka .
" ayo bangun ini sudah pagi . " Leon mengecup punggung putih Viona
" aku masih mengantuk . "
" tapi Lexsy sebentar lagi sekolah pasti meminta sarapan . "
" siapa suruh tadi melakukan hingga dini hari ! tubuh ku serasa remuk Tuan Wu ! " omel Viona
" kamu yang salah datang dengan baju transparan seperti akurium ikan koi . "
" kamu saja yang baperan dokter ! . "
Tok
Tok
" papa..mama aku boleh masuk ya . " ujar seseorang di luar
" tunggu sebentar jangan duluuuu . " Leon dengan panik mencari celana dan baju
" astaga aku tidak bisa bangun tolong bantu ke kamar mandi . "
__ADS_1
Leon melilitkan handuk dan mengangkat Viona ke kamar mandi Leon juga mencuci muka dan bergosok gigi , merapihkan sedikit penampilan setelah selesai dia mengambil handuk juga membuka pintu .
" kenapa papa lama sekali . " protes Lexsy
" maaf tadi habis membantu mama ke kamar mandi ada apa? . "
" apa mama sakit? aku ingin melihat . " Lesxy akan masuk kedalam tapi tangan kekar sang papa menahan nya
" tidak boleh istri ku sedang mandi . "
" tapi dia ibu ku ! "
ayah dan anak ini malah berdebat di depan pintu
" mama bukan sakit panas atapun deman jangan heboh begini . "
" lalu sakit apa jelaskan ! " amuk Lexsy
" eum ya begitulah . " Leon berucap bingung
bagaimana dia menjelaskan pada putra nya jika semalam bermain sampai pagi jadi yang membuat sakit Viona adalah dia sendiri .
" papaaaa ! "
" jangan berteriak ini masih pagi ayo turun dan tunggu di meja makan , papa numpang mandi di kamar mu agar cepat . " Leon menyeret Lexsy untuk turun ke bawah
" jawab dulu mama kenapa ! papa tidak menyakiti mama kan? "
" tentu saja sakit tapi nikmat . " ucap dalam hati Leon
Leon hanya tersenyum dan segera bergegas mandi .
...
Selina sedang terdiam di ruang tamu dia sudah pulang dari rumah sakit bahkan wanita cantik itu sering kali melamun , dia pergi ke dapur mengambil sebotol wine dan meminum dengan santai seolah lupa jika dia sedang mengandung
clekk
pintu rumah terbuka seseorang masuk kedalam dan segera mengambil wine .
" apa kamu lupa jika sedang hamil ! " sentak Ares
" apa peduli baj*ngan dia mati juga tidak ada hubungan dengan mu ! "
" bayi itu berhak hidup . "
" tapi kau merampas hidup ayah dari anak ku sialannn ! "
Prangg
Selina melepar gelas ke arah Ares namun berhasil menghindari dan terkena vas bunga hingga kaca langsung berantakan .
" aku ke sini hanya untuk memberi tau jika kamu masih mempunyai keluarga di Gwangju paman dan bibi mu di sana , mereka sudah lama mencari ayo ku antar untuk bertemu dengan adik dari mendiang ibu mu . " Ares datang ke sana bukan tanpa alasan
" aku tidak butuh mereka sialan ! aku butuh tanggung jawab mu , kau yang membun*h suami jadilah ayah dari anak ini ! " Selina berdiri dan mencengkram baju Ares
" tidak perlu khawatir aku akan mengirim biaya selama kamu di sana agar bayi mu tidak kekurangan apapun , aku mempunyai istri dan sekarang sama sedang mengandung jadi jangan meminta hal yang tak masuk akal ! " Ares menatap tajam
Plakk
Selina menampar Ares dengan kuat wajah pucat itu kini penuh dengan air mata .
" kamu dan keluarga mu adalah orang ter sialan semoga kalian semua hancur dan berantakan , hanya akan ada penderitaan dan sengsara " ujar Selina
Selina berlari ke arah balkon dan naik ke atas pagar pembatas mata Ares seketika melotot tidak mungkin dia akan loncat ke bawah bukan , apartemen ini berada di lantai sepuluh wanita itu benar2 sudah hilang akal kenapa tidak memikirkan si jabang bayi yang berhak hidup .
Halo love ketemu lagi sama aku
maaf ya baru up lagi
sehat selalu untuk kalian semua di lancarkan segala urusan nya
__ADS_1
sampai bertemu di next episode